
Seruni segera melepas pelukan Dirga tatkala melihat Radik datang secara tiba-tiba. Dirga maupun Seruni sangat terkejut di buat nya.
'' Bagus , rupa nya selama aku pergi, kamu berpacaran dengan tuan Dirga. '' Radik mulai mendekat ke arah mereka berdua yang masih mematung.
'' Mas, kamu sudah pulang ? I-ini tak seperti yang kamu lihat, jangan salah paham dulu, '' ungkap Seruni.
'' Aku sengaja pulang , sekarang aku sadar mengapa tuan Dirga menugaskan ku keluar kota. Agar kalian leluasa berpacaran, bukan? '' Radik dan Seruni kini saling berhadapan.
'' Apa ? Aku tidak mengerti maksud mu, '' papar Seruni.
'' DASAR PEREMPUAN M*RAHAN ! " Radik melayangkan telapak tangan nya berniat untuk menampar Seruni, wanita itu nampak meringis.
'' Hentikan. '' Dirga segera menahan lengan Radik yang hampir saja menyentuh pipi Seruni.
Mata kedua lelaki itu saling beradu, kebencian dan kemarahan tersorot di kedua mata mereka.
'' Anda tidak perlu ikut campur. '' Radik menepis cengkraman Dirga.
'' Aku tak akan membiarkan siapapun menyakiti Seruni. Bukankah anda sendiri memboyong Bunga ke Kalimantan, egois sekali kau tuan Radik. Antara aku dan istri mu hanya berteman tak lebih, '' jelas Dirga.
Radik memiringkan bibir, tersenyum sinis. Ia menunjukan foto yang di kirim Seno kepada mereka berdua.
'' Karena ini aku mengajak Bunga ke Kalimantan. Apa kalian terlihat sekedar teman ? Bahkan barusan aku lihat dengan mata kepala ku sendiri, kalian berpelukan. Itu yang di sebut teman ? '' Radik kembali memasukan ponsel nya kedalam kantong jas setelah puas mempertunjukan foto mereka berdua.
Dirga dan Seruni sangat terkejut, bisa-bisa nya ada orang yang mengambil foto mereka saat akan terjadi kecelakaan tempo hari.
'' Saat itu aku hampir tertabrak dan tuan Dirga menolongku, ini salah paham. '' Seruni mencoba membela diri.
Lasri pun sudah berada di sana, menyaksikan pertikaian mereka. Dia hanya bisa mengutuk diri, karena rencana nya mempertemukan Seruni dan Dirga kini malah menambah masalah baru untuk Seruni sepupu nya.
__ADS_1
'' Apa yang Seruni katakan benar, kami tidak sengaja bertemu saat itu. Dan yang barusan anda lihat hanya salah paham, saya sedang menenangkan Seruni karena ia sedih mengetahui Bunga ikut dengan anda ke Kalimantan. '' Dirga menambahkan.
'' Menarik sekali akting kalian, sempurna. '' Radik menepuk tangan seraya menyunggingkan senyum.
'' Sekarang kita pulang ! '' Radik menarik lengan Seruni dengan kasar membuat wanita itu meringis kesakitan
Dirga tak terima melihat Seruni di perlakukan layak nya binatang, ia pun segera menarik bahu Radik dan menjatuhkan bogem mentah tepat di wajah pria itu. Darah segar mengucur dari mulut nya, Radik melepaskan lengan Seruni dan berniat membalas pukulan Dirga.
Pria di hadapan nya sudah siap dengan wajah menantang, namun Seruni segera menahan kepalan tangan Radik.
'' Sudah cukup mas, kita pulang. '' rintih Seruni. Air mata kini sudah membanjiri wajah cantik nya, ia tak sanggup melihat kedua pria adu jotos, dua pria yang seperti nya kini sedang berebut tempat di hati Seruni.
Dirga menatap lekat wajah Seruni yang masih saja membela dan memperdulikan suami nya.
Akhirnya mereka berdua pun pergi dari tempat itu, sementara Dirga terpaku menatap kepergian Seruni. Lasri pun tak hendak pergi mengikuti sepasang suami istri itu, ia tetap tinggal di sana menemani tuan Dirga.
'' Sebaiknya kamu pulang bersama sopir pribadi ku , maaf aku merepotkan mu. Dan terimakasih sudah membantu ku bertemu Seruni. '' Dirga tak menoleh pada lawan bicara nya, ia masih cemas akan keadaan Seruni.
'' Baiklah, saya permisi. '' Lasri pun meninggalkan Dirga sendirian di sana.
Untung saja tempat itu sudah ia booking, jadi tak ada siapapun di sana. Itu lah sebab nya para pengunjung memenuhi lantai bawah restoran.
Dirga masih termenung, andai saja diri nya bisa membawa Seruni pergi dari Radik. Pasti sudah ia lakukan. Tapi itu tidak mungkin karena Seruni masih istri sah dari laki-laki baj*ngan itu. Bodoh nya lagi Seruni masih mau ikut dan tunduk pada nya.
.
.
.
__ADS_1
Braaaakkk
Radik mendorong tubuh Seruni hingga jatuh tersungkur. Mereka baru saja tiba di rumah, Radik mulai melancarkan aksi nya yang sedari tadi di tahan Dirga.
Ia terus membabi buta menyiksa Seruni. Tubuh lemah Seruni mendapat beberapa tamparan, pukulan bahkan tendangan. Dia hanya menangis tanpa melakukan perlawanan. Keysha sedang berada di rumah Wirya maka dari itu Radik leluasa menganiyaya istri nya.
'' Ampun Mas, hentikan tolong..hentikan, '' rintih Seruni yang sudah merasa kesakitan di sekujur tubuh nya.
Suara dering ponsel milik Radik berbunyi , ia pun mengehentikan kebrutalan nya sejenak.
Bunga di sebrang sana meminta Radik menemui nya. Radik pun berlalu dari hadapan Seruni, sebelum pergi ia menambah tendangan kecil di tubuh Seruni yang masih tersungkur.
Seruni mendengar percakapan antara Radik dan Bunga barusan. Selain tubuh nya kini hati nya pun sakit, bahkan lebih sakit dibandingkan luka lebam yang sudah memenuhi sekujur tubuh wanita itu.
Ia beringsut mencoba berdiri, dengan susah payah akhirnya dia pun bisa bangkit.
Seruni menelpon Lasri.
'' Hallo, '' suara Lasri di sebrang sana.
'' Ha-hallo, Lasri aku titip Keysha malam ini saja, aku tak bisa jemput dia. '' Suara Seruni nampak sedang menangis membuat Lasri bisa menebak apa yang sudah di perbuat Radik terhadap sepupu nya.
'' Tunggu,, apa Radik sudah berbuat kasar lagi pada mu ? '' selidik Lasri.
'' Ti-tidak. '' Seruni berbohong bahkan dia sedikit tertawa kecil guna mengelabui Lasri. Tawa yang sangat terpaksa ia lakukan di saat tubuh nya menahan sakit.
'' Kamu yakin tidak terjadi sesuatu pada mu? Jangan khawatirkan Keysah, aku akan menjaga nya, '' tutur Lasri.
'' Ya aku baik-baik saja, makasih Lasri. '' Seruni segera menutup sambungan telepon, tak ingin Lasri bertanya lebih jauh lagi tentang kondisi nya. Ia juga lelah terus berpura-pura baik-baik saja.
__ADS_1