Mencintaimu Kembali

Mencintaimu Kembali
Pernikahan dan Harinya


__ADS_3

Mulai hari itu, Tagar Panglima Amira berada di peringkat paling atas di dunia maya. Dan semua orang selalu ingin tau tentang gadis itu,tapi tidak ada yang tau! Bahkan wajah dan suaranya. Karena wajah Amira terlihat di blur di video televisi juga suaranya yang dihilangkan dan diganti dengan tulisan kecil di bagian bawah layar televisi. Sementara Amira? Yah Amira bersama pegawai lainnya diliburkan karena Mito menutup restoran untuk sementara waktu.


Satu minggu sudah usai. Dan ini saatnya pernikahan Raffael dan Amira dilaksanakan. Pernikahan itu hanya dihadiri oleh beberapa kerabat dan sahabat dari keluarga saja. Di pernikahan itu, tidak ada satupun orang yang membawa ponsel. Semua orang yang membawa ponsel dan kamera akan disita karena bisa beresiko tersebar kemana-mana berita pernikahan nya.


Amira memakai gaun pengantin berwarna putih yang dibaluri pernak pernik mutiara yang membuatnya semakin mempesona. Sedangkan Raffael memakai jas hitam putih yang senada dengannya hingga membuat semua orang tertegun melihatnya. Saat pernikahan, Amira terlihat sangat sedih juga tertekan, tetapi ia berusaha menutupi dengan senyuman. Sementara Raffael? Ya, dia terlihat senang karena sepertinya akan menjalankan apa yang ia katakan saat di kafe itu. Setelah resepsi, para tamu diizinkan untuk makan dan bersalaman dengan sang pengantin baru. Ternyata, Amira mendapati Mito yang datang ke acara tersebut.


"Mito!? Lo ngapain disini!?" Tanyanya kebingungan.


"Hhehe, Gue belum bilang ya!? Sebenarnya gue sahabat Raffael!!" Menjawab dengan santai.


"Apa!? Kenapa nggak ngomong dari awal sih!!" Kesal sendiri.


"Hhehe, maaf. Jangan marah!! Tanpa dia Gue nggak akan bisa publish beritanya!!" Jawabnya agak takut dan enggan menatap Amira.


"Heuh! yang mau publish siapa!!" Merendahkan nada bicaranya supaya tidak terdengar orang lain.


"Heungh iya!!" Pasrah.


Para tamu yang diundang tau kalau gadis yang sudah menikah itu, adalah orang yang banyak dibicarakan dari seminggu lalu.


"Ohh, aku mengerti! Jadi ini alasan dia berani sama Ryan!? Karena dia bakal nikah sama Raffael. Si Ryan kan takut sama dia!". Percakapan salah satu tamu yang menyebar ke suruh ruangan dan menjadi pembicaraan.


'Dih, Sudi banget gue pakek nama dia buat jadi tameng!' batin Amira kesal.


"Jangan baper!! gitu aja kesal!!" Ucap Raffael ketus.


"Hhih, nyebelin!!" Lirihnya.


"Apa!?" Teriakan Raffael sontak membuat semuanya terkejut.


"Ehehhe, maafkan aku!!" Lirihnya agak keras.


"Gitu aja kesal! Dasar baperan!" Ledeknya.


Sementara itu, kedua adik Raffael yang berada di meja paling depan merasa kesal. Mereka hanya bisa pasrah melihat kakaknya menikahi wanita lain.


"Heuh udah, kita buat dia nggak betah aja!" Ucap Bianca.


"Tenang! Kita kerjain dia Sampek mampus!" kata Sania sembari memasang wajah licik.


...----------------...


Disisi lain, Alenta. Alenta mengobrak abrik kamarnya dan berkata "Aghh kenapa gue jadi pacarnya? kenapa nggak istrinya aja! kalo gini makin lama gue dapetin harta dia!!". Dia mengulangi kata-kata nya berulang kali.


"Permisi nona, ini makanannya!". ucap salah seorang ART yang tiba-tiba muncul.


"aghh!! pergi!!". ucapnya seraya meninggikan suaranya.


pyarr. pyar. prak!!. Alenta memecahkan kaca dan menghempaskan nya ke lantai.


"e-e-emm baiklah nona! maafkan saya. saya permisi dulu!". ucap ART itu ketakutan.


Alenta terus mengobrak abrik kamarnya sampai terlihat seperti kapal pecah. Sampai akhirnya dia lelah dan tertidur dalam keadaan kamarnya yang berantakan.


'hh, Gue yakin Alenta lagi obrak-abrik kamarnya' Affandi. `Smirk`


...----------------...


Acara pernikahan telah selesai. Kini Amira pulang ke rumah mertuanya tanpa ada Raffael di sampingnya. Ia sudah mengganti semua busana pernikahan yang ia kenakan dengan baju biasa yang simple namun tetap elegant. Sesampainya di rumah Raffael, dia dikejutkan dengan halaman luas yang rapih nan indah dengan pohon-pohon kecil disetiap sudut halaman. Lalu, iapun beranjak masuk menuju pintu utama. Disana sudah ada para pelayan yang menyambutnya serta pekerja lainnya. Ia disambut dengan sukacita dengan ayah dan ayah mertuanya mendampinginya. Sementara kedua gadis itu? Ya tentu saja sudah pulang lebih dulu.


