
Hari ini keadaan Seruni mulai membaik, dia pun sudah di izinkan pulang oleh dokter yang merawat nya selama berada d Rumah Sakit.
Wirya membawa anak semata wayang nya ke rumah, nampak Keysha dan yang lain menunggu kedatangan mereka.
'' Syukurlah kamu sudah sehat, Mbak, '' sahut Lasri.
Keysha yang tadi nya bersama Lasri pun langsung berlari menghampiri Momy nya. Dia kangen pada Seruni karena sudah dua hari tak bersama nya, begitupun Seruni semenjak di Rumah Sakit ia terus teringat putri kecil nya. Bagi Seruni, Keysha satu-satu nya yang ia miliki, penyemangat hidup nya.
'' Sayang, Momy kangen,, '' Seruni memeluk dan mencium Keysha.
'' Keysha juga kangen Momy dan Daddy. Kapan Daddy pulang, Mom ? '' Keysha melepas lengan yang melingkar di leher Seruni.
Menatap dan menunggu jawaban dari Seruni. Wirya, Susi dan Lasri saling berpandangan satu sama lain.
'' Daddy belum pulang kan masih kerja di luar kota, Nak. '' Seruni menoleh sesaat ke arah Wirya lalu kembali menatap Keysha seraya membelai rambut gadis kecil itu.
'' Sementara kita tinggal di sini sama Oma, Opa dan Tante Lasri. Nanti kalau Daddy datang kita pulang. '' Lanjut Seruni menghibur Keysha yang sedikit cemberut.
'' Key sama Tante dulu ya, Momy nya mau istirahat kasian baru sembuh. '' Lasri menjulurkan lengan nya.
'' Memang nya Momy sakit apa sih ? '' tanya Keysha polos.
'' Momy cuma demam saja Key, '' jawab Seruni dengan sedikit berkaca-kaca menahan tangis.
'' Kalau gitu Momy istirahat biar cepet sembuh terus bisa ajak Keysha jalan-jalan lagi. Sekarang Keysah main sama Tante Lasri dulu deh, '' ucap Keysha.
'' Makasih nak, Keysha emang anak pinter. Momy janji nanti bakal ajak Keysha jalan-jalan. '' Seruni mengangkat dua jari nya.
'' Asyik,, '' seru Keysha.
__ADS_1
'' Yuk main. '' Lasri pun segera membawa Keysha main, dua hari ini dia tak masuk kerja karena harus menjaga Keysha. Lasri meminta izin pada Dirga , dan Dirga pun mengizinkan nya. Apalagi Dirga sendiri tau duduk permasalahan nya seperti apa.
Sementara itu di kediaman Maria.
Nila dan Dania tengah berkunjung ke sana. Mereka sengaja datang untuk merundingkan perjodohan antara Dania dan Dirga.
'' Mbak, kayak nya anak kita cocok kalau di jodohkan. Gimana menurut Mbak? '' tanya Nila pada Maria di tengah obrolan mereka. Dania hanya tersipun saat Maria menatap nya.
'' Kalau aku setuju-setuju saja, tapi kita tetep harus tanya mereka dulu, soalnya mereka yang akan menjalani nya nanti. '' jawab Maria.
'' Kalau Dania sih sudah pasti mau, lagian Dania belum pernah pacaran loh mbak, dia tuh pemilih banget. Tapi pas ketemu Dirga, Dania langsung jatuh hati, '' ucap Nila seraya tersenyum.
'' Ibu bisa aja deh. '' Dania tersipu malu.
'' Kalau Dirga gimana ? Pasti sulit ya, secara dia sekarang dekat dengan seseorang, '' raut muka Nila mulai berubah. Dania maupun Nila akan memulai sandiwara mereka di depan Maria.
Maria mengernyitkan kening mendengar ucapan Nila barusan.
'' Loh Mbak gak tau ya kalau Dirga lagi deket sama wanita yang sudah bersuami ? Ehm..ya pasti dia gak bakal cerita sih secara wanita itu kan masih menyandang status istri orang, '' sergah Nila.
'' Apa ? '' Maria membulatkan mata tak percaya dengan ucapan Nila.
