MELEPAS ASA YANG KU GENGGAM

MELEPAS ASA YANG KU GENGGAM
Bab 54


__ADS_3

Dania menekuk wajah , semua rencana nya hancur berantakan. Dia tak bisa mendapatkan Dirga, malah kini dia harus kehilangan kesucian nya.


Nila sangat menyayangkan perbuatan putri nya yang terlampau gegabah . Sepanjang perjalanan Nila terus menceramahi Dania, karena kebodohan yang di lakukan putri semata wayang nya itu.


Sekarang mereka berdua tak bisa berbuat apa-apa, keinginan Dania menjadi kekasih Dirga hanya tinggal angan-angan semata. Dia sudah sangat tak berharga di mata pria itu, jangankan menjadi pasangan nya, melihat diri nya saja Dirga sudah tak sudi. Bukan cinta yang di dapat, malah kebencian dari pria itu yang harus ia terima.


Menyesal ? Pasti, namun semua sudah terjadi dan tak bisa terulang lagi. Saat ini Nila hanya bisa pasrah, tak tau lagi harus bagaimana. Apalagi ia menyembunyikan semua ini dari Yudha suami nya.


Yudha sama sekali tak mengetahui jika anak gadis nya sudah ternoda. Nila terus melindungi Dania meski ia tau kalau anak nya itu melakukan kesalahan. Hal ini yang membuat Dania tak pernah berfikir panjang sebelum berulah. Selalu ada pembelaan dari Nila membuat diri nya bersikap tanpa aturan dan etika.


'' Lihat apa yang kamu lakukan, kamu seperti menggali kuburan sendiri ! '' geram Nila sambil menyetir kendaraan.


'' Ya mau gimana lagi, Bu. Sepuas apapun Ibu memaki dan memarahi ku, semua sudah terjadi. Semua gara-gara perempuan breng*ek bernama Seruni, " pekik Dania.


'' Lain kali kalau mau berbuat apa-apa tuh ya ngomong dulu sama Ibu. Jadi kamu gak salah langkah gini, Nak. ''


'' Aku juga gak tau bakal gini jadi nya, s*al banget hidup ku, ''


'' Udah yang penting kamu gak kenapa-napa, Ibu harap benih Radik gak sampai tumbuh di rahim mu, jadi aku tak perlu repot-repot menerima nya jadi menantu, ''


Dania terhenyak mendengar ucapan Nila, lagi-lagi ia melupakan sesuatu yang bisa menjadi petaka untuk nya bahkan merusak masa depan nya. Benih Radik ? Semoga saja itu tak sampai terjadi.


'' Siapa juga yang mau sama dia, '' kesal Dania.

__ADS_1


Nila menghela nafas, Dania benar-benar labil dan tak bisa memikirkan sebab akibat perbuatan nya. Bisa-bisa nya dia mengatakan tak suka sama Radik, padahal jelas dia menyerahkan kesucian nya pada pria itu. Lalu atas dasar apa ? Bahkan mereka melakukan nya lebih dari sekali. Nila memijit pusing kening nya.


.


.


Di kediaman Dirga,


Maria heran melihat wajah Dirga yang nampak kusut, belum lagi pakaian Dirga basah kuyup.


Dirga menceritakan semua kejadian di Rumah Sakit. Ia memberi satu kabar baik dan satu kabar yang kurang mengenakan.


Yang pertama tentang hasil test Seruni yang di nyatakan negatif virus HIV. Sedang kabar kedua tentang Radik, dan keinginan pria itu untuk rujuk dengan Seruni.


Maria bisa melihat kekecewaan di wajah Dirga, namun ia yakin jika Seruni tak akan berbuat bodoh. Mungkin selama ini Seruni terlalu sabar menghadapi suami nya, tapi Maria yakin kali ini Seruni tak mungkin memberikan kesempatan pada Radik.


Hari berangsur gelap, rintik hujan lambat laun lenyap meninggalkan hawa dingin dan kelembaban udara.


