MELEPAS ASA YANG KU GENGGAM

MELEPAS ASA YANG KU GENGGAM
Bab 45


__ADS_3

'' Mama ? '' ucap Dirga.


Maria menatap kedua orang itu silih berganti, dengan tatapan tajam dan sangat sulit di artikan. Dirga tak percaya kenapa Maria bisa ada di apartemen ini, sedang yang ia tau Maria pergi bersama Nalendra ke Kalimantan.


Maria sempat mendengar percakapan Seruni dan Dirga. Ia harus memastikan jika wanita bernama Seruni itu adalah wanita baik-baik, sengaja diri nya tak memberitahu kedatangan nya ke kota itu kembali.


Maria berniat menyelidiki latar belakang Seruni, dia penasaran setelah mendengar cerita tentang Seruni dari Nalendra.


Nalendra keponakan nya menceritakan siapa Seruni dan bagaimana kehidupan nya termasuk kehidupan rumah tangga nya.


Ada rasa iba di hati Maria setelah mendengar kisah Seruni dari mulut Nalendra, bahkan keponakan nya itu menceritakan perihal Radik yang membawa simpanan nya ke Kalimantan saat bertugas. Nalendra juga bilang kalau Seruni adalah wanita yang sangat Dirga cintai semasa SMA dulu hingga sekarang.


Tak ada yang bisa menggeser Seruni di hati Dirga, sekali pun Dirga tau Seruni sudah berkeluarga.


Seruni terlihat seperti wanita baik-baik, tak mungkin Dirga menyukai sembarang wanita jika tak ada keistimewaan dalam diri wanita itu. Maka dari itu Maria ingin mencari tau lebih detail siapa sebenarnya Seruni.


Bahkan saat ini Maria semakin yakin jika Seruni bukan wanita m*rahan. Bukti nya ia menolak putra nya Dirga saat Dirga hendak melakukan hal di luar batas. Wanita mana pun pasti akan sulit menolak pesona Dirga, tapi Seruni yang sebentar lagi menyandang status janda pun masih bisa menolak nya mentah-mentah.


'' Apa yang kalian lakukan di sini ? '' tanya Maria.


'' Ka-kami.. '' Dirga gelagapan tak tau harus menjawab apa pada Mama nya.


'' Maaf Tante, saya datang ke sini atas ajakan Dirga. Antara saya dan Dirga tak terjadi apa-apa, Tante tak perlu khawatir. '' Seruni menundukan kepala nya.


'' Mam, aku antar Seruni pulang dulu. Mama tunggu sebentar, nanti aku balik lagi, '' ujar Dirga khawatir Maria marah dan emosi.

__ADS_1


'' Loh, kamu gak mau kenalin Mama sama Seruni ? Mama ingin mengenal nya lebih dekat, '' ucapan Maria membuat Dirga dan Seruni kaget tak percaya.


'' Mama gak sedang bercanda kan ? '' Dirga tertawa kecil seakan tak percaya.


'' Memang nya kelihatan sedang bercanda ? Mama heran sama kamu, saat Mama menentang kedekatan kalian, kamu malah terus melawan. Sekarang Mama merestui pun respon mu seperti itu, '' celetuk Maria.


'' Ma-ma merestui kami ? '' Dirga seakan ingin perkataan Maria tadi di ulang agar ia yakin tak salah dengar.


'' Mama akan belajar menerima Seruni, bagaimana pun kebahagiaan kamu lah yang paling penting. Mama gak mau egois, Mama harap Seruni pilihan terbaik untuk mu. '' Maria menatap keduanya silih berganti, terukir senyuman di wajah perempuan yang sudah melahirkan Dirga itu.


'' Makasih Mam. '' Dirga memeluk Maria. Ia sangat bahagia mendengar ucapan Mama nya barusan.


Maria sendiri pun merasa menemukan jiwa Dirga yang tlah lama hilang, selama ini Dirga begitu dingin dan hanya fokus pada pekerjaan. Sudah lama Maria tak melihat keceriaan Dirga, ia yakin cinta Dirga pada Seruni begitu besar hingga ia tak sanggup mematahkan asa yang selama ini di genggam oleh putra nya bertahun-tahun lama nya.


