
'' OMG lihat siapa yang datang, '' sahut Rani membuka lebar mulut seakan tak percaya melihat Dirga datang ke kampus mereka.
Citra pun tak kalah terkejut melihat pria tampan yang baru saja keluar dari mobil mewah. Beberapa mata mahasiswi lain pun tertuju ke arah pria bertubuh tegap itu, namun Dirga tak perduli dengan mata-mata yang mengagumi kerupawanan nya.
'' Ayo kita kasih tau Dania. '' Rani menepuk lengan Citra, mereka pun bergegas menemui Dania.
Braaaakk
'' Hey ngapain kalian hah ? '' Dania yang tiba-tiba muncul di belokan koridor pun bertabrakan dengan Citra dan Rani.
'' So-sorry, i-itu..'' Rani masih mengatur nafas membuat nya gagap.
'' Itu apa sih ? Kenapa, ada hantu ya ? '' Dania masih kesal.
'' Iya hantu ganteng, '' jawab Citra cengengesan.
Dania mengernyitkan dahi, tak mengerti apa maksud kedua teman nya.
'' Dirga. Dia datang kesini, Dania. '' Rani kegirangan mengira Dirga hendak menjemput Dania.
'' Dirga ? '' Dania terkejut, entah harus senang atau takut, karena ia baru saja membeberkan perihal Seruni pada Maria. Lalu untuk maksud apa Dirga kemari ? Dania melamun membuat kedua teman nya ikut bengong melihat reaksi Dania.
'' Loh bukan nya seneng kok malah gitu ekspresi nya ? '' ungkap Citra heran.
Dari kejauhan Dirga pun mulai muncul, netra Dania bisa melihat sosok pria yang di cintai nya itu.
Dania yakin Dirga pasti akan marah pada nya, ia pun segera membalik badan berniat pergi dari sana sebelum keberadaan nya di ketahui oleh Dirga.
'' Ayo kita pergi dari sini, '' ajak Dania pada Rani dan Citra. Sontak membuat kedua nya semakin heran dengan tingkah Dania. Mereka hanya menuruti saja tanpa bertanya alasan pada gadis itu.
'' Dania, '' teriak Dirga lantang saat melihat gadis dan ketiga teman nya itu berdiri di ujung koridor.
__ADS_1
Dania yang baru berbalik badan pun tersentak mendengar nama nya di panggil.
' Gawat ' ringis Dania.
Rani dan Citra saling lirik tak mengerti apa yang terjadi. Perlahan Dania membalikan badan saat Dirga sampai tepat di belakang nya. Citra dan Rani pun bak bayangan Dania, mereka ikut berbalik badan.
Sorot mata Dirga memancarkan amarah, itu yang tertangkap oleh Dania.
'' Kak Dirga,, hai ada perlu apa kesini ? '' Dania gelagapan.
Dirga menarik lengan Dania, membuat Rani dan Citra terbelalak melihat mereka berdua tanpa berani mengikuti kemana Dirga membawa Dania pergi.
'' Apa yang terjadi sama Dania ? '' ucap Rani , mata nya masih melihat Dania dan Dirga yang makin menjauh dari pandangan.
'' Entahlah,, '' jawab Citra bengong.
'' Apa mungkin gara-gara rencana yang di buat Dania ketauan sama Dirga ? '' Rani mulai menerka.
Citra dan Rani saling berhadapan, mata mereka membulat dengan mulut terbuka dan ditutupi kedua tangan.
'' My Godddddd....'' jerit mereka berdua.
Sementara Dirga dan Dania sudah berada jauh dari mereka.
'' Kak Dirga lepasin, tangan Dania sakiiitt. '' Ringis gadis itu mengguncang pergelangan tangan nya.
Mereka kini berada di dekat mobil mewah Dirga terparkir. Beberapa mahasiswa memperhatikan saat Dania di tarik oleh pria yang asing bagi mereka.
'' Ini akibat nya jika berani mengusik kehidupan ku. '' Tegas Dirga seraya melepaskan cangkraman nya dengan kasar, membuat Dania mengibas-ngibaskan lengan nya.
'' Maksud Kakak apa ? '' Dania pura-pura tak mengerti padahal jauh di lubuk hati nya ia tau apa yang membuat pria itu marah pada nya.
__ADS_1
'' Jangan bersandiwara di depan ku, aku tau kamu kan yang mengadu pada Mama ku tentang Seruni ? '' Mata Dirga begitu tajam menatap nya, indah tapi teramat menakutkan saat ini begitulah yang Dania rasakan.
'' I-ituu.. '' Dania mencari-cari perkataan yang tepat, ia gugup karena Dirga tengah marah pada nya belum lagi hati nya bergetar hebat kala Dirga berada sangat dekat dengan wajah nya.
'' Maafin aku kak, aku gak bermaksud buruk. Semua demi kebaikan Kakak juga. Lagipula Tante Maria sendiri pun pernah mendengar kabar tentang Seruni, entah darimana aku juga gak tau, '' kilah Dania.
'' Cih, jangan bohong ! '' sergah pria itu.
'' Beneran Kak, lagian Tante Maria ingin kita bertunangan. Beliau tidak ingin nama baik perusahaan Om Handoko tercoreng jika publik tau kedekatan kalian, '' pungkas Dania.
Dirga tersenyum kecut, gadis di hadapan nya ini benar-benar licik. Wajah cantik nya sama sekali tak membuat Dirga terpesona, karena prilaku nya sudah menutupi semua keindahan yang ada pada gadis tersebut.
'' Tau apa kamu tentang nama baik hah ? Aku ingatkan, mulai detik ini jangan pernah berani datang ke rumah apalagi menemui orang tua ku dan menghasut nya. Dan jangan pernah bermimpi untuk bertunangan dengan ku, '' desis Dirga.
'' Aku tak akan terus bermimpi dan Tante Maria yang akan mewujudkan nya, aku pastikan itu. Kak Dirga, aku mohon sadarlah Seruni bukan wanita yang tepat untuk mu. '' Rayu Dania mulai berani karena merasa punya kekuatan, ia yakin Maria berada di pihak nya.
Tentu saja membuat Dirga makin geram pada gadis itu namun percuma saja saat ini Maria Mama nya memang sangat menginginkan Dania menjadi tunangan nya. Dirga harus mencari cara agar semua itu tidak terjadi.
'' Cukup, aku pastikan tak akan ada pertunangan antara kita. '' Dirga berlalu dari hadapan Dania, memasuki mobil dan melajukannya.
Dania masih terpaku menatap nanar kepergian Dirga. Semakin Dirga sulit di dapatkan maka semakin gigih dia memperjuangkan cinta nya.
' Aku pastikan kamu akan menjadi milik ku, ' batin Dania.
Rani dan Citra menyusul datang menghampiri Dania yang masih berdiri menatap lenyap nya mobil mewah Dirga.
'' Apa dia marah karena rencana mu terbongkar ? '' tanya Rani.
'' Tenang saja, kartu as berada di tangan ku. Kali ini aku perlu informasi tentang Seruni, agar wanita itu makin terlihat buruk di mata Tante Maria. Kalian berdua harus membantu ku, '' perintah nya.
'' Okey '' seru Citra dan Rani kompak.
__ADS_1