
Hujan lebat mengguyur bumi menggiring langkah Dirga yang merasa sangat hancur berkeping-keping.
Langit seakan mewakili nya menangis karena dia sendiri berusaha untuk tidak menjatuhkan air mata nya, meski beberapa kali sudut mata Dirga terasa basah dan ia segera mengusap nya.
Kilatan dan suara petir tak ia hirau kan, ia terus berjalan menembus deras nya hujan. Tubuh Dirga sudah sangat basah kuyup, ia berjalan menapaki area parkiran Rumah Sakit yang luas. Pikiran nya melambung jauh entah kemana, hingga tak perduli kan tatapan mata di sekitar nya. Beberapa orang yang berteduh terus memandangi Dirga yang saat ini berjalan di tengah deras nya air hujan.
Hingga ia berhenti saat seseorang di belakang memayungi tubuh nya. Dirga berbalik, menatap intens wanita yang kini berdiri di hadapan nya.
Seruni. Ya, dia datang untuk Dirga. Dari lantai atas Seruni melihat Dirga kehujanan, ia tau betul apa yang Dirga rasakan saat ini. Seruni pun segera turun meminjam payung pada salah satu perawat dan akhirnya ia menemui Dirga yang masih berada di parkiran.
'' Maafkan aku, '' ucap Seruni seraya berhambur ke pelukan pria itu.
Seruni menangis, memeluk erat tubuh kekar Dirga tak perduli jika tubuh pria itu basah kuyup.
Mata Dirga memerah sedari tadi menahan air mata nya agar tak jatuh. Ia terpaku tak berucap apa pun saat Seruni mendekap tubuh nya.
'' Dirga, aku mohon maafkan sikap ku. Aku tau semua ini pasti sangat menyakiti mu, '' lirih Seruni mendongakan wajah nya menatap Dirga.
'' Aku sangat mencintai mu Seruni, selama ini aku selalu memperjuangkan cinta ini untuk mu. Tapi kenyataan berkata lain, banyak hal yang seakan terus memisahkan kita berdua. Ku pikir semua sudah usai, ku kira sebentar lagi kita bisa bersama, tapi,,, '' Dirga tak mampu lagi berucap kini satu tetes air mata pun jatuh di sudut mata indah nya.
Sesakit apa pun kenyataan, Dirga tak pernah sampai menangis seperti ini. Meski hanya setetes tapi itu benar-benar berarti. Air mata Dirga menandakan luka yang teramat dalam di hati nya.
'' Aku juga berpikiran seperti itu, aku juga ingin bersama mu. Tapi aku mohon bersabarlah untuk ku, lambat laun Radik pasti akan menerima kenyataan kalau dia tak mungkin bisa kembali pada ku. Hanya saja untuk saat ini aku tak mungkin membiarkan nya terpuruk sendirian, dia butuh suport dari seseorang agar bisa melawan penyakit nya. Mengertilah, '' pinta Seruni.
Mata mereka saling menatap begitu dalam, tersirat luka di antara kedua nya.
__ADS_1
'' Sampai kapan aku harus bersabar ? Selama ini aku selalu bersabar bahkan terus berjuang mendapatkan kamu, sampai aku pun tak peduli kan kesehatan orang tua ku sendiri. Semua demi kamu. Apa tak cukup pengorbanan ku selama ini ? Bagaimana jika Radik tak berubah ? Aku yakin dengan kelemahan nya saat ini dia ingin menyingkirkan aku dari kehidupan mu, dia gunakan penyakit nya sebagai alasan untuk memisahkan kita, '' ujar Dirga.
Seruni menyimpan telunjuk nya di bibir Dirga yang basah. Ia menatap lekat pria yang di cintai nya.
'' Aku pastikan Radik tak akan bisa memisahkan kita, setelah keluarga nya datang nanti, aku akan pergi dari sini. Hanya hari ini saja aku menemani nya itupun atas dasar kemanusiaan. Aku mencintai mu Dirga, '' Seruni menjinjit kan kaki, mengecup lembut bibir Dirga.
Tentu saja Dirga terkejut, selama ini Seruni tak pernah mau ia cium. Kini wanita itu mencium nya, sekilas namun berhasil membuat hati nya berdesir hebat.
'' Sebaiknya kamu pulang, aku tau kamu pasti sibuk dan banyak pekerjaan di kantor. Pulang lah, jangan khawatirkan aku di sini. Percaya kalau hati ku hanya untuk kamu Dirga, '' ucap Seruni.
