
Radik sudah di kebumikan, kini proses perceraian tentu tak di lanjutkan. Seruni menyandang status janda yang di tinggal pergi oleh suami nya, bukan karena perceraian melainkan karena Tuhan yang memisahkan kedua nya.
Seruni masih tak menyangka jika Radik akan pergi secepat ini. Kini ia harus menjadi singel parent untuk Keysha. Menurut Wirya, Tuhan sudah mempermudah segala urusan nya, bukan berarti ia bahagia atas kematian Radik. Namun selalu ada hikmah dari setiap kejadian. Menurut nya, Seruni tak harus melakukan hal yang di benci dan di larang agama yakni perceraian karena Tuhan sudah lebih dulu memanggil suami nya.
Tentu saja Wirya dan Susi sangat berharap agar Seruni menerima Dirga, meski Seruni sendiri masih butuh waktu menerima semua kenyataan ini. Apalagi ia juga harus melalui masa iddah 4 bulan 10 hari untuk bisa kembali menikah dengan pria lain.
Dirga sendiri akan menunggu masa iddah Seruni, ia sangat berharap agar Seruni bisa segera menjadi istri sah nya. Wanita yang selama ini ia idamkan tak lama lagi akan menjadi milik nya.
Dua bulan berlalu semenjak kepergian Radik, Seruni mulai di sibukan dengan pekerjaan. Saat ini ia mulai bekerja di salah satu perusahaan untuk bisa memenuhi kebutuhan nya dan Keysha. Tak mungkin jika ia harus terus berpangku tangan pada kedua orang tua nya.
Meski Dirga berulang kali menawarkan untuk membantu keuangan nya, Seruni tetap menolak. Ia tak ingin menyusahkan sekalipun itu Dirga, pria yang kelak akan menjadi suami nya. Jika Tuhan berkehendak tentu nya.
Di kediaman Yudha.
Dania frustasi saat mengetahui jika diri nya sudah lama terlambat datang bulan. Tentu saja benih yang ada dalam kandungan nya itu tak lain dan tak bukan adalah benih almarhum Radik.
Bagaimana masa depan nya ? Sedang saat ini ia hamil tanpa ada suami. Jangankan suami, menikah saja belum. Apa kata orang-orang nanti jika mengetahui aib nya?
Dania terkulai lemas di toilet, lengan nya membawa sebuah test pack dengan dua garis merah di benda kecil itu yang menunjukan kalau diri nya benar-benar sedang hamil.
Penyesalan, kesedihan, bingung, marah semua bercampur aduk memenuhi benak gadis itu.
Ia belum berani mengatakan hal ini pada Nila. Tentu saja Ibu nya itu akan habis-habisan memarahi nya jika mengetahui diri nya hamil oleh Radik.
Belum lagi Yudha, bisa-bisa ia mengusir Dania dari rumah karena mempermalukan nama baik nya. Mengingat Yudha ayah nya sangat gila akan harta, tahta, dan citra keluarga.
Pada siapa Dania harus mengatakan hal ini? Ia benar-benar kalut dan gelisah, dia bingung menghadapi masalah besar seperti ini.
Dania pun mulai beranjak saat benak nya menemukan sebuah ide yang melintas dalam sekejap.
Tanpa pikir panjang, ia mencari cari sesuatu di setiap sisi lemari dan laci-laci di kamar nya. Hingga ia menemukan sebuah botol berisi obat-obatan. Tak perduli obat apa itu, ia langsung menelan semua pil di dalam botol tersebut. Wajah nya sudah di banjiri keringat dan air mata, dengan tangan bergetar ia meminum obat tersebut.
__ADS_1
Dania merasa tak punya solusi selain mengakhiri hidup nya yang hancur ini. Niat buruk itu pun begitu saja terpikir dan ia nekad melakukan nya. Yang pasti ia tak ingin menanggung malu karena hamil di luar nikah, belum lagi pria yang menghamili nya pun sudah tiada. Jadi apa yang harus ia pertahankan?
Jika Radik masih hidup, mungkin ia masih punya harapan dengan meminta pertanggung jawaban dari pria itu. Tapi, dunia seakan begitu kejam dan kebahagiaan tak pernah berpihak pada nya. Dania takut menghadapi ini sendirian, ia takut menghadapi kedua orang tua nya dan masa depan nya nanti.
Obat-obatan itu pun kini mulai bereaksi di dalam tubuh Dania. Leher nya seakan tercekik, belum lagi dada nya terasa terbakar, hingga mulut Dania pun berbuih.
Dania mulai bergerak tak karuan menahan sakit di sekujur tubuh, hingga tak sengaja ia menyenggol lampu tidur di atas nakas. Suara jatuh nya lampu itu pun mengundang Nila datang ke kamar nya.
'' Dania, '' pekik Nila yang baru saja masuk ke kamar putri nya.
