Mencintaimu Kembali

Mencintaimu Kembali
Tentang Aku


__ADS_3

Pagi harinya di hari sabtu, dirumah Raffael, telihat Raffael tengah bersiap-siap memakai setelah jas berwarna hitam yang ia biasa kenakan. Walaupun begitu,tapi setelan jas yang ia kenakan bukanlah baju yang sama setiap harinya. Ia memiliki satu lemari yang penuh dengan setelan jas khusus untuknya bekerja. Tak hanya itu, setiap pagi, sekertaris Affandi selaku Asisten pribadinya selalu berada di depan kamar pada saat pagi hari. Dreet~~dreet. Terdengar suara panggilan masuk di dalam saku Affandi. Lalu Affandi pun spontan mengangkat.


" Halo?" Suara Alenta terdengar.


"Ada apa nona!?" Jawab Affandi dengan suara dingin.


"Oehh, Affandi!! Bisa kasih ponselnya ke Raffael??" Tanyanya.


"Maaf nona, Tuan sedang bersiap-siap untuk pergi ke kantor!!" Jawabnya ketus.


"Bentar aja! ya Fan ya?." Tanyanya lagi.


"Lebih baik menyelamatkan diri nona!!" Jawabnya terdengar seperti peringatan keras.


"Okey! Beritahu dia aku akan ke kantor nya ya!!" Ujarnya.


Setelah itu, Tuut ~ tuut. Affandi menutup teleponnya setelah mendengar ucapan Alenta. 'mendingan ngecek Tuan Raffael' Affandi.


Tok tok tok


"Tuan? sudah siap?" Tanyanya sembari mengetuk pintu.


Terlihat Raffael sedang duduk di sofa dengan setelan jas mewah nan rapi yang ia kenakan.


"Oehh, masuk Fan!! Aku mau bicara!" Ujarnya.


Affandi pun masuk sesuai dengan apa yang diperintahkan oleh Raffael.


"Duduk!!" Sembari Menepuk sofa di sebelahnya. Affandipun duduk di sofa tersebut.


"Apa ada yang ingin tuan katakan?" Tanya Affandi.


"Beritahu aku soal cewek itu!!' ujarnya.


"Baik tuan!!" Jawabnya.


Dengan mengatakan seperti itu, Affandi sudah mengerti apa saja yang ingin ia ketahui. Ia tau persis bahwa Presdir tersebut ingin tau sifatnya saja.


...----------------...


Amira adalah seorang gadis yang lembut pada orang yang ia kenal. Garis bawahi ORANG YANG IA KENAL. Dia berbicara dengan suara kecil dan nada yang lembut. Dapat dikatakan dia pemarah dan suka tantangan.


Tetapi, tidak jika dia bicara dengan orang asing atau tidak cukup dekat dengannya ataupun orang yang menurutnya tidak ia sukai. Dia akan terlihat sangat dingin bahkan galak walaupun memang terkadang agak galak. Dia akan membuat orang di dekatnya itu enggan berkenalan dengannya. Dia termasuk orang yang tidak mudah bergaul. Namun sekali nya bergaul, ia akan selalu bersama orang tersebut Ia akan melakukan apapun untuk temannya itu. Tetapi, jika ia kecewa dengan orang itu, maka ia akan menjauhinya atau enggan bicara dalam kurun waktu yang ia inginkan, walaupun masih dapat berkomunikasi. Bahkan akan mencari pengganti yang lebih cocok.


Ia tidak terkenal di kalangan masyarakat. Ia tidak terlalu suka dekat dengan pria, bahkan tidak suka bicara dengan pria sekalipun jika bukan urusan penting. Untuk itulah terkadang pria penasaran dengannya. Banyak pria yang berusaha mendekatinya namun gagal. Ia selalu merasa kalau ia tidak disukai seseorang pria, karena sifatnya yang terlalu jutek terhadap pria bahkan wanita sekalipun, padahal banyak pria yang ingin dekat dengannya bahkan ingin menjadi kekasihnya, namun tidak bisa.


...----------------...


"Itu yang aku ketahui tentang nona Amira tuan!" Ucapnya di akhir cerita.


"Apa tuan ingin melanjutkannya?" tanya Affandi menunggu jawaban.


"hmm, menarik!" Raffael.


Raffael masih memasang mimik wajah yang sama saat ia mendengarkan cerita tentang Amira.


" Eumm sebenarnya, dia termasuk bangs-" terpotong.


"Udahlah!! Sekarang gimana sama Alenta?" Tanyanya pada Affandi.


