
Dania tergesa-gesa menuju kantor Yudha Ayah nya, ia ingin mencari informasi tentang Radik. Alamat Radik pasti tersimpan di arsip perusahaan, Dania berniat untuk mendatangi rumah laki-laki itu
'' Nona Dania, '' sahut Disty yang kebetulan berpapasan dengan nya.
'' Kamu sekertaris Ayah ku kan ? Bisa minta bantuan mu ? '' tanya Dania, ia yakin Disty bisa memberikan informasi tentang Radik.
'' Tentu saja, apa yang bisa saya bantu, Nona ? '' ucap Disty.
'' Aku minta alamat Radik, pasti ada arsip di perusahaan ini mengenai data pria itu. '' Dania langsung mengutarakan maksudnya.
'' Radik ? '' Disty kaget, tiba-tiba saja Dania menanyakan Radik. Ia pun teringat kejadian saat pesta pertunangan antara Dania dan Dirga yang batal gara-gara perseteruan Radik dan Seruni.
'' Iya, Radik. Aku ingin memberi peringatan pada istri nya agar menjauh dari calon suami ku Dirga. Kau tau jika istri Radik yang bernama Seruni itu menggoda Dirga ? '' ketus Dania.
'' Ba-baik akan aku beri alamat nya. '' Disty segera mengambil kartu nama Radik yang masih tersimpan di dompet. Ia menyodorkan kartu nama itu pada Dania.
'' Oke, makasih sudah membantu ku, '' Dania pun berlalu dari hadapan Disty, sedang Disty sendiri mematung menatap kepergian gadis itu.
Tak mau menunggu lama Dania pun bergegas pergi ke rumah Radik, sesuai alamat yang tertera pada kartu nama.
Dania bersama kedua teman nya Rani dan Citra yang menunggu nya di mobil pun segera berangkat menuju alamat tersebut.
Hanya memakan waktu beberapa menit saja ia pun akhirnya sampai di depan kediaman Radik.
Dania menyipitkan mata saat mengamati betapa sepi rumah itu, seperti tak berpenghuni.
Ia segera menuju teras mulai mengetuk pintu rumah tersebut. Citra dan Rani kini ikut mengekor di belakang nya, mereka tak mau menunggu di mobil seperti tadi di kantor Ayah Dania. Rasa nya pengap jika harus menunggu lagi di dalam mobil.
Selang beberapa detik Radik pun membukakan pintu, betapa terkejut nya ia saat mendapati Dania menemui nya.
'' Nona Dania, ada perlu apa datang kemari ? '' tanya Radik bingung.
'' Mana istri mu ? '' tanya Dania tanpa menjawab pertanyaan Radik.
'' Maksud mu Seruni ? Dia tidak ada di sini, jadi silahkan kalian pergi. '' Radik hendak menutup pintu rumah namun Dania menahan nya.
__ADS_1
'' Dia masih bersama Dirga, kenapa kau membiarkan nya berkeliaran dengan laki-laki lain. Apa peran mu sebagai suami sudah tak di hiraukan lagi ? '' hardik Dania.
Radik terkejut mendengar perkataan Dania yang mengatakan bahwa Seruni bersama Dirga. Ada rasa sakit dalam hati nya mengetahui semua itu.
'' Aku dan Seruni memang sudah tak tinggal bersama, dia sudah menggugat cerai. '' Radik perlahan membuka kembali pintu yang hampir ia tutup.
Dania membulatkan mata, jika Seruni bercerai dari Radik maka itu artinya Seruni akan mendapatkan Dirga. Dania semakin tak sanggup membayangkan jika hal itu benar-benar terjadi.
'' Cerai ? Lalu kenapa kamu hanya diam saja, memangnya kamu sudah merelakan istri mu bersama laki-laki lain ? '' sungut Seruni.
'' Sudahlah ini bukan urusan mu, ini urusan pribadi ku, '' jelas Radik.
'' Tentu saja ini akan menjadi urusan ku, jika kamu mau kita bekerja sama. '' Dania memberikan sebuah tawaran pada Radik untuk menjauhkan Seruni dan Dirga. Tentu saja dengan iming-iming agar Seruni bisa rujuk dengan Radik.
'' Apa yang bisa kita lakukan, memang nya apa rencana mu ? '' tanya Radik penasaran.
