
Masih diwaktu yang sama, yaitu di Restoran Mito. Tepatnya di lobby. Mito terus saja melihat Raffael dengan tatapan tajamnya yang bahkan membuat Amira merinding sendiri melihatnya. Tapi, tidak dengan Raffael, yang terbiasa, bahkan kebal dengan Mito yang menakutkan itu. Ia tau Mito akan mengeluarkan jurus ampuhnya itu untuk membuat orang lain bergetar.
Walaupun Amira takut, wajah Amira sama sekali tidak menunjukkan ekspresi takut, karena Amira bisa menipu orang dengan wajah datarnya. Ia bahkan bisa membuat orang kebingungan dengan sikapnya yang aneh, yahh kecuali orangtuanya dan Rina.
Tapi anehnya dia tidak bisa mengerti dengan sikap Raffael yang sesukanya sendiri. kadang baik, kadang jahat. kadang mengesalkan, kadang romantis. menurutnya ini terlampau aneh.
*Hhah!? Ternyata dia bisa menakutkan juga!? Kupikir dia adalah emoji tersenyum yang tidak bisa marah_-* Batin Alenta yang tertegun nelihat tatapan tajamnya Mito.
Diantara semua teman Raffael, hanya Mito yang sangat berani dengannya. Apa alasannya?? Dan kenapa hanya dia yang berani!? Itu karena Mahendra (Ayahnya Raffael) lebih mempercayai Mito daripada putranya sediri.
"Raff! Gue yakin Lo udah mulai suka sama Amira! tapi kenapa Lo masih terpengaruh sama nih cewek ular?" Kata Mito yang sedang koar-koar.
Alenta sedikit tersinggung dengan sebutan yang diberikan Mito untuknya.
'Gue udah relain dia buat Lo, dan Lo malah ngeginiin dia?'
"Lo tau apa soal perasaan gue? gue cuma suka sama Alenta! nggak yang lain!" Alenta memeluknya. sepertinya sangat bangga dengan apa yang dikatakan Raffael.
sementara, Amira tampak sedih mengingat kejadian waktu itu. Raffael mengatakan jika memang dirinya menyukai Amira.
"Udah MIT! biarin aja ih!"
...----------------...
Di lain tempat, tepatnya di ruang kerja rumahnya Hendri Omero. Hendri tampak tengah marah dengan beberapa anak buahnya yang telah dikalahkan Irfan waktu itu, karena gagal memancing Raffael menggerakkan seluruh anak buahnya, dan menjalankan oprasinya untuk mengambil brankas Raffael.
Sebenarnya apa yang ada dalam brankas itu, sehingga Hendri ingin merebutnya dari raffael. Aset kekayaan apakah yang ada di dalamnya!?. Itulah yang menjadi pertanyaan.
Jawabanya.
Brankas itu berisi surat kontrak kerja khusus,
uang dengan nomina besar, dan juga beberapa surat tanah warisan yang ditinggalkan oleh kakeknya Raffael.
Surat kontrak itu berisi proyek besar pembangunan tempat wisata terbesar dan terramai di seluruh pulau, yang berarti uangnya juga dari sana asalnya. Sementara warisannya, adalah surat tanah pribadi yang mencakup satu pulau kecil di dekat kota itu berada. Besar bukan nominalnya!?.
Lalu... Kenapa Hendri bisa tau!?
Untuk kontrak kerjanya, dulu Hendri pernah hampir memiliki kontrak itu. Tapi, karena presentase Raffael lebih memuaskan, akhirnya diberikan padanya.
Untuk warisannya.... Tentu saja dari Ibunya.
"Aghhh KENAPA!? KENAPA HARUS GAGAL!? HHA!?". teriak Hendri pada para anak buahnya.
__ADS_1
"M-maaf tuan ka-kami... Gagal menjalankan operasi!!". Ucap salah satu dari mereka dengan suara terbata-bata.
"Arrrgh!! TIDAK BERGUNA!! SIA-SIA AKU MENGGAJI KALIAN SELAMA INI!!". Teriaknya pada mereka.
"Ka-kami akan menjalankan tu-tugas Anda, lebih baik dari se-sebelumnya!!".Ucap anak buahnya lagi masih dalam keadaan yang sama.
"AGRH!! SUDAHLAH!! Kau sudah cari tahu dimana gadis itu berada!?". Tanya Hendri dengan tegas, yang ingin melupakan topik pertama.
"Ehh saya tidak tau tuan!! Setahu kami, dia adalah gadis lulusan Universitas ternama dikota ini!! Itu saja!!". Jawab anak buah itu lagi.
"CARI LAGI!! CARI SAMPAI KEUJUNG DUNIA KALAU PERLU!!". Ucap Hendri dengan tatapan tajamnya.
"Ba-baikl-lah tuan!!". Jawab mereka serentak.
"PERGI!!". Suruhnya.
Semua anak buahnya pergi dari tempat itu tanpa mengucapkan sepatah kata.
