Mendadak Jadi Pewaris

Mendadak Jadi Pewaris
Menuju ke Pemakaman


__ADS_3

Arumi dan Barick pun mendengarkan dengan seksama, menggabung-gabungkan serta menyimpulkan cerita Pengacara Rohadi dengan apa yang dulu mereka alami.


"Kenapa ayah Yuwono kembali ke rumah tuan eh papa Lucky pak pengacara?" tanya Arumi yang penasaran.


"Karena tuan Yuwono ingin memberitahukan kalau putrinya masih hidup dan berhak akan kasih sayang dan harta milik tuan Lucky Harahap. Karena selama ini tuan Yuwono menyembunyikan nyonya Lianti dan nona dari orang-orang yang rakus akan harta itu." jawab Pengacara Rohadi yan menjelaskan jawabannya.


"Apakah ayah Yuwono bisa langsung bertemu dengan papa Lucky pengacara?" tanya Arumi yang semakin penasaran.


"Tidak! karena tuan Yuwono melalui rintangan yang begitu berat dan sepertinya mereka mengetahui niat dari tuan Yuwono. Mulai dari tuan Lucky yang berada di luar negeri, sampai dia ditugaskan menjadi supir pribadi Putri dari Nyonya Grace yaitu Nona Keyla." jelas pengacara Rohadi.


"Keyla?" tanya Barick dan Arumi yang bersamaan.


"Iya, Anda berdua kenal dengan nona Keyla?" jawab sekaligus tanya pengacara Rohadi.


"Apakah mungkin Keyla yang anda maksud itu teman kami di sekolah?" tanya Barick yang penasaran.


"Apakah ini pengacara?" tanya Arumi seraya menunjukkan ponselnya pada pengacara Rohadi dengan membuka galeri yang terpampang foto Keyla.


"Iya benar dia!" jawab Pengacara Rohadi dengan menatap penasaran.


"Dia lah yang menculik Arumi kemarin Pengacara!" seru Barick yang memberitahu.


"Oh, begitu ya!" ucap pengacara itu seraya menganggukkan kepalanya, seolah