MELEPAS ASA YANG KU GENGGAM

MELEPAS ASA YANG KU GENGGAM
Bab 55


__ADS_3

Pukul 10 pagi hari, Paman dan Bibi Radik datang ke rumah sakit. Mereka berdua tak menyangka jika keponakan nya akan mengalami nasib buruk. Sudah diri nya sakit parah, pengangguran pula, kini ia pun harus di tinggalkan sang istri.


Mereka hanya mendengar penjelasan dari satu pihak yakni dari keponakan nya saja, bukan dari mulut Seruni. Tanpa menelaah lebih dalam duduk permasalahan rumah tangga Radik dan Seruni, mereka sudah menyimpulkan sendiri hal yang belum jelas bahkan yang tak mereka ketahui betul.


Afwa ( Bibi Radik ) bukan nya berterima kasih pada Seruni yang sudah menjaga baik keponakan nya, malah bersikap judes apalagi setelah mendengar kabar gugatan cerai Seruni terhadap Radik.


Saat mereka datang, Seruni sedang tidak berada di ruangan Radik, hingga dengan leluasa Radik mencari simpati dari dua orang tua yang sudah ia anggap seperti orang tua kandung nya. Ia seakan tersakiti oleh Seruni, padahal kenyataan nya justru sebaliknya.


Mata Afwa begitu sinis saat Seruni masuk ke ruangan tersebut. Bahkan ia tak mau menjabat uluran tangan wanita itu. Tak ada senyuman di wajah wanita paruh baya bernama Afwa.


Wajah nya masam, begitu pun dengan Indra suami nya. Mereka berdua sudah termakan oleh hasutan Radik.


'' Mas, aku pulang ya. Sekarang ada Paman sama Bibi yang menjaga mu, '' kata Seruni.


Afwa mendelik, tatapan itu terasa sangat tak mengenakan di hati Seruni.


'' Pulang lah, pacarmu pasti nungguin kan? Biarlah Radik kami yang menjaganya, gini nih ada uang abang sayang, gak ada uang abang ku tendang , '' gerutu Afwa membuat mulut nya lebih maju beberapa centi.


Seruni menghela nafas, ia tersenyum kecut mendengar penuturan Afwa yang sangat sarkasme itu.


'' Suami sakit kok malah kami yang di suruh jagain, apa guna nya kamu jadi istri huh ? '' Indra kini ikut nimbrung, mulut nya sudah sama kayak emak-emak rombeng.


'' Maaf, Paman,,Bibi,,saya tak seperti yang kalian bilang. Saya,, ''


'' Halah, udah gak usah ngeles. Kami kira kamu itu bisa jadi istri yang baik untuk Radik yang sudah tak punya orang tua. Rupanya kami salah, kami tertipu sama sikap kamu yang sok-sokan lemah lembut, nyatanya busuk. '' Afwa melotot, mata bulat nya seakan ingin keluar dari tempat nya.

__ADS_1


'' Mas, kamu bilang apa sama mereka, hm ? '' tanya Seruni meminta penjelasan dari Radik yang seperti puas melihat diri nya di sudutkan.


'' A-aku cuma bilang kalau saat ini kita sedang proses bercerai. Mungkin mereka tidak tega saja melihat ku seperti ini harus di tinggalkan oleh istri sendiri. Maka nya pikirkan lagi baik-baik, agar tak membuat orang lain salah menilai mu, '' ungkap Radik.


'' Maaf Paman,, Bibi,,kami berdua sudah dewasa dan ini urusan rumah tangga kami. Ada hal yang membuat saya tak bisa menerima Radik kembali, mungkin saya masih bisa memaafkan namun tidak untuk membatalkan perceraian, '' tegas Seruni.


'' Memang nya hal apa itu hingga membuatmu bertekad meninggalkan Radik yang terbaring tak berdaya ini ? '' tanya Indra.


'' Yang jelas dia gak mau kalau punya suami sakit-sakitan. Belum lagi ponakan kita ini gak punya penghasilan gak kayak dulu kan jadi manager, '' cicit Afwa.


'' Terserah kalian mau menilai bagaimana, tanyakan saja pada Radik. Semoga dia punya keberanian untuk berkata jujur dan tidak memutar balikan fakta seperti ini.'' Seruni segera beranjak, ia di buat emosi berada di sini. Afwa hanya mencibir tak mau mendengar pembelaan dari Seruni.