Dirga mengelus pipi Seruni yang merona, ia mencium kening Seruni. Getaran cinta sangat terasa saat bibir Dirga menempel di kening Seruni. Membuat kedua nya memejamkan mata, merasakan perasaan yang tersalurkan lewat sebuah ciuman sayang itu.
'' Oke, aku pulang. Jaga diri mu baik-baik, '' kata Dirga setelah melepas ciuman nya.
Seruni tersenyum tipis dan mengangguk pelan. Jemari mereka yang saling tertaut pun perlahan mereka lepaskan, seakan begitu berat untuk berpisah.
Seruni menatap nanar kepergian Dirga hingga mobil mewah itu tak terjangkau lagi pandangan nya.
Seruni segera masuk kembali ke Rumah Sakit, tak perduli beberapa orang di sana menyaksikan kemesraan diri nya dan Dirga barusan.
.
.
Sementara itu di rumah Maria, Nila terus mendesak Maria agar Dirga mau bertanggung jawab atas apa yang terjadi pada Dania.
__ADS_1
'' Aku yakin putra ku Dirga tak mungkin melakukan hal sebodoh itu. Kamu kira aku tak tau kalau Dania melakukan semua itu dengan Radik suami Seruni, bukan dengan Dirga. '' Maria meninggikan nada suara nya, mengalahkan petir yang menggelegar di atas sana.
Nila terdiam, ia tak menyangkan jika Maria mengetahui semua nya. Sedang Dania semakin terisak, awalnya ia menangis untuk bersandiwara di depan Maria namun kini ia benar-benar di buat menangis. Ia takut jika kebohongan nya terbongkar, bagaimana jika Dirga tak mau menikahi nya ?
Masa depan nya benar-benar hancur jika sampai itu terjadi. Sia-sia saja pengorbanan nya selama ini , apalagi ia sampai rela di set*buhi oleh pria lain demi mendapatkan Dirga.
'' Loh kok kamu bawa-bawa Radik segala? I-ini gak ada hubungan nya sama dia, kamu lihat sendiri kan kalau yang ada dalam foto itu adalah putra mu dan putri ku Dania, '' desis Nila tak mau kalah.
'' Oh ya ? Aku juga punya foto yang lain, lihat ini, '' Maria menunjukan foto mesra Dania dengan Radik di sebuah club malam.
Nila terkekeh, ia punya bukti lain yang bisa membantah foto itu.
'' Maria, itu hanya kerjaan orang iseng saja. Ini orang yang sudah menyebar luaskan foto mereka, malah orang itu sudah minta maaf di akun medsos nya, '' Nila menunjukan vidio unggahan Bunga yang masih ramai di media sosial karena klarifikasi nya tentang kepalsuan foto Radik dan Dania.
Maria menggelengkan kepala, tak percaya jika semua bukti mengarah pada putra nya. Hingga Dirga pun datang dan membanting pintu rumah, membuat semua yang berada di sana terkejut bukan main.
'' Aku bisa melaporkan kalian ke pihak yang berwajib. Bisa-bisa nya kalian menjebak ku dengan cara menjijikan. Aku punya rekaman cctv cafe, bahkan aku juga punya saksi seorang pelayan yang membubuhkan obat tidur ke dalam minuman ku. Dan satu lagi, bukti cairan sp*rma yang menempel di celana ku sudah di pasti itu bukan miliku, '' tegas Dirga membuat Dania dan Nila tercengang.
'' Ta-tapi, kamu benar-benar melakukan nya dengan ku Kak, '' bela Dania.
'' Kamu tak sadarkan diri dan kamu pasti tak ingat kejadian itu, '' kata Dania meyakinkan.
'' Tak sadarkan diri ? Lalu bagaimana bisa aku menyentuhmu dalam keadaan tak sadarkan diri hah ? '' tukas Dirga.
Dania dan Nila saling pandang, mereka seakan tak bisa berkutik dan tak ada lagi pembelaan yang pantas untuk mereka.
__ADS_1
'' Sekarang juga kalian keluar dari rumah ku !! '' titah Maria sambil menunjuk ke arah pintu.
Suara Maria membuat tubuh Dania dan Nila terperanjat kaget bukan main. Mereka pun segera mengambil langkah seribu dengan menahan malu, dan sebelum mengundang kemarahan Dirga.