Maria melepas pelukan Dirga, ia mendekati Seruni dan memeluk wanita yang begitu di cintai oleh anak semata wayang nya. Maria bisa merasakan kelembutan pada jiwa Seruni, sebagai seorang Ibu, Maria bisa merasakan naluri keibuan Seruni. Ia semakin yakin untuk menitipkan putra nya pada Seruni, jika suatu saat nanti diri nya tiada maka ia tak akan khawatir lagi.


'' Makasih Tante, Seruni hanya minta do'a dari Tante agar kami bisa melewati semua nya. Saat ini masih banyak masalah yang harus kami selesaikan. '' Seruni membalas pelukan Maria, bulir-bulir air mata pun mulai jatuh membasahi wajah kedua nya. Tangis haru dan bahagia yang keluar dari mata mereka.


Dirga sendiri terpaku menatap kedua wanita yang sangat ia cintai di dunia ini. Dirga berjanji dalam hati nya akan selalu menjaga kedua wanita itu.


'' Yasudah kita ngobrol yuk, duduk di sofa. '' Maria melepas pelukan nya seraya mengusap air mata yang membasahi pipi.


'' Udah sore Tan, gimana kalau aku masakin makanan buat Tante sama Dirga. Tapi di sini ada bahan-bahan nya gak ya, '' ujar Seruni.


'' Ada di lemari es, tante sempat belanja sebelum ke apartemen. Sengaja buat stok makanan Tante di sini, '' ucap Maria.

__ADS_1


'' Baiklah, Tante sama Dirga tunggu di sini sebentar, biar aku masak dulu. '' Seruni bergegas menuju dapur yang masih berada di ruangan tersebut.


Dengan cekatan ia membuka lemari es, membawa beberapa sayuran dan bahan makanan lain di sana. Dia fokus memasak tak menyadari Maria dan Dirga memperhatikan nya, ada senyum kagum menghiasi kedua orang yang tengah mengamati nya.


Wangi masakan pun sudah tercium menyebar di ruangan itu, membuat perut Maria dan Dirga mulai lapar dan keroncongan.


Masakan pun sudah siap, Seruni menata masakan nya di atas meja makan. Dirga dan Maria pun sudah duduk di sana.


'' Wah, masaka apa aja nih ? '' tanya Maria.


'' Sup tomat, brokoli tofu, sama salad buah buat Tante, biar sehat. Daging steak dan french fries buat Dirga, yuk cicipin semoga Tante sama Dirga suka masakan saya, '' jawab Seruni kemudian duduk bergabung bersama mereka.


Maria dan Dirga pun mulai mencicipi masakan Seruni.


'' Enak banget masakan mu, gak salah Dirga pilih calon istri. '' puji Maria.


'' Tante bisa aja, kalau enak habisin makan nya ya Tan, biar Tante sehat gak sakit lagi. '' Seruni pun mulai menyantap makanan nya.


'' Ya gak mungkin salah Mam, makanya Dirga sangat berharap memiliki Seruni. '' Dirga menyentuh jemari Seruni membuat wajah wanita itu merah merona.


Suasana makan mereka begitu hangat, penuh canda tawa bahagia menghiasi makan malam itu.


Seruni merasa semua ini seperti mimpi bagi nya, keadaan yang sangat berbanding terbalik dengan kehidupan nya bersama Radik.


Kehangatan seperti ini lah yang selama ini ia dambakan, akan lebih lengkap lagi jika Keysha putri nya ikut bersama mereka.

__ADS_1


Semua butuh proses, Seruni tak pernah menyesali apapun yang pernah terjadi dalam hidup nya. Dari pengalaman pahit kini ia dapat belajar untuk lebih bersabar, dan percaya suatu saat nanti akan selalu ada hikmah di balik keterpurukan nya. Sederas apa pun hujan maka akan ada pelangi yang datang setelah nya.


__ADS_2