Seruni tau betul yang di hadapi nya saat ini adalah orang tua yang harus ia hormati. Maka dari itu lebih baik dia pergi daripada terus terpancing amarah, bisa-bisa ia berdosa karena melawan dua orang tua itu.


Menjelaskan pun seperti nya percuma, Radik sudah meracuni otak mereka. Bahkan sepertinya mereka tak akan percaya pada Seruni dan akan terus membenarkan Radik karena ia keponakan mereka.


Seruni menoleh sejenak, tanpa mengiyakan ia pun berlalu dari hadapan mereka.


Dengan langkah gontai ia mencoba menenangkan hati nya yang panas, bukan hanya hati tapi kuping nya pun terasa panas mendengar ucapan pedas Afwa dan Indra.


Yang penting saat ini dia terbebas dari Radik, ia bisa keluar dari Rumah Sakit. Terserah apa kata mereka, mau di bilang istri durhaka atau apa pun itu yang jelas ia tak ingin lagi membebani fikiran dan merusak batin nya. Kewarasan dan kebahagiaan yang selama ini ia dambakan, tak akan ada yang tau sekeras apa perjuangan nya selama ini mempertahankan rumah tangga yang tak sehat ini.


Seruni segera mengabari Dirga jika diri nya kini sudah pulang ke rumah karena Paman dan Bibi Radik telah berada di Rumah Sakit.


Tiba di rumah, Lasri menghampiri Seruni.

__ADS_1


'' Mbak tau Bunga meninggal ? '' tanya Lasri.


Seruni terkejut mendengar kabar duka itu, meski selama ini Bunga adalah duri dari pernikahan nya bersama Radik.


'' Innalillahi,, kapan ? Kenapa dia ? ''


'' Semalam mbak, dia tewas di kamar kost nya. Menurut berita di televisi katanya dia bunuh diri, '' ujar Laras.


'' Astagfirulloh, kasihan sekali. Apa yang membuatnya tertekan hingga nekat bunuh diri. '' Seruni melamun mengingat Bunga yang pernah menjadi madu suami nya.


'' Entahlah kak, polisi juga masih menyelidiki motif bunuh diri wanita itu, '' jelas Lasri yang memang hanya mendengar kabar dari televisi dan media sosial.


'' Gimana keadaan Mas Radik ? '' tanya Lasri.


'' Dokter bilang Mas Radik mengidap dua penyakit yang ganas. Selain terinfeksi virus mematikan , ia juga mengidap kanker paru-paru. Kemungkinan sembuh sangat tipis, '' lirih Seruni.


'' Ya ampun, kasihan juga dia. Bagaimana pun Mas Radik itu ayah Keysha, jika terjadi sesuatu pada nya maka,,, '' Lasri tak sanggup melanjutkan kalimat nya.


'' Ya, Keysha menjadi anak yatim. Ya Allah,, bicara apa aku ini. Harus nya kita bicara yang baik-baik dan mendoakan nya. Walau Mas Radik terus saja membuat kekacauan, tapi bukan berarti aku harus menginginkan hal buruk terjadi pada nya, ''


'' Kekacauan ? '' Lasri menautkan alis.


Seruni pun menceritakan ulah Radik selama ia berada di Rumah Sakit. Lasri yang mendengarnya pun merasa geram, kalau saja tak mengingat Keysha rasanya ia sangat puas dengan keadaan Radik sekarang. Jika perlu cepat mati saja. Astaga !! Lasri mengurut dada nya karena berfikiran macam-macam.


Wirya dan Susi saat ini sedang membawa Keysha pergi jalan-jalan sekalian mereka membeli keperluan rumah yang kebetulan sudah kosong. Hanya Lasri dan Seruni saat ini di rumah itu.

__ADS_1


Seruni merasa lelah ia pun masuk ke kamar untuk istirahat. Sebelumnya ia meminta Lasri untuk membangunkan nya jika Keysha datang nanti. Kasihan Keysha sering di tinggal oleh nya akhir-akhir ini. Untung saja Wirya dan Susi selalu membantu menjaga Keysha, begitu pun Lasri jika sedang tak ada pekerjaan ia pun selalu mengajak main putri nya itu.


__ADS_2