MELEPAS ASA YANG KU GENGGAM

MELEPAS ASA YANG KU GENGGAM
Bab 28


__ADS_3

Perlahan Seruni membuka mata, dia melihat ke sekeliling ruangan.


'' Seruni, kamu sudah sadar Nak ? '' Susi menghampiri Seruni.


'' Kenapa aku bisa ada disini bu ? ''


'' Tadi kamu pingsan, makanya kami bawa kamu ke Rumah Sakit, '' jawab Susi.


Seruni mengingat kejadian sebelum diri nya terbaring di sini. Dia ingat saat itu Wirya Bapak nya pernah berkata akan melaporkan Radik ke pihak yang berwajib karena telah melakukan tindak kekerasan terhadap diri nya.


'' Pak, Seruni mohon jangan laporkan Mas Radik. Kasihan Keysha nanti nya akan menjadi bahan ejekan orang-orang jika mereka tau Daddy nya seorang napi, '' pinta Seruni.


Wirya terdiam memikirkan perkataan Seruni. Ia menghela nafas dalam dan menghembuskan perlahan. Lelaki macam Radik takan merasa jera jika tidak di beri pelajaran, apalagi jika Seruni masih bersikeras untuk mempertahankan rumah tangga nya.


Kemungkinan kejadian seperti ini akan terulang, dan Wirya tentu tak ingin semua ini terjadi. Tapi di satu sisi dia juga harus memikirkan Keysha, lambat laun Keysha akan tumbuh besar dan bersekolah. Apa kata orang jika mengetahui Ayah kandung Keysha seorang narapidana.


Apa yang Seruni katakan memang benar, kali ini dia tak boleh gegabah mengambil keputusan.


'' Baiklah, Bapak tak akan memenjarakan suami mu, semua demi Keysha. Tapi mulai detik ini Bapak ingin kamu tinggal di rumah kami, biar Radik datang menjemputmu jika memang dia punya keberanian menampakan wajah nya di hadapan kami setelah apa yang ia perbuat terhadap mu. '' Jelas Wirya kembali membuat Seruni bimbang.


'' Ibu mohon, kali ini kamu dengar apa kata Bapak mu. Semua demi kebaikan mu, apalagi sekarang kondisi mu seperti ini, '' tandas Susi.


Setelah beberapa saat berfikir akhirnya Seruni pun memutuskan untuk menuruti permintaan kedua orang tua nya. Bagaimana pun keadaan nya kini sedang lemah, dia tak mungkin bisa mengurus Keysha sendirian. Dia sendiri pun harus memulihkan luka di tubuh nya.


Wirya dan Susi nampak tenang saat Seruni menyetujui permintaan mereka. Setidak nya Radik tak akan bisa menyentuh Seruni lagi jika berada di rumah mereka, dan mereka pun bisa terus memantau kesehatan Seruni.


.


.

__ADS_1


Di kantor Dirga.


Lasri memberitahukan kejadian yang menimpa sepupu nya saat ini. Tentu saja kabar buruk itu membuat Dirga tak bisa menahan emosi nya. Dirga harus segera menemui Seruni, ia ingin melihat secara langsung separah apa keadaan Seruni saat ini.


Lasri hanya berpesan agar Dirga tidak mengatakan bahwa diri nya yang telah memberitahu kondisi Seruni.


Dirga bergegas pergi ke Rumah Sakit, langkah nya begitu cepat membuat para karyawan keheranan melihat atasan mereka, apalagi wajah Dirga saat ini terlihat garang.


Ia menahan amarah terhadap Radik, saat ini Seruni lebih penting. Setelah ia tau keadaan Seruni baru dia akan mengambil tindakan pada Radik.


Dirga melajukan mobil nya dengan kecepatan tinggi, Jimmy yang ikut dengan nya pun seakan hampir copot jantung nya.


'' Bro jangan buru-buru, '' ucap Jimmy mengingatkan.


Tapi Dirga tidak menghalau perkataan sepupu sekaligus asisten nya itu. Dia terus memacu kemudi nya hingga akhir nya sampai di depan parkiran Rumah Sakit.


Tak ingin berlama-lama, ia segera berlari masuk menuju resepsionis untuk menanyakan ruangan Seruni. Jimmy hanya mengekori dari belakang.


'' Bu, bagaimana keadaan Seruni ? Apa dia baik-baik saja ? Apa yang sudah di lakukan Radik bu ? '' Dirga langsung menghujani banyak pertanyaan pada Susi yang biasa ia panggil Ibu bukan tante.


