MELEPAS ASA YANG KU GENGGAM

MELEPAS ASA YANG KU GENGGAM
Bab 46


__ADS_3

Seruni tersenyum sendiri mengingat kejadian kemarin bersama Dirga dan Maria. Rasa nya masih tak percaya jika Maria sudah mulai membuka hati dan menerima nya sebagai calon menantu.


Meski Seruni masih menunggu hasil dari Robi pengacara yang mengurus perceraian nya dengan Radik. Setelah sebelum nya tahap mediasi di lakukan dan Radik tidak hadir, sedangkan Seruni sendiri hadir sebagai bukti keseriusan nya menggugat cerai Radik.


Ketidakhadiran Radik di tahap pertama mediasi itu semakin memudahkan proses perceraian mereka, dengan di bantu kuasa hukum nya Seruni yakin semua akan cepat selesai. Apalagi jika proses kedua nanti Radik kembali tidak hadir, berarti tak ada penolakan atau harapan rujuk kembali dari pria tersebut.


Namun tetap saja Seruni tak bisa memastikan bahwa Radik tak akan hadir nanti, bagaimana jika pria itu datang dan memperumit proses perceraian mereka.


Semua itu seolah menjadi beban pikiran bagi Seruni.


.


.


Sementara di tempat lain, Dania sengaja menguntit Dirga yang saat ini tengah menemui klien di sebuah cafe.


Dania dengan di bantu Radik akan memulai rencana mereka. Mereka berdua memasukan obat tidur ke dalam minuman Dirga, membayar salah satu pelayan yang bekerja di sana. Dirga yang baru selesai meeting pun tiba-tiba merasa pening kepala nya.


Pandangan nya mulai kabur dan tak sadarkan diri, di saat itu pula Radik dan Dania membawa nya pergi dari cafe itu. Meski sebelum nya mereka harus meyakinkan terlebih dahulu para pelayan cafe yang lain, jika Dirga itu kerabat mereka.


Dirga di bawa masuk ke dalam mobil, Dania duduk di belakang bersama Dirga. Radik segera memacu kendaraan nya menuju sebuah hotel.


Mereka sudah menyiapkan kamar hotel sebelum nya, hotel yang di kelola perusahaan Yudha hingga Dania dengan mudah nya masuk ke sana dengan membawa seorang pria yang tak sadarkan diri.


Radik menjatuhkan tubuh Dirga di atas kasur empuk, dan melucuti pakaian Dirga satu persatu. Dania tersenyum puas dengan cara kerja Radik.


Dania membuka pakaian nya dan hanya menyisakan br* dan celan* d*lam. Tentu saja membuat Radik berkali-kali menelan saliva karena melihat tubuh Dania secara langsung.


'' Ngapain bengong hah ? '' tanya Dania tanpa dosa.


'' Cepat foto kami berdua, buat seolah-olah kami sedang melakukan nya, '' titah Dania.

__ADS_1


'' Ba-baiklah, '' suara Dania menyadarkan Radik dari lamunan liar nya.


Dirga yang terkapar tak berdaya pun di buat seolah tengah menyet*buhi Dania, hasil jepretan Radik memang bagus hingga tak terlihat jika itu hanya rekayasa mereka.


Namun saat Dania selesai berfoto, Radik tiba-tiba saja mendekat dan mencumbu gadis itu.


Entah kenapa Dania tak melawan perlakuan Radik, saat ini ia pun sepertinya horny karena melihat tubuh Dirga yang polos dan hanya mengenakan celana boxer. Dania pikir ini bisa jadi imbalan untuk Radik, memang terkesan m*rahan tapi Dania tak perduli yang penting setelah ini ia akan kembali mendapatkan Dirga.


Biar saja one night stand nya bersama Radik kali ini, ia bisa melampiaskan seluruh hasrat nya. Meski yang menari-nari di dalam fantasi nya itu adalah Dirga, namun kenyataan sebenarnya Radik lah yang bergumul dengan nya.


Tanpa perduli dengan ada nya Dirga yang tak sadarkan diri di ranjang, mereka tetap asyik melakukan nya di atas sofa tak jauh dari sana.


Hingga Radik pun mencapai pelepasan, cairan nya sengaja ia lap di pakaian Dirga seolah-olah itu adalah bekas Dirga.