Dirga terbaring di tempat tidur dengan alunan musik mengantarkan nya pada lamunan. Ia membayangkan Seruni saat ini. Sedang apa Seruni dan apa yang di lakukan Radik pada Seruni sekarang. Hanya perkataan Seruni yang terus terngiang dan menenangkan sedikit kegundahan nya.


Dirga mencoba membuang segala pikiran negatif tentang mereka. Ia harus memberi kepercayaan pada Seruni, jika wanita itu benar-benar akan meninggalkan Radik dan hidup bersama nya.


Di tempat lain, Seruni pun memikirkan Dirga. Berkali Radik mengajaknya berbincang, namun Seruni seakan tak menghalau perkataan pria itu. Ia sibuk dengan lamunan nya.

__ADS_1


'' Kamu keberatan menemani ku di sini ? '' tanya Radik.


'' Seruni ? '' Radik kembali memanggil, kali ini Seruni baru sadar jika Radik memanggil nama nya.


'' I-iya, kenapa ? '' ada senyum terpaksa di bibir nya.


'' Maaf, kalau kamu tak suka menemani ku di sini. Aku tau pasti kamu sedang memikirkan Dirga, '' ucap Radik.


'' Maaf, tadi aku melamun Mas. Aku gak enak sama dia Mas, dia sudah sangat mengerti dengan keadaan kamu dengan hubungan kita. Rasa ingin menolong terhadap sesama membuat nya harus mengenyahkan perasaan cemburu. Tapi apa balasan mu, Mas? Harusnya kamu menyadari semua kesalahan mu dan membiarkan ku memilih masa depan ku, '' kata Seruni.


'' Aku masih mencintai mu Seruni, ''


'' Jika kamu memang mencintai ku, mungkin kamu tak akan melakukan kesalahan yang sama. Aku tau apa yang kamu lakukan dengan Dania. Sudah lah Mas, jangan terus berkelit seolah kamu mempertahankan rumah tangga kita, padahal jelas kamu sendiri yang menghancurkan nya. Kamu yang membuatku berubah, kamu juga yang membuat ku melepas semua asa yang selama ini ku perjuangkan dan ku genggam erat, ''


Radik terdiam menatap lekat Seruni yang kini memalingkan muka, seakan tak sudi hanya sekedar memandang nya. Hanya rasa iba dan ketulusan hati wanita itu masih ingin menemani nya di saat seperti ini.


'' Jadi tekad mu sudah bulat untuk bercerai dengan ku ? Lalu apa guna nya aku hidup, lebih baik kamu pergi dan tak perlu mengasihani ku, '' kata Radik.


Seruni menarik nafas dalam-dalam dan menghembuskan nya, dada nya begitu sesak. Ia tak bermaksud menyakiti Radik, namun semua yang di katakan itu nyata. Radik harus segera sadar akan hal itu, selama ini Seruni tak bisa tegas hingga pria itu selalu memanfaatkan sisi lemah dan kebaikan nya.


'' Sudah lah Mas, anggap saja kamu sedang berjuang demi Keysha bukan untuk aku. Apa kamu tak menyayangi putri mu hingga mau begitu saja menyerah ? Hubungan rumah tangga kita sudah tak layak di pertahankan. Maaf aku harus berkata seperti ini, tapi aku tak akan memisahkan kamu dengan Keysha. Aku harap kamu mengerti dan bisa menghargai keputusan ku, selama ini aku sudah terlalu banyak mengalah bahkan berulang kali memberimu kesempatan. Aku lelah, dan aku berhak mencari kebahagiaan ku, ''


Seruni menarik selimut, menutupi tubuh Radik yang sedikit menggigil.

__ADS_1


'' Lebih baik kamu istirahat Mas, '' ucap Seruni.


Ia pun segera duduk di sofa yang berada di pojok ruang VIP itu. Tubuh nya terasa letih, Seruni bersandar di sofa dan memejamkan mata nya. Radik hanya bisa menatap nanar wanita itu, ia benar-benar sudah kehilangan hati yang selama ini dengan tulus mencintai nya. Radik sudah menyia-nyiakan wanita yang begitu baik seperti Seruni.


__ADS_2