'' Dania sering lihat Dirga sama wanita itu, Tan. Nih kalau Tante gak percaya. '' Dania menunjukan foto hasil jepretan kedua sahabat nya.
Senyum licik menghiasi wajah gadis itu, rencana pertama nya berhasil yaitu menyingkirkan Radik dari perusahaan dan sekarang rencana kedua membeberkan kedekatan Seruni dan Dirga pada Maria. Dania yakin Maria akan marah dan tak mengizinkan Dirga dekat dengan Seruni.
'' Loh perasaan Tante pernah lihat wanita ini, tapi dimana ya ? '' Maria mengingat-ngingat.
'' Ya pernah lah Tan. Nama nya Seruni, kan waktu itu dia dan suami nya datang ke pesta ulang tahun ku. Itu loh istri nya Radik yang kerja di kantor Ayah Dania, '' imbuhnya.
__ADS_1
'' Kok bisa sih Dirga dekat sama dia? '' Maria masih tak yakin.
'' Kalau masalah itu coba tanya langsung Dirga deh Tan, tapi jangan bilang kalau Dania yang kasih tau, '' mimik muka Dania berubah sedih seakan ingin mencuri perhatian Maria.
'' Sebaik nya Mbak segera peringatkan Dirga sebelum terlanjur jauh, jangan-jangan niat wanita itu gak baik sama Dirga. Bisa aja kan dia cuma mau harta nya Dirga, belum lagi dia punya suami. Apa kata orang nanti kalau tau anak dari pemilik Cakra Dirgantara punya hubungan spesial dengan istri orang. '' Nila terus menghasut.
Maria mencerna semua perkataan Nila dan Dania, tak habis fikir Dirga melakukan hal sekonyol itu.
Nila dan Dania saling tatap lalu tersenyum licik saat Maria sibuk berperang dengan fikiran nya.
'' Tentu saja saya tak akan membiarkan semua ini terjadi, saya akan menjauhkan Dirga dari wanita itu. Kita harus segera melangsungkan pertunangan antara Dania dan Dirga. '' Setelah beberapa saat ia pun kembali angkat bicara, dengan rencananya yang membuat Dania tersenyum .
'' Tante yakin ? '' Dania seolah tak puas dengan apa yang ia dengar barusan.
'' Yakin sayang, Tante tak akan biarkan seorang pun merebut Dirga dari kamu. Apalagi wanita macam Seruni, tak pantas mendampingi Dirga. '' Tatapan Maria kini mulai memancarkan emosi.
' Yess, rencana ku berhasil sempurna, sekarang aku tak perlu repot-repot menyingkirkan lagi Seruni, karena sebentar lagi Dirga akan menjadi tunangan ku, ' gumam Dania dalam hati.
'' Syukurlah kalau mbak ingin segera meresmikan mereka, nanti kita atur waktu nya ya mbak. Sekarang kami harus pamit pulang karena Dania ada jadwal kuliah siang ini, '' pamit Nila.
'' Iya, baiklah. Hati-hati ya..'' Maria mencium pipi Nila dan Dania. Mereka pun berlalu dari hadapan nya.
Maria tak sabar ingin segera bicara pada Dirga. Berkali-kali Maria mencoba menelpon putra nya namun tak ada jawaban.
Maria menelpon Ratu, memberi pesan pada nya untuk memberitahukan pada Dirga agar segera pulang. Sementara saat ini Dirga tengah sibuk meeting di ruangan, Ratu akan menyampaikan pesan Maria nanti jika meeting selesai.
Sementara di mobil Dania dan Nila, tawa mereka pecah karena sudah berhasil membuat Maria murka. Mereka tinggal cuci tangan dan menunggu kabar selanjut nya.
'' Aku seneng banget, Bu. '' Dania terus tersenyum sumringah saat menyetir.
__ADS_1
'' Kamu tenang saja, semua pasti beres. Lagian Seruni gak ada apa-apa nya kalau di bandingkan kamu, '' ucap Nila percaya diri.
'' Iya lah,, kek gak ada cewek aja tuh Dirga, heran deh. '' Dania menggeleng-gelengkan kepala.