"Dia akan menemui tuan saat berada di kantor!" Jawabnya.


'susah Bangetayu bilangnya! padahal, biar tuan lebih hormat sama calon istrinya!' Affandi.


"Beneran? Kalau gitu segera ke kantor" ujarnya sembari beranjak dari sofa dan keluar kamar.


"Baik tuan!!" Jawabnya sambil mengikuti langkah tuannya itu dari belakang.


...----------------...


Di dalam kamar, Amira sudah berpakaian rapi dan akan segera berangkat kerja. Dia turun dan berada di meja makan bersama ayah dan ibunya. Meja makan tersebut bukanlah meja makan mewah, melainkan meja berbentuk persegi sederhana dan sebuah kain dengan enam kursi yang berjejer. Karena keluarganya tidak ada pelayan ataupun pembantu, ditambah Amira adalah anak tunggal, jadi suasana di rumah itu sangatlah tenang.


"Amira, masih bekerja!?" Tanya Ibunya ditengah kebisuan sarapan.


Spontan Amirapun tersedak, membuat Ayahnya refleks mengambil air untuk ia minum.


"Ini, kenapa kamu sampai tersedak sih!?" Tanya ayah.


"Uhuk ~ uhuk. Huhh!! jarang banget ibu tanya kerjaan!" ujarnya setelah bisa mengatur napas.


"Iya, lagipula kenapa kamu tanya gitu!?" Tanya Wirawan.


"Dia kan mau jadi istrinya Raffael, apa nanti anak itu nggak malu!?" Jawaban ibu yang cukup memuaskan untuk ayah.


"Bu!! Aku nggak mau!! palingan juga nggak di publish!" Ujarnya.


"Heumm, kamu benar juga ya!?" Sambung ayah membenarkan.


" Hmm, okey!! Aku diem aja!!" Jawab ibu dengan suara kesal.


...----------------...


Saat Raffael keluar dari kamar, ia tidak sarapan dan langsung menuju mobil, karena ingin segera dapat penjelasan dari Alenta. Hal itu membuat Affandi langsung memerintahkan koki rumah untuk mengantar makan siang saat tiba masanya. Sementara itu, mereka sudah sampai di kantor dan menuju ruangan Presedir. Sang CEO perusahaan pun disambut dengan pemandangan staff yang tengah menunduk sopan kearah mereka.


"Selamat pagi tuan!!" Ucap salah satu staff.


Mereka tidak menjawab bahkan melirik staff tersebut. Setelah mereka sampai di ruangan Presedir, disana sudah ada Alenta yabg menunggu kedatangan mereka.


"Sayang!! Kok lama banget sih!" Ujarnya saat mereka masuk.


"Udah! langsung aja!".


"Emm,itu. Affandi, Lo bisa tunggu diluar nggak!?" Tanyanya pada Affandi yang tetap berdiri di belakang Raffael.


"Hmm" jawabnya ketus sembari membalikkan badan dan keluar ruangan.


"Sayang, aku benar-benar minta maaf!!, Aku benar-benar harus dateng!" Jelasnya.


"Emangnya acara apa itu!?" Tanya Raffael.

__ADS_1


"Itu acara peresmian restoran temanku sayang!! Dia minta aku datang!!" Tegasnya.


"jadi karena restoran nggak guna itu!!" Sombongnya.


"Maaf!!" Muka melas.


"kamu tahu aku bisa hancurin dia kan!?" Tegasnya dengan bangga.


"Hiks,Iya maafin aku!!" Menangis.


Akhirnya Raffaelpun memaafkan Alenta. Sedangkan yang diluar mendengarkan dari tadi merasa kesal.


"Dasar tukang ngeles!!" Gumamnya pelan.


...----------------...


Amira sudah selesai sarapan dan kini ia sudah berada di restoran. Disana ia tidak terlalu dekat dengan pelayan lain, namun ia sangat dekat dengan pelayan yang satu ini. Namanya Rina, gadis cantik yang sangat hangat dan penakut. Amira sering mendengarkan curhatan Rina dan juga sebaliknya tentang apa yang dialami atau dipikirkan masing-masing. Amira bahkan sering membelanya jika seseorang menyalahkannya atas kesalahan orang itu sendiri. Itulah Amira. Dia gadis yang tau harus berbuat apa dan kapan waktunya.


Amira juga pelayan kepercayaan boss yang biasa diandalkan. Selain Rina, dia juga melindungi pelayan lainnya. Bisa dikatakan, dia adalah kepala pegawainya. Jadi, dia sudah seperti boss kedua yang disayangi para pelayan.


