Mendadak Jadi Pewaris

Mendadak Jadi Pewaris
Menjenguk Ibu di Kantor Polisi


__ADS_3

"Ah, sial...sial...sial...!" umpat Barick dengan kesalnya.


Sementara itu Arumi yang dibonceng oleh Tommy, sudah sampai di depan kantor polisi.


"Terima kasih atas tumpangannya ya!" seru Arumi pada saat turun dari sepeda motor dan memberikan helm yang sebelumnya dia pakai pada Tommy.


'Iya, tapi jangan lupa untuk kerjakan semua pekerjaan rumahku!" balas seru Tommy yang mengingatkan.


"Iya-iya!' sahut Arumi seraya menunjukkan kedua jari jempolnya,


‘Dah, masuk sana! aku ada acara sama teman-temanku!' seru Tommy yang mulai menstater sepeda motornya.


"Iya, iya!" jawab Arumi yang kemudian melangkahkan kakinya masuk ke kantor polisi.


Sedangkan Tommy tetap acuh dengan apa yang akan Arumi lakukan di kantor polisi tersebut dan dia tak terlalu kepo dengan urusan orang lain.


Kemudian Tommy menstater sepeda motornya kembali menyusuri jalan raya untuk menuju ke tempat dimana jadi tujuannya.


Setelah lampu hijau, Barick terus melajukan mobilnya menyusuri jalan dimana Tommy tadi lewat. Sekilas dia sudah melihat keberadaan Tommy yang berada dijalan raya.


"Bukankah itu Tommy? kenapa sendirian? dimana Arumi?" tanya dalam hati Barick yang semakin penasaran.


Barick melajukan kendaraannya lebih kencang, tujuannya agar dapat segera menyusul Tommy yang mengendarai sepeda motor di hadapannya.


"Kemana tujuan si Tommy itu!" gerutu Barick yang terus mengejar Tommy. Dan sekarang posisi Barick tepat dibelakang sepeda motor Tommy.


"Pim....!"


Barick membunyikan klakson mobilnya dan seketika membuat Tommy menepi. Kemudian Barick mendahului Tommy dan sepeda motornya, dan berhenti tepat di depan Tommy yang juga menghentikan laju sepeda motornya.


Setelah mobilnya berhenti, Barick keluar dari dalam mobil dan melangkahkan kakinya menghampiri Tommy, sementara Tommy melepaskan helmnya dan turun dari sepeda motornya.


"Tommoy...!" panggil Barick saat menghampiri teman sekelasnya itu.


"Oh, kamu Barick! kenapa kamu menghentikan laju sepeda motorku?" sahut sekaligus tanya Tommy yang penasaran.


"Tadi kamu bukannya Arumi bersama kamu?" tanya Barick yang celingukan mencari keberadaan Arumi.

__ADS_1


"Oh, cewek itu! tadi dia minta diturunkan di kantor polisi!" jawab Tommy dengan santainya.


"Kantor polisi? mau apa dia?" tanya Barick yang penasaran.


"Ya mana aku tahulah! bukan koridor aku ngepoin gadis miskin kayak dia! paling juga ada keluarganya yang tertangkap karena mencuri! he...he...!" jawab Tommy yang mengulas senyum dengan sombongnya dan hendak memakai kembali helmnya.


Namun sedetik kemudian, Barick merampas helm yang akan dipakai oleh Tommy.


"Jaga omongan kamu ya! andai saja ayah Arumi masih hidup! kamu akan berurusan dengannya!" seru Barick seraya menyerahkan helm pada pemiliknya dengan mendorong agak kesal.


"Bodo amat! yang penting dia sekarang sudah meninggal!" seru Tommy dan seketika itu juga dia menerima bogem mentah tangan kanan Barick ke pipi kiri Tommy.


"Dugh ...!"


"Aaarrgh ...!"


Tommy mengerang kesakitan dan terhuyun-huyun limbung hendak jatuh, tapi dia masih mampu menguasai dirinya.


"Jaga omongan kamu! Hargai orang yang lebih tua dan juga yang sudah mendahului kita!" seru Barick yang kemudian menarik kerah baju Tommy dan menghempaskan sekuat tenaganya. Membuat Tommy jatuh terduduk diatas trotoar.


"Ugh...!"


Sementara itu Barick meninggalkan Tommy begitu saja dan dia kembali melangkahkan kaki menuju ke mobilnya. Kemudian Barick menyalakan mobil dan memutar balik kendaraannya dan melaju kembali ke arah kantor polisi, seperti diucapkan oleh Tommy kalau Arumi tadi turun di depan kantor polisi.


