Mencintaimu Kembali

Mencintaimu Kembali
Pemeran baru


__ADS_3

Pagipun tiba. dihari minggu yang santai ini, Raffael terbangun dan menyadari bahwasanya ia dan Amira tidak memakai sehelai pakaianpun. Ia bangun dan langsung menuju kamar mandi. dia langsung menuju shower dan membasahi badannya.


"agh apa yang gue lakuin semalam!!". gumamnya sambil mengingat kejadian tadi malam.


"KENAPA GUE NGELAKUIN ITU!!". gumamnya kesal. Raffaelpun keluar.


dia keluar mengenakan kaos putih biasa dan celana hitam.tok tok tok. Affandi mengetuk pintu.


"tuan!! apa saya boleh masuk!?". tanya Affandi.


"hmmm masuk Fan!!". jawabnya sambil menuju sofa dengan handuk kecil di kepalanya. Affandipun masuk. ia tak berani melihat seisi ruangan. ia hanya memperhatikan tuannya yang sedang duduk saja.


"tuan! apakah hari ini anda ingin keluar dengan nona Alenta!?". tanya Affandi sembari berdiri tegak.


"hmm! tidak! aku tidak ada rencana keluar hari ini!!". jawabnya sambil menggosok kepalanya dengan handuk.


"baiklah tuan!! saya hanya ingin memberikan ini!!". Affandi memberikan map kuning kepada Raffael.


"apa!?". tanya Raffael.


"ini berkas tuan!! tuan besar meminta saya untuk memberikannya dan meminta anda tanda tangan". jelasnya.


"hemm mana pulpen nya!?". Raffael bertanya sambil membolak-balik halaman.


Raffael tengah menandatangani satu persatu berkasnya, dan saat itu pula, Amira bangun dari tidurnya.


"eunghh". Amira mulai membuka matanya.


"AAAaaa~". begitulah kira-kira teriakan Amira. Amira berada diatas ranjang dengan tubuh yang dibalut Selimut dan hanya terlihat kepalanya saja.


"Ngapain kalian disini!? keluar sekarang!!". teriaknya pada kedua pria itu.


"ishh berisik!! bisa diam nggak!?". Raffael.


"aaa pliiss keluar lah!!". Rengeknya pada Raffael dan Affandi.


Merekapun akhirnya keluar, namun Raffael tiba-tiba kembali masuk dan mendekati Amira.


"ngapain disini!? gue udah suruh keluar kan!?". tanya Amira kesal.


"emangnya apa!? ya hampiri istriku lah!!". jawabnya pada Amira.


Raffael kini mendekap tubuh Amira dari balik selimut dan mendekatkan wajahnya.


"cih!! jangan ngomong hal-hal konyol deh!!". ujar Amira mencoba melepaskan dekapannya.


"kenapa!? bukannya benar kamu istriku!?". tanyanya pada Amira sembari mengeratkan dekapannya.


"ihhh lepasin aku!!". ujar Amira.


'Kamu sangat manis kalo dilihat dari Deket Amira! Persis kayak Lily!' Merenggangkan dekapannya.


"Baiklah!! tapi ada syaratnya!". Raffael.


"kasih aku morning kiss!!". sambung Raffael sembari memasang wajah licik.


*Nih orang nggak lama lagi apa gimana sih? dasar ganteng-ganteng nyebelin.' Amira.


...----------------...


Sementara itu di rumah mewah keluarga kerajaan sekutu bangsawan bernama Airlangga dulu, Bangsawan Omero keturunan Turki- Indonesia.


"nak, ingatlah! cari keberadaan keluarga Wirawan! mereka harus menepati janji kakek mereka untuk memberikan cuc dia pada kita!!". ujar Sarah Omero selaku ibu disana.


"ibu! itukan janji lama! kenapa aku yang harus jadi korbannya!?". gumam anaknya.


" ibu tidak peduli!! dengan menikahi putri Wirawan, kau bisa mendapatkan kekuasaan besar di kota ini!! kau tau!?". sambung Sarah.


" tapi ibu!". rengek anaknya.