Dania tersenyum lebar, ia tau Radik akan tertarik bekerja sama dengan nya.
Dania pun mengatakan semua rencana nya pada Radik. Beberapa saat Radik mencerna dan memikirkan apakah rencana itu bagus dan akan berhasil. Namun apa salahnya mencoba ? Radik pun menyetujui kerja sama yang di tawarkan Dania.
.
.
Sementara di tempat lain, Dirga masih bersama Seruni. Kali ini Dirga mengajak nya pergi ke sebuah apartemen milik nya.
'' Ngapain kita ke sini ? '' tanya Seruni heran namun tetap mengikuti langkah Dirga yang sudah memasuki lift.
'' Aku punya hadiah untuk mu, '' ucap Dirga tanpa menoleh ke arah Seruni.
Lift pun sampai di lantai atas, mereka berdua keluar dan menuju satu kamar apartemen. Dirga membuka kunci apartemen tersebut dan mempersilahkan Seruni masuk.
Tiba-tiba saja Dirga menarik lengan Seruni , mendorong tubuh wanita itu hingga bersandar di dinding.
Seruni terkejut melihat sikap Dirga seperti ini, apa yang akan Dirga lakukan terhadap nya sedang di apartemen itu hanya mereka berdua.
__ADS_1
Mata Dirga menatap intens ke arah nya, kedua lengan kekar pun mengukung tubuh nya. Dirga mulai mendekatkan wajah berniat mencium bibir Seruni.
Seruni sempat menolak, ia membuang muka ke samping hingga ciuman Dirga pun tak bisa mendarat di bibir nya.
'' Kenapa ? '' tanya Dirga heran.
'' Kita tidak boleh seperti ini, aku belum resmi bercerai dari Radik, '' ucap Seruni.
Setiap kali mendengar nama Radik justru membuat Dirga semakin ingin melampiaskan seluruh hastrat nya pada Seruni.
'' Kita tidak punya waktu, ini cara satu-satu nya agar Mama ku menyetujui hubungan kita, '' Dirga terus berusaha membangkitkan gairah Seruni.
Kecupan demi kecupan lembut di leher membuat Seruni meringis, namun tetap ia menolak perlakuan nekad Dirga.
'' A- aku mohon jangan begini, '' deru nafas Dirga kini semakin terasa menyentuh kulit Seruni. Pria itu sudah hilang kendali seakan tak bisa menahan hawa nafsu nya.
Dirga tak menggubris perkataan Seruni, ia terus melancarkan aksi nya untuk mencumbu setiap lekuk wajah wanita cantik itu.
Seruni wanita normal ia merasakan sentuhan Dirga, namun ia harus tetap menahan nya agar semua itu tak terjadi sebelum mereka benar-benar resmi memiliki status.
Seruni mendorong tubuh Dirga sekuat tenaga, membuat pria itu mundur beberapa langkah. Dirga menatap lekat, tak mengerti mengapa Seruni menolak nya.
'' Kamu tidak mencintai ku ? '' tanya Dirga.
'' Bukan itu, aku tak ingin semua ini terjadi sebelum kita menikah. Aku juga tak ingin semakin di anggap wanita m*rahan oleh Mama mu, aku ingin Mama mu bisa menerima aku apa ada nya. Selain itu aku tak mau menularkan penyakit ini pada mu, kita belum tau kalau virus itu benar-benar bersarang di tubuh ku atau tidak, '' jelas Seruni.
Dirga mengusap wajah nya dengan kasar, menghela nafas panjang berkali-kali. Tindakan nya benar-benar konyol sudah membuat Seruni ketakutan.
'' Maafkan aku, '' lirih Dirga.
'' Ya..jangan lakukan ini lagi, aku mohon. ''
Tiba-tiba saja seseorang keluar dari salah satu ruangan apartemen. Betapa terkejutnya mereka berdua saat mendapati siapa yang ada di hadapan mereka.
'' Mama ? '' ucap Dirga.
__ADS_1
Maria menatap kedua orang itu silih berganti, dengan tatapan tajam dan sangat sulit di artikan. Dirga tak percaya kenapa Maria bisa ada di apartemen ini, sedang yang ia tau Maria pergi bersama Nalendra ke Kalimantan.