Mencintaimu Kembali

Mencintaimu Kembali
Senin yang buruk


__ADS_3

pukul 04:30


Pagi hari


Senin....


Bianca telah selesai membersihkan diri.


ia ingin secepatnya pulang ke rumah, karena merindukan kedua kakaknya.


"oke!! penampilanku sudah bagus, sekarang, ayo temui dia!!". dia melangkah menuju ruangan Irfan.


tok tok tok tok..... Bianca mengetuk pintunya.


"Tuan!! apa kau sudah bangun!? AYO CEPAT ANTAR AKU PULANG!!". Bianca.


"sebentar nona!! ". ucap Irfan yang terdengar dari dalam kamar.


setelah itu, dia memutuskan untuk menunggu.


detik demi detik....


kesabaran demi kesabaran....


sampai ia tak kuasa menunggu lagi.


"HEI AYOLAH!! KENAPA LAMA SEKALI!!". teriak Bianca dengan wajah kesal.


Jeglek. Sura pintu terbuka terdengar dari dalam kamar.


"eeh nona!!.apa kau lama menunggu!?". tanya Irfan.


"MENURUTMU!?". Tanya Bianca penuh penekanan.


Mendengar itu, Irfan bukannya langsung bergerak malah diam terpaku melihat Bianca di depan pintu.


"haishh cepatlah!!". ujar Bianca.


"eeeh baik nona!!". jawab Irfan.


*hhhahh~ semoga aku selamat!!*. Irfan.


Mereka keluar dari apartemen dan menuju mobil yang telah dibawa Irfan untuk menyelamatkannya. sesampainya dirumah....


tidak ada seorangpun yang menyambut kedatangannya. selain karena tuan rumah masih tidur, para pelayan mulai beroperasi hanya dari jam enam pagi sampai habis makan malam. jadi, diluar itu, para pelayan boleh melakukan apapun yang mereka inginkan.


"Tuan! jam berapa ini!?". tanya Bianca.


"ini sekitar jam lima nona!! kita hanya menempuh perjalanan selama setengah jam dari apartemen!!". ujar Irfan menjelaskannya.


."heuh! pantas saja sepi seperti kuburan_-!". Bianca.


ting tong.... Bianca membunyikan bellnya.


suara bell yang menggema keras itupun, sampai ke telinga Amira.


...----------------...


Amira....


Amira baru saja selesai membersihkan dirinya, saat ia mendengar bell berbunyi itu. iapun segera turun dari kamar menuju pintu utama.


"hha!? siapa yang datang pagi-pagi seperti ini!?". Amira.


suara bell terus saja berbunyi, entah siapa yang datang. membuat Amira berlari menuju pintu.


"IYA SEBENTAR!!". Amira.


ia sampai di depan pintu, dan langsung membuka pintunya.


"iya!? dengan siapa!?". ucapnya sambil pelan-pelan membuka pintu.


"kakak ini aku!!". ucap Bianca dengan malas.


"hha? Bianca!? kau sudah pulang!?". tanya Amira dengan mata berkaca-kaca.


"heuh!! iya!! jika ini bukan aku siapa lagi yang pulang!?". tanyanya dengan wajah kesal.


"dimana kakakku!? apa mereka sudah bangun!?". tanya Bianca dengan nada malas.


"mereka masih tidur!! masuklah!!". ujar Amira sembari tersenyum.


Amira tak sengaja melihat Irfan dan refleks memanggil namanya.


"eeh!? Irfan!?". Amira.


"kakak kenal!?". tanya Bianca.


"kami dilatih oleh tuan Wirawan di lapangan yang ada di rumahnya nona!! jadi, aku mengenal nona Amira!!". Jawab Irfan tenang.


"oooh~" Bianca.


"eeh apa aku perlu memanggilkan kakakmu!?". Amira.


"tidak perlu!! jika mereka mengamuk, kau akan celaka!! dan aku yang akan dimarahi Ayah nanti!!". Bianca.


"sudahlah! menyingkirlah dari hadapan ku!!". Ucap Bianca sembari mendorong tubuh Amira hingga jatuh.


Irfan yang melihatnya pun, terlihat berapi-api seperti ingin mencekik Bianca. Namun, ia tak dapat melakukan apapun karena Amira memberi kode agar tetap diam.


