MELEPAS ASA YANG KU GENGGAM

MELEPAS ASA YANG KU GENGGAM
Bab 51


__ADS_3

Hari ini hasil test Seruni keluar, ia dan Dirga pun pergi ke Rumah Sakit di mana diri nya melakukan cek laboratorium yang kedua kali nya.


Dirga tak henti menggenggam jemari Seruni untuk menguatkan wanita itu, apapun hasil tes yang keluar nanti Dirga akan tetap menemani dan menerima Seruni.


Dokter memberikan secarik kertas hasil uji laboratorium, dengan tangan bergetar Seruni menerima nya.


Perlahan ia membuka lipatan kertas tersebut, ia membulatkan mata saat melihat hasil tes yang tertera di sana. Penasaran Dirga pun melihat kertas yang di pegang Seruni, apa yang membuat wanita itu berkaca-kaca.


Hasil tes ini menyatakan negatif dari HIV Aids, rasa haru bercampur bahagia yang mereka rasa kan. Dokter pun menjelaskan apa yang menyebabkan terjadi nya kesalahan uji coba pertama pada Seruni. Kemungkinan besar ada kesalahan saat mengidentifikasi kan antibodi non-HIV dan HIV.


Bisa jadi hasil tes yang pertama itu hasil nya reaktif hingga perlu melakukan tes ulang untuk memastikan atau mungkin bisa di sebut positif palsu. Tes PCR yang kali ini di lakukan Seruni sangat akurat, hingga Dokter meyakinkan agar Seruni tak perlu was-was dan khawatir karena virus itu tak ada di dalam tubuh nya.


Dirga dan Seruni pun mengerti setelah mendapat penjelasan dari Dokter. Mereka berdua meninggalkan ruangan dokter dengan perasaan lega.


Satu masalah mulai teratasi. Kini hanya tinggal fokus dengan proses perceraian antara Seruni dan Radik.


Saat mereka berdua berjalan di koridor, beberapa suster dan perawat tergesa-gesa membawa blankar. Seseorang terkulai lemas di sana, Seruni terkejut melihat siapa yang berada di blankar tersebut saat ia tak sengaja melirik.


'' Itu Mas Radik , '' bisik Seruni pada Dirga.


'' Iya, kenapa dia ? " ucap Dirga.


'' Mbak, mbak.., " panggil Seruni pada salah satu perawat.


'' Iya, "


" Apa yang terjadi dengan Radik ? "


" Maaf, Nona kenal dengan nya ? ''


" Iya, dia mantan suami ku, " ucap Seruni menutupi status mereka yang masih belum resmi bercerai.


'' Pasien bernama Radik di temukan pingsan di jalan raya. Kemungkinan dia menepi di bahu jalan karena merasa sesak nafas, "

__ADS_1


'' Pingsan ? "


'' Iya, Nona. Mohon maaf saya harus segera membantu yang lain, '' suster itu pun kembali melangkah mengekor di belakang beberapa perawat lain yang mendorong blankar yang jarak nya sudah agak jauh.


'' Apa itu karena penyakit yang di derita nya ? " desis Seruni.


" Mungkin, apa kamu mau melihat kondisi nya dulu ? " tanya Dirga pengertian.


'' Iya, bagaimana pun Mas Radik itu Ayah nya Keysha. Aku harus tau keadaan nya. " Seruni mulai cemas, bukan Radik yang ia khawatirkan tapi Keysha.


Jika terjadi sesuatu pada Radik, kemungkinan Keysha akan menjadi anak yatim.


' Ya Tuhan, aku tak boleh negatif thinking, ' batin Seruni.


Mereka berdua pun mengikuti perawat yang membawa Radik.


Radik di bawa masuk ke salah satu ruangan. Sayang nya Dirga dan Seruni tak bisa masuk ke sana, seperti nya Dokter akan menangani nya dengan intensif.


Dirga menangkap kecemasan yang di rasakan Seruni, ada rasa cemburu di hati nya melihat Seruni sekhawatir itu pada Radik.


'' Kamu tenang, Radik pasti baik-baik saja, '' cetus Dirga mengusap lengan Seruni.


