
Barick sibuk dengan membaca artikel-artikel tentang hal makanan yang ada ada racunnya di halaman ponseknya.
Dan akhirnya dia mendapatkan artikel tersebut, dan mulai membacanya. Hal ini untuk mengusir perasaannya yang sedang mengganggu pikirannya.
...*****...
Apabila mengalami keracunan makanan maka berikut ini pertolongan pertama yang dapat dilakukan:
Pastikan minum banyak air untuk menjaga tubuh tetap terhidrasi, kemudian istirahat yang cukup.
Ambil segelas air hangat, lalu tambahkan perasan lemon, sedikit gula, dan garam ke dalamnya, kemudian aduk rata dan minum.
Konsumsi makanan ringan dan hambar, seperti roti, nasi putih, atau pisang.
Minum satu sendok makan madu yang dicampur sedikit air jahe untuk mengurangi peradangan dan nyeri.
Minum air rebusan daun kemangi di pagi hari saat perut kosong, untuk meningkatkan fungsi pencernaan.
Keracunan adalah kondisi yang disebabkan oleh menelan, mencium, menyentuh, atau menyuntikkan zat yang berbahaya bagi tubuh. Bahaya keracunan tidak main-main karena bisa berdampak fatal.
Tak hanya dari racun, obat-obatan dosis tinggi, produk kimia, dan makanan juga bisa menyebabkan keracunan. Saat terjadi, keracunan membutuhkan penanganan cepat dan tepat.
Oleh karena itu, penting untuk mengetahui langkah pertolongan pertama pada keracunan.
Pertolongan pertama pada keracunan berbeda-beda
Pada kondisi yang parah, keracunan memerlukan penanganan medis darurat. Akan tetapi, pertolongan pertama bisa membantu mencegah risiko berbahaya yang disebabkan oleh keracunan.
Cara mengatasi atau mengobati keracunan pada seseorang bisa berbeda-beda tergantung dari kondisi dan penyebab keracunannya, entah karena makanan, obat, maupun zat kimia.
Beberapa hal yang perlu Anda perhatikan saat memberikan pertolongan pertama pada korban keracunan adalah:
gejala yang muncul,
usia korban, dan
jenis dan jumlah zat yang menyebabkan keracunan.
Gejala keracunan dapat menyerupai kondisi lainnya, seperti kejang, konsumsi alkohol berlebihan,stroke dan efek samping suntik insulin.
Tanda-tanda dan gejala keracunan bisa meliputi:
kemerahan di sekitar mulut dan bibir,
napas berbau seperti bahan kimia,
muntah,
diare,
nyeri perut,
gangguan pernapasan,
tubuh lemas,
sulit fokus (linglung),
gelisah,
kehilangan nafsu makan,
__ADS_1
tubuh menggigil,
sakit kepala,
sulit menelan makanan,
ruam merah pada kulit, dan
kehilangan kesadaran atau pingsan
Keracunan makanan bisa dialami orang segala usia, tapi lebih rentan pada anak-anak, ibu hamil, dan lansia, mengingat daya tahan tubuh mereka yang tidak sekuat orang dewasa pada umumnya.
Apa gejala dan ciri-ciri keracunan makanan yang harus diwaspadai? Bagaimana Anda bisa keracunan makanan? Keracunan makanan merupakan salah satu gangguan sistem pencernaan.
Seseorang rentan keracunan sehabis mengonsumsi makanan atau minuman daerah Anda atau segera larikan ke rumah sakit jika korban keracunan mengalami salah satu hal ini:
tidak sadarkan diri,
mengalami gangguan pernapasan atau berhenti bernapas,
rasa gelisah yang tidak terkendali,
mengalami kejang, hingga
tidak merespons atau bereaksi.
Korban yang diketahui mengalami overdosis baik obat-obatan maupun alkohol juga memerlukan pertolongan darurat medis.
Hal-hal yang bisa menjadi penyebab keracunan
Jika Anda mencurigai seseorang mengalami keracunan, perhatikan juga hal-hal di sekitarnya yang mungkin bisa menjadi penyebab keracunan.
Dalam kebanyakan kasus, kelebihan dosis obat-obatan merupakan penyebab utama keracunan.
Zat pembersih kimia untuk kebutuhan rumah tangga.
Produk pemusnah serangga atau hama seperti peptisida.
Tanaman atau jamur beracun.
keracunan karbon monosida
Makanan yang belum dimasak sampai matang atau terkontaminasi bakteri penyakit.
Kelebihan konsumsi alkohol.
Overdosis obat-obatan terlarang.
Konsumsi obat-obatan dosis berlebih, seperti keracunan aspirin.
Gigitan serangga atau hewan yang memiliki racun.