*jika nona tidak menghentikan ku, kau mungkin tidak akan bisa berpelukan dengan Ayahmu nona!!*. Irfan.


...----------------...


"BIANCA!!". Suara keras dari dalam rumah yang menggema menakutkan.


"Ayah!?". Bianca. Dengan berkaca-kaca, Bianca berlari ke arah Ayahnya tanpa memperdulikan Amira.


Bruk.. bunyi yang terdengar saat Bianca memeluk Ayahnya.


"Hiks hiks hiks Ayah!! aku merindukanmu yah!!". ucapnya sambil menangis di pelukan Ayah.


"Apa yang kau lakukan pada Amira hha!?". tanya Ayah dengan wajah marah.


"eeeh maksud Ayah!?". tanya Bianca dengan melepaskan pelukannya.


"kenapa kau mendorong kakak ipar mu BIANCA!?".Kata Ayah penuh penekanan dan melihat Amira yang mencoba berdiri.


"aku hanya menyuruhnya minggir Ayah!!". jawab Bianca dengan wajah polos.


"hhaha!! kau pikir Ayah tidak melihatnya Bianca!?". kata Ayah dengan menatap sinis Bianca.


*Amira!! jangan menangis!! ingatlah, jika kau menangis karena hal seperti ini, kau akan dihukum oleh ayah!! disini ada anak buahnya ra!*. Amira.


...----------------...


Suara keras Ayah, ternyata membuat kedua Anaknya bangun, dan turun untuk melihat apa yang sebenarnya terjadi.


*Eungh Ayah! ada apa!? kenapa kau teriak!?". tanya Raffael yang terlihat masih mengantuk.


"hha!? Bianca!?". ucap Sania tak percaya dengan apa yang ia lihat.


"kakak!? kau tidak merindukanku!?". tanya bianca seraya tersenyum pd kakak perempuannya.


Sania berjalan mendekati Adiknya, dan memeluknya dengan sangat erat. Sementara itu, tatapan tajam Raffael tak luput dari pandangan setelah mengetahui keberadaan adiknya.


" Kemana saja kau!? ". Tanya Raffael dengan wajah dinginnya.


"AKU TANYA KAU KEMANA!?". Tanya Raffael sekali lagi penuh tekanan, membuat orang yang dituju mati kedinginan.


"eehh itu kakak!!". jawab Bianca.


"Kau ini benar-benar adik pem-". Ucapan Raffael terputus saat hendak menampar Adiknya itu.


"Sayang!?". Alenta. Ohh!? ini alasannya!?.


"Apa yang kau lakukan!?". tanya Alenta pada Raffael.


"ehh Sayang!? kapan kau datang!?". Tanya Raffael pada Alenta yang mengalihkan dunianya.


*hha!? sayang!? apa ini Alenta!? aku tidak kalah tinggi darinya sih... hanya selisih berapa milimeter saja!! tapi,, wajahnya...._•''' sepertinya Aku kalah darinya!!*. Amira.


"ALENTA !! KENAPA KAU KEMARI!?". tanya Ayah penuh amarah.


"ohh!? Paman Mahendra!? maaf ya paman, aku tidak melihatmu_^". Ujar Alenta dengan santai.


"Aku mau menemui kekasihku paman_^". Masih bicara dengan santai.


"DASAR GADIS TIDAK TAU DIRI!!". Ujar Ayah sembari pergi menuju.... ehh.... Sepertinya ke dapur.


"Amira!! mari ikut Ayah!! dan bawa tamu itu masuk;!". Ujar Ayah sembari berbalik.


"Baik Ayah!! Irfan!! silahkan masuk_^!". Ujar Amira dengan senyum manis.


"eeeh baik nona!! terimakasih!!". ujar Irfan sembari mengikuti langkah kaki Amira.


"iiih Ayah!! akukan baru pulang!! kenapa malah Amira yang Ayah pedulikan!?". tanya Bianca selagi berteriak kesal.

__ADS_1


...----------------...


Semuanya mengikuti Ayah.


mereka duduk di meja makan, dan duduk disana.


ternyata, saat sampai, Amira keduluan Alenta yang selalu menempel dengan Raffael. Putrinya yang baru saja pulang, disuruh duduk di kursi jauh di depan Ayahnya. sedangkan tamu spesial penyelamat kita, duduk di sebelah Ayah menggantikan posisis Sania. Amira terpaksa mengambil kursi dari dapur. kursi yang tidak mewah seperti kursi lainnya, ia tempatkan di samping kiri Ayah,kana Raffael, di depan Irfan.


