MELEPAS ASA YANG KU GENGGAM

MELEPAS ASA YANG KU GENGGAM
Bab 49


__ADS_3

Plak !


Tamparan mendarat tepat di pipi Dania saat tiba di rumah.


Yudha begitu murka pada putri nya itu setelah mengetahui ketidak senonohan yang di perbuat oleh Dania bersama Radik di sebuah club malam.


Beberapa teman arisan Nila melihat postingan yang mengupload foto Dania di sebuah akun media sosial.


Mereka memberitahu Nila dengan mengirim screen shoot beserta link postingan tersebut. Tentu saja Nila sangat terpukul dan memberitahukan kabar buruk itu pada Yudha suami nya.


Kini nama baik mereka tercoreng akibat ulah Dania, keluarga terpandang itu pun menjadi sorotan publik terutama orang-orang yang kenal dan mengetahui siapa Dania.


Nila terisak dan meringis saat melihat putri kesayangan nya di tampar oleh Yudha. Ingin sekali ia membela nya, tapi perbuatan Dania memang sudah kelewatan, dan mencemarkan nama baik keluarga.


'' Ayah nampar Dania ? Ada apa ini ? '' tanya Dania dengan suara berat, mulut nya tercium bau alkohol belum lagi penampilan nya sudah semerawut. Dia memegangi pipi nya yang terasa panas akibat tamparan Ayah nya.


'' Lihat ini, apa yang kamu lakukan dengan Radik hah ? Bikin malu saja. '' Yudha menunjukan layar ponsel pada Dania.


Dania menyipitkan mata memperjelas penglihatan nya yang agak buram, beberapa saat ia membulatkan mata terkejut melihat postingan di sebuah akun media sosial yang entah milik siapa, ia sendiri pun tak mengenali nya.


'' Ini rekayasa, itu bukan aku. Bisa saja seseorang mengedit foto ku, entah apa alasan nya yang pasti itu bukan aku, '' bantah Dania. Ia terpaksa berbohong.


Namun ia tak mungkin bisa berkelit apalagi keadaan nya saat ini tengah mabuk, bisa di pastikan jika gadis di dalam foto itu benar-benar diri nya. Belum lagi waktu postingan itu hanya beda beberapa jam saja dari kepulangan Dania ke rumah nya.

__ADS_1


'' Jangan ngeyel kamu, masih gak mau ngaku ! '' suara Yudha terus meninggi bahkan hampir melayangkan kembali telapak tangan nya ke pipi Dania. Gadis itu meringis.


Nila segera merangkul putri kesayangan nya itu, ia tak tega melihat Dania terpojok kan. Mungkin saja Dania benar jika itu hanya foto editan, tak perduli dengan benar atau tidak nya postingan itu yang jelas saat ini Nila akan membela nya.


Bagaimana pun Dania anak satu-satu nya, ia tetap tak rela jika putri nya menerima perlakuan kasar dari Yudha. Sekalipun Dania dinyatakan bersalah.


'' Sudah Ayah sudah, kasihan anak kita. Bisa saja Dania benar, mungkin ada seseorang yang mencoba menjatuhkan nama baik keluarga kita. Bisa saja kolega bisnis di perusahaan atau orang lain yang tak suka pada keluarga kita. '' jelas Nila seraya melindungi Dania.


Gadis itu memeluk Nila dengan sangat erat, ia ketakutan melihat kemarahan Ayah nya.


'' Ini akibat nya kalau anak sering kamu bela, jelas-jelas saat ini dia mabuk-mabukan pulang malam dan lihat penampilan nya. Jangan-jangan dia sudah melakukan hal yang lebih dari ini, '' tuduh Yudha.


'' Ayah !! Tega sekali kamu menuduh anak sendiri, masalah di media sosial tinggal kita klarifikasi saja. Klaim kalau itu bukan Dania, udah beres kan, '' kata Nila.


