MELEPAS ASA YANG KU GENGGAM

MELEPAS ASA YANG KU GENGGAM
Bab 21


__ADS_3

'' Mas Radik sudah berubah dan menyesali perbuatan nya. Aku sudah memaafkan dan memberikan kesempatan untuk nya. Jadi Ibu dan bapak tak usah khawatir, '' ucap Seruni.


'' Kamu yakin dia takan mengulang perbuatan nya ? '' Wirya mendongakan kepala dengan masih memegangi dada yang sesak.


'' Aku yakin, '' kata Seruni.


'' Kamu terlalu baik untuk laki-laki seperti Radik. Harus nya dia bisa memanfaatkan kesempatan yang kamu berikan menjadi suami yang lebih baik, tapi jika tidak maka bapak tak akan mengizinkan mu meneruskan rumah tangga kalian, '' tegas Wirya.


'' Semua keputusan ada di tangan Seruni, pak. Biar bagaimanapun Keysha masih kecil, ia butuh sosok ayah. Perceraian sangat di larang oleh agama. '' Susi mengingatkan suami nya.


'' Ada Dirga yang akan menggantikan posisi Radik, dia jauh lebih pantas untuk Seruni. '' Wirya tetap keras kepala.


Seruni tak bisa menyanggah perkataan orang tua nya, sekeras apapun ia menentang dan membela Radik tetap saja suami nya sudah memberi kesan buruk bahkan menggoreskan luka dan kekecewaan di hati Wirya juga Susi.


''Beri Seruni waktu untuk melihat perubahan Radik, Seruni belum mau berfikir terlalu jauh apalagi berencana menikah lagi jika memang nanti Seruni bercerai dengan Radik. Untuk saat ini biarkan semua nya mengalir begitu saja, waktu akan menjawab semua. '' Seruni meraih lengan kedua orang tua yang ia cintai.


Wirya dan Susi pun hanya terdiam, sekeras apapun mereka memisahkan Radik dan Seruni tetap saja semua keputusan ada pada putri nya.


Seruni meminta izin keluar sebentar untuk mencari udara segar , ia butuh merefresh otak yang sudah sangat penuh dengan kepenatan.


Keysha ia tinggal di rumah bersama Lasri dan kedua orang tua nya. Ia pergi sendiri berjalan menapaki trotoar , lamunan nya kosong. Keramaian kota tak membuat diri nya terhibur, bahkan malah sibuk berperang dengan diri sendiri hingga tak perdulikan sekitar.


Cekiiiiiittttt


Suara rem mobil menyadarkan Seruni yang hampir saja tertabrak saat menyebrang di persimpangan jalan raya.


Sumpah serapah sopir mobil tersebut bagaikan kicauan burung, tak ia perdulikan.


Dia masih mematung di tengah jalan, antara kaget dan masih kalut dia tak segera pergi. Hingga banyak suara klakson berbunyi dari deretan mobil di belakang mobil tadi mengundang perhatian pengguna jalan lain, Seruni baru sadar dan melangkahkan kaki menuju trotoar.


Baru selangkah ia maju dengan lutut masih bergetar karena terkejut, seseorang merangkul dan memapah langkah nya.

__ADS_1


' Dirga? ' Batin Seruni tatkala menyadari siapa yang membawa diri nya menepi.


Dirga membawa Seruni masuk ke dalam mobil milik nya yang terparkir tak jauh dari sana.


Seruni hanya menurut saja , ia mencaci diri sendiri karena tak bisa menolak Dirga. Seperti nya memang dia butuh sosok yang bisa mengerti keadaan nya saat ini. Dia butuh bahu untuk di jadikan sandaran saat menangis dan meluapkan semua kesedihan.


Dirga melajukan mobil membelah jalanan raya. Seruni masih terdiam menoleh ke luar dengan tatapan kosong.


Dirga pun masih belum berucap, ia memberi ruang untuk Seruni menata hati serta fikiran. Dia paham Seruni sangat tertekan.


Sembari menyetir lengan nya mengotak-atik tape mobil. Lantunan lagu dari grup band Kristal yang berjudul Sejenak mengalun merdu di telinga.


Bahkan bait perbait di resapi oleh Seruni dan Dirga. Lagu itu sengaja Dirga stel karena mewakili perasaan nya pada Seruni saat ini.


Seruni menoleh ke arah Dirga, tatapan mereka saling beradu beberapa saat.


Seruni segera membuang pandangan ke arah lain, dan Dirga pun kembali fokus menyetir.


Sampai di sebuah cafe ternama Dirga memarkirkan mobil. Lagi-lagi Seruni menuruti keinginan Dirga, ia seakan terhipnotis oleh pria di hadapan nya.


