MELEPAS ASA YANG KU GENGGAM

MELEPAS ASA YANG KU GENGGAM
Bab 37


__ADS_3

Sebuah mobil taksi berwarna biru berhenti tepat di depan rumah Radik. Seruni mengeluarkan beberapa lembar uang sesuai angka yang tertera di argo, dan menyodorkan pada sopir taksi tersebut, ia pun segera turun dan masuk ke dalam rumah.


'' Mas, makan bubur dulu setelah itu kamu minum obat nya, '' ucap Seruni saat memasuki kamar.


'' Iya, '' ucap Radik segera bangun dan menyandarkan tubuh nya pada tumpukan bantal.


Seruni ke dapur sejenak, lalu ia kembali dengan menenteng satu mangkuk bubur dan segelas air putih.


Dengan telaten Seruni menyuapi Radik, meski pun saat ini fikiran nya melayang kemana-mana dan tak fokus pada laki-laki yang berada di hadapan nya.


'' Sudah cukup, aku sudah kenyang, '' Radik menahan suapan Seruni dengan telapak tangan .


Ia segera meneguk air putih yang berada di nakas sebelah ranjang, dan meminum obat yang di beli Seruni.


'' Kamu pasti capek, istirahat gih. '' perintah Radik melihat istri nya nampak murung dan tak bersemangat.


'' Kamu juga tidur, aku istirahat nanti kalau pekerjaan di belakang sudah selesai. '' Seruni membereskan mangkuk dan gelas bekas Radik.


'' Oh iya Mas, besok aku mau ke Rumah Sakit. Aku mau cek kondisi ku juga, tapi maaf maksud aku.. '' Seruni sedikit tak enak hati berkata seperti itu pada Radik yang mungkin bisa tersinggung.


'' Bagus, lebih cepat di ketahui lebih baik. Semoga saja kamu tidak terkena virus yang sama dengan ku, pergilah aku gak melarang , '' imbuh Radik.


Kini senyuman pun muncul di bibir ranum Seruni, senyuman yang sudah lama tak ia lihat.


'' Makasih, Mas. '' Seruni bergegas ke dapur membawa mangkuk dan gelas tadi, setelah mendapat anggukan pelan dari suami nya.


.


.


Di rumah Maria, asma wanita itu kambuh hingga dada nya begitu sesak sulit bernafas.


Maria mencari-cari inhaler milik nya yang biasa di simpan di laci kamar, setelah benda itu di dapat ia pun segera menyemprotkan ke mulut, tapi sayang inhaler habis sedangkan ia tak ada stok dan belum sempat membeli inhaler lagi.

__ADS_1


Dada nya makin kembang kempis, jarak nafas ke nafas semakin cepat, ia berusaha meraup oksigen sebanyak-banyak nya namun seperti nya saat ini begitu sulit.


Maria segera meraih ponsel untuk menelpon Dirga.


'' Ya Mam ? '' sahut Dirga di sebrang telepon.


''....'' Tak ada jawaban dari Maria yang Dirga dengar hanya suara nafas wanita itu yang tersengal-sengal.


'' Mama sakit, Dirga segera ke sana. Tahan Mam, '' seru Dirga panik dan segera menutup sambungan telepon.


Dirga tergesa-gesa keluar kantor menuju parkiran di mana mobil mewah nya berada. Ia pun segera tancap gas saat sudah masuk ke dalam mobil.


Dengan kecepatan penuh ia mengendarai mobil tersebut, berharap Maria tidak kenapa-napa dan diri nya segera sampai rumah.


Sampai di rumah Dirga mempercepat langkah nya, menaiki tangga mencari keberadaan Maria.


'' Mama... '' Dirga terkejut mendapati Maria tergeletak di lantai tak sadarkan diri.


Dirga teringat almarhum Papa nya dulu saat terkena serangan jantung hingga meninggal. Hal itu yang membuat diri nya ketakutan dan trauma sampai saat ini. Dirga sangat menyayangi Maria, hanya beliau satu-satu nya orang tua Dirga kini.


Dokter dan perawat pun segera menangani Maria, sementara Dirga menunggu di luar ruangan. Dengan rasa cemas ia mondar mandir di depan pintu.


