
Radik mengucek mata nya saat terbangun pagi hari. Sesekali menguap seraya berjalan menuju pintu kamar mandi.
Basuhan air di wajah nya membuat segar, usai cuci muka ia kembali ke kamar sambil mengeringkan wajah nya dengan handuk kecil.
Radik meraih ponsel yang semalam di charger, sambil duduk di tepi ranjang. Banyak chat dan panggilan masuk yang terlewatkan.
Salah satu nya dari Nila, Radik membulatkan mata saat melihat chat dari Ibu nya Dania. Pasal nya ada screnshoot sebuah postingan dari akun yang begitu ia kenali.
Radik yang sudah jarang membuka sosial media pun kini mulai memastikan bahwa postingan itu benar-benar ada.
Beberapa detik saja ia sudah menemukan postingan dari akun Bunga yang sudah mengupload foto mesra diri nya dengan Dania.
" S*alan, j*lang itu selalu membuat masalah besar dalam hidup ku. Keluarga Dania pasti akan sangat marah jika tau putri mereka bermesraan dengan ku, " geram Radik.
Tanpa pikir panjang ia pun segera mandi dan berganti pakaian. Ia berniat pergi ke kosan Bunga. Chat dari Nila ia abaikan, saat ini Bunga lah yang harus segera di bereskan setelah itu Radik akan menjelaskan semua nya pada Nila dan Yudha.
Sekitar 30 menit ia pun sampai di depan kosan Bunga. Dengan langkah gontai ia berjalan menuju pintu kamar wanita itu.
Ketukan demi ketukan keras di pintu kamar tersebut, membuat si empunya segera muncul keluar.
'' Kur*ng ajar kau.. " Radik mendorong wanita itu saat pintu mulai terbuka lebar.
'' Hai apa-apaan kau, tiba-tiba mengamuk ! " gerutu Bunga kesal.
" Apa kau bilang ? Ini..lihat ini..kau tau siapa gadis yang bersama ku semalam ? Dia putri Yudha, mantan majikan ku dulu, '' geram Radik seraya menunjukan layar ponsel nya.
'' Lantas, kenapa ? Bukan nya bagus, kamu akan di kenal banyak orang. Seorang mantan karyawan berbuat mesum dengan anak majikan nya sendiri, lucu bukan ? '' kekeh Bunga.
'' Hapus segera postingan mu, kalau tidak..''
'' Kalau tidak ? Apa ? aku tak akan takut dengan ancaman mu, ''
'' Kau akan mereka penjarakan, kau tau keluarga mereka sangat terpandang ? Hal mudah untuk mereka menjebloskan mu kedalam jeruji besi, " ancam Radik.
__ADS_1
Seketika nyali nya pun menciut, Bunga menggelengkan kepala merasa terancam ia pun segera menghapus postingan di akun sosial media nya.
Tak bisa ia bayangkan jika harus tidur di balik jeruji besi sedangkan di kosan sempit ini saja diri nya harus menj*al diri untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari nya.
'' Bagus ! Sekarang cepat kalrifikasi jika apa yang kamu unggah itu hanya rekayasa mu, katakan permohonan maaf mu pada publik, terutama pada keluarga Yudha. " Gertak Radik seraya mulai merekam vidio di ponsel wanita itu.
Bunga tersentak, diri nya diam seribu bahasa tak tau apa yang harus dia perbuat. Seperti sedang di todong oleh senjata, begitulah keadaan nya sekarang.
'' Cepat aku bilang !! " Kembali Radik membentak wanita di hadapan nya membuat Bunga kian panik.
'' Oke..oke.., '' lirih Bunga.
Bunga pun segera berbicara di depan kamera ponsel secara live, menyatakan permohonan maaf nya terhadap pihak bersangkutan dan pada publik. Ia mengklarifikasi unggahan semalam, ia juga memohon agar keluarga Yudha memaafkan nya dan tak membawa masalah ini ke ranah hukum.
Bunga sempat menitikan air mata saat membuat vidio tersebut, bagaimana tidak hal ini membuat nya sangat cemas dan takut.
