
Keluarga Dania datang menjenguk Maria di Rumah Sakit. Nampak Dania begitu percaya diri saat menemui Mama dari Dirga, ia merasa punya kekuatan karena saat ini ia datang bersama kedua orang tuanya.
Dania seakan meyakinkan pada Dirga bahwa sebentar lagi diri nya dan Dirga pasti akan segera melangsungkan acara pertunangan mereka.
'' Tante, ini ada sedikit buah-buahan . Gimana sekarang keadaan Tante Maria ? '' ucap Dania mencari perhatian Mama Dirga.
'' Makasih sayang udah repot-repot bawa buah segala, Tante sudah agak mendingan, '' cakap Maria.
'' Kamu jangan banyak pikiran biar cepet sembuh dan segera pulang, bukannya kita akan mencari tanggal untuk pertunangan anak-anak kita, '' ujar Nila sengaja, ia dan Dania putri nya memang berencana untuk membuat Maria mempercepat proses perjodohan itu.
'' Mungkin gara-gara mikirin si Seruni jadi penyakit ku kambuh, kita memang harus segera menentukan tanggal pertunangan mereka agar aku tenang dan tak khawatir wanita itu kembali menggoda putra ku, '' gumam Maria melirik Dirga sepintas. Wajah Dirga nampak di tekuk, dia tak bisa berbuat apa-apa saat ini, mengelak pun hanya akan memperkeruh suasana bahkan mungkin kondisi kesehatan Maria akan memburuk.
Dirga lebih memilih diam daripada terjadi hal-hal yang tidak di inginkan.
Dirga rasa nya muak, alih-alih ingin cari angin ia pun meminta izin keluar dari ruangan tempat Maria di rawat.
Dania mengikuti Dirga, sementara Nila dan Yudha masih di ruangan Maria.
'' Kak Dirga dengar barusan orang tua kita bilang apa ? Aku sempat mengatakan kalau mimpi ku akan terwujud karena Tante Maria pasti mewujudkan semua nya, '' ujar Dania.
'' Jangan senang dulu, ini belum pasti. Suatu saat nanti Mama ku akan tau kebusukan mu, '' pungkas Dirga seraya pergi meninggalkan Dania yang masih mematung di depan ruangan Maria.
Dirga pergi ke taman Rumah Sakit, dia harap Dania tidak mengikutinya. Tapi dia salah, Dania masih saja mengekor di belakang.
Namun Dania mengurungkan niatnya untuk mengikuti Dirga, netra nya menangkap sesuatu. Dia melihat Seruni masuk ke ruangan Dokter. Saat itu Seruni sedang melakukan cek laboratorium dan hanya tinggal menunggu hasil dari Dokter Louise.
Dania mengintip di balik pintu yang tak tertutup rapat. Netra nya mampu menjangkau siapa yang berada di dalam sana.
Seorang Dokter bernama Louise memberikan secarik kertas pada Seruni. Wanita itu membuka kertas dan membaca nya, raut wajah Louise sangat serius begitu pun Seruni.
__ADS_1
Dania semakin di kejutkan saat tiba-tiba saja melihat reaksi Seruni setelah membaca tulisan dalam kertas tersebut. Seruni nampak menangis, beberapa saat Seruni pun hendak meninggalkan ruangan Dokter Louise.
Dania segera beranjak dari balik pintu, dia tak ingin keberadaan nya di ketahui oleh Seruni. Tapi dia sangat penasaran apa sebenarnya yang terjadi pada wanita itu, hingga ia memutuskan untuk mengikuti nya.
Dania tak ingin kehilangan jejak Seruni, dengan jarak cukup dekat ia terus membuntuti, sementara Seruni sendiri tak menyadari keberadaan Dania di belakang nya.
Hati dan pikiran nya kacau setelah melihat hasil laboratorium dari Dokter Louise perihal penyakit yang mungkin di deritanya.
Dania menoleh ke kiri dan kanan, setelah merasa aman dia pun segera mendekati Seruni dan meraih kertas yang masih ada dalam genggaman wanita itu.
Sontak Seruni terkejut melihat kedatangan Dania secara tiba-tiba. Apalagi gadis itu telah mengambil hasil uji laboratorium milik nya.
'' Hei kembalikan, '' Seruni berusaha merebut kertas itu kembali dari tangan Dania.
