Mencintaimu Kembali

Mencintaimu Kembali
Mencari Bianca


__ADS_3

Malam hari.


Affandi telah mengerahkan anak buahnya untuk mencari keberadaan Bianca, sedangkan Amira masih bimbang dengan keputusannya. ia masih tidak tau harus berbuat apa. Sementara keluarganya itu, tengah berada di mobil untuk mencari keberadaan Bianca.


*haruskah aku membantuhya?? * Amira.


----------------


Di sebuah taman, tepatnya, dimana mobil Raffael berhenti untuk mencari Adiknya.


"Hiks Hiks Hiks.... kakak!! dimana Bianca?? kenapa kita tidak bisa menemukannya?? hiks!". tanya Sania.


"tenaglah San!! kakak akan pastikan dia baik-baik saja!!". Ujar Raffael mencoba menenangkan Sania.


"Apa kamu sudah mencari ke seluruh kota Raff??". tanya Ayah.


"eeh belum semua Ayah! aku belum memeriksa bagian Barat dan pinggiran kota!!". Jawab Raffael.


"Kakak!! aku mohon!! perintahkan semua anak buahmu untuk mencarinya kak!! hiks. aku tidak bisa tenang jika adikku belum ketemu!!". Pinta Sania.


"haih. tidak bisa San!! jika aku mengeluarkan seluruh anak buahku, maka tidak akan ada yang menjaga brankasku!!". ujar Raffael.


----------------


Amira berada di kamar. yahh sendirian, tanpa ada Raffael di sampingnya. ia lagi dan lagi memainkan laptop kesayangannya itu.


"hhaish! kenapa aku kepikiran Bianca terus sih?? apa dia akan baik-baik saja?? aku takut dia kenapa-napa.". Amira


Amira menelpon seseorang.


"Halo??". suara laki-laki yang ada di seberang sambungan telepon.


"Irfan! kamu tau kan, keluarganya Mahendra Wardana!?". tanya Amira pada Irfan, orang yang ada di sambungan telepon.


"tentu saja nona! mereka bangsawan ternama saat ini! dan... keluarga suami nona!". Jawab Irfan.


"Aku ingin kamu mencari putri bungsunya, Bianca! dia belum pulang hari ini!!". Pinta Amira.


"baik nona!! saya akan menuruti perintah nona!!". Jawab Irfan.


"hmm. oh iya! jangan istirahat sebelum dia ketemu!!". sambungnya.


tuutuuutuut. ia mengakhiri panggilannya.


----------------


sepertinya pembicaraan antara adik, kakak, dan ayah masih berlanjut.


"Tapi kan kaakkk! dia itu adikmu juga!! bagaimana bisa kakak lebih mementingkan perusahaan daripada Bianca!?". Lirihnya Sania.


"E-eh.. tuan!! saya rasa, nona Sania benar!! sebaiknya, kita menambah anak buah untuk mencari nona Bianca!!". Saran yang jeluar dari


mulut Affandi.


"iya Raff, lagipula, siapa yang akan mengambil brankas berhargamu itu dari tangan mu ha!?". Sambung Ayah.


"TIDAK BISA AYAH!! kamu TAU KANN BOSS MAFIA ITU?? DIA TERUS SAJA MENGERAHKAN PASUKANNYA UNTUK MENGAMBIL BRANKASKU!!". Jawab Raffael dengan nada yang tinggi.


"kakaaak!! hiks hiks hiks hiks!". lirih Sania yang ia lanjutkan dengan menangis.


"heuhh terserah kamu saja!!". kata Ayah dengan nada kesal.


----------------


Sementara itu, Bianca.


"eughh!! LEPASKAN AKU!! LEPASKAN AKU!! HIKS HIKS! AKU MOHON BIARKANLAH AKU PULANG!! HIKS!!". teriaknya.


Bianca berada di sebuah gudang, dengan dikelilingi para mafioso, dan boss Mafia didepannya.


"heuh!! kenapa aku harus membiarkanmu pulang HHA!?". teriak laki-laki itu membuat semuanya merinding.


"Aku~ akan membuat kakakmu memberikan apa yang ku mau!! bwahahahahhaah!!". ucapnya diakhiri dengan tawa mengerikan khasnya.


"tolonglah aku tuan!! aku tidak tau apa-apa tentang hubunganmu dengan kakakku!! aku mohon lepaskan aku!! hiks hiks!!". Jelasnya pada laki-laki itu.


"Heumm~. kamu pikir aku akan melepaskanmu begitu saja!? Hha!?". ucap laki-laki itu.


----------------


Jam sudah menunjukkan pukul sembilan malam. Raffael dan yang lainnya memutuskan untuk pulang danmencari Bianca di kemudian hari.


Mobil mewahnya, masuk melintasi gerbang megah miliknya, disambut oleh para pelayan dan Amira yang berada di depan pintu. Namun, tidak nampak keberadaan Laila.

__ADS_1


"selamat datang tuan dan nona!!". ucak para pelayan secara serentak.


Merekapun turun dari mobil. terlihat Sania yang menangis, serta wajah Ayah yang pias karena menghawatirkan putri bungsunya itu.