'' Bagus !! Lain kali kalau mau berbuat konyol lihat dulu siapa yang sedang kamu hadapi, lawan mu tak sepadan. Kamu pikir mereka sama rendah nya dengan mu ? Dasar b*doh ! Kalau saja tak ada hukum, sudah ku habisi nyawa mu, '' murka Radik.
Bunga diam tertunduk tak mampu melawan, apa yang di katakan pria itu benar jika keb*dohan nya bisa menjadikan nya bumerang. Meski ia sendiri benar-benar tau persis kem*suman yang di lakukan Radik dan gadis itu.
Tink !!
Nila membuka notifikasi di ponsel nya. Ia sedikit lega karena Radik sudah membereskan semua nya. Ia harap tak ada lagi rumor buruk beredar tentang putri nya.
Namun ada yang mengganjal di hati nya, ia tetap yakin jika Dania pasti sudah melakukan hal di luar batas bersama Radik.
Hal ini akan ia tanyakan langsung pada Dania, ia akan meminta penjelasan dan alasan apa yang melandasi putri nya telah melakukan semua itu.
Nila bergegas masuk ke kamar Dania, di sana Dania sudah nampak bangun dari tidur tapi gadis itu masih bermalas-malasan di ranjang empuk nya.
'' Dania, apa sebenarnya yang sudah kamu lakukan bersama Radik semalam ? '' selidik Nila sambil duduk di dekat putrinya.
'' Maksud Ibu ? '' Dania kikuk, ia tentu tak akan mengatakan semua nya.
__ADS_1
'' Ibu tau kamu menyembunyikan semua nya, ayo lah nak jangan buat Ibu khawatir, '' pinta Nila.
Dania terdiam, ia terus memikirkan apa yang harus ia katakan sedang Nila terus mendesak nya.
'' Beneran Bu, kami gak melakukan apa-apa, kami hanya bekerja sama untuk menjauhkan Dirga dari Seruni, '' kilah Dania.
'' Lalu siapa yang meninggalkan tanda merah di sekujur tubuh mu jika bukan Radik ? '' kembali Nila mengintimidasi.
Dania baru sadar jika semalam Ibu nya membantu mengganti pakaian, tentu Nila akan melihat tanda yang di tinggalkan Radik di tubuh indah nya.
'' I-itu.. '' Dania terdiam.
Nila menyipitkan mata, menangkap gelagat mencurigakan dari Dania.
'' Itu perbuatan Dirga, Bu, '' Dania kini terisak ia mulai bersandiwara.
'' Apa ? '' Nila melotot.
'' Iya Bu, Dirga sudah merenggut kehormatan ku. Tadi nya aku hanya berencana membuat nya jauh dari Seruni. Aku dan Radik memberikan obat perangsang pada nya, tapi setelah itu Dirga malah merenggut semua milik ku, '' isak Dania.
'' Meski aku mencintai nya, tapi aku tak mungkin melepaskan kesucian ku sebelum ada ikatan antara kami. Sayang nya, aku tak bisa menahan tenaga Dirga dan semua itu terjadi.. '' lirih nya.
'' Jika memang itu rencana mu dan Radik, setidak nya Radik bisa menolong mu, '' Nila tak bisa di bohongi oleh anak seusia Dania.
Kini Dania tertunduk, mencari cari alasan yang tepat agar Ibu nya percaya pada nya.
'' Ayo Dania, jangan bohongi Ibu mu ini. Ibu tau persis sifat mu, dan bisa membedakan yang mana kejujuran dan mana kebohongan, '' gertak Nila.
'' Ibu.. '' mata Dania seakan memelas memohon pengampunan, ia yakin Ibu nya bisa membaca apa yang sudah terjadi pada nya.
'' Baiklah, aku tau. Tapi tak mungkin jika aku menerima Radik sebagai mantu ku, jadi apa kamu punya bukti kuat untuk memojok kan Dirga ? '' Tanya Nila.
Dania hanya mengangguk, ia segera mengirimkan beberapa fose foto mesra nya dengan Dirga ke ponsel Nila.
__ADS_1
Nila menyeringai, pikiran licik nya mulai berjalan. Ini kesempatan yang baik untuk mengelabui Maria.