"Selamat datang nona Amira!! Kami harap nona nyaman disini!!" Ucap para pelayan bersamaan.


":) Terimakasih!" Jawabnya ramah. "


Amira! Ayo kita ke ruang tamu!!" Ajak ayah mertua.


Amira melihat sekeliling rumat tersebut yang indah bak melihat istana raja. Dia terkesima dengan apa yang ia lihat.


"hhm. okay!" jawab Amira dengan santai.


Sesampainya di ruang tamu, Amira dibuat terkejut lagi dengan rumah yang sebagian besarnya terbuat dari semen dilapis emas.


"Woahh! ini beneran rumah Ayah??". tanyanya ke Ayah Mahendra.


"Pasti dong Mira! memangnya ini rumah siapa lagi? wkwk". Jawabnya sambil tertawa.


"hhehe. abisnya rumahnya mewah banget! ini udah kayak istana! dan--- gimana bisa ada rumah yang dilapisi emas?." Tanyanya pada ayah Mahendra lagi.


"hhaha. udahlah! jangan tanya itu!! nanti kamu malah jadi gadis matre lho!! wkwk." Canda ayah Wirawan.


"hhehe. maaf yah! abisnya aku kagum. hhehe!". jawabnya santai.


"Sebentar lagi ayah akan pulang, ayah pengen minta sesuatu!!." jelasnya wirawan.


"Sesuatu?? apa ayah??". tanyanya kebingungan.

__ADS_1


"Ayah mohon nak! bersikaplah yang baik dimanapun kamu berada!." pinta ayah.


"jangan pernah membantah atau bahkan sampai melawan seseorang, terutama pada suamimu!! jangan meninggikan suaramu. jika perlu, turuti semua keinginan suamimu dengan lapang dada !!" sambungnya membuat suasana menjadi sedih.


Amira yang mendengar ucapan wirawan pun tertegun. "Tapi ayah...!" lirih nya Amira.


"nggak ada tapi tapi!! kau harus menjaga martabat dan jati dirimu! jangan sampai seperti yang di berita kemarin! ayah kasih kamu beladiri buat melindungi diri! bukan kayak kemarin itu!". wirawan memotong ucapan amira dan langsung memperjelasnya.


"apa maksud ayah dengan jati diri!?." tanya Amira yang sedaritadi kebingungan.


"haish, Amira! kamu ini bangsawan!! bersikaplah sewajarnya seorang bangsawan dan jangan permalukan suami kamu!!." tegas wirawan.


"bangsawan!? wkwk. ayah sakit??". tanyanya sambil tertawa.


"kenapa kamu tertawa!?. ayah mu sedang serius!! dia nggak bercanda Amira!!". tegas ayah Mahendra.


"maksud ayah mengenai bangsawan!? wkwk!". tanya sambil tertawa.


"iya!!". ayah wirawan dan mahendra bicara secara bersamaan.


"udah!! yang terpenting!! jangan pernah melukai siapapun! itu saja!". tegas ayah wirawan sembari pergi.


'kenapa sih gue harus turutin kemauannya si Presdir sombong itu? dan kenapa gue senurut ini sama ayah? apa yang ayah mau itu yang gue lakuin, huh!' kesal Amira.


......................


Raffael pergi ke rumah Alenta disana,ia ditemani dengan Affandi untuk menemuinya.


"Alenta!? kamu didalam!?". tanya Raffael yang ada di depan pintu kamar Alenta.


"Eungg! pergi! aku tidak butuh kamu! hiks hiks.". Alenta di dalam kamar menyuruh Raffael untuk pergi.


"kamu baik-baik aja!?". tanya Raffael khawatir.


"hiks. eung. aku baik baik saja!! jangan khawatir! pergilah temui istri kamu itu." usirnya.


"Affan!! bagaimana ini!?". tanyanya pada Affandi.


'Kenapa Gue yang selalu ditanyai kalo nyangkut cewek ini?' Affandi.


"eung tuan!! sebaikanya kita pulang!".


"pulang!?". Pertanyaan Raffael secara tiba-tiba yang memotong kalimat Affandi.


"Saya mohon dengarkan tuan! jika kau tidak segera kembali kerumah, aku yakin tuan besar akan marah besar pada anda kan?! lagipula kita bisa kemari besok!!". Jawabnya panjang dan meyakinkan.


......................


Dirumah Raffael, Amira sudah lelah bicara dengan ayah.


"huahh!! aku ngantuk. sebelah mana kamarnya yah!?". Tanyanya pada Mahendra.


"itu, kamu dianterin pak Amdan. Pak Amdan!!". memanggil kepala pelayan tersebut.


"iya tuan besar!!". jawabnya sigab.


"Antar Amira ke kamarnya. dan kembali bekerja." Jelasnya.


"Baik tuan besar!! mari nona!!". Mempersilahkan Amira untuk mengikutinya.


"Terimakasih pak Amdan:)". ujarnya.


Raffael sudah memasuki pintu gerbang rumahnya itu. dia disambut oleh semua pelayan yang ada.


"Selamat datang tuan Raffael!!". Ucap semua pelayan.


"Dimana pembantu baru gue!?". melontarkan kata-kata yang tidak bisa dimengerti semua orang.


Affandi yang berada di sampingnya pun, memberi kode membenarkan ucapan Raffael.


"pak Amdan!?" tanyanya pada kepala pelayan dirumah itu.


"Nona Amira berada di kamar tuan Raffael!!". jawabnya sigap.


"hmm baiklah!!". Raffael bicara sambil berjalan diikuti Affandi di sebelahnya. Mereka berdua menuju ke kamar.


jeglek.


Raffael langsung duduk di sofa dan Affandi tetap berdiri kokoh disebelahnya.


"Mana tuh anak!?". tanya Raffael.


"Mungkin nona sedang di kamar mandi tuan!!". jawabnya kaku.


"heoh!! beneran? Lo ngintip ya heu?". tanya Raffael menanyakan hal-hal yang ada diluar ekspektasi Affandi.

__ADS_1


"eung bukan tuan. hanya berasumsi saja!! aku tidak mengintipnya!!". jawabnya malu.


jeglek. suara pintu kamar mandi yang terbuka dengan sosok gadis cantik dibalik pintunya.


"ngapain Lo!?". tanya Raffael sambil menatap Amira dari atas sampai bawah.


"Mandi!". jawabnya santai.


Disaat itu, Amira tengah menggunakan baju tidur yang sudah disediakan pelayan wanita dirumahnya.


"emm kenapa sih? ada yang salah!?". tanya amira yang teihat kebingungan karena sedaritadi Raffael masih melihatnya.


"ngapain Lo pakek piyama sebagus ini!?". tanynya dingin.


"ini udah disiapin buat aku! jadi ya aku pakek lah!". tegasnya.


Affandi yang sedaritadi mendengarkan tidak berani menatap bahkan melirik kearah Amira.


"nggak usah pakek ini kalo kamu jadi tukang pijit!!". perkataan yang mengejutkan.


"apa!? a a apa maksudnya aaku harus pijat kamu!?". bertanya dengan nada yang lembut walaupun kesal.


"kenapa harus aku!?". tanyanya geram.


"karena gue boss Lo!". jawabnya.


' Tuan Raffael udah gila! kalo pak Wirawan tau gimana ya?' Affandi.


' Sabar Mir! inget kata-kata Ayah!' Amira yang mencoba sabar.


"Cepetan!! Sini pijitin kaki gue!!". perintah Raffael.


"baik!!". Amira menjawab dengan setengah hati, lalu mendekati Raffael dan hendak duduk disampingnya.


"eh eh eh tunggu!! apa-apaan ni!! duduk dibawah," jawabnya seperti disambar petir.


"iya!" menjawab dengan tersenyum.


"Balik ke kamar sana Fan!". ujarnya.


"Iya tuan!" ucapnya sembari berlalu dan pergi.


Diluar 'Kalo ketahuan pak Wirawan gimana ya?' Affandi.


...----------------...


Amirapun duduk dibawah dan mulai memijat kaki Raffael.


"eshh! hah!! nggak enak banget mijitnya!". bentaknya pada Amira.


"Sorry! aku nggak biasa mijit!!". jawabnya tanpa ada rasa takut diwajahnya.


Amira memijat kaki Raffael, sampai....zzzz..... Raffael tidur!!.


"Woy! bangun woy!! saorrr!". melambaikan tangannya untuk memastikan.


"Udah tidur? tinggal kali ya," Srett


"mau kemana hah!? Belum selesai!!". Ujar Raffael sambil menarik lengan baju Amira.


"emm maaf. Aku udah mijit kaki loh!" tanyanya.


"emangnya itu doang !?". Raffael yang malah menanya balik.


"Ya nggak tau lah!!". ucapnya bingung.


"denger ya!! malam ini juga, cuci semua pakaian kotor yang ada di keranjang!!". perintah yang dilontarkan Raffael.


"Cuci baju?? malam-malam begini??". tanyanya.


"Yaiya lah, emang gue kapan nyuruhnya?". jawabnya sedikit membentak.


"iya-iya! dasar nyebelin!!". pergi beranjak ke ruang ganti.


.


"Tunggu! cuci pakek tangan, jangan Sampek gue denger suara mesin terus kebangun!". tegasnya.


"Ha? Sinting Lo?" Amira tak tahan untuk tak memakinya.


"Jangan ngatain! cepetan atau nggak gue bolehin tidur!!". tegasnya membuat Amira bergegas ke ruang ganti.


Amira sudah berada di ruang ganti dan mengambil pakaian kotor milik Raffael.


"Ini namanya bukan nikah, tapi ngelamar jadi pembantu!!". gumamnya seraya mencuci baju.

__ADS_1


"wkwkwk dia kesel banget!!". ujar Raffael yang berada di balik pintu.


Bersambung......


__ADS_2