Mencintaimu Kembali

Mencintaimu Kembali
Besok Lusa


__ADS_3

Di waktu yang sama,Bianca pergi bersama ke empat temannya ke beberapa tempat hari ini.


"sekarang?? kita kemana lagi!?". tanya Bianca.


"bagaimana jika, Kolam renang dewasa!?". jawab salah satu temannya.


"baiklah!! apa di sekitar sini ada!?". tanya Bianca.


"ada!! di sebelah barat kota!!". jawab temannya.


"nanti, kita kesana sampai siang ya!!". sahut salah satu temannya.


"hmm! ide bagus!!". jawab teman yang mengajak.


Mereka akhirnya pergi ke tujuan, dan menyewa tempatnya untuk mereka sampai siang hari.


----------------


Sementara itu, dirumah Wirawan.


"apa yang harus kulakukan!? mereka akan segera mencari keberadaan Amira!!". ucap Wirawan.


"ahh!! bagaimana kalau aku katakan masalah ini padanya saja!?". Wirawan.


tuuut tuuut tuuut. Wirawanpun menelfon seseorang yang tak lain adalah ibu Amira yang sedang berada di luar negeri.


"halo!?". sapa ibu Amira.


"halo!? Maya!! apa kamu sudah selesai merawat temanmu!?". tanya Wirawan pada Maya yang diketahui sebagai istrinya.


"eumm iya!! mungkin sebulan lagi akan pulang!!". jawabnya.


"bisakah kamu pesan tiket pulang besok!?". tanya Wirawan.


"emm ada apa memangnya!?". tanya Maya pada suaminya.


"mereka sudah mendatangiku!!". jawab wirawan.


"hmmm baiklah!! aku akan mengurus kepulanganku!!". jawab Maya.


"segeralah pulang!! sampai jumpa!! ". tuutuuutuut. ujar Wirawan sebelum memayikan telepon.


"aku harap kamu akan selalu bersama kami nak!!". ujarnya.


----------------


Amira dan Raffael sudah selesai sarapan di kamar. Raffael langsung bangkit dan hendak keluar, sementara Amira masih kesakitan saat mencoba berdiri. ia akhirnya meminta bantuan pada Raffael.


"apa kamu bisa membantuku??". tanyanya ragu.


"hmm. apa yang bisa ku bantu??". jawab Raffael dingin.


"e-eumm, aku ingin pergi ke pinggir kolam!!". ujar Amira.


"haishh!! ayo!!". Jawab Raffael sambil mengulurkan tangan.


"eum, bisakah kamu ambilkan laptop yang ada di sana??". tanyanya sambil menunjuk tempat laptop.


"heuh dasar menyusahkan!!". jawabnya ketus. Raffael mengambil laptop yang ditunjuk Amira. ia kembali menghadap Amira.


"ini!!". ucapnya sambil memberikan laptop. Raffael mengangkat tubuh Amira, yang memakai celana panjang serta baju pendek, dilengkapi rambutnya yang terurai mengombak cantik.


"kamu enggak pernah makan ya??". tanya pada Amira.


"eung.... setiap hari aku makan teratur!!". jawabnya pada Raffael.


"lalu kenapa kamu ringan sekali?? lihatlah tubuhmu yang kecil ini!! rasanya aku seperti mengangkat kapas. kamu tau!!". kritiknya.


'jika kamu membantuku untuk menghinaku, turunkan saja aku!! memangnya kenapa jika tubuhku kecil!!'.


"heuh! bukan aku yang kecil tuan!! tapi kamu yang terlalu tinggi! dari sd sampai kuliah, tinggiku sedang-sedang saja!!". Amira.

__ADS_1


"sudah diam!!". Raffael.


Raffael mulai berjalan, dan menuju kolam belakang. tapi, entah kenapa sekretaris Affandi malah mengikuti mereka dari belakang, padahal mereka hanya ke tepi kolam.


"mau ku turunkan dimana!?". tanya Raffael.


"eungg di kursi itu saja!!". jawabnya sambil menunjuk kursi.


"mulai sekarang, jangan pernah panggil aku Lo!! panggil saja kamu atau Raffael!!". ujar Raffael sambil berjalan menuju kursi.


"aku nggak suka kamu Panggil aku begitu!" lanjutnya dengan wajah cemberut.


"ehh baiklah!!". jawab Amira.


"ingat!! panggil kau atau Raffael!! jika Ayah tau kamu memanggilku tuan, nanti bisa ngamuk dia!!". kata Raffael sambil menurunkan Amira.


"iya iya!! otakku itu masih sehat tau!! aku bisa mengingatnya!!". Amira.


drettt~~~ Anggap saja suara telepon.


"ehh siapa yang menelpon??". Amira. Amira mengangkat telepon.


"Halo??". suara seorang wanita.


"ibu?? ada apa bu?? kenapa menelpon??". tanya Amira beruntun.


"dua hari lagi ibu akan pulang nak!!". ucap wanita itu yang diketahui adalah Maya yanga tak lain adalah ibu Amira.


"hha?? pulang?? kenapa mendadak bu?? apa teman ibu sudah sembuh?". tanya Amira.


"belum!! ibu hanya ingin pulang lebih awal saja!! maafkan ibu karena enggak bisa hadir di pernikahan mu ya!!". ucap Maya.


"enggak masalah bu!!" Amira.


"baiklah! ibu hanya ingin mengatakan hal ini! sampai jumpa besok lusa sayang~!". ujar Maya mengakhiri panggilan.


Amira meletakkan ponselnya Kembali ke kantong. ia terlihat bahagia sehabis menutup teleponnya.


"ibu akan pulang besok lusa!!". jawabnya singkat.


"ibumu??". tanya Raffael.


"iyalah!! ibuku! memang siapa lagi??". tanya Amira.


*Aku enggak salah dengar?? ibunya?? kukira ibunya pulang sebulan lagi!!*.


"ekhem! baiklah aku pergi dulu!!". ucap Raffael sembari berlalu dibarengi Affandi.


*Mau kamu pergi ke got, ke jurang, bahkan ke alam lainpun aku enggak peduli Ell*. Amira.


----------------


Affandi berjalan beriringan dengan Raffael di lorong rumah.


"Fan!!". Raffael.


"iya tuan!!". jawab Affandi sigap.


"kamu tau kan, Paman dan Bibi seperti apa!?". tanya Raffael pada Affandi.


"tau tuan!! mereka enggak akan melakukan sesuatu jika itu diluar rencana atau dugaan mereka!!". jawab Affandi panjang lebar.


"kamu tau apa yang harus kamu lakukan?? kerjakanlah segera!!". perintahnya.


"baik tuan!! saya permisi dulu!!". Jawab Affandi sembari berlalu.


----------------


Bianca bersama temannya masih setia dengan kolam renang mereka. bahkan, sampai siang bolongpun mereka tak kunjung selesai.


"Bi!! haruskah kita pulang sekarang??". tanya salah satu temannya.

__ADS_1


"aghh sebentar lagi!! kamu enggak tau, ini kesempatanku keluar dalam seminggu tau!!". jawab Bianca pada temannya.


"iya!! aku tau tapi, bagaimana jika kamu sakit nanti!!". ujar temannya.


"ahh~ enggak akan! akan kupastikan aku baik-baik saja!!". jawab Bianca masih setia duduk di kolam.


"hadehh dasar bandel!!". ucap temannya itu lagi. Teman-temannya pun sudah lelah dengan Bianca dan pergi meninggalkannya sendirian.


----------------


Singapura


Itulah tempat Maya atau tepatnya ibu Amira berada saat ini. di lorong rumah sakit yang sibuk dengan dokter serta perawat yang berjalan kesana kemari, dengan bau obat yang tercium jelas di hidung. Maya masuk ke salah satu ruangan yang tak lain adalah ruangan temannya.


"ehh May? sudah selesai dengan teleponnya?". tanya temannya.


"sudah !! kamu sudah selesai makan??". tanya Maya pada temannya.


"sudah May!!". jawabnya.


"ada masalah apa May??". taya temannya itu, melihat Maya yang gelisah tak henti-hentinya.


*apakah aku harus mengatakan ini padanya?? aku takut dia akan keberatan jika aku pulang lebih awal!*. Maya.


"ehh May~??". temannya.


"Maya~~?". tanya temannya melihat Maya termenung sejenak.


"ehh iya?? eungg!". Maya.


*baiklah!! ayo!!*.


"sebenarnya, aku enggak bisa lama-lama disini!!". ujar Maya.


"hha? kenapa? bukankah kamu bilang akan disinj sebulan lagi??". tanya temannya.


"kamu tau kan? suamiku itu, keturunan keluarga Airlangg??". tanya Maya.


"iya~ tentu saja! memangnya kenapa??". temannya.


"keluarganya yang dulu, ada janji menikahkan putrinya untuk keluarga sesama Bangsawan! dan putri yang dimaksud itu, putriku!!". jelasnya pada temannya.


"lalu? kamu mau menikahkan anakmu??". tanya temannya lagi dan lagi.


"enggak!! kami sudah menikahkannya dengan keluarga bangsawan lain!!". jawab Maya.


"jadi keluarga itu ingin mengambil putrimu?? tapi kalian enggak mau dan menikahkannya? begitu??". Teman Maya.


"emm!!". ucap Maya meng iyakan dengan bahasa isyarat.


"aku akan pulang lusa!!". ujar Maya pada temannya.


*****


Raffael sampai ke kantor dan menemui Alenta yang kembali bekerja sebagai designing.


"Raffael! kenapa kayaknya kamu seneng gitu?" kata Alenta yang mulai curiga kalau Raffael mulai menyukai Amira.


"enggak! emangnya ada apa?" tanyanya balik.


"kamu mulai suka ya sama Amira!" Raffael tidak menjawabnya.


Dia menatap langit-langit dan mencoba menyamakan kejadian Lily dan Amira.


okey, Sama-sama pemberani, manis, dingin, tidak takut dengannya.


"Hmm, Mungkin!" Katanya sambil tersenyum.


"Raff! katanya mau jebak dia dan masukin ke perusahaan! mana tuh!" katanya dengan marah.


"nggak tahu! nggak jadi kali!" ucapnya dengan enteng.

__ADS_1


'Apa? ih, sesukanya banget jadi orang!'


__ADS_2