Rina duduk di sebelah Amira yang tengah bengong.


"Mir!?" Lirihnya.


"Mir??" Masih belum ada jawaban.


"Amira Alexandria!!" Memanggil nama panjang Amira dengan keras.


"Aaa!! Hih ngagetin aja Lo!!" Spontan berteriak tepat setelah mendengar suara keras itu.


"Hhahahaha!! Lagien Lo ngelamun aja, Mir. Kenapa!?" Bicara sambil tertawa.


"Ihh, awas ya!!" Jawabnya kesal.


"rasain nih!!" Menggelitiki Rina. Mereka berdua tertawa riang karena hal itu.


Waktunya buka dimulai. Saat satpam membuka pintu, sudah ada beberapa orang yang berkerumun di depannya. Hari ini terlihat sedikit lebih ramai dari biasanya karena akhir pekan. Akhir pekan di kota itu memang tidak seperti kota lainnya. Disana, akhir pekan akan sedikit longgar jadwal bekerjanya. Yang biasanya jam 07.30 harus sudah sampai, di hari sabtu mereka masuk pada jam 09.00 membuat pegawai restoran agak sibuk.


Rina menghampiri meja makan seorang pria berdasi. Pria itu terlihat seperti pria nakal yang ingin mengganggu nya.


"Permisi tuan!! Ini menunya!!" Tersenyum sopan.


"Okey!! Aku lihat dulu ya!?" Terus menatap Rina dengan tatapan nakal.


"Aku pesan yang ini!!" Menunjukkan yang dia pesan.


"Baik tuan!! Akan segera kami buatkan!! Mohon ditunggu sebentar!!". Mencatat pesanan dan pergi membawa buku menu.


'Cantik juga pelayan yang satu ini' batin pria tersebut.


Beberapa menit kemudian,


"ini tuan, sialhkan dinikmati pesanannya!". Sambil menunduk meletakkan pesanan.


Rina hendak pergi dari tempat, namun..."Hey, tunggu bentar!!" Memegang tangan Rina yang hendak pergi.


"Kamu nggak mau temenin aku!?" Ucapnya dengan tatapan nakal.


" Tunggu cantik!! kesini sebentar saja. Atau kamu akan menyesal". Bisiknya pada Rina.


Rina yang mendengar itupun langsung duduk. Amira yang menatap dari kejauhan menyadari hal tersebut.


"Hmm mau macam-macam Lo?" Gumamnya pelan sembari terus menatap lekat.


"Mbak Amira!? Ada apa!?" Bagas, sebagai kepala pegawai yang sesungguhnya tidak sengaja lewat dan bertanya melihat tingkah Amira.


"Lihatlah itu! Dia mau macam-macam sama Rina" Jawabnya setengah berbisik.


"Terus Mbak mau apa!?" Tanyanya.


"Perlu bantuan !?" Tanya Bagas sekali lagi.


"Enggak ada, cuman beritahu yang lain buat bantu kalo gue kasih kode!" Perintahnya.


"Okey mbak!! Nanti aku bilangin". Jawabnya spontan.


Sementara itu Rina," hmm kulit kamu bersih, cantik, apa belum nikah!?". Pria itu bertanya sambil memegangi wajah dan tangan Rina sedari tadi.


"Maaf tuan!! Tolong singkirkan tangan anda!!". Menepis tangan pria itu perlahan.


"Kenapa heuh!?" Tanya pria itu sambil kembali memegang tangan Rina.


Amira yang sadar lama kelamaan pria itu sudah kurang ajarpun segera menghampiri mereka.


"Permisi tuan!! Anda tidak boleh memegang tangan ataupun wajah orang sembarangan! terutama pegawai kami!" Tegasnya sambil menyingkirkan tangan pria itu agak kasar.


"Heuh, Siapa sih Lo!?" Tanya pria itu menyepelekan Amira.


"Lo itu cuma pelayan!! Nggak usah sok berkuasa!!" Sambungnya.


"Maaf tuan, anda tidak sopan!!" Amira mulai kesal dengannya.


"Heuh jangan sok ya!! Lo nggak tau siapa Gue!! Gue pengusaha kaya dari kota XX kota terbesar dan termaju di negara ini!!" Jawabnya sembari berusaha mencekram wajah Amira namun selalu ditepis olehnya.


"Eughh, tuan!! Jangan kelewatan!!" Mendorong tubuh pria itu cukup kuat.


"Agh, dasar pelayan SIALANN!! Berani Lo dorong Gue?!" Ujarnya memaki Amira. Brug!!. Amira terjatuh karena didorong pria itu.