"tidak ada tapi-tapi!! temukanlah gadis itu dulu, baru putuskan!! kau anak tunggal disini!! kau harus bisa membesarkan namaku!!". Sarah.


"hhh iya!!". anaknya bicara dengan nada malas.


"setelah ini, temanilah aku ke rumah Wirawan!!". seru Sarah.


...----------------...


"enggak!!". Amira mendorong tubuh Raffael ke sisi ranjang, dan dia melangkahkan kakinya. sementara tubuhnya dibaluti selimut.... dan.....


"aghhh". Amira duduk kembali karena kesakitan.


"hhahahaha perlu bantuan!?". Tanya Raffael bermaksud mengejek Amira.


"enggak!! aku bisa sendiri!!". jawab Amira kekeh.


Raffael yang melihat Amira berusaha keras untuk berdiri, tak tinggal diam. Dia turun dari ranjang, dan langsung menggendong Amira.


"Lepasin selimutnya!!". seru Raffael.


"apa!? enggak!! aku nggak pakek baju!!" kekehnya menolak.


"ck lepasin aja selimut itu!! kamu akan membasahinya nanti!!". ujar Raffael.


"taruh saja ke keranjang!! nanti kamu juga akan memintaku mencucinya!!". kekehnya.


"heuh baik!!". Raffael.


...----------------...


Sarah Omero dan putra tunggalnya keluar meninggalkan rumahnya, dan menuju rumah Wirawan. sesampainya mereka.

__ADS_1


"Permisi!!". ding dong. Sarah membunyikan bel rumah.


"iya!! sebentar!". suara seorang laki-laki dari dalam rumah.


"iya!! dengan siapa!?". ucap laki-laki itu sembari membuka pintu, dan belum melihat tamunya. "


"halo tuan Wirawan!! masih ingat dengan saya!?". tanyanya.


'hah!? sarah!? dia pasti mau cari Amira! dannn siapa anak ini?! apa dia anak yang akan ia pasangkan dengan Amira!?' Wirawan.


"oeh tentu saja nyonya!! masuklah!! dannn!? ini!?". Tanya Wirawan.


"perkenalkan!! saya Hendri Omero! anak dari ibu Sarah Omero!!". ujar anak tersebut.


'hmm, dia cukup tampan untuk seorang ayah!! sepertinya aku akan menerima gadis itu!!' Hendri.


...----------------...


Mahendra sudah berada di ruang makan, dengan kedua putrinya. ia masih belum menyantap makanannya, karena menunggu suami-istri tersebut.


"aghh kemana mereka!! kenapa lama banget!?". teriak ayah.


"eeh tuan besar? apa saya perlu panggilkan mereka!?". tanya Pak Amdan yang ada di sampingnya.


"tidak perlu pak!! saya pergi sendiri". beranjak ke kamar Raffael.


ia sudah sampai di depan pintu. disana, ada Affandi yang berdiri tegak.


"Affandi? kenapa mereka tidak turun!? apa ada masalah!?". tanyanya pada Affandi.


"engh saya tidak tau tuan besar! saya hanya disuruh keluar oleh nona! apa tuan akan masuk? pintunya tidak dikunci tuan!". jawab Affandi.


"baiklah!! aku masuk!!". Ayah membuka pintu dan masuk secara perlahan ke kamar Raffael.


Alangkah terkejutnya dia melihat pemandangan di pagi hari.wkwkwk.


"hhah!? Raffael!?". ayah terkejut.


ia mendapati anaknya yang menggendong Amira ala bridal style dengan Amira yang dibaluti selimut.


"hha!? ayah!?". Raffael hanya melengos ke belakang, sementara Amira menyembunyikan wajahnya di dada bidang Raffael.


"Bwahahah. apa yang kalian lakukan sebenarnya!?". tanya ayah sambil tertawa.


"itu ayah!! Amira tidak bisa berjalan! jadi aku mau membawanya ke bathup, ehh dia malah tidak mau!!". ujar Raffael.


'Dasar bodoh! jangan blak-blakan begitu kenapa sih! kan gue yang malu!' Amira.


"oeh benarkah!? baiklah!! sepertinya aku mengganggu waktu kalian yaa!? kalau begitu, ayah pergi dulu ya!! nanti sarapannya akan kemari!!" jawab Ayah sembari berlalu.


