
Sore hari tiba. para pelayan nampak sedang beristirahat di rumah belakang, rumah khusus untuk para pelayan. Amira yang bosan terus berada di kamar pun keluar dan mencari tempat yang nyaman di rumah itu. ia menuju dapur, tempat pak Amdan sedang berada.
"Pak Amdan, Ada tempat yang nyaman buat dengerin musik nggak!?" tanyanya pada Pak Amdan.
"di taman belakang Non!!". jawabnya singkat tanpa melihat Amira.
"Gimana caranya saya kesana!?". tanyanya pada Pak Amdan.
"sebentar nona, saya panggilkan pelayan yang lain!! Laila!". panggilnya pada salah satu pelayan.
"iya pak!!". jawab Laila pada pak Amdan.
"antar nona ke taman belakang!!". jawabnya masih fokus dengan pekerjaan.
"baik pak! mari nona!". jawabnya lugas.
"hmm iya... engg Laila!!". jawabnya seraya mengikuti langkah kaki Laila.
Mereka berjalan di lorong yang lumayan panjang untuk sampai ke taman.
"Laila". panggilnya pada Laila.
"iya nona!?". jawabnya lembut.
" kalo dilihat-lihat, kamu ini masih muda ya!?". tanya Amira pada Laila sembari melihat Laila dari atas sampai bawah.
"iya nona, usia saya baru 25 tahun!! kenapa nona!?". Tanynya pada Amira.
"kenapa kerja disini? nggak ke tempat lain aja? pendidikan kamu pasti tinggi kan?". tanyanya.
"hhehe iya nona! pendidikan saya cukup tinggi!!". jawabnya sembari berjalan.
"terus kenapa!?". tanya Amira lagi.
"saya berhutang budi pada tuan Besar nona!!". jawabnya.
"hutang budi?? hutang budi kayak gimana itu??". tanya Amira kebingungan.
"saya sering disiksa oleh orang tua saya nona!!". jawabnya dengan raut wajah yang sedih.
"hoh! serius? maaf ya! aku nggak bermaksud buat kamu sedih!". ucap Amira.
"tidak masalah nona!! dulu saya tidak sengaja berpapasan dengannya saat orang tua saya membuang saya!!". sambung Laila.
"jadi, ayah bawa kamu kesini dan rawat kamu?" tanya Amira sudah penasaran.
"bukan nona!! waktu itu, tuan besar mau menitipkan saya di panti asuhan, karena usia saya baru 10 tahun!! dan saya dipanggil tuan Raffael saat berusia 19 tahun!!". sambungnya.
"terus kamu jadi pelayan disini!?" tanyanya lagi.
__ADS_1
"enggak!! saya dibiayai tuan Raffael dan masuk universitas negeri!!" jawabnya.
"kita sudah sampai nona!!". sambungnya.
Amira yang selama ini berfikir bahwa Raffael itu orang yang buruk pun memutar otaknya.
' hmm, gue mau tahu lebih banyak soal dia! ' Amira.
Amira sudah duduk di taman belakang, sementara Laila hendak pergi dari tempatnya.
"eh Laila!" Amira menarik tangannya
"ada apa nona!?". tanyanya sembari melihat kearah Amira.
"Bisa disini dulu nggak! temenin saya!". tanya Amira.
"eeh bukannya nona mau dengerin musik??". tanyanya mencoba menghindar.
"Biasanya aku sama temen dengerinnya! temenin ya!" pintanya.
'Aku yakin nona mau denger sesuatu soal tuan Raffael! ' Laila.
"eung baik nona!! tapi saya nggak bisa lama-lama disini!!" jawabnya.
"nggak masalah!!ayo, duduk sini!!". pinta Amira.
Akhirnya Amira berhasil membujuk Laila untuk tetap berada di sana.
"iya nona!! setelah aku dipanggil dan masuk ke universitas, aku lulus kuliah. akhirnya aku bisa cari pekerjaan. tapi aku mau kerja disini sebagai bentuk balas budiku. ak kerja jadi pelayan. tapi, sering banget aku ditugasin tuan Raffael buat selesai in dokumen yang ada dimeja kerja. nah, dari situ aku dapet tambahan gaji." Jelasnya pada Amira.
"eung kamu keberatan nggak kalo aku tanya lagi?". tanyanya pada Laila.
"nggapapa nona, tapi aku nggak bisa kasih tahu hal yang terlalu sensitif!!". jawabnya .