Suasana yang makin mencekam itu dilihat oleh beberapa pelanggan yang dari tadi memperhatikan. Para pelanggan setia sudah tidak heran dengan kejadian tersebut dan terus menonton sambil memakan pesanan, karena kerap kali Amira menyelamatkan pelayan lainnya dari otang kurang ajar seperti itu. Semua kejadian itu terrekam di CCTV, bahkan kejadian sebelumnya. Namun tidak ada yang melaporkannya karena mereka menganggap itu bukan masalah besar. Tapi ini, ini sudah melebihi garis wajarnya. Karena sebelumnya tidak sampai kelewatan seperti ini.


"Woah, lihatlah itu, Amira beraksi lagi!!" Ujar salah satu pelanggan menyebut Amira dengan sebutan yang biasa mereka gunakan.


"Boss di restoran sedang ada masalah!! Saya mohon anda segera kemari!!" Lapor salah satu pelayan di sambungan telepon.


"Apa!? Amira lagi!? Baiklah aku segera datang!!"


Langsung bergegas pergi dari cabang restoran lainnya setelah menerima telepon. Para pelanggan mengerumuni keramaian itu namun tidak berani melakukan apapun, karena mereka tau siapa yang dilawan Amira.


"Huehhh!! Lo benar-benar buat Gue marah!!" Teriaknya kesal.

__ADS_1


Mendekati Amira."Terima aja akibatnya!!" Tersenyum licik sembari berusaha menginjak-injak tubuh Amira sedaritadi.


Amira berusaha menghindari kakinya. Amira memberi kode kepada yang lain yang pasti dimengertinya.


Selama ini, Amira tidak pernah dibantu untuk menangani masalah seperti ini. Satu persatu pelayan mendekat dan berusaha menahan dan membawa pria itu menjauh ke belakang kecuali Rina. Boss Restoran yang sudah sampai daritadipun melihat pria itu berusaha menginjak-injak Amira.


"Haghh, Lepasin!!" Marah.


"Gue habisin Lo cewek pengganggu!" Ujarnya sambil berteriak kesal.


"Anda nggak akan bisa ngelakuin itu, Tuan Ryan!!" Terdengar suara boss Restoran teriak dari arah pintu masuk.


"Hha? Mito??" Jawabnya kaget+heran.


"Ya!! Ini aku!! Kenapa!? terkejut!?" Tanyanya.


"Boss??" Sontak semua kecuali Amira yang mencoba berdiri. Salah satu pelanggan setia membantunya bangun.


"Amira?? Apa kau tidak takut dengan nya!?" Tanya pelanggan itu.


"Tidak!" Jawabnya sambil mengatur nafas.


"Bukankah dia pengusaha gila yang terkenal itu? Bagaimana jika kau diancam dan kenapa-napa Amira?" Tanya pelanggan itu sekali lagi.


"Temanku lebih penting dari ancamannya!!" Ucapnya sambil masih mengatur nafas.


"Hheh awas Lo pelayan sialan!!" Merapikan bajunya dengan kasar dan menunjuk Amira. Pria yang ternyata bernama tuan Ryan itupun pergi dengan kesal.


"Amira!! Lo baik-baik aja kan!?" Semua bertanya.


"Aku baik-baik saja!! Mungkin hanya memar!!" Jawabnya tenang tapi matanya terdapat kobaran api yang terlihat seperti ingin menghabisi Pria itu.


"Amira!! Kita adakan rapat sekarang!! Untuk para pelanggan, mohon maaf karena kejadian tadi ya!? Kami menggratisi semua makanan yang kalian beli!!" Ujar Mito tegas.


"Tidak masalah tuan Mito!! Kita sudah disuguhi kejadian yang menggeramkan dan aksi Amira tadi!! Jadi kami akan membayar lebih". Ucap salah satu pelanggan.


"Oh benarkah!? Terima kasih ya!! Kami membuat kekacauan tapi kalian malah bersedia membayar lebih!!" Ujar Mito senang.wkwk.


Akhirnya restoran ditutup untuk hari ini dan Amira mengoles salep pada memarnya agar tidak terlalu sakit. mereka berada di ruang rapat.


"Amira!! Gue bakal publish kejadian ini!!" Tegas Mito.


"Iya Mir, ini diluar batas kesabaran kita dan batas wajarnya!!" Ucap salah satu pelayan.


"Ya! Benar! Ayo kita publih!!" Jawab semua pelayan serentak.