Betapa terkejut nya Nila mendapati Dania yang hampir sekarat, manik mata Dania mengarah ke atas kelopak bahkan hampir tak terlihat manik hitam itu. Mulut berbuih , lengan dan kaki nya kelojotan kaku menendang angin.
" Ayah !! Tolong Dania !! " teriak Nila.
Yudha yang saat itu berada di ruang kerja pun tergesa-gesa mencari suara istri nya.
Yudha pun tak kalah terkejut saat mendapati Dania dalam keadaan mengenaskan.
Hampir setengah jam, Dania berada di ruangan. Nila dan Yudha semakin panik, tak ingin sesuatu terjadi pada Dania. Pasal nya Dania itu satu-satu nya harapan mereka, buah hati mereka.
Beberapa jam kemudian, Dokter memberi kabar baik pada mereka. Dania berhasil di selamatkan. Untung saja mereka tidak terlambat membawa Dania ke Rumah Sakit hingga nyawa gadis itu bisa tertolong.
Namun di samping kabar baik, Dokter pun memberi kabar buruk yang membuat mereka berdua seakan tersambar petir di siang bolong. Dokter menyatakan bahwa Dania kini tengah hamil muda. Tentu saja hal itu membuat Yudha shock, bagaimana bisa putri nya hamil ?
Sementara Nila yakin jika anak dalam kandungan Dania itu hasil hubungan putri nya dengan Radik. Kemungkinan besar Dania nekad bunuh diri karena ia frustasi akan kehamilan nya. Nila mulai berpikir keras, apalagi Dokter bilang tak hanya Dania yang selamat melainkan janin dalam kandungan putri nya itu pun masih kuat dan tak terpengaruh oleh obat-obatan yang di konsumsi gadis itu.
'' Sebenarnya apa yang sudah terjadi pada anak kita ? Apa kau menyembunyikan sesuatu dari ku, huh ? '' selidik Yudha pada istri nya.
Nila hanya terdiam, ia bingung harus menjelaskan darimana. Suami nya pasti sangat marah jika mengetahui bahwa Dania tengah mengandung anak Radik.
'' Bu, jangan diam saja ! Kamu pasti tau kan siapa lelaki yang sudah menghamili anak kita? Cepat katakan ? '' sambung Yudha penuh amarah.
__ADS_1
'' Ssstt, sabar. Jangan keras-keras bicara nya, kita lagi di Rumah Sakit, gak enak kalau nanti ada orang yang dengar. '' Nila menoleh ke kanan dan kiri memastikan tak ada seorang pun yang mendengar ucapan suami nya barusan.
'' Sabar ? Bagaimana aku bisa sabar, sedang Dania putri ku saat ini hamil, bahkan tanpa seorang suami. Ia hamil di luar nikah ! Semua pasti gara-gara kamu yang terus memanjakan nya, '' geram Yudha.
'' Katakan siapa yang menghamili anak ku? Aku akan menghabisi orang itu, pasti dia yang menyebabkan Dania berbuat nekat, '' lanjut Yudha tak mampu menahan emosi.
'' Percuma saja, karena laki-laki itu sudah mati ! '' kata Nila lirih.
Yudha makin di buat terkejut.
'' Mati ? '' Yudha tak mengerti maksud istri nya.
'' Ya, mati. Laki-laki yang sudah menghamili Dania adalah Radik. Dia sudah meninggal beberapa bulan lalu, '' tegas Nila.
Yudha menepuk jidat, bisa-bisa nya Dania menyerahkan tubuh nya pada mantan karyawan nya itu.
'' Kenapa kamu menutupi semua nya huh? Ini akibat nya !! ''
'' Aku gak tau kalau Dania sampai hamil, ku kira hubungan Dania dan Radik saat itu tak akan sampai membuat putri kita menyimpan benih pria itu. '' Wajah Nila penuh sesal dan terisak.
'' Apa yang harus kita lakukan sekarang, ''
'' Aku gak tau. Sepertinya putri kita sangat tertekan dengan kehamilan nya. Yang penting saat ini Dania sembuh dulu, nanti kita akan memikirkan solusi perihal kehamilan nya itu, ''
'' Nila, ini tidak bisa di sepelekan. Perut Dania makin lama akan makin membesar, apa kata orang-orang nanti. Bisa hancur reputasi ku ! ''
'' Reputasi ? Saat ini Dania baru melewati masa kritis dan kamu..masih memikirkan reputasi? Ayah macam apa kamu ini ? ''
'' Lah kamu Ibu macam apa? Tak bisa mendidik anak nya, padahal tugasmu hanya mengurus satu anak tapi tidak becus, ''
Perseteruan mereka semakin panas, bahkan mengganggu kenyamanan Rumah Sakit hingga beberapa perawat menghampiri mereka dan memperingatkan agar mereka tak melakukan kegaduhan, jika tidak para perawat itu tak akan segan untuk memanggil security untuk mengusir mereka berdua.
__ADS_1