Radik yang sudah puas pun bergegas pergi dari sana, khawatir Dirga akan segera sadar. Sementara Dania menjatuhkan tubuh nya di samping Dirga. Dengan nafas masih tersengal-sengal setelah bercinta dengan Radik barusan.


Darah keperawanan nya pun nampak menodai bagian selimut yang tadi sengaja di pakai di sofa, tentu akan menambah bukti kuat yang akan ia perlihatkan pada Dirga nanti nya.


Belum lagi ia tak memakai pakaian, ia semakin terkejut saat melihat Dania berada di samping nya tanpa sehelai benang pun menutupi tubuh gadis itu.


Dania pura-pura tertidur saat menyadari Dirga siuman.


'' Dania, bangun. '' Dirga menutup tubuh gadis itu dengan selimut, lalu menggoncangkan nya agar dia bangun.


'' Kak Dirga, sudah bangun rupa nya. '' Dania mengucek mata seolah ia baru bangun.


'' Apa yang terjadi, kenapa aku bisa ada di sini ? '' tanya Dirga seraya mengingat-ngingat kejadian sebelum ia terbaring di sana bersama Dania.


'' Kak Dirga tadi ketemu aku di cafe, seperti nya Kakak mabuk. '' Dania merundukan wajah seakan bersedih dengan apa yang sudah Dirga lakukan pada nya.


'' Kakak membawa ku kesini dan hiks..hiks..'' Dania tak melanjutkan kalimat nya.

__ADS_1


'' Apa yang terjadi pada kita ? Kita tak mungkin melakukan nya bukan ? '' gertak Dirga.


'' Kita sudah melakukan nya kak, aku sempat menolak tapi kakak memaksa dan aku tak bisa melawan, '' Dania terisak.


Dirga menggeleng-gelengkan kepala tak percaya jika ia sudah melakukan hal bodoh seperti yang Dania katakan.


'' Tidak mungkin, aku pasti di jebak. '' Selidik Dirga.


'' Kakak jahat, setelah apa yang kakak lakukan lantas mau begitu saja mengelak ? Aku sudah kehilangan kesucian ku, andai bukan kakak mungkin aku tak akan pernah sudi hidup di dunia ini lagi. Tapi karena aku mencintai mu kak, aku rela melakukan nya. '' Dania semakin terisak membuat Dirga semakin bingung dan tak percaya begitu saja.


'' Ini bukti nya, '' Dania menunjukan bercak darah di selimut putih.


'' Nggak..nggak mungkin, '' Dirga masih tak percaya, ia sangat shock melihat bekas darah keperawanan Dania menempel di selimut.


Belum lagi cairan kental yang hampir mengering menempel di celana boxer nya. Tentu semakin membuat Dirga shock. Ia merasa tak melakukan apapun, bahkan ia tak mengingat apapun.


Dirga segera mengenakan pakaian yang berjatuhan sembarang di lantai. Dania masih bersandiwara dengan menangis sejadi-jadi nya. Berharap Dirga mau bertanggung jawab atas apa yang tidak di lakukan nya.


Di balik tangis nya, Dania tersenyum puas. Ia yakin rencana nya akan berhasil kali ini. Belum lagi Radik yang sudah pergi dari sini akan memberikan foto-foto tadi pada Maria dan Seruni. Bisa Dania bayangkan bagaimana perasaan Seruni, pasti sangat hancur.


'' Kakak akan tanggung jawab atas perbuatan yang sudah kakak lakukan pada ku ? '' Dania memelas.


Dirga masih belum bisa menjawab, karena memang ia yakin tidak melakukan nya. Namun ia tak punya bukti, sedang bukti-bukti yang ada saat ini hanya memojokkan diri nya.


'' Aku akan bertanggung jawab jika memang ini perbuatan ku, tapi jika ini rekayasa mu. Jangan pernah berharap akan aku maafkan, '' ucap Dirga mendengus kesal.


'' Kakak masih membantah melakukan nya ? ''


'' Bukan begitu, hanya ada yang janggal di sini dan aku harus mencari tau, '' Dirga ngeloyor keluar kamar meninggalkan Dania yang kesal dengan respon nya.


'' Sialan,, '' umpat Dania setelah Dirga pergi.

__ADS_1


__ADS_2