Susi melihat kekhawatiran di garis wajah Dirga, membuat nya semakin yakin jika Dirga lebih pantas menjadi pendamping putri nya.


'' Mari Ibu antar, '' tanpa menjawab satupun pertanyaan Dirga, ia langsung mengajak Dirga ke ruangan Seruni.


Saat masuk ke ruangan, Seruni nampak sedang istirahat.


Dirga mematung menatap Seruni yang di penuhi luka lebam di bagian tangan serta wajah nya. Bisa Dirga bayangkan apa yang sudah Radik lakukan terhadap wanita itu. Air mata hampir saja lolos, ia segera mengusap sebelum benar-benar jatuh. Mata nya berkaca-kaca menahan tangis yang semakin membuat dada nya sesak.


Melihat orang yang begitu di cintai terbaring lemah penuh luka akibat kekerasan yang di lakukan oleh laki-laki yang jadi suami wanita itu.

__ADS_1


Wirya yang tadi nya duduk pun kini berdiri melihat ekspresi Dirga yang begitu pilu melihat Seruni.


'' Kemari nak Dirga,'' panggil Wirya meminta Dirga yang masih mematung di ambang pintu untuk mendekat.


Dirga melangkahkan kaki, rasa nya ia tak sanggup melihat Seruni seperti ini.


Namun Seruni terbangun, ia mendengar suara Wirya memanggil nama Dirga.


'' Tau dari mana aku ada di sini ? Kamu masih menguntit kehidupan ku ? '' Seruni masih saja judes dan dingin pada Dirga, padahal dalam hati nya desiran aneh mulai muncul saat melihat mata pria itu berkaca-kaca.


'' A-aku..'' Dirga tak mampu berucap.


'' Seruni, jangan seperti itu. Maksud Dirga kesini baik, ia ingin menjenguk mu, '' potong Susi.


'' Ibu gak tau kalau semua ini juga gara-gara dia, kalau saja dia tidak menugaskan Radik ke kalimantan mungkin saat ini Radik tidak akan kembali pada wanita itu, dan kalau saja dia tidak menjebak dan menemuiku kemarin, aku tidak akan terbaring di sini. Ini karena ulah nya. '' Seruni menatap tajam Dirga kemudian membuang jauh pandangan nya ke depan seolah muak melihat pria yang kini tengah berdiri di samping ranjang nya.


Wirya dan Susi saling menatap satu sama lain, tak bisa berkata apapun karena tidak tau persis kejadian yang sebenarnya. Yang pasti dalam hati merkea tetap membela Dirga, tak mungkin semua ini gara-gara Dirga. Tentu saja yang patut di salahkan itu Radik bukan Dirga.


Sementara Dirga menyesali setiap rencana yang semula ia susun demi bisa mendekati Seruni. Jika akhir nya akan seprti ini, dia tak akan meneruskan rencana itu.


Dirga merasa bersalah, kini Seruni membenci nya. Semakim tak ada harapan untuk nya memiliki hati Seruni. Jimmy hanya bengong menyaksikan semua, entah siapa yang harus di salahkan dalam posisi seperti ini.


'' Maafkan aku, sama sekali tak ada maksud menyakiti mu apalagi sampai seperti ini. Aku mohon maafkan aku, '' pinta Dirga.


'' Keluar dari sini dan jangan pernah sekalipun menemuiku lagi. '' Seruni berkata pada Dirga namun mata nya tetap ke depan tak mau menatap pria itu. Entah karena kebencian atau kah ucapan itu begitu berat ia lontarkan. Seruni sendiri kalut dengan perasaan nya yang terus berlawanan dengan diri nya.


Dirga merundukan kepala nya, ia pun berlalu meninggalkan ruangan itu. Ada luka yang di torehkan Seruni pada hati pria itu, sakit sekali. Andai bukan di Rumah Sakit mungkin Dirga ingin berteriak sekencang mungkin.


Jimmy mengikuti langkah Dirga dari belakang, pria itu pun enggan bersuara di situasi seperti ini. Jimmy hanya tak habis fikir, bisa-bisa nya Dirga sebucin ini pada Seruni yang sudah jelas-jelas istri orang.

__ADS_1


Padahal pria seperti Dirga tentu banyak di idamkan wanita, bahkan Dirga mampu mendapatkan seribu Seruni lain di luar sana. Bahkan yang lebih cantik sekalipun.


__ADS_2