Cara mengatasi keracunan pada korban
Selama menunggu pertolongan medis darurat datang, lakukan cara mengatasi pertama keracunan seperti di bawah ini.
Jika Racun yang tertelan, berikut pertolongan pertama pada keracunan yang tertelan.
Jika korban menelan zat beracun dan tidak sadarkan diri, coba bangunkan guna menyingkirkan zat beracun yang masih ada di dalam mulut korban.
Baringkan korban dengan menyanggah bagian punggung hingga kakinya dengan bantal sehingga posisi kakinya berada di atas kepala.
__ADS_1
Singkirkan sisa racun yang tersisa di sekitar mulut dengan lap dan pastikan kepalanya tetap menunduk ke bawah.
Saat sadarkan diri, minta korban untuk memuntahkan racun yang tertelan.
Memosisikan kaki korban lebih tinggi daripada kepala pada pertolongan pertama keracunan bertujuan agar racun tidak turun hingga ke pencernaan.
Saat korban muntah, miringkan kepalanya ke samping untuk mencegah tersedak
Hindari memberikan minuman atau makanan sebelum semua racun yang tertelan dikeluarkan.
...****...
Tak berapa lama dokter wanita dan seorang perawat keluar dari ruang unit gawat darurat.
"Ma'af adakah keluarga dari pasien yang baru saja masuk?" tanya perawat yang mewakili sang dokter wanita yang memanggil keluarga pasien.
Mendengar hal itu, Barick segera membangunkan Arumi yang tertidur dengan bersandarkan di bahu Barick.
"Arumi, Arumi bangun!" bisik Barick yang menepuk-nepuk lutut sahabatnya itu.
"Eh, a..ada apa Bar?" tanya Arumi yang sambil mengingat-ingat apa yang terjadi.
"Dokter sudah keluar! ayo kita dengar apa kata dokter!" jawab Barick seraya bangkit dan melangkahkan kakinya diikuti oleh Arumi.
Keduanya pun menghampiri dokter dan perawat yang baru saja keluar dari ruang unit gawat darurat itu.
"Permisi dok, kami keluarga dari pasien gadis berusia delapan tahun bernama Tiana yang baru saja masuk." ucap Barick yang mewakili Arumi.
"Apakah ada orang tua atau saudara kandungnya?" tanya dokter wanita itu yang menatap Arumi dan Barick satu persatu.
"Saya kakak tirinya dok, karena ibu saat ini tak ada di rumah." jawab Arumi yang masih menutupi keadaan ibunya.
"Oh, iya saudari juga tidak apa-apa." ucap dokter seraya menatap Arumi dan kemudian memeriksa laporan pemeriksaannya yang sebelumnya diberikan oleh perawat pada dokter tersebut.
Barick dan Arumi pun menyimak apa yang akan disampaikan oleh dokter itu.
"Begini setelah kami periksa dan teliti, serta mengetahui apa yang dimakan oleh pasien sebelumnya. Akhirnya kami menemukan penyebab dari pasien yang bernama Tiana ini, yaitu mengalami keracunan. Dan racun itu sejenis sianida yang terdapat pada kue brownis yang dimakan oleh pasien." jelas dokter yang menatap Arumi.
"A...apa! Ra..cun si...sianida!" seru Arumi yang sangat terkejut.
Wajah Arumi pucat pasi dan rasa lemas menyerang gadis itu, hampir saja dia ambruk ke belakang. Untunglah Barick sigap menahan gadis itu agar tak ambruk dengan merangkulnya.
"Jadi benar ada racun dalam brownis itu ya Dok?" tanya Barick yang memastikan pendengarannya.
"Iya, benar sekali." jawab dokter yang mendapat Barick.
"Sudah aku menduganya! ada yang berniat meracuni kami bertiga!" gumam Barick yang didengarkan oleh Dokter yang ada dihadapannya.
"Sebaiknya anda laporkan pada polisi, mungkin saja ada yang kembali berniat jahat pada kalian bertiga." ucap Dokter yang tentu saja membuat mata dan hati Barick terbuka.
"Oh iya terima kasih dok! saya akan menghubungi polisi, tapi sebelumnya kami akan menghubungi pengacara Rohadi kami terlebih dahulu." ucap Barick yang keceplosan.
"Pengacara Rohadi?" tanya dokter yang menatap penasaran pada Barick.
...~¥~...
...Mohon dukungan dan terima kasih telah memberikan Like/Komen/rate 5/gift maupun votenya untuk novel Mendadak Jadi Pewaris ini....
...Semoga sehat selalu dan dalam Lindungan Allah Subhananh wa Ta'alla....
...Aamiin Ya Robbal Alaamiin....
__ADS_1
...Terima kasih...
...Bersambung...