Namun Dania cekatan membuka kertas tersebut dan membaca nya, dia bisa menghindari Seruni yang terus berusaha merebut kembali kertas milik nya.
Seketika mata Dania membulat sempurna, bahkan sudut bibirnya mulai tertarik menyembulkan senyuman.
Mereka berdua sampai tak menyadari Dirga datang menghampiri keduanya. Dirga merasa heran melihat apa yang sedang di perebutkan dua wanita itu.
Dirga meraih kertas di tangan Dania, ia pun membaca isi dari kertas tersebut. Kertas itu bertuliskan perihal Seruni yang positif mengidap HIV. Tentu saja membuat Dirga terkesiap, nampak Dania begitu bahagia melihat raut wajah Dirga maupun Seruni yang menyedihkan.
Dirga nampak lemas memegang kertas tersebut, hingga dengan mudah Seruni pun segera merebut hasil uji laboratorium itu.
Seruni berniat meninggalkan mereka berdua, namun langkah nya terhenti saat Dirga menarik lengannya.
'' Lepaskan, '' Seruni mencoba menepis namun cengkraman nya begitu kuat.
'' Katakan apa yang sebenarnya terjadi ? '' tanya Dirga.
__ADS_1
Seruni hanya terdiam tak berani menatap pria di hadapannya. Dia terus berusaha melepaskan cengkraman pria tersebut.
'' Katakan kalau semua itu tidaklah benar , '' pinta Dirga seraya menunjuk kertas yang dipegang Seruni , dengan dagu.
'' Gak benar apa nya, jelas-jelas di sana tertera hasil uji laboratorium yang menyatakan bahwa wanita ini punya penyakit , secara tidak langsung membuktikan kalau dia bukan wanita baik-baik. '' Dania mulai mengompori.
'' Diam kamu Dania, aku tidak sedang bicara padamu, '' ketus Dirga menatap Dania dengan penuh kebencian.
Dania tak perduli dengan sikap Dirga, dalam otak licik nya dia mulai mengatur rencana, tentu saja dia akan mengadukan hal ini pada Maria. Dania tersenyum sinis menatap Seruni, dan kemudian menatap Dirga silih berganti.
Dania pun pergi meninggalkan mereka berdua, segera menuju ruangan Maria dan membeberkan semua nya. Hal itu semakin membuat Maria membenci Seruni.
Sementara Dirga dan Seruni masih di taman Rumah Sakit, pria itu masih mencengkram kuat lengan Seruni. Berharap ada penjelasan dari wanita itu.
'' Apa ini semua gara-gara Radik ? '' tanya Dirga penuh selidik.
Seruni masih tak mampu berucap, kini derai air mata kembali jatuh membasahi wajah cantiknya.
Dirga tak sanggup melihat Seruni seperti ini , dia yakin Seruni sedang punya masalah besar dan ia sangat yakin jika penyebab semua ini karena Radik suaminya.
'' Aku mohon lepaskan aku, '' lirih Seruni.
'' Dengar, aku akan memberi pilihan untukmu. Sebentar lagi orang tua ku dan Dania akan menjodohkan kami dan mungkin mereka akan menentukan tanggal pertunangan. Jujur saja aku tak mau semua itu terjadi, jadi aku mohon tinggalkan Radik jika memang dialah penyebab kamu sakit. Aku akan berusaha menyembuhkan penyakit mu, aku akan menerima semuanya asal kamu bercerai dari suami mu. Dan aku akan membatalkan pertunangan ku dengan Dania. '' Dirga menatap intens wanita di hadapan nya.
Jarak wajah mereka begitu dekat hingga nafas Dirga bisa di rasakan oleh Seruni.
'' Mungkin kamu tidak bisa menjawab semua nya sekarang , aku beri waktu untuk berpikir. Nanti aku akan menemui mu kembali, Seruni aku sangat mencintaimu , '' tatapan Dirga semakin menusuk jantung Seruni membuat desiran dalam hati wanita itu.
Perlahan Dirga melepaskan genggaman nya, Seruni segera berlari meninggalkan Dirga yang masih mematung menatap kepergiannya.
__ADS_1
Saat ini Dirga masih berusaha untuk menyembuhkan penyakit Maria, berharap suatu saat nanti Maria bisa segera sembuh dan tak menjadikan penyakit nya itu sebuah alasan untuk mempersatukan diri nya dengan Dania .