'' Saat ini yang kita pikirkan mencari pemilik akun itu dan meminta nya untuk menghapus bahkan mengklarifikasi kalau itu semua tidak benar. Jika dia tidak mau, kita bisa melaporkan atas tuduhan pencemaran nama baik, '' ucap Nila.


'' Dania akan buktikan kalau Dania tak bersalah, Ayah beri Dania waktu..'' lirih nya.


'' Terserah kalian saja, yang pasti aku akan mengusir mu dari sini jika sampai rumor ini merusak reputasi ku, '' Yudha bergegas pergi meninggalkan mereka berdua.


Nila memapah Dania ke kamar. Ia membantu putri nya berganti pakaian dengan baju tidur. Betapa terkejut Nila saat melihat banyak kiss mark di sekujur tubuh putri nya.


Tapi Nila tak akan menanyakan hal ini karena saat ini Dania terlihat masih dalam pengaruh alkohol. Nila akan meminta penjelasan pada nya besok.

__ADS_1


Dania yang sudah berganti pakaian pun langsung tertidur. Tubuh nya terasa berat, begitu pun kepala nya teramat pusing. Saat menghadapi Ayah nya pun diri nya dalam keadaan setengah sadar.


Nila tak akan mengatakan apa yang ia lihat pada suami nya, saat ini dia hanya akan menghubungi Radik. Pria itu yang seharusnya bertanggung jawab atas apa yang terjadi pada putri nya. Nila yakin jika semua ini memang ada sangkut paut dengan Radik.


Setelah mendapat kan nomor telepon Radik dari sekertaris suami nya, ia pun segera menelpon pria yang di duga sudah berbuat keji terhadap putri nya.


'' S*al, gak di angkat.. '' gerutu Nila yang saat ini berada di taman belakang rumah tepat nya di dekat kolam renang.


Ia pun mengirim pesan chat pada Radik, meminta penjelasan atas semua yang sudah terjadi pada Radik dan Dania putri nya. Nila juga menanyakan perihal akun media sosial yang sudah memposting foto mereka berdua. Siapa tau Radik mengetahui pemilik akun media sosial itu.


Pesan tersebut belum di baca, Nila terus mondar mandir gelisah. Ia yakin jika saat ini kondisi Radik tengah mabuk, sama seperti putri nya.


Nila menarik nafas dalam-dalam dan menghembuskan nya perlahan, mencoba meredakan emosi yang bisa membuat nya gila.


Tak henti ia memijit kepala nya, rasa nya begitu pusing memikirkan dan mencari jalan keluar dari semua ini. Sedangkan yang bersangkutan pun tak bisa di hubungi.


Seperti nya Nila harus bersabar untuk sementara waktu, besok ia pasti akan menemukan jawaban nya. Setelah ia mendapat kejelasan dari Dania dan Radik baru ia akan mencari solusi terbaik.


Saat ini ia hanya membalas pesan pada beberapa teman nya yang terus menanyakan perihal putri nya. Nila membantah semua, ia bilang jika ini hanya akal-akalan orang yang ingin menjatuhkan nama baik keluarga nya.


Nila harap teman-teman nya bisa percaya dengan apa yang ia katakan, dan berita itu reda. Rasa nya ia tak sanggup melihat dan membaca pesan yang masuk, namun apa boleh buat. Mau tidak mau dia sebagai Ibu Dania harus tetap menjaga citra putri nya di hadapan orang-orang.


Nila bergegas masuk ke dalam, ia butuh istirahat. Kejadian ini membuat pusing kepala nya. Yudha nampak tak berada di kamar, seperti nya pria itu sedang berada di ruang kerja. Nila menjatuhkan diri di kasur empuk nan mewah nya.

__ADS_1


Memejamkan mata, mencoba mengenyahkan masalah yang seakan menumpuk di dalam otak nya. Tak lama ia pun terjaga setelah sebelumnya mengkonsumsi obat tidur, obat yang biasa ia minum jika sedang insomnia dan banyak pikiran


__ADS_2