MELEPAS ASA YANG KU GENGGAM

MELEPAS ASA YANG KU GENGGAM
Bab 39


__ADS_3

Sepanjang perjalanan pulang, Seruni terus memikirkan baik-baik perkataan Dirga di Rumah Sakit.


Dia benar-benar down dengan hasil uji laboratorium yang menyatakan bahwa diri nya positif terinfeksi HIV.


Selama ini dia terlalu banyak berkorban perasaan demi laki-laki yang tak tau diri, bahkan sekarang dia harus sampai menanggung penyakit akibat dari kesalahan yang di perbuat suami nya .


Seruni baru sadar jika selama ini dia terlalu lemah. Hanya karena ingin rumah tangga nya utuh demi Keysha ia mengesampingkan ego dan tak memikirkan kebahagiaan nya sendiri.


Benar yang di katakan Wirya, Radik memang tak pantas untuk di pertahankan. Saat ini Seruni akan fokus pada kesehatan nya sendiri dan tak akan perduli kan Radik suami nya.


Seruni segera masuk ke dalam rumah saat taksi sampai di depan rumahnya. Nampak Radik menunggu di kamar.


'' Gimana hasil nya , kamu pasti baik-baik saja kan ?'' tanya Radik saat Seruni masuk kamar.


'' Seperti nya aku harus pergi dari sini, aku sudah banyak mengalah selama ini, namun lihat apa yang terjadi. Semua gara-gara perbuatan mu Mas, aku harus ikut menderita penyakit itu, '' Seruni melemparkan kertas uji laboratorium ke arah Radik.


'' Apa ? '' Radik terkejut saat membaca hasil tes yang di lakukan Seruni, bahkan ia kembali di kejutkan oleh Seruni yang kini tengah mengemasi barang-barang nya.


'' Tunggu dulu, kamu mau kemana ? '' Radik beranjak dari tempat tidur.


'' Aku akan pergi dari sini dan akan mengurus perceraian kita, '' jawab Seruni seraya memasukan pakaian ke dalam koper.


'' Aku mohon jangan seperti ini, aku membutuhkan mu. '' ungkap Radik menahan lengan Seruni.


''Mas selama ini aku sudah banyak mengalah, maaf untuk sekarang aku tidak bisa, di sini aku hanya menyia-nyiakan sisa hidupku saja, '' Seruni bergegas pergi namun Radik terus mengikuti langkah wanita yang masih berstatus sebagai istrinya.


'' Bagaimana dengan Keysha, apa kamu tidak memikirkan perasaan nya ? '' kata Radik membuat langkah Seruni tertahan dan membalikan badan.

__ADS_1


'' Justru kamu yang selama ini tak pernah memikirkan perasaan kami, perasaan aku dan Keysha. Kamu terlalu sibuk dengan ego mu sendiri , Mas. '' Seruni kembali melanjutkan langkahnya yang sempat terhenti, meninggalkan Radik yang terpaku tak menyangka jika Seruni akan seberani itu.


Sementara Seruni sendiri merasa tekadnya sudah bulat untuk berpisah dari Radik, meski selama ini dia berusaha mati-matian mempertahankan rumah tangga nya tapi sekarang dia rasa semua nya percuma karena orang yang ia perjuangkan malah terus menghancurkan diri nya.


Sampai di kediaman Wirya, Seruni segera menceritakan perihal penyakit yang di derita pada kedua orangtuanya. Dia pun mengatakan keputusan nya untuk bercerai dari Radik. Dua kabar yang membuat Wirya dan Susi terkejut, satu sisi mereka senang karena Seruni akhirnya sadar hingga mengambil keputusan yang tepat namun sisi lain mereka sedih karena Seruni kini mengidap penyakit mematikan.


'' Ibu akan mendukung semua keputusan mu, sekarang yang penting kamu sehat dulu. Kami harus kuat dan optimis kalau kamu akan kembali sehat, '' ujar Susi.


'' Bapak akan cari kan Dokter yang bagus untuk menangani penyakit mu, bila perlu kita ke luar negri agar kamu bisa sembuh, '' ucap Wirya.


Mendengar ucapan Wirya, Seruni teringat perkataan Dirga yang akan membawa nya berobat. Kini Seruni mulai mempertimbangkan tawaran pria yang selama ini begitu mencintai nya.