"hmm kalian pergilah!!". lirih Ayah.


"selamat datang Ayah, Adik ipar, dannn suamiku!!". ucap Amira seraya tersenyum kepada semua.


"dan selamat datang juga sekretaris Affandi!!". ucapnya menyapa Affandi, yang dibalas senyuman sekilas oleh Affandi.


Mereka berlima langsung saja masuk medalam rumah, tepatnya di ruang keluarga.


"Ayah? apa Bianca sudah ditemukan!?". tanya Amira yang melihat wajah pias mereka.


"belum nak!! kita sudah mencari sampai pinggiran kota!! tapi, hasilnya tetap saja!!". ucap Ayah.


"AGHH INI SEMUA SALAHMU!! JIKA kamu TIDAK MEREPOTKANKU,MAKA AKU BISA TAU KEMANA DIA PERGI!!". Ujar Raffael meneriaki Amira dengan penuh Amarah.


glek. Mendengar itu, Amira merasa hancur. ia tidak menyangka suaminya akan menyalahkannya, dan meneriakinya seperti itu.


"(GEBRAK!!) KAKAK BENAR!! KAKAK SELALU TAU KEMANA BIANCA AKAN PERGI!! HANYA DENGAN MELIHAT NYA!! DAN KARENA kamu, KAKAK TIDAK BISA MENEMUKAN BIANCA!!". Sambung Sania setah menggebrak meja.


"hei hei!! kalian tennglah!! jangan menyalahkan Amira seperti itu!! dia tidak bersalah!!". ucap Ayah mencoba menenangkan mereka.


Mendengar itu, Amira hanya tertunduk lemas di sofa yabg telah ia duduki.


"nak~, Ayah ke kamar dulu ya!! Ayah ingin beristirahat!!". Ucap Ayah pada Amira dengan wajah pias.


"hmm iya Ayah!! selamat malam!!". ucap Amira.


*ini sudah kesekian kalinya tuan berlaku kasar pada nona Amira!! bagaimana ini?? aku takut jika pak Wirawan mengetahui semua ini!!*. Affandi.


Raffael dan yang lainnya pergi dari tempat itu. Kini Raffael sedang berada di ruang kerja pribadinya ditemani Affandi.


"eeng tuan!!". Affandi.


"hmm!". hanya itu suara yang keluar dari mulut Affandi.


"eeh apakah anda tidak keterlaluan lada nona Amira!? dia kan tidak tau apa-apa tentang ini!!". Ujar Affandi mencoba menjelaskannya pada Raffael.


"tidak!! itu adalah imbalan yang sangat tepat karena dia telah menjadi pembantuku!!". ujar Raffael seraya tersenyum puas.


"tapi tuan!! aku takut kamu akan mendapatkan hukuman karena merendahkan anaknya-".


*hhh_- terpotong lai terpotong lagi. kenapa sih? dia tidak mau mendengakanku dulu!! dia tidak tau apa Ayah dari orang yang ia nikahi ini sangat kejam seperti psikopat saat menghukum orang!?*.Affandi.


----------------


"Hiks hiks hiks!! Ayah!! apa aku kurang baik, sehingga mereka tidak pernah menyukaiku!? hiks". Amira.


Amira berada di dalam kamar sendirian, ia terlihat sedang menangis mengingat ucapan suami dan adik iparnya.


dreett~dreett. Anggap sebagai bunyi telepon masuk.


"halo!?". sapa Amira.


"nona!! kami berhasil melacak keberadaan nona Bianca!!". Ucap Irfan di seberang telepon.


"oh ya?? bagaimana caranya!?". Tanya Amira.


"eeeh kami berhasil melacak ponselnya nona, kami Juga menemui agen cctv kota ini!!". Jelasnya.


"segeralah bawa dia, dan pulangkan dia!! eumm sebaiknya besok saja!". Amira.


"oh ya! jangan katakan kalau aku yang memerintahkanmu!!". sambungnya.


"hhah?? kenapa nona??". tanya Irfan.


"tidak ada! Nanti mereka kira aku sok pahlawan!!". jawab Amira.


tuutuuutuut~. panggilan berakhir.


----------------


#Pov:IRFAN


Jam 11 malam, Di sofa sebuah apartemen.


"Apa aku harus beritahu kepada tuan Wirawan soal ini!?". tanya Irfan pada dirinya.


"agghh aku bingung harus apa!!". sambungnya.


flashback....

__ADS_1


Irfan dan yang lainnya menjalankan tugas dari Amira. mereka membagi tim menjadi dua. tim satu menuju cctv kota, dan tim dua melacak ponsel Bianca jika kemungkinan masih aktif.


Mereka menemukannya.


Bianca ditinggal oleh teman-temannya, dan sendirian di kolam. lalu, setengah jam kemudian mafioso datang dan membawanya keluar kota. Mafioso itu adalah mafiosonya Hendri Omero, yang tentu saja, semua anak buah Wirawan mengenalinya setelah kedatangannya waktu itu.