"Hehh, Okey!! Gue nurut aja boss!!" Jawab Amira membuat yang lain senang.


Waktu sore telah tiba. Di hari sabtu sebelum hari minggu libur, biasanya para pekerja kota pulang sedikit lebih awal, dari yang pulang jam 18.00 menjadi jam 15.00. Dan ini waktu yang tepat untuk Mito mempublikasikannya.


"Halo stasiun TV XXX!?. Aku ingin mempublikasikan sesuatu dan aku juga punya buktinya!! Bisakah aku ke stasiun kalian!?" Tanyanya.


"Tentu saja Tuan Mito!! Anda bahkan dapat kemari sekarang!!" Jawab kru yang ditelpon dengan cepat.


Mito adalah sahabatnya Raffael yang sudah semua perusahaan tau bahkan kru stasiun TV.


Namun, dia tidak pernah mengatakannya kepada publik karena tidak ada yang bertanya.wkwkwk.


...----------------...


Sore ini, Raffael tidak ingin langsung pulang ke rumah, jadi dia berada di kafe dekat kantor dan minum kopi disana. Dia juga mengajak Alenta dan Sekretaris Affandi kesana dengan minuman yang berbeda tentunya. Disana Raffael baru bisa menceritakan semuanya pada Alenta tentang perjodohannya karena ia sangat sibuk di kantor.


"Sayang, jadi mau nggak mau kamu harus nukah!?" Tanyanya sembari meminum minuman pesanannya.


"Iya. Kenapa kamu terlihat tenang!?" Jawabnya ketus.


'Orang mata duitan mana peduli soal begituan! yang penting warisan!" Batin Affandi kesal.


"Bukan gitu sayang, aku kan masih bisa pacaran sama kamu! nanti kalo udah setahun, cerai in aja dia! otomatis warisan limapuluh persen yang diiming-imingi ayah kamu bakalan ke kamu semua kan!?" Jawab seenaknya.


"Hmm iya juga ya!!" Jawabnya polos.


'Kenapa malah iya juga ya?' Batin Affandi dengan kesal lagi.


Suara TV


Breaking News!! Telah diberitakan seorang pengusaha ternama Ryan, pengusaha gila itu menggoda seorang wanita pelayan restoran!! Teman korban yang biasa disebut "Amira" oleh para pelanggan setia lantas menegurnya. Dan bla bla bla


"Tuan!! Lihatlah! itu nona!" Affandi memberitahu berita tersebut pada Tuannya.


"Bukannya itu restoran Mito!?" Tanya Raffael.


"Iya tuan!!" Jawabnya singkat.


"Lo udah tau dia kerja disana!?" Bertanya dengan muka datar pada Affandi.


"Dia siapa sayang?? Calon istrimu?? Yang mana!?" Tanya Alenta ingin tau.


"Iya tuan!!" Jawab Affandi setelah pertanyaan Alenta sudah di lontarkan.


"Yang itu! Amira itu!!" Menjawab dengan nada malas.


'Ternyata dia memang sangat menarik!' Raffael.


Suara TV


*Menceritakan detail video serta menampilkan video persis seperti kejadian tadi*. Sebelum ini, Amira juga diketahui telah menegur beberapa orang yang tidak sopan kepada pelayan. Para pelanggan setia dan pegawai lain mengatakan dia sudah dianggap sebagai kepala pegawai di restoran milik tuan Mito tersebut. dan ini beberapa video yang bisa menjadi buktinya!!. *Menunjukkan video² Amira sebelumnya*. Mereka tidak pernah melaporkan ke polisi karena hanya masalah kecil. Tapi kali ini, nampaknya mereka benar² geram dengan hal ini dan membuat Sang Pengusaha Mito mempublikasikannya agar segera ditangkap polisi.


"Ternyata aku tidak salah pilih Lo, Affan! Informasi dari Lo benar-benar akurat!". Tersenyum pada Affandi.


"Tentu saja tuan! Saya tidak akan mengecewakan anda!" Jawabnya bangga.


"Heuh apanya yang akurat!!" Alenta bicara dengan nada malas dan tatapan kesal.


"Ya akurat lah sayang! Iya, kan!?" Raffael tersenyum licik.


"Hmm kau mau membuat perusahaanmu untung sayang!?" Tanyanya agak ragu.


"Hehem, aku tau kamu pasti mengerti! Kamu memang sehati denganku!!" Tersenyum lebar.

__ADS_1


'heuh, dia itu anaknya pak Wirawan tuan! nggak takut dimakan singa apa?' Batin Affandi geram.


__ADS_2