'Ini kesempatan yang bagus buat tanyain soal Alenta!' Amira.
"Laila, Kamu kenal Alenta!?". tanya Amira pada Laila.
"Kenal, emangnya kenapa Non?" tanyanya pada Amira.
"Dia kayak gimana? dia dekat sama orang sini? kamu punya fotonya nggak?". tanya Amira berruntun.
"Aku nggak suka sama dia nona, dia nggak baik!!". jawabnya sambil menggenggam erat tangannya.
"maksudmu!?". tanya Amira kebingungan.
"emm aku enggak bisa jelasin nona! aku takut!!". jawab Laila sambil menundukkan kepalanya.
"emangnya kenapa kalo kamu kasih tahu tentang dia!?". tanya Amira masih kebingungan.
__ADS_1
"Kalau aku salah ngomong dan nyinggung tuan Raffael, nanti bisa kena hukum tuan Affandi, Nona!" jawabnya pada Amira.
"ouhh gitu ya!? okey nggapapa!! enggg Laila!? mau jadi temenku?". tanya Amira pada Laila.
"maaf nona, kayaknya pelayan kayak saya nggak pantes jadi temen nona!!". ujar Laila.
"kenapa!? aku kan pengen temenan!! lagipula, temenku dikit. jadi aku sering sendiri!! Plis!! jadi temanku ya?!". pinta Amira.
"hehhh okey nona! tapi saya mohon jaga jarak sama saya!!". Laila.
"okey iya-iya!! emangnya siapa yang bakal marahin!? nggak ada kan!?". ucap Amira santai.
"kalo tuan Affandi lihat, bisa jadi masalah besar nona!!". jawabnya.
Akhirnya mereka berteman. Amira yang sedari kemarin tidak ada teman mengobrolpun sangat bahagia karena ia tak lagi kesepian. Amira tak sengaja melihat kolam renanh yang indah saat menikmati keindahan taman.
"hhah!? Laila!! apaan tu!? kolam renang!?". tanya Amira pada Laila. melihat ke arah yang ditunjukkan Amira.
"heuh!? iya nona!! kolam renang!! nona mwu kesana!?". tanya Laila pada Amira.
"iya!!". Jawabnya.
"mari nona!!". Laila.
Mereka sampai ke kolam renang. tempat yang tak jauh dari taman tersebut, namun tak terlihat karena banyaknya pepohonan kecil disekitarnya.
"woahh!! Cantik banget!!". unar Amira kagum pada apa yang ia lihat.
"Non Mira, disana ada tempat santainya, Ayo!!". ajaknya pada Amira.
"oeh!!". kata Amira. Mereka berjalan menuju sisi kolam yang lain dan duduk di tempat yang Laila tuju.
...----------------...
Di waktu yang sama, Raffael sedang berada di sebuah Cafe bersama dengan Affandi untuk melakukan sebuah rapat. Karena AMars adalah perusahaan peragam busana, ayah Mahendra menggantikan Raffael untuk menangani masalah dengan para Brand Ambassador.
Di cafe itu, terlihat para petinggi perusahaan mencoba membujuk Raffael untuk melakukan sesuatu. "Tuan! kita nggak bisa andalin nona Alenta lagi! Dia sering keluar dan jadi ngacauin designing! tolong segera bertindak!!". jelasnya salah satu petinggi.
"BERANI BANGET KALIAN BILANG BEGITU SOAL PACAR SAYA!!" Raffael berteriak, terlihat sangat murka.
"eeh tuan!! tenang lah!! kalian semua boleh pergi!! meeting akan dilanjutkan lain waktu!!". ujar Affandi yang melihat Raffael sudah marah besar.
Mereka semua pun pergi, dan kini tersisa Raffael dan Affandi disana.
" tenang lah tuan!! mereka nggak ada salahnya!!". ujar Affandi.
"JADI LO BELA MEREKA!!". Teriak Raffael pada Affandi.
"Bukan begitu tuan!! tapi, saya lihat perkembangan nona Alenta yang sekarang ini tidak mau dibantah oleh siapapun!! dia menggunakan nama anda untuk kepentingannya!!". jawab Affandi panjang lebar.
__ADS_1
"apa!? dia itu bukan orang yang kayak gitu!!". Raffael kesal.
"Serius, saya enggak berbohong sama sekali tuan!! anda tidak bisa membantahnya!!". jawab Affandi.