
Dirga melangkah menghampiri Seruni, mendekap erat wanita yang ia cintai. Sebagai laki-laki dia tak mungkin meloloskan air mata jatuh, dia mencoba memahami semua perkataan Seruni.
'' Aku akan tetap ada untuk mu, sekalipun tak akan ada kesempatan untuk memiliki hati apalagi raga mu. '' Dirga terlalu bucin pada Seruni, ia tak perduli hal itu.
Seruni berontak berusaha melepaskan dekapan Dirga. Namun lelaki itu semakin mengeratkan pelukan hingga Seruni tak mampu melawan.
'' Biarkan seperti ini sekali saja, aku mohon.'' Lanjut Dirga.
Seruni tak hanya melawan aksi Dirga yang keterlaluan, dia juga melawan perasaan yang terus menerus hinggap di hati nya. Menimbulkan getaran aneh pada diri nya. Ia bisa merasakan betapa cinta Dirga begitu besar melalui dekapan erat dan ion-ion yang seakan menyetrum ke sekujur tubuh wanita itu.
'' Lepaskan aku, aku harus segera pergi. Keysha menunggu ku. '' Akhirnya Seruni memiliki alasan agar pria itu melepaskan dekapan.
Dirga pun melepas nya perlahan ia menjauh dengan tatapan terus tertuju pada Seruni.
Namun Seruni membuang muka tak sanggup menatap pria di hadapan nya yang terus mencoba memasuki ruang kosong di hati nya.
'' Aku akan mengantar mu pulang, '' kata Dirga.
'' Tidak perlu, aku pulang sendiri saja.'' Seruni berjalan melewati Dirga namun pria itu segera menahan langkah nya.
'' Aku takut terjadi sesuatu lagi pada mu, tadi saja kamu hampir tertabrak. '' Dirga menatap lembut, wajah nya penuh kecemasan.
Seruni terenyuh melihat Dirga sekhawatir itu pada nya. Ia pun luluh dan mengangguk pelan.
Mereka berdua keluar dari cafe menuju parkiran dimana mobil Dirga berada. Beberapa orang memperhatikan mereka berdua, ada yang menyangka mereka sepasang kekasih karena tampak serasi sekali.
__ADS_1
Seruni merasa tak nyaman di pandangi oleh mata-mata asing yang berada di sana. Ia sengaja berjalan lebih pelan agar tidak beriringan dengan Dirga.
Setelah sampai di parkiran Dirga segera membukakan pintu untuk Seruni , Seruni nampak anggun banyak mata laki-laki tak berkedip melihat nya. Membuat Dirga merasa tak nyaman, ia segera melajukan mobil berlalu dari tempat itu.
''Beruntung Radik memiliki istri secantik dan seanggun kamu, '' Dirga melirik sejenak lalu kembali fokus dengan kemudi.
'' Jangan berlebihan, '' ucap Seruni datar.
'' Kita tetap bisa berteman bukan ? '' tanya Dirga.
'' Berteman? Aku tak ingin Radik mengetahui kedekatan kita sekarang, dan ku harap ini terakhir kali kita bertemu. '' Seruni memandang ke luar tanpa berani melihat lawan bicara.
'' Aku tak bisa memaksakan kehendak ku, tapi perlu kamu ingat. Suatu saat nanti jika Radik kembali menyakiti mu, aku akan datang ku pastikan dia akan menyesal.'' Tegas Dirga dengan sedikit mengepal kan sebelah telapak tangan nya.
'' Jangan pernah menguntit kehidupan ku lagi, aku tidak suka. Kamu pernah bilang, biarkan kehidupan ini mengalir begitu saja, kita tak pernah tau apa rencana Tuhan esok atau pun lusa. Jangan terlalu berambisi memiliki ku, masih banyak wanita yang lebih baik di luar sana termasuk Dania, '' kali ini Seruni menatap heran karena Dirga tiba-tiba saja menghentikan kendaraan nya.
'' Bukan kah kamu dekat dengan Dania, aku lihat kalian sangat dekat saat di pesta ulang tahun tempo hari.'' Seruni saling menatap dengan Dirga.
'' Aku saja baru mengenal gadis manja itu, dia bukan tipe ku. Jangan berfikir yang bukan-bukan , tak ada hubungan spesial antara aku dan Dania. '' ucap Dirga sedikit tertawa mengingat gadis manja bernama Dania.
'' Tapi dia mencintai mu, aku bisa lihat itu. Aku harap kamu bisa bahagia dengan siapapun yang mencintaimu, '' ucap Seruni membetulkan posisi duduk nya sembari membuang muka.
Mulut nya bisa dengan mudah berkata tapi kenapa hati Seruni terasa tak bisa menerima semua itu. Lagi-lagi ia mengutuk diri nya karena sudah berani membiarkan Dirga kembali terukir dalam hati nya.
'' Terserah kamu mau bilang apa, kamu juga tak bisa melarang perasaan ku pada mu yang sudah terpatri sejak dulu. Dan bertahun-tahun aku tak pernah memalingkan hati pada perempuan lain. Perlu kamu tau itu. '' Dirga kembali melajukan mobil.
__ADS_1
Sementara Seruni semakin terlena, apa yang pria itu ucapkan benar-benar sebuah ketulusan bukan rayuan.
Seruni tak habis fikir kenapa Dirga lebih memilih diri nya daripada gadis di luaran sana yang masih lajang. Sungguh tidak masuk akal menurut nya.
Suara ponsel berdering, Seruni segera merogoh tas mungil dan mengeluarkan ponsel nya.
Tertera nama Radik di layar mengejutkan Seruni. Di saat seperti ini Radik menelpon, sontak Seruni kebingungan.
'' Angkat saja, load kalo perlu, '' Dirga kembali menghentikan mobil nya ke pinggir jalan sembari tersenyum kecut.
Tak ingin Radik curiga, Seruni pun segera menerima panggilan.
Radik memberi kabar jika diri nya sudah sampai ke kota yang di tuju dan saat ini dia sudah berada di hotel.
Radik juga sempat menanyakan Keysha membuat Seruni gelagapan menjawab. Seruni berusaha jujur jika diri nya sedang di luar untuk membeli beberapa keperluan, dan Keysha ia titipkan di rumah orang tua.
Radik menangkap kejanggalan dari nada bicara Seruni yang sedikit gelagapan. Namun ia mengeyahkan perasaan itu.
Seruni baru bisa bernafas lega saat sambungan telpon berakhir. Hati Dirga sedikit panas apalagi mendengar kata-kata sayang yang terlontar saat mereka mengakhiri panggilan, dia kembali melajukan kendaraan nya.
Kali ini kecepatan mobil lebih cepat dari sebelum nya. Dirga emosi dan tak bisa menyembunyikan rasa cemburu.
'' Pelan-pelan bisa gak sih, mau ngajak aku mati.'' Seruni ketakutan.
'' Maaf, '' Dirga sadar ia lantas menurunkan kecepatan mobil nya.
__ADS_1
Seruni mencuri pandang ke arah pria di samping nya yang nampak serius menyetir. Raut muka pria itu terlihat sedih, ia tau bahwa Dirga sedang cemburu.
' Dirga semakin tampan kalo lagi marah, ya ampun bicara apa aku. ' batin Seruni.