
Kondisi Maria yang drop sudah mulai membaik, untung Dokter segera menangani nya. Dokter pun mewanti-wanti agar Dirga bisa menjaga kestabilan emosi Maria yang bisa berubah sewaktu-waktu apalagi jika saat tertekan, kemungkinan Maria akan drop lagi.
Dokter sudah menyarankan agar Maria tetap di rawat namun wanita itu kekeuh ingin pulang karena ia akan segera melancarkan rencana nya untuk menggelar acara pertunangan Dirga dan Dania .
Sikap Maria yang seperti ini membuat Dirga semakin tak bisa berbuat apa-apa, berulang kali Dirga membujuk Mama nya itu untuk di rawat dulu hingga benar-benar pulih. Namun tetap saja Maria teguh dengan pendirian nya, keadaan nya yang saat ini kritis di jadikan kesempatan untuk melemahkan Dirga hingga putra nya itu tak bisa menolak permintaan nya.
Maria pun pulang ke rumah walau kondisi tubuhnya masih lemah. Rupanya Maria sudah selangkah lebih cepat mengatur rencana nya, ia sudah meminta Nila untuk mengurus undangan dan menyebarkan undangan pertunangan Dirga dan Dania. Tentu saja tanpa sepengetahuan Dirga.
Orang-orang di kantor Dirga sudah ramai membicarakan pertunangan kedua anak pengusaha besar itu, begitupun di kantor Yudha. Sebagian besar yang mereka undang hanya keluarga terdekat dan beberapa karyawan kantor mereka saja, selebihnya nanti akan di undang bila acara pernikahan saja. Mengingat acara pertunangan ini dadakan jadi hanya beberapa saja yang mereka undang.
Lasri yang bekerja di tempat Dirga pun sangat terkejut menerima undangan pertunangan itu, yang ia tau Dirga sangat mencintai Seruni kakak sepupu nya.
Tak menyangka jika akhirnya Dirga akan menjatuhkan pilihan pada Dania. Lasri pikir mungkin karena Seruni masih belum bisa bercerai dari Radik hingga Dirga berusaha melupakan sepupunya itu .
Dengan tergesa-gesa Lasri pulang ke rumah setelah semua pekerjaan kantor nya selesai. Nampak Seruni tengah duduk di teras depan rumah, ia terlihat tengah melamun. Lasri pun mendekati duduk di samping nya.
Tanpa basa-basi ia segera mengeluarkan undangan dari dalam tas kerja, dan menyodorkan pada Seruni.
Seruni mengernyitkan dahi tak mengerti apa yang di perlihatkan Lasri pada nya. Ia pun meraih kertas berwarna merah jambu dari tangan Lasri.
Betapa terkejutnya Seruni saat membaca setiap kata yang ada dalam kertas tersebut, tertera nama Dirga dan Dania di sana .
__ADS_1
Tangan Seruni gemetar seketika kertas itupun jatuh, mata wanita itu sudah berkaca-kaca. Lasri yang melihat pun merasa menyesal sudah membuat sepupunya bersedih. Tapi kebenaran harus segera di ketahui sebelum semuanya terlambat.
'' Aku yakin, Tuan Dirga terpaksa melakukan ini, '' ucap Lasri.
'' Terpaksa ? Tapi dia sudah janji akan menemui ku dan menunggu keputusan dari ku Lasri. Dia bilang jika aku bercerai dari Radik, maka dia pun akan membatalkan pertunangan ini, sekarang apa yang dia lakukan, bahkan dia belum sempat menemui ku . '' Seruni tak kuasa menahan air matanya hingga ia pun menangis , betapa bodoh rasa nya ia harus menangisi laki-laki yang belum punya status apapun dengannya.
Seruni merasa benar-benar bodoh saat ini, ia terluka karena Dirga yang selama ini ia percaya takan pernah melukainya. Di saat Seruni mulai menerima kehadiran Dirga di hati nya bahkan dalam kehidupan nya, kini pria itu malah menggoreskan luka.