Para pelayan nampak baru masuk dari rumah belakang. Amira sudah masak terlebih dahulu, makanan yang ingin dimakan Ayahnya, walaupun belum selesai. para pelayan, langsung ikut andil, dan menyelesaikan sisanya.


berbeda dari biasanya, Ayah meminta makanan sehat seperti sup, dan makan setengah jam lebih awal, yaitu jam 06:00. setengah jam setelah tragedi, dan makanan disiapkan.


"Irfan, tadi Aku dengar kau disuruh oleh Wirawan!?". tanya Ayah.


"iya tuan!!". jawab Irfan singkat.


"hmm, bagaimana dia tau kalau anakku tidak ada di rumah!?". tanya Ayah lagi.


* Jadi gue harus gimana!!*. Irfan.


Irfan melirik ke arah Amira, untuk memastikan bahwa ia bisa memberitahu Mahendra. dan.. Amira tak berkutik. dia ingin tahu apa keputusan personal Irfan. Apa yang akan dikatakan Irfan!?.


"sebenarnya.. tuan Wirawan dapat info dari nona Amira tuan!!". jawabnya.


"hha!? Amira!? kau yang memintanya!?". tanya Ayah.


"eunghh hhehe, iya yah!!". jawabnya santai.


"Cihh dasar sok pahlawan!" Alenta.


Glek...*sok pahlawan? Emang ngeselin si Irfan! ngapain dikasih tahu segala!*. Amira.


*Hhhah!! berani banget dia panggil non Amira sok pahlawan! hha!? dann nona nggak marah?*. Irfan.


" °_° jika kau mau~aku bisa mengembalikannya ke tempat penculikan itu tuan!!". Ucap Irfan dengan wajah datar.


"hhehe! jangan lah nak!! emm apa Ayahmu tidak marah Amira!?". Ayah.


"Aku...hanya mengatakan carikan keberadaan Bianca ayah!!". Amira.


*Dasar pencitraan!! yang menyelamatkanku kan Irfan, bukan dia! kok yang disorot malah dia!*. Bianca.


"apa kau akan dimarahi!? kau taukan Amira, Ayahmu itu seperti apa!?". tanya Ayah pada Amira.


"hhehe iya Ayah!! aku tau!! tenanglah! tidak akan terjadi apapun padanya^^". jawab Amira dengan tersenyum.


*Ya iyalah tidak apa-apa!! Orang aku anak buah nona Amira!! dari pertama bekerja tugasku kan diminta tuan Wirawan menuruti semua perintah nona!! *. Irfan.


Drett~drett~ Suara telepon.


"hha!? siapa yang telepon pagi-pagi begini!?". Amira mengangkat telepon.


"halo!?". Suara laki-laki dari seberang sambungan telepon.


"iya!? kenapa!?". tanya Amira.


"ehh begini! beritamu waktu itu, sudah tidak terdengar lagi di media!! jadi, aku berniat membuka restoran itu kembali!!". Ucapnya.


"ohh!! baiklah Mit!! kapan aku bisa kesana!?". tanya Amira.


"Karena ini hari senin, kau bisa kemari jam delapan!!". Jawab Mito. yang diketahui sebagai laki-laki diseberang sambungan itu.


"Lalu Rina!?". tanya Amira.


"dia akan datang lebih awal!!". jawab Mito.


"baiklah!! aku kesana lebih awal!!". kata Amira.


"baiklah!! sampai jum-". tuuut tuuuut ttuut.


Belum selesai Mito bicara, Amira sudah memutus sambungan telepon.


"eungg Ayah!? apa aku masih diperbolehkan bekerja!?". tanya Amira pada Ayah.


"bekerja!? kau bekerja dimana!?". tanya Ayah.


"di restoran dekat pusat perbelanjaan dan sebuah perusahaan!!". jawab Amira.


"hha! perusahaan!? apa itu restorannya Mito!?". tanya Ayah.


"ehehe. iya yah!!". jawab Amira.


"hmm baiklah^^. nanti sepulang dari kantor Ayah akan kesana!!". Kata Ayah.