'jadi, mereka sudah mulai serius!? baguslah!! tapi, bwahahahaha'. Ayah Mahendra.


Amira yang malunya tak karuan semakin erat menutup mata dan menenggelamkan wajahnya di dada Raffael.


"memangnya kenapa!? bukannya aku benar!?". tanya Raffael dengan wajah sok polos.


"aghh udahlah!! bawa gue ke bathup SEKARANG!!". serunya.


Raffael berjalan menuju kamar mandi, yahh tepatnya ke bathup.


"sampai!!". ujar Raffael seraya menurunkan Amira ke bathup.


"hhah!! pergi!!". seru Amira.


"Lo lupain sesuatu bodoh!!". ucap Raffael.


"apa!?". tanya Amira polos.


"haishh Selimutnya!! sini!!". ucap Raffael geram.


"tidak usah!! nanti aku taruh sendiri!!". Amira.


"haishh!". Raffael kesal dan melepaskan sendiri selimut itu dari tubuh Amira.


"hei!! ngapain sih!! jangan sentuh gue!!". Amira.


"diam atau kau akan ku mandikan!!". ancamnya dengan wajah licik.


"apa!? mandikan!? heuh. maaf ya! aku itu bukan bayi ataupun orang meninggal yang harus dimandikan!!". Amira.


'mandikan yang gue maksud bukan seperti itu dasar bodoh!!' Raffael.


Makinya dalam hati. Raffael melepaskan selimut yang menutupi tubuh Amira, dan meninggalkannya.


...----------------...


Sementara itu, Ayah Wirawan, Sarah dan Hendri, duduk di ruang tamu kediaman Wirawan.


"langsung saja pak Wirawan!! saya kemari, untuk menagih janji yang diamanahkan oleh kakek suami saya!!". Ujar Sarah membuka pembicaraan.


"maaf!! tapi saya tidak merasa punya janji!!". ujar Wirawan mencoba mengelak.


"jangan coba-coba mengelak Wirawan!! dimana putrimu!!". tegasnya.


"dia tidak ada!!". jawab Wirawan ketus.


"hha?? benarkah? apa aku perlu menggeledah rumah ini!?". tanyanya pada Wirawan.


"geledah saja kalau kau berani!!". ucal Wirawan.


"ohiya!! dimana istrimu!?". tanyanya lagi.

__ADS_1


"dia juga tidak ada!!". jawab Wirawan lugas.


"bwahahaha. apa kau ditinggalkan istri dan anakmu karena janji ini!?". tanya Sarah sambil tertawa.


Hendri melihat sekeliling ruangan, sampai ia tertuju pada sebuah foto berukuran kecil. Dia dapat melihat disana terdapat foto Wirawan, Amira dan ibunya. dia tampaknya sudah tau akan wajah Amira.


"tidak mungkin ibu!! lihatlah foto itu!! dia sudah dewasa!!". Hendri.


"owh, jadi ini putrimu?? kenapa kau memberinya baju yang tidak selaras dengan statusnya!?". tanya Sarah pada Wirawan.


"tidak!! dia memang suka memakai pakaian seperti itu!!" jawab wirawan.


Hendri yang tau harus berbuat apa pun meminta ibunya untuk segera pulang.


"hh sudahlah ibu!! kita pergi saja!! kita sudah menemukan apa yang kita cari!!". ujarnya sembari menarik ibunya keluar.


...----------------...


Sementara itu, di meja makan, Ayah dan kedua putrinya sedang makan dengan suasana yang tenang.


"ayah!! kenapa kak Raffa tidak turun!? ". tanya Sania.


"dia sedang mengurusi istrinya. bwahahaha". jawab ayah seraya tertawa.


"lahh? kenapa ayah tertawa!?". tanya Bianca.


"hhahahahha tidak. hanya melihat kejadian lucu!!". jawab ayah melanjutkan makannya.


"hal lucu!? kakak!! hal lucu apa yang terjadi dalam kamar!?". tanya Banva dengan wajah polos ke Sania.