Belum sembuh luka yang di torehkan Radik suami nya kini di tambah lagi Dirga menyakiti hati nya. Padahal saat ini Seruni benar-benar sangat membutuhkan Dirga berada di samping nya. Haruskah ia mengubur semua harapannya pada Dirga ? Apakah Seruni harus kembali melepas asa yang ia genggam ?
Entahlah, Seruni sangat kalut menghadapi masalah yang bertubi-tubi. Rasa nya tak ada keadilan dalam hidup, selalu dan selalu menderita bahkan di saat diri nya mulai bangkit dan mencari kebahagiaan pun malah kembali terjatuh hingga tersungkur. Ia merasa terjerumus di jurang yang teramat dalam, hingga berada di dasar kehancuran.
'' Sakit ? '' Seruni mencoba mengingat-ingat saat diri nya bertemu Dirga di rumah sakit.
Dia bahkan tak kepikiran kenapa bisa ada Dirga dan juga Dania di sana. Apa mungkin karena Mama nya di rawat di sana ? Seruni mulai menerka-nerka.
'' Iya, Nyonya Maria Mama nya Tuan Dirga sakit dan di rawat beberapa hari, tapi ia sekarang sudah pulang. Mungkin kondisinya mulai membaik, '' jelas Lasri.
Seruni kembali berfikir keras, jika memang semua ini kemauan Maria lantas kenapa Dirga bisa-bisanya memberikan tawaran pada Seruni, dan dengan mudah nya ia bilang akan membatalkan perjodohan antara diri nya dan Dania jika Seruni mau bercerai dari Radik.
Jika memang itu bisa di lakukan lantas kenapa tidak dia lakukan, dan surat undangan ini pun takan sampai ke tangan semua orang. Apa Dirga berfikir Seruni tak bisa bercerai dari Radik? Lantas kenapa dia tidak menanyakan hal itu dulu pada Seruni, mungkinkah Dirga mulai lelah mengejar nya ?
__ADS_1
Seruni terus berperang dengan pikirannya, berbagai asumsi negatif memenuhi otak nya yang sedang tak bisa berpikir jernih.
'' Lebih baik besok malam Mbak Seruni ikut dengan ku ke acara mereka, biar mbak sendiri bisa minta penjelasan secara langsung, '' titah Lasri.
'' Kamu yakin dia akan menjelaskan semua nya ? '' Seruni mulai bimbang.
'' Coba aja dulu, daripada mbak berpikiran buruk pada Tuan Dirga, padahal itu belum tentu terjadi, gak ada salah nya mbak minta penjelasan dari nya apalagi beliau sudah berjanji bukan ? '' pungkas Lasri.
Seruni mengangguk pelan, kepala rasa nya sakit. Ia pun segera beranjak masuk ke dalam rumah, ia butuh istirahat di kamar. Ia ingin sendiri dan merenung. Susi dan Wirya sedang asyik mengajak Keysha bermain di ruang televisi, hingga tak mengetahui perbincangan antara Seruni dan Lasri.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Dania tersenyum sumringah saat mengetahui acara pertunangan diri nya dan Dirga akan segera di laksanakan. Besok akan menjadi hari paling bersejarah dalam hidupnya.
Tak perduli Dirga menerima nya atau tidak yang jelas sebentar lagi Dania akan menyandang status sebagai tunangan seorang Dirga pengusaha muda.
Rasa nya Dania ingin memutar jarum jam agar lebih cepat menuju hari H, padahal waktu hanya tinggal beberapa jam saja ia sudah tak sabar.
Dania pun tak lupa memberitahu kabar gembira ini pada kedua teman nya yakni Citra dan Rani.
Kedua orang itu pun memberikan ucapan selamat pada Dania, padahal acara baru akan di laksanakan esok hari, tapi mereka sudah main ngucapin selamat - selamat saja.
__ADS_1