Sedangkan Arumi datang ke kantor polisi dengan tujuan mau menjenguk ibu tirinya, ibu Partinah. Gadis itu melangkahkan kaki masuk ke kantor polisi. Dia menemui salah satu polisi yang sedang bertugas hari ini.


"Selamat siang pak!" ucap salam Arumi saat menghampiri Polisi yang sedang piket.


Mereka yang dipenjara di Kantor Polisi umumnya belum masuk ke tahap persidangan. Belum mendapat vonis berapa lama orang tersebut harus dihukum (dipenjara). Jangankan berapa lama hukuman, bersalah atau tidaknya pun pasti belum diputuskan. Hal itu untuk menjaga dan menghargai privasi .


Jika waktu kunjungan untuk menjenguk orang dipenjara di lapas berbeda - beda, maka waktu kunjungan untuk orang yang di penjara kantor Polisi umumnya seragam, waktunya sama di semua Polres di Indonesia.


Karena waktu kunjungan di kantor polisi telah diatur dalam Peraturan Kapolri No.4 Tahun 2015. Didalam peraturan itu disebutkan bahwa waktu kunjungan adalah di hari Selasa dan Kamis. 


Waktunya mengikuti jam kerja (sekitar jam.10:00 s/d jam 14:30). Tergantung kebijakan dari masing - masing polres bisa buka lebih pagi dan tutup lebih sore, atau bisa juga buka lebih siang dan tutup lebih cepat.


Waktu kunjungan sangat dibatasi, hanya 15 menit dalam satu kali kunjungan, jadi jika kita berdua atau bersepuluh-pun datang menjenguk, tetap saja kita hanya mendapatkan 15 menit waktu bicara.

__ADS_1


Peraturan Kapolri No.4 tahun 2015 tentang hak tahanan menerima kunjungan (Pasal 20)


Tidak seperti di lapas /LP (Lembaga Pemasyarakatan) yang mengharuskan kita mengikuti beberapa tahap pendaftaran, di penjara kantor polisi kita hanya diminta mengisi buku tamu, itupun dituliskan oleh petugas yang sedang menjaga pendaftarannya.


Barang atau makanan yang akan diberikan ke orang yang berada di penjara akan diperiksa terlebih dahulu oleh polisi. 


"Selamat siang juga, apa ada yang bisa kami bantu?" tanya polisi tersebut pada Arumi.


"Saya mau menjenguk ibu saya yang semalam ditahan karena kasus penganiayaan Pak." jawab Arumi seraya menatap polisi yang bertanya padanya.


"Kalau boleh tahu siapa nama ibu kamu itu?" tanya polisi yang sedang piket itu.


"Ibu partinah." jawab Arumi.


"Oh, baiklah nanti akan saya panggilkan. Silahkan anda ke pantin lebih dulu, barangkali mau membelikan makanan buat ibu anda." ucap polisi itu yang memberitahu serta mengingatkan karena dia melihat kalau Arumi tidak membawa bekal apapun.


"Oiya, terima kasih telah diingatkan. Saya permisi sebentar untuk ke kantong terlebih dulu.'' ucap Arumi yang meminta ijin, dan kemudian dia melangkahkan kaki menuju ke arah kantin yang ada di kantor polisi tersebut.


Tak berapa lama Arumi sampai di kantin tersebut dan beruntunglah keadaan kantin sedang sepi. Kemudian Arumi memesan nasi campur pada ibu-ibu yang menunggu kantin itu.


"Bu, saya pesan nasi bungkus campur dua dan air mineralnya juga dua ya." pesan Arumi.


"Oh, baik! Tunggu sebentar ya!" balas ibu kantin seraya mengulas senyumnya.


"Iya Bu." balas Arumi yang membalas dengan mengulas senyumnya juga.


Ibu kantin itu segera membuatkan pesanan Arumi, dan beberapa menit kemudian pesanan itu dimasukkan oleh ibu kantin di dalam plastik kantung berwarna putih berikut dengan dua buah botol air mineral dingin yang juga dimasukkan ke dalam kantong plastik berwarna putih, namun pada kantung plastik yang lainnya.


Setelah selesai menyiapkan pesanan Arumi, kemudian ibu kantin memberikan makanan yang telah dua bungkus itu pada Arumi. Dan Arumi menerimanya.


...~¥~...


...Mohon dukungannya dan terima kasih telah memberikan Like/komentar/rate 5/gift maupun votenya untuk novel Mendadak Jadi Pewaris ini....


...Semoga sehat selalu dan dalam Lindungan Allah Subhananh wa Ta'alla....


...Aamiin Ya Robbal Alaamiin....

__ADS_1


...Terima kasih...


...Bersambung...


__ADS_2