"ishh mana kakak tau!! kakak kan belum nikah!!". jawabnya pada Bianca.


"oehh, jadi kalau kita menikah, nanti tau apa yang lucu saat di kamar ya kak!?". tanya Bianca polos.


"ssst diam!! habiskan makananmu sana!!". seru Sania.


"pak Amdan!! antarkan sarapan oada mereka ya!!". seru Mahendra pada pak Amdan.


"baik tuan besar!!". jawab Pak Amdan sigap.


'apa tuan besar sudah melupakan perkara tadi malam!? sebenarnya apa yang ia lihat sehingga dia melupakan hal sepenting ini!?' Pak Amdan.


Mahendra dan putrinya telah selesai sarapan.kini ketiganya keluar dengan urusan masing-masing yang biasa mereka lakukan di hari minggu. Sementara itu pak Amdan mengantarkan sarapannya ke kamar Raffael. sesampainya di depan kamar.


"oehh tuan Affandi!? apa yang kau lakukan disini!?" Amdan.


"saya hanya menunggu tuan Raffael sambil membaca berkas pak!!". ucapnya sambil berhenti dengan kegiatannya.


" emm apa saya boleh masuk!? sayadiminta mengantarkan sarapan!!". tanya Pak Amdan pada Affandi.


"masuklah pak!! pintunya tidak dikunci!!" jawabnya santai.


"baik!! permisi tuan, saya masuk dulu!!". ucapnya pada Affandi.


"permisi tuan Raffael!! sarapannya saya taruh meja!!". ucapnya.


"baiklah!! tinggalkan saja kami pak!!". teriak Raffael dari dalam ruang ganti yang terhubung dengan kamar mandi.


'sebenarnya, hal lucu apa yang dimaksud tuan besar!? disini tidak ada yang lucu!!' Amdan. pergi keluar.


Raffael menunggu Amira membersihkan dirinya di ruang ganti.


"Kau sudah selesai!?". tanya Raffael.


"sebentar lagi!!". jawab Amira dari balik tembok.


"haish kenapa lama sekali sih!!". gumam Raffael.


jeglek. Raffael masuk, tanpa seizin Amira. dan Amira terlihat terkejut. iapun berusaha menutupi tubuhnya dengan busa yang ada di sekitarnya.


"Ngapain sih Lo!? kan sudah bilang gue belum selesai!!". Amira.


"kelamaan!!". Ucap Raffael sambil melihat kepala Amira.


"cepatlah!!". seru Raffael.


"gue selesaiin kalo Lo keluar!!" Amira.


"Nggak usah nawar!! cepat!!". Raffael.


Amira pun bergegas membersihkan dirinya, tidak peduli kalau Raffael memperhatikannya dari tadi.


"sudah!? ayo!!". ucap Raffael sembari mengulurkan tangan pada Amira.


"eumm.bisakah kau ambilkan aku mantel dulu!?". tanyanya dengan tangan menyilang di dada.


"tidak perlu!! ayo!!". ucap Raffa sambil mengangkat tubuh Amira.


"hei!! gue nggak pakek baju!!". bisiknya pada Raffael.


"biarin aja!! lagipula, gue udah pernah lihat!!" ucapannya membuat Amira malu.


Raffael berjalan mennuju ruang ganti dengan menggendong Amira ala bridal style. ia menurunkannya di kursi dekat lemari.


"mana pakaianmu!?". tanya Raffael dingin.


"tidak perlu!! akan kucari sendiri!!". Amira mencoba berdiri dan


"akhh sakit". Amira mengucapkannya sambil menutup mata erat-erat.


"masih sakit!? makanya!! kalau sakit itu jangan lama-lama!!ini! pakai ini!!". ucap Raffael.

__ADS_1


'Lo yang buat sakit bangsat!!'. Amira.


diapun menerima pakaian yang dipilihkan Raffael dan memakainya. sementara Raffael keluar agar Amira lebih leluasa. Amira telah selesai. ia kembali digendong oleh Raffael, dan sarapan di kamar bersama. tapi tanpa adanya keharmonisan... yahh seperti itulah!! mereka melakukannya seperti makan satu meja dengan orang asing.


__ADS_2