Setelah melakukan pembayaran,


seorang pelayan pun mengantar sampai ke depan pintu ruang VIP.


Pandangan Seruni mengedar ke seluruh ruangan saat pintu terbuka lebar. Sebuah sofa dan sebuah bartender serta interior ruangan yang memanjakan mata.


Dirga mengajak nya masuk lalu menutup pintu ruangan tersebut. Seruni sudah terduduk di sofa, sementara Dirga membawa segelas minuman untuk Seruni.


Kini hanya tinggal mereka berdua di ruangan kedap suara itu. Mata Dirga menatap tajam wanita di hadapan nya.


Seruni tak berani membalas tatapan yang bisa meluluhkan hati nya itu. Tanpa menoleh pun desiran aneh itu muncul begitu saja walau berkali ia tepis.

__ADS_1


'' Maaf aku lancang mengajakmu kesini, aku hanya ingin kamu lebih rileks dan melupakan masalah mu untuk beberapa saat. '' Dirga meneguk segelas kecil minuman dengan kadar alkohol cukup tinggi.


Seruni menepis lengan Dirga hingga gelas itu terjatuh berantakan di lantai. Namun Dirga hanya tersenyum tak ada raut kemarahan sedikit pun dari wajah tampan nya.


'' Kamu tidak suka aku minum ? Baiklah aku minum kopi saja, '' ucap Dirga.


'' Kamu tidak marah ? '' Tanya Seruni heran.


'' Tentu saja tidak, itu tanda nya kamu perhatian sama aku.'' Dirga terkekeh ingin mencairkan suasana.


Seruni hanya tersenyum tipis, senyum itu baru muncul padahal sedari tadi Dirga menunggu senyuman indah dari wanita itu.


Jika Radik di posisi Dirga, ia pasti akan memarahi Seruni. Pasalnya Seruni pernah melakukan hal yang sama pada Radik.


'' Ada yang ingin aku katakan,'' ucap Seruni serius.


Dirga hanya mengangkat sebelah alis nya menunggu kalimat berikut nya dari mulut Seruni.


'' Bagaimana bisa kamu mencari informasi tentang rumah tangga ku? Kamu tau sekarang orang tua ku mengetahui semua nya, itu karena ulah mu. Padahal selama ini aku selalu merahasiakan semua nya dari mereka, bisa kah kau tidak mencampuri urusanku apapun alasan mu aku tidak ingin kamu masuk ke dalam masalah ku apalagi sampai ikut campur di dalam nya,'' Seruni menatap pria itu.


'' Aku tak berniat membeberkan semua pada orang tua mu, maaf ini di luar dugaan ku.'' Dirga meyakinkan.


'' Aku hanya ingin menyelamatkan mu dari Radik, aku masih mencintai mu Seruni. '' Dirga mendekat meraih jemari Seruni yang sudah nampak dingin karena ruangan berAc di tambah kegugupan menghadapi Dirga.


'' Kamu tau kamu tak pantas mengatakan itu, aku sudah bersuami. Harus berapa kali aku mengingatkan.'' Seruni sendiri tak yakin dengan perasaan nya yang malah semakin membiarkan Dirga menerobos masuk ke dalam hati.


'' Aku punya hak mencintai seseorang sekalipun dia bersuami, dan kamu berhak memperbaiki kehidupan mu. Kamu pantas bahagia, '' ucap Dirga semakin membuat Seruni gugup karena tatapan nya juga genggaman tangan yang sulit ia tepis.


'' Tidak,,kamu salah. Aku mencintai Radik..sangat mencintai nya. Kami sudah punya keturunan dan kami akan mempertahankan rumah tangga walau harus banyak pengorbanan dan luka di dalam nya. Itu lah arti dari janji suci pernikahan, dalam suka duka akan kami lewati bersama. Menerima kekurangan dan kelebihan masing-masing. Kamu tidak akan mengerti karena belum mengalami nya.'' ucap Seruni.


'' Pernikahan itu sakral, tidak seperti pacaran apalagi hubungan tanpa status yang bisa dengan seenak nya datang dan pergi sesuka hati, '' Seruni beranjak dari duduk setelah genggaman Dirga mulai lemah dan bisa ia lepaskan.

__ADS_1


Seruni menatap jauh keluar sana, ruangan yang berada di gedung lantai atas itu menyuguhkan pemandangan indah.


Sementara Dirga tertunduk memahami perkataan Seruni. Hati nya sakit tatkala mendengar pengakuan Seruni mencintai Radik. Dia merasa tertampar dan di sadarkan bahwa Seruni bukanlah milik nya. Dia juga tersindir dengan ucapan Seruni yang mengatakan hubungan tanpa status seperti hal yang mereka jalani di masa lalu.


__ADS_2