Mungkin belum terlambat untuk nya menerima Dirga , walaupun semua itu akan memicu Radik membenarkan semua fitnah yang tertuju pada nya.


Seruni tak perduli kan itu, yang pasti dia tak ingin sampai Dirga bertunangan dengan Dania. Saat seperti ini Seruni butuh seseorang yang bisa menguatkan diri nya untuk menghadapi penyakit yang sangat mengerikan ini. Selain orang tua dan anak nya Keysha ia juga butuh sandaran seperti Dirga. Dia orang yang tepat menurut Seruni.


Di Rumah Sakit,


Dirga kembali masuk ke ruangan Maria. Nampak wajah-wajah Maria dan yang lain nya mengintimidasi.


'' Besok Mama akan pulang dari sini dan kita akan segera melangsungkan acara pertunangan kalian, '' ucap Maria. Dirga terkejut mendengar keputusan Maria yang sangat mendadak tanpa meminta persetujuan nya terlebih dahulu.


'' Mama tak bisa mengambil keputusan sepihak seperti ini, Dirga belum bisa menerima Dania, '' ungkap Dirga membuat Dania dan kedua orang tua nya terbelalak.


'' Apa lagi yang kamu tunggu, Dania gadis baik dia pantas menjadi pendamping mu kelak. '' Maria kini tak bisa mengendalikan emosi.


'' Tapi Mam, '' Dirga mengehentikan kalimat nya karena Maria mulai kesakitan dan memegang dada nya.

__ADS_1


'' Kamu harusnya nuruti permintaan Mama mu kalau tak ingin melihat dia seperti ini, '' ucap Yudha dan di angguki Nila.


Sementara Dania tersenyum bahagia melihat Dirga yang tidak bisa berkutik, mau tidak mau suka tidak suka pria itu pasti akan menuruti permintaan Maria, Dania yakin Dirga tak mungkin bisa melawan lagi.


'' Sebaiknya Om dan Tante pulang, kedatangan kalian hanya memperburuk keadaan Mama ku saja. '' Dirga mulai muak dengan keluarga Yudha.


'' Loh ini bukan karena kami, justru kamu sendiri yang masih saja terkena bujuk rayu Seruni yang jelas-jelas punya penyakit menjijikan, '' tukas Nila.


Mata Dirga membulat sempurna, ia menatap lekat Dania. Pasti gadis itu yang sudah membeberkan semua nya. Jika Maria sudah mengetahui keadaan Seruni saat ini maka Mama nya itu pasti akan semakin membenci Seruni.


Maria meringis, dada nya semakin sesak dan sakit. Dirga segera memanggil Dokter, saat ini kesehatan Maria lebih penting daripada harus meladeni keluarga Yudha.


Dirga dan yang lain nya keluar dari ruangan saat Dokter dan perawat memeriksa keadaan Maria yang mulai drop.


'' Jika Om terus menerus memaksakan kehendak, maka aku tak akan segan-segan mencabut semua aset di perusahaan kalian, '' kini Dirga mulai mengancam balik.


'' Ya gak bisa begitu, '' ucap Dania tak terima karena ia tau Ayah nya pasti akan memikirkan kembali rencana perjodohan ini jika sudah menyangkut perusahaan.


'' Dirga, jangan bawa-bawa perusahaan dalam masalah ini, yang perlu kamu ingat kesembuhan Mama mu Maria. Jangan sampai kamu terlambat dan menyesali semua nya , '' ucap Nila penuh penekanan.


'' Ayo kita pergi dari sini, biar Dirga memikirkan baik-baik semua nya. Semoga dia tidak salah memilih keputusan, karena akibatnya akan sangat fatal, '' Nila kembali memojokan Dirga. Membuat pria itu semakin kacau .


Nila, Yudha dan Dania pun berlalu dari hadapan nya. Meninggalkan Dirga yang masih termenung memikirkan semuanya.


Dirga menghempaskan bobot tubuh nya di kursi tunggu, telapak tangan nya mencengkram kepala dan rambut.


'' Aaarrrgghh s*al kenapa harus seperti ini, '' gumam Dirga.

__ADS_1


__ADS_2