Tak lama kemudian Dokter pun keluar ruangan.


'' Gimana keadaan Mama saya ? '' tanya Dirga.


'' Untuk sementara Nyonya Maria dirawat di sini saja, kami akan menindak lanjuti penyakit yang di derita oleh beliau, dengan mengambil rontgen paru-paru nya terlebih dahulu dan pengecekan berikut nya setelah hasil rongen keluar, '' jelas Dokter tersebut.


'' Baiklah, lakukan apapun yang terbaik untuk orang tua saya, Dok. '' pinta Dirga penuh harap.


'' Tentu saja, kalau begitu saya permisi dulu. '' Dokter itu pun berlalu dari hadapan Dirga.


Dirga segera masuk menemui Maria yang kini terbaring lemah di ranjang Rumah Sakit, beberapa alat medis terpasang di tubuh wanita itu, salah satu nya oksigen yang di pakai untuk membantu nya meringankan pernafasan.

__ADS_1


'' Mama harus kuat, demi Dirga. '' lirih lelaki itu sambil menggenggam jemari Maria.


Beberapa saat kemudian seorang perawat masuk ruangan meminta Dirga untuk menemui Dokter, Dirga pun segera menuju ruangan Dokter tersebut.


'' Nyonya Maria menderita gagal jantung, '' ucap Dokter yang menangani Maria.


Dirga sangat terpukul mendengar penjelasan dari Dokter perihal penyakit yang di derita Mama nya.


'' Apa bisa di sembuhkan ? '' tanya Dirga penuh harap.


'' Kami akan berusaha, yang terpenting Nyonya Maria tidak boleh stres berat, banyak fikiran, dan kelelahan. Pola makan nya pun harus di jaga. Maka dari itu untuk beberapa hari kedepan saya anjurkan agar beliau di rawat di sini dulu, nanti jika sudah membaik baru boleh pulang. '' tutur Dokter.


'' Baiklah, sekali lagi saya mohon berikan yang terbaik untuk Mama saya Dok, berapapun biaya nya pasti akan saya bayar. '' Dirga memelas.


'' Tentu..kami akan berusaha semaksimal mungkin, '' ucap Dokter.


Dirga pun kembali ke ruangan Maria, sepanjang koridor Rumah Sakit dia melamun memikirkan Mama nya.


Jika Maria tidak boleh merasa stres dan banyak fikiran, ada kemungkinan diri nya harus selalu menuruti permintaan Maria.


Dirga pasti akan melakukan apapun yang ia bisa untuk orang tua nya, tapi Dirga tak bisa jika suatu hari Maria memaksa nya untuk bertunangan dengan Dania. Fikiran nya benar-benar kacau saat ini.


Maria mulai sadar saat Dirga sudah kembali ke ruangan nya. Maria meminta Dirga untuk memberitahu keluarga Dania kalau diri nya tengah di rawat di Rumah Sakit. Ada hal yang ingin mereka bicarakan secepat nya.


Walau dengan berat hati, Dirga pun terpaksa menuruti perintah Maria. Ia tau betul apa yang akan mereka bicarakan, tentu saja perihal rencana perjodohan diri nya dan Dania.


Besok keluarga Dania akan datang menjenguk Maria di Rumah Sakit, rasa nya Dirga tak ingin hari esok tiba.


Dia terus memikirkan cara untuk bisa menolak perjodohan itu. Bagaimana pun Dirga masih mencintai Seruni, tak akan ada wanita lain selain Seruni di hati nya.


Apalagi Dania, pria itu sangat tidak menyukai nya. Selain sifat nya yang manja dan kekanak-kanakn, Dania pernah membeberkan tentang Seruni pada Maria. Menghasut Maria agar membenci wanita yang selama ini ia cintai.


Sampai saat ini Dirga belum memaafkan kesalahan Dania yang sudah sangat gegabah mengambil sikap. Di mata Dirga, Dania itu wanita licik yang hanya akan menghalalkan berbagai cara agar bisa mewujudkan keinginan nya.

__ADS_1


__ADS_2