
Sudah jatuh tertimpa tangga, mungkin itu pribahasa yang tepat untuk Radik saat ini.
Masalah rumah tangga yang di ujung tanduk, di berhentikan dari pekerjaan dan kini malah ia sakit-sakitan. Tak ada yang merawat nya karena Seruni masih berada di rumah orang tua nya.
Radik belum punya nyali untuk menghadapi kedua orang tua Seruni, mengingat diri nya sudah melakukan penganiyayaan pada anak mereka.
Tubuh Radik terasa lemas, keringat dingin mengucur di pelipis, suhu badan nya tinggi. Radik mencoba menghubungi Seruni, saat ini dia butuh seseorang untuk merawat nya.
Krriiiinng..
Ponsel Seruni berdering, tertera nama Radik di layar ponsel.
'' Siapa ? '' tanya Susi.
'' Mas Radik, Bu. '' jawab Seruni masih enggan menerima telepon dari suami nya.
Berkali-kali ponsel Seruni berdering, masih dari nomor yang sama yaitu Radik. Merasa khawati takut sesuatu terjadi pada suami nya Seruni pun meminta izin untuk menerima telepon tersebut. Bagaimanapun Radik adalah Ayah dari Keysha dan dia masih suami sah Seruni.
'' Hallo, Mas, '' sahut Seruni.
'' Kamu pulang sekarang ya, aku sedang sakit. '' Suara Radik tampak lemah membuat Seruni cemas.
'' Baiklah, aku segera pulang. '' Seruni segera menutup telepon dan memberitahu keadaan Radik pada kedua orang tua nya.
__ADS_1
'' Giliran sakit dia panggil kamu, dimana perasaan nya setelah apa yang ia perbuat sama kamu Seruni, Bapak tidak setuju kamu kembali kerumah itu. '' tegas Wirya.
'' Tapi Pak, bagaimana pun aku masih istri nya dan aku harus melaksanakan kewajibanku sebagai seorang istri. Bapak sama Ibu tak perlu khawatir, Mas Radik tak akan menyakitiku apalagi sekarang dia sakit, '' yakin Seruni.
'' Betul kata Seruni, Pak. Kita tak bisa melarangnya untuk menemui suami nya sendiri. Biar Ibu temani Seruni memastikan apa Radik benar-benar sakit, '' bujuk Susi.
'' Terserah kalian, jika terjadi apa-apa segera hubungi aku. '' Wirya merasa sudah tak bisa menahan mereka terutama Seruni.
Susi, Seruni dan Keysha pun segera pergi menuju rumah Radik. Sesampai nya di sana mereka segera masuk menemui Radik yang sedang terbaring di kamar.
Wajah Radik tampak pucat pasi, membuat Seruni tak tega. Hati wanita itu terlalu lembut, masih saja mengasihani orang yang pernah menyiksa diri nya.
'' Maafin saya Seruni, Bu, saya khilaf..'' ucap Radik seraya bangun.
'' Udah Mas tiduran saja, suhu badan Mas tinggi sekali, '' Seruni sedikit terkejut saat membantu Radik berbaring kembali di ranjang, tubuh suami nya terasa panas.
'' Daddy juga kangen Keysha, '' lirih Radik .
'' Key jangan deket-deket dulu sama Daddy, soalnya Daddy lagi sakit nak. Mending Key sama Oma main di luar yuk, '' ajak Susi pada Keysha.
'' Iya sayang, nanti takut nya Keysha jadi ikutan sakit juga, sana main sama Oma biar Momy ngurus Daddy dulu. '' Ucap Seruni.
Keysha pun menurut dan keluar kamar bersama Susi.
__ADS_1
'' Aku di berhentikan dari pekerjaan, '' ucap Radik setelah Keysha dan Susi meninggalkan mereka berdua.
'' Kok bisa ? '' Seruni kaget tak percaya kenapa Radik bisa tiba-tiba di PHK.
Seruni mengompres Radik dengan handuk yang sudah di basahi air hangat. Seruni merawat Radik dengan tulus seakan dia melupakan kejadian tempo hari saat Radik melakukan kekerasan pada nya
'' Dania anak Yudha membencimu karena mengetahui kedekatan mu dengan Dirga. Itu alasan kenapa aku di keluarkan dari perusahaan. Semua yang sudah kamu lakukan berimbas pada ku, '' ucap Radik.
Seruni sangat terkejut mendengar nya, bagaimana mungkin perusahaan sebesar itu bisa menyangkut pautkan kepentingan pribadi dengan urusan pekerjaan. Apalagi semua itu hanya fitnah.
'' Maaf Mas, harus berapa kali aku bilang kalau antara aku dan Dirga tidak ada hubungan apapun. '' Seruni menatap lekat wajah Radik.
'' Kalau memang semua itu benar, lalu untuk apa aku datang kesini ? '' ungkap Seruni meyakinkan.
Radik terdiam, mencerna ucapan Seruni. Benar yang istri nya bilang, jika memang Seruni punya hubungan dengan Dirga lantas untuk apa merawat diri nya saat ini. Bahkan setelah apa yang ia lakukan pada wanita itu, masih saja Seruni dapat menerima nya kembali.
Sebelum nya Radik mengira Seruni akan melayangkan gugatan cerai, namun itu tidak ia lakukan. Radik merasa bersalah sudah menuduh istri nya, mungkin memang benar dia sudah salah paham selama ini.
'' Maafkan aku, '' lirih Radik seraya menggenggam tangan Seruni.
Wanita itu tersenyum penuh ketulusan, mungkin ini permintaan maaf untuk kesekian kali nya yang terlontar dari mulut Radik. Dan berkali-kali pun Seruni memaafkan meski tak dapat di pungkiri luka yang di torehkan masih terasa sangat sakit.
'' Sudah Mas, jangan mikirin macam-macam yang penting sekarang Mas Radik sembuh dulu, '' ucap Seruni.
__ADS_1
Susi membawa pulang Keysha kembali ke rumah nya. Sedangkan Seruni harus merawat Radik yang sedang sakit.
Keysha sengaja di bawa oleh Susi karena tak ingin cucu nya terkena demam dari Radik. Kondisi Radik yang saat itu lemah dan suhu badan nya tinggi akan sangat rentan menularkan penyakit pada anak seusia Keysha.