"Apa!? Hendri Omero!?". Ucap salah satu teman Irfan yang mengecek file Cctv yang khusus untuk video terhapus.


"iya pak!! saya sudah mengeluarkan seluruh file. dan ini hasilnya!!". jawab penjaga cctv tersebut.


"KENAPA kamu MENGHAPUS VIDEONYA!? UNTUNG SAJA AKU TAHU BAHWA ADA FILE KHUSUS DISINI!! KALAU TIDAK BAGAIMANA AKU MELACAKNYA HEUH!?". Ucap teman Irfan sembari memegang kerah baju penjaga.


"e-eh maaf tuan!! aku dipaksa oleh mereka!!". jawab penjaga.


"Hey kawan!! lepaskan dia!! kita masih ada tugas lagi!!". ujar Irfan.


.....


setelah beberapa menit, mereka sampai ke sebuah gudang yang sudah dijaga oleh beberapa mafioso. mereka tidak terlihat takut sedikitpun karena mereka dilatih oleh Wirawan, orang yang menurut mereka lebih menakutkan dari hantu.wkwkwk. Mereka masuk, layaknya mata-mata di pasukan khusus tentara. yidak terlihat dan terdengar.


Mereka mempunyai cara mereka sendiri untuk bisa menyelamatkan seseorang yang di sandra.


"hhah?? kalian siapa??". ucap Bianca secara perlahan.


*bagaimana ini. jika aku katakan aku diminta nona Amira, bisa bisa dia menguburku hidup hidup nih.ahh tuan wirawan!!*. Irfan.


"tenang nona!! kami dikirim oleh tuan Besar!!". ucap Irfan meyakinkan Bianca.


"benarkah!?". tanya bianca belum percaya.


"Eh maksudku tuan besar Wirawan nona!! tuan wirawan yang mengirimku!!". jelasnya.


"hha? benarkah?? paman yang mengirim kalian?? aa terimakasih!! tolong segera keluarkan aku!!". pintanya.


Mereka berhasil membawa Bianca. tapi.......


MEREKA KETEHUAN!!💢💢


Para Mafioso terlanjur mengetahui kedatangan mereka, saat berada di dekat pintu keluar.


"Hei!! siapa kalian!!". ucap salah satu Mafioso, yang membuat semua mafioso menoleh kearah mereka.


"Astaga!! kenapa ketahuan sih!?". Irfan.


"PERGILAH!!". Ucap teman-temannya.


"baiklahh Ayo nona!!". Ucap Irfan seraya berlari menarik tangan Bainca dan segera keluar.


"BERANINYA kamu MENGAMBIL SANDRAKU!!". Ucap laki-laki yang menyandra Bianca.


"Siapa kalian hha!? kai tidak tau siapa aku!?". tanya orang itu.


"heuh!! Kau tidak perlu tau siapa kami HENDRI OMERO!!" tegas mereka.


Mereka berperang.... teman-teman Irfan yang ditinggalnya tampak tidak terkalahkan walaupun kalah jumlah dengan para mafioso. Mereka kembali membawa kemenangan saat keluar dari gudang, dan segera menyusul Irfan yang telah pergi itu. Namun,nampaknya mereka gagal untuk mengalahkan Hendri. Hendri sudah keburu kabur dengan tangan kanannya.


flashback off....


"eeh tuan!!". Bianca.


Irfanpun menoleh dan menjawab Bianca.


"iya nona?? apa ada masalah!?". tanya Irfan.


"apa kita akan menginap di apartemen paman dulu!? kenapa tidak pulang saja!?". tanya Bianca.


"ini sudah larut malam nona!! aku tidam ingin membuatmu kelelahan dan mengganggu orang rumah!!". jawabnya.


"jadi kita benar-benar menginap disini!? tapikan kita hanya berdua~. dan lagipula besok aku harus pergi ke kampus tuan!!". jawab Bianca tak menyerah memberi alasan untuk pulang.


"disini hanya akan ada kamu nona. aku akan ke ruangan lain dan melanjutkan pekerjaanku lagipula aku tahu jadwalku saat melacak ponselmu!!". jawab Irfan.


*huhh menyebalkan!! aku kan ingin pulang!!*. Ucal bianca saat berlalu menuju kamarnya.


'Ih! nyebelin banget! aku kan pengen peluk ayah! tapi, Irfan ganteng juga!' Bianca tersenyum sendiri saat mengingat Irfan yang gentleman dan sopan kepadanya.


*apa aku telepon nona Amira saja ya!? tapi... dia tidak suka diganggu kan!? agh aku coba sajalah!!*. Irfan.


Irfan menelpon Amira untu mendapatkan persetujuannya, agar Wirawan diberitahu akan hal ini. Jadi, Irfan tidak perlu kebingungan jika ada kesalahan.


----------------


Di kamar Raffael dan Amira.

__ADS_1


Amira kembali diperlakukan buruk oleh Raffael. dia diminta mencuci baju tengah malam, memijatnya, bahkan Raffael sembat memukutnya sampai perut Amira kesakitan. Amira hanya bisa Pasrah atas perlakuan suaminya yang berubah-ubah itu.


__ADS_2