'' Maaf aku mencemaskan nya karena Mas Radik itu Daddy nya Keysha, aku juga iba pada nya. Mas Radik tak punya siapa pun, orang tua nya sudah tiada, beberapa keluarga nya pun tinggal di luar kota. " Seruni menangkap rasa cemburu yang tersirat di wajah Dirga.


Dirga manggut-manggut mengerti dengan apa yang Seruni rasakan, bukan saat nya untuk diri nya cemburu saat ini.


Beberapa saat Dokter pun keluar dari ruangan.


'' Dok, bagaimana dengan keadaan pasien ? '' tanya Seruni.


'' Maaf, anda keluarga pasien ? " Dokter itu balik bertanya mengingat diri nya harus menjaga etika kerahasiaan riwayat penyakit pasien.


'' Saya, saya.., " Seruni seakan tak bisa menjelaskan status nya saat ini yang memang belum resmi bercerai dengan Radik.

__ADS_1


'' Nona ini mantan isteri pasien, '' Dirga membantu Seruni untuk menjawab pertanyaan Dokter.


'' Maaf, nona. Apa anda bisa menghubungi keluarga nya ? Kondisi pasien saat ini kritis, '' ucap Dokter.


Apapun yang pernah Radik lakukan pada Seruni tetap saja tak membuat Seruni dendam. Seruni merasa kasihan pada pria itu, apalagi mendengar kondisi nya yang saat ini kritis.


'' Keluarga nya berada di luar kota. Saya akan menghubungi mereka tapi mungkin mereka tidak akan bisa datang cepat-cepat, Dok. Jika boleh saya tau, apa penyebab nya hingga Mas Radik kritis ? ''


'' Virus yang sudah menggerogoti tubuh nya kini mulai menyebar hingga merusak beberapa organ yang di akibatkan oleh sistim imun yang terus menurun. Seperti nya pasien sudah sangat jarang berobat dan mengecek kondisi kesehatan nya. Saat ini kami akan menangani lebih dalam lagi, seberapa besar perkembangan virus tersebut menyebar di tubuh pasien, '' tutur Dokter.


'' Untuk sementara itu yang kami temukan, jika ada diagnosa lain kami akan memberitahukan kembali, '' lanjut nya.


'' Apa dia bisa sembuh, Dok ? '' tanya Seruni kembali.


'' Saya tidak bisa memastikan, tapi saya dan pihak Rumah Sakit akan berusaha semaksimal mungkin, '' jawab Dokter.


'' Maaf, Nona. Siapa yang akan mengurus administrasi pasien bernama Radik ? '' tanya perawat yang berada di sana.


'' Saya yang akan menyelesaikan administrasi nya, '' jawab Dirga.


'' Baiklah, kalau begitu silahkan Tuan dan Nona ke lobi untuk mengurus administrasi terlebih dahulu sebelum kami meneruskan tindak lanjut pada pasien, '' ucap perawat itu lagi.


'' Iya. Makasih Dokter, Suster, '' Dirga membungkukan badan begitu pun Seruni. Mereka bergegas menuju bagian administrasi Rumah Sakit.


Sementara Dokter dan perawat itu pun menuju ruangan mereka.


'' Maaf jadi merepotkan mu, '' ucap Seruni.


'' Aku tak merasa di repotkan. '' Wajah Dirga datar.


'' Kamu tidak cemburu kan ? '' tanya Seruni.


'' Jelas aku cemburu, tapi rasa kemanusiaan ku lebih besar dan mengalahkan rasa cemburu yang tak berdasar ini. Aku tak boleh egois, apalagi Radik sedang kritis dan tak ada yang mengurusi, '' ucap Dirga.

__ADS_1


'' Makasih, kamu benar-benar pengertian.'' Seruni tersenyum kagum menatap Dirga yang bisa bersikap lapang.


Dirga membayar biaya administrasi Radik yang cukup mahal, tentu saja Seruni sedikit tak enak hati. Namun Seruni pun tak bisa berbuat apa-apa, karena nominal yang tertera di sana sangat besar. Diri nya tak punya uang dengan jumlah besar, untung saja Dirga bersedia mengulurkan bantuan. Jika tidak, entah apa yang harus Seruni lakukan mengingat Radik masih suami sah nya.


__ADS_2