Hendri mengacak-acak rambutnya dan dilanjutkan dengan mengobrak abrik meja kerjanya. Dia sedang berfikir, dimana pak tua Wirawan itu menyembunyikan anaknya!? Kira-kira seperti itu. Dia tidak tahu kalau Amira telah menikah dengan Raffael, MUSUH BESARNYA.
...----------------...
Sekarang beralih ke Raffael dan Alenta.
Raffael dan Alenta duduk di sofa yang ada di dalam ruangan tersebut.
"Sayangg!! Sebenarnya kau ingin apakan dia sih!?". Tanya Alenta pada Raffael.
"Aduhh! Sayangg!! Jangan tanyakan itu sekarang!!! Otakku sedang bekerja untuk hal itu!!". Jawab Raffael, yang lebih terdengar seperti gumaman.
*Sebenarnya apa sih yang ada di otaknya_- aku bahkan tidak mengerti alur drama apa yang akan ia buat_-* gumam Alenta dalam hati yang kesal pada Raffael.
Melihat Alenta yang cemberut, membuat Raffael terpaksa harus memberitahukan apa yang ia pikirkan sekarang. Ia takut kalau Alenta memanasi Ayah Alenta, karena Ayahnya Alenta akan melakukan apapun asalkan anaknya bahagia. Walaupun entah yang dikatakan anaknya itu kebenarannya atau hanya mengada-ada.
"Haihh!! Aku berpikir untuk membuatnya bekerja di perusahaan ini!!". Ucap Raffael, dengan wajh pasrah.
"Hha!? Bekerja!? Apa maksudmu sayang!?". Tanya Alenta yang makin geram.
"Dia akan bekerja dan menguntungkan perusahaan ini!!". Sambungnya.
"Maksudmu kau mau membuatnya hancur dengan menjadi salah satu karyawan!?". Tanya Alenta.
"Tidak!! Bukan karyawan!! Tapi yang akan menggantikan mu!!". Ucapnya seketika membuat Alenta mengumpat dalam hatinya.
__ADS_1
"APA!? kenapa begitu!?". Ucap Alenta tak terima dengan apa yang dikatakan Raffael.
"Karena dia akan menguntungkan perusahaanku!!". Kata Raffael.
"aghhh sayang!! tapi nanti aku akan diamuk oleh Ayah kalau aku tidak punya pekerjaan!!". Rengeknya pada Raffael dengan wajah cemberut.
"Tenang saja!! aku tidak akan memecatmu sayang!! aku hanya-". ucapannya terpotong saat ada suara ketukan pintu dari luar ruangan.
Raffael sontak menoleh dan begitu juga dengan Alenta.
tok tok tok "tuan!! apa saya bisa masuk!?". tanya orang yang mengetuk pintu.
"Masuklah Fan!!". ucap Raffael membuat yang diberi izin pun masuk.
"maaf mengganggu, tuan!! saya ingin melaporkan data bulan ini!!". ucap Affandi seraya menyerahkan map merah di tangannya dengan wajah datar.
Raffael dengan sigap mengambil map itu dan segera memeriksanya.
" KENAPA KEUNTUNGAN BULAN INI MALAH MENURUN DRASTIS HHA!?". Tanya Raffael pada Affandi dengan tatapan tajam.
tatapan itu mampu membuat Alenta gemetaran, dan tidak bergeming sedikitpun. tetapi, berbeda dengan Affandi yang sangat cuek dengan hal itu.
" itu karena ada yang bolos kerja dalam waktu yang cukup lama tuan!! sehingga hal yang ia tanganipun harus mogok juga hasilnya!! ". ucap Affandi sambil melirik Alenta.
...----------------...
Malam hari di kota itu. suasana yang lebih tenang dari malam biasanya. para pekerja pulang dan kembali ke rumah mereka masing-masing, untuk beristirahat, dan berkumpul dengan keluarga tercinta mereka.
saat ini Amira tengan duduk di sofa, di dalam kamar Raffael.
" Aghh aku rindu Ayah!! ohiya!! bukankah ibu akan pulang besok!? apa aku perlu pulang kesana ya!?". Tanya Amira kepada dirinya, mengingat besok ibunya akan pulang ke tanah airnya.
"Pulang kemana!?". tanya Raffael yang entah muncul darimana.
"ehh!? tidak kemana-mana!! hanya saja!! besok ibuku akan pulang!! jadi, aku ingin pulang untuk melihatnya!!". ucapnya dengan nada lembut.
"heuhh memangnya siapa yang mengizinkanmu pulang hha!?". tanya Raffael pada Amira.
"hha!? memangnya aku perlu izin untuk pulang ke rumahku sendiri!?". tanya Amira.
"kai tidak ingat sekarang sudah menjadi istriku!?". tanya Raffael, sembari masuk ke dalam kamar mandi.
*hha!? apa dia bilang!? memangnya sejak kapan aku menjadi pemilik rumah ini!? sejak zaman purbapun ini tidak akan menjadi tumahku!! aku hanya numpang saja disini!!*. Amira.
__ADS_1