*heuh!! aku benar-benar tidak mengerti kenapa aku harus menikahi gadis seperti dia!! lihat saja pekerjaannya! dia bahkan hanya seorang pelayan restoran!! _-". Raffael.


...----------------...


Jam 07:30.


Amira sudah berada di restoran mito, menunggu jadwal buka, dengan yang lainnya.


"Amira!! kenapa kau tidak ada kabar semingguan ini!?". tanya Rina.


"oehh aku hanya malas membuka ponselku!! aku banyak nonton drama itu dan membuka laptopku!! maaf ya tidak mengabarimu!!^_^". Amira.


"oehh begitu!! lalu, kenapa kau tidak ada saat aku kerumahmu!?". tanya Rina.


"eeeeh mungkin aku sedang keluar saat itu!! hhehe hhehe!!". Amira.


"hmm keluar ya!?(tatapan tidak percaya) bukankah kau tidak suka keluar!?". tanyanya lagi.


"eungg aku tidak pergi me tempat yang ramai kok!!". Amira.


* haish bagaimana bisa aku lupa kalau Rina tidak tau aku sudah menikah!!*. Amira.


"benarkah!? hm aku tidak percaya!". Rina.


glek.


*sudah kuduga!!dia bahkan tau kalau aku sedang menyembunyikan sesuatu lebih dari orang lain_-*. Amira.


"ehhh kita ke ruang rapat saja!!". bisik Amira pada Rina.


...----------------...


Kantor Perusahaan Andromeda Mars.


Ruang Presedir.


Raffael sedang duduk di ruangannya dengan Alenta yang menggantungkan tangannya di leher Raffael. dan diawasi oleh Affandi diluar.


"sayang!? kapan kau akan menggunakan gadis itu!?". Alenta.


"ehehem! segera Sayang!! aku akan mengungkap identitasnya dulu, baru menggunakannya!!". ucap Raffael.


*hadehh sepertinya akan ada Drama baru lagi!!_-*. Affandi.


"kau dengar tadi kan!? dia bekerja di restoran Mito yang dekat dari sini!! kita akan makan siang disana!!". Raffael.


"kau mau melakukan apa!?". tanya Alenta.


"memberitahu Media identitas Amira!!". jawabnya.


"hha!?". Alenta.


"haish sudahlah kau akan tau sendiri nanti!!".


/Smirk/ Raffael.


...----------------...


Di ruang rapat.


Restoran Mito.


"sekarang,jelaskan padaku Mir!!". Rina.


"aku dinikahkan oleh Ayahku Rin!!". Amira menangis.


"wahh bukankah itu bagus!? lalu kenapa kau sedih!?". Rina.


"masalahnya dia orang yang tidak baik Rin!!". Amira.


"tidak baik bagaimana!? bukankah Ayahmu sangat menyayangimu!? bagaimana bisa dia memberikanmu pada pria yang tidak baik!?". Tanya Rina yang masih kebingungan dengan wajah prihatin.


"iya!! memang iya!! dia orang yang baik!! tapi itu hanya dimata orang orang Rin!!". tegasnya.


"hha!? dimata orang orang!? haish aku masih tidak mengerti, Amira!!". kata Rina.


"kau tau!! dia menyuruhku mencuci baju dan memijatnya malam-malam!! bahkan saat malam pertama Rin!!". Amira.


"APA!? MENCUCI BAJU MALAM MALAM!? KETERLALUAN!! SIAPA DIA!? AKAN KUHANCURKAN HIDUONYA KARENA TIDAK MENGHARGAI SAHABATKU!!". Rina.


"_- sudahlah Rin!! memangnya kau berani!? lagipula dia itu bukan orang sembarangan Rin!! dia seorang CEO dan bangsawan!!". ujar Amira.


"hha!? bangsawan!? siapa nama keluarganya Mir!?". Rina.

__ADS_1


"emm aku rasa, nama keluarganya Wardana!!". ujar Amira dengan santai.


"Apa!? Wardana!? maksudnya pemilik perusahaan AMARS". tanyanya terkejut.


...----------------...


Waktu makan siang..


Raffael dan Alenta telah keluar dan benar saja, mereka menuju restoran yang dimaksud.Mereka memasuki restoran itu, tanpa didampingi oleh Affandi. Entah apa yang mereka rencanakan. di hari Senin, memang jarang ada orang yang makan siang diluar. mereka lebih memilih membawanya dari rumah. sehingga restoran akan sepi bahkan terbilang tidak ada pelanggan pada siang hari ini.


ingat!! SIANG HARI INI!!💢💢.


Mereka duduk di kursi yang paling indah, elegant, dan terbaik disitu.


"Permisi tuan!! silahkan!! ini menunya!!". ujar salah satu pelayan.


"Aku tidak ingin dilayani!!". jawab Raffael.


"eehh maksudnya tuan!?". tanya pelayan itu.


"aku hanya ingin dilayani oleh penyelamat kalian itu!!". jawab Raffael.


*maksudnya Amira kan!?*.


"ehh tapi, dia sedang tidak bertugas untuk bagian pelayanan pelanggan pagi ini tuan!!". jawab pelayan itu.


"AKU TIDAK PERDULI!! AKU HANYA INGIN DIA YANG MELAYANIKU!!". Ucap Raffael penuh kemarahan, membuat pelayan itu merinding ketakutan


"eh sayang!! tenanglah!! jangan marah-marah seperti itu!!". Alenta.


"e-hh ba-baikl-lah tu-tuan!! sa-saya panggilkan sebentar!!". Ucap pelayan itu dengan terbata-bata.


pelayan itu pergi memanggil Amira yang ada di bagian kasir saat ini.


"Amira!! ada yang mau dilayani olehmu!!". pelayan.


"hha!! kenapa harus aku sih!? akukan ada di bagian kasir saat ini!!". gerutu Amira.


"aghh biar aku saja yang gantikan!! aku takut padanya!!". Pelayan.


"hha!? memangnya siapa dia!?". tanya Amira.


" dia sahabat baik pak Mito!! tetapi, dia biasanya ada di restoran lain bersama pak Mito jika ingin makan!!". Pelayan.


" ohh oke!! demi Mito aku kesana!!". Ujar Amira selagi bergegas.


...----------------...


Amira sampai ke tujuannya. ia melayani mereka tanpa melihat siapa yang datang itu.


"ehh tuan!! maaf telah membuat anda menunggu lama!! ini daftar menunya!ehh!". Amira. ia terkejut, karena saat memberikan daftar menu, ternyata yang terlihat di depan matanya adalah Raffael dan kekasihnya, Alenta.


"hmm namamu Amira!?". tanya Raffael dengan suara yang sedikit keras membuat para pelayan memperhatikan mereka.


"eeeh iya tuan!! apa ada ada masalah!?". Amira terlihat agak shok.


*sungguh!! actingya sangat paspasan_-. tapi aku harus tetap profesional dalam bekerja!! jawab saja seperti kau menjawab pelanggan lainnya Amira!!*. Amira.


"ohh jadi, kau yang masuk berita sampai seminggu itu ya!?". tanya Raffael dengan nada yang keras dan senyum licik di wajahnya.


"ehh iya^_^". *kenapa jadi begini sih!? kenapa juga dia harus bertanya soal itu!!*. Amira.


"hheuh!! jadi, kau gadis sok pemberani itu!?". tanya Raffael meremehkan.


"^^ maaf. apa maksud ucapan anda tuan!?". Amira.


"kau!! orang yang sok menjadi pahlawan semua orang dengan tingkahmu itu kan!?". /Smirk / Raffael.


*marahlah Amira!! sebabkanlah keributan disini!!_√* Raffael.


"emm maaf tuan!! tapi saya disini hanyalah pelayan yang melayani pelanggannya tuan!! jadi mohon pesanlah makananmu dengan tenang^^" Ujar Amira mencoba meredakan suasana.


"hhhh lihatlah dia!! sok sekali berkata manis!! padahal belum tentu dia seperti itu!!". Alenta menimpali.


"hhahahah!! anda tau saja nona!!". ujar Amira yang sudah mengerti permainan yang mereka mainkan.


*lahh!? tau saja!? kenapa jadi seperti ini!?*. Raffael dan Alenta secara bersamaan.


"Kamu nggak ingat? dulu kamu pernah hampir ngelukain saya karena marah-marah sama pelanggan lain!"


"bukankah sudah jelas ya!? di video itu, saya berperilaku tidak sopan pada pelanggan!?". tanya Amira masih dengan enteng.


"ya!! dan di detik ini kau membuktikannya!!". Raffael.


*membuktikan MATAMU!!*. Amira.


"ehmm mohon segera memesan tuan dan ehhh nona^^!!". Amira.


"heuhh baiklah aku pesan americano satu!!". Raffael.


*tidak punya mata!! ini kan restoran, bukan caffe!! yang disediakan itu, makanan dan minuman pelengkap saja!! dimana harus kucari americano disini!?*.


"ehh maaf tuan! disini tidak tersedia Americano!! jadi harap memesan yang ada di daftar menu saja^^". Amira.


Gebrakkk!!. Raffael mendorong meja dengan kakinya, sampai menabrak kaki Amira. dan Amira masih tetao diam seribu bahasa.


"jangan tuli kau Amira!! aku bilang aku menginginkan Americano!! bukan yang lainnya!! aku tidak akan menerima pesanan selain itu!!". Ucapnya sambil berdiri menunjuk Amira.


*di- dia sangat men-menyeram-kan sa-saat ma-marah!!*. Alenta dengan tertunduk kaku.


*lahh kan memang ini tidak ada di menu!! kenapa kau malah memaksa memesannya!? heuhh sungguh!! cobaan-cobaan!!*. Amira.


"eungh tapi tuan!! disini benar-benar tidak ada Americano!!". jawab Amira pada Raffael.


"kalau begitu!! CARIKAN AMERICANO SAMPAI KEUJUNG DUNIA KALAU BISA!!". Raffael.


...----------------...


#Pov : Mito


Mito berencana mengambil kunci restoran itu dari salah satu pelayan yang ia berikan kuncinya.


ia sudah berada di oarkiran mobil, dan hendak berjalan masuk ke restorannya.


Namun....


Ia melihat mobil pribadi Raffael berada telat di deoan mobilnya.


"Raffael!? apa dia kesini!?" Mito.


"tapi, untuk apa!? biasanya dia mengabariku


dulu saat ingin makan di salah satu restoranku!?". Mito.


"aghh perasaanku tidak enak soal ini!! sebaiknya aku segera masuk ke dalam!!". Mito.


Ia hendak membuka pintu restoran. tapi.. dia menghentikannya, saat tau apa yang tengah dilakukan Raffael.


Yahh nampaknya ia melihat semuanya. mulai dari Amira berlari kearah Raffael dan sampai kini.


diapun masuk me dalam untuk menghentikan tingkah temannya itu.


"kalau begitu!! CARIKAN AMERICANO SAMPAI KEUJUNG DUNIA KALAU BISA!!". Raffael.


"ehh permisi!? apa ada masalah!?". Mito.


"ohh Mito!? ini! kau lihatlah pelayanmu ini!! dia tidak mau memenuhi pesanan yang diminta pelanggannya!!". jawab Raffael dengan wajah kesal


"Eung baiklah maafkan aku atas perlakuannya!!". Mito.


*kenapa kau malah minta maaf dasar Mito payah!!*. Amira.


"ehh sebaiknya kita bicarakan masalah ini di dalam!! ayo Raffael, Amira, Alenta^^". Mito.


*hadeuhh nurut sajalah!!_-' *. *Amira.


Sampek*~`~.


ruang Lobby.


"Raff!! kenapa kau melakukan itu!?". Mito.


"melakukan apa!? kan aku hanya memesan!!". Raffael.


"kau pikir aku tidak melihat semua nya!?". Mito.


*sepertinya aku juga akan menerima ceramah darinya_-*. Amira.


"Kamu mau cari cara biar bisa Buat Amira marah, dan buat seolah-olah dia tidak ramah kepada pelanggan nanti kan?"


"Heh! Lo tau apa?"


"Gue tau akal licik Lo! puas!!"


Mereka berdua beradu arguman dan sama-sama saling menyerang. mereka malah bertengkar dan saling menyalahkan.


"Diem! aduh!" Amira sendiri tak bisa mengendalikan mereka.

__ADS_1


Kini, Mito sudah tahu rencananya. sepertinya Raffael tau agak sulit untuk membuat Amira terjebak. Terlebih lagi Alenta berulang kali memintanya segera menceraikan Amira.


__ADS_2