MELEPAS ASA YANG KU GENGGAM

MELEPAS ASA YANG KU GENGGAM
Bab 16


__ADS_3

Bunga mengumpat marah karena Radik tak menerima telepon dari nya. Malah pria itu sekarang sudah berani meriject panggilan nya.


" S*alan.." Gerutu wanita itu sambil bertolak pinggang.


Tio, Ciko dan Billy menatap heran melihat wajah Bunga.


" Kenapa ? " Tanya Tio.


" Radik gak bisa di hubungi. Malah dia sempat meriject panggilan ku. " Ucap Bunga.


Ketiga pria itu saling melirik satu sama lain.


" Gak sama Radik bisa sama aku kan cantik. " Goda Billy.


" Huss..bisa brabe kalau Radik tau. " Bisik Tio menyikut lengan Billy.


Wajah Bunga seketika sumringah. Dia duduk di kursi dekat Billy berada.


" Radik gak akan tau jika kalian tidak bilang. Iya kan? " Ucap Bunga.


Tio dan Ciko saling tatap satu sama lain, sementara Billy senang menerima lampu hijau dari Bunga.


Semenjak Radik memboking Bunga, Billy tertarik pada wanita yang selalu berpakaian sexy itu. Jika di bandingkan dengan wanita penghibur lain nya, Bunga paling cantik di club tersebut.


Tapi sayang Radik lebih berdompet tebal, sehingga bisa mengikat Bunga dengan kucuran dana setiap bulan nya layak nya suami pada istri. Radik menjamin semua kebutuhan wanita itu. Dengan syarat tidak lagi menjajakan diri pada pria lain.


Radik juga sering datang ke kosan Bunga tentu saja tanpa sepengetahuan Seruni. Hubungan mereka cukup intim seprti sepasang suami istri.


Hal itu membuat ketiga teman nya tak berani mengusik Bunga. Kecuali malam ini, Billy berani menggoda wanita itu karena menurut nya tak ada ikatan sakral antara Radik maupun Bunga. Lagian siapapun bisa meniduri wanita seperti Bunga termasuk diri nya.

__ADS_1


Tio dan Ciko nampak nya akan merahasiakan kejadian malam ini, mereka tidak mau persahabatan hancur hanya gara-gara wanita penghibur. Dan keinginan Billy pada Bunga juga tidak ada salah nya bagi mereka.


Billy dan Bunga pun memisahkan diri dari kedua pria itu. Mereka memasuki ruangan khusus.


" Awas lu keceplosan nanti. " Ucap Tio pada Ciko yang suka rese saat alkohol menguasai jiwa nya.


" Ah lu kali. " Ucap Ciko dengan mata teler sudah terlalu banyak minum.


Sementara di rumah.


Seruni baru saja menidurkan Keysha. Dia segera masuk ke kamar, Radik nampak menunggu nya.


Radik menatap lembut Seruni. Ada rasa takut kehilangan menyeruak di relung hati. Takut Seruni tergoda oleh Dirga yang lebih segala-galanya jika di banding diri nya.


Sekian lama Radik tidak pernah melakukan kewajiban nya sebagai seorang suami. Memberi nafkah batin kepada Seruni.


Malam ini mereka berdua pun melakukan nya. Sebagai seorang istri Seruni ingin melaksanakan kewajiban nya, dalam hati ia berharap agar Radik berubah.


Hari berangsur pagi matahari mulai menampakan diri membuat langit biru terlihat begitu cerah.


Hubungan antara Seruni dan Radik jauh lebih baik dari sebelum nya. Rumah ini terasa lebih hangat tanpa ada nya pertikaian lagi antara mereka.


Keluarga kecil bahagia yang selama ini Seruni impikan kini ada di depan mata. Radik dan Keysha adalah bagian dari diri nya, mereka adalah nafas untuk Seruni.


" Hati-hati di jalan Mas. " Ucap Seruni saat Radik hendak pergi kerja.


Radik mengangguk pelan , tatapan nya kini lembut tak seperti hari-hari sebelum nya. Seruni merasa Radik yang dulu telah kembali.


" Bye Daddy.." Seru Keysha dengan suara kecil nya.

__ADS_1


" Bye good girl. " Radik melambaikan tangan lalu memasuki mobil yang terparkir di depan rumah.


Mobil pun melaju hingga tak terlihat lagi dari pandangan Seruni. Ia segera mengajak Keysha masuk ke dalam rumah.


" Seruni. " Seseorang memanggil nya dari luar ketika Seruni hendak menutup pintu.


Seorang wanita berpakaian minim menghampiri nya. Tanpa permisi ia menaiki tangga teras rumah.


Seruni tak lupa wajah wanita itu, ia pernah melihat nya. Ya, Bunga kini ada di hadapan mata.


Seruni segera menyuruh Keysha masuk lebih dulu, dia ingin bicara empat mata dengan wanita yang pernah mengganggu rumah tangga nya.


" Maaf, ada urusan apa kamu datang ke rumah ku? " Tanya Seruni setelah Keysha masuk ke dalam.


Bunga malah melihat lihat rumah Seruni, bangunan cukup mewah ini membuat nya iri terhadap Seruni.


" Gak ada salah nya kan kalau aku datang kesini? Lagian sebentar lagi rumah ini akan menjadi rumah ku. Dan kamu siap-siap Radik ceraikan. " Ujar Bunga tersenyum sinis seraya melipat tangan.


Seruni terkekeh sambil menggelengkan kepala, tak menyangka betapa berani nya Bunga berkata seperti itu.


" Jangan mimpi, ini masih siang loh. Apalagi berkhayal terlalu tinggi, nanti sakit kalau jatuh. " Seruni tak mau kalah melontarkan ucapan tajam.


" Hey !! Lihat saja nanti, suatu saat kamu akan menangis darah karena Radik akan mencampakan mu. Apalagi saat ini aku tengah mengandung anak nya. " Bunga mengelus-ngelus perut yang masih terlihat rata.


Seruni menatap tajam Bunga, perkataan wanita itu membuat nya kehilangan kata-kata. Hati nya tergores begitu dalam, bukan tak mungkin jika Bunga hamil apalagi antara Bunga dan Radik pernah terjadi hubungan terlarang.


" Ha..ha..tuh kan sekarang saja kamu sudah sangat menyedihkan. " Kembali Bunga berulah menertawakan Seruni yang hanya terdiam.


" Maaf aku tak punya waktu meladeni wanita halu dan gila seperti mu. " Seruni segera masuk dan membanting pintu membuat Bunga terlonjak kaget.

__ADS_1


Seruni menangis bersandar di balik pintu. Sementara Bunga pergi dengan sumpah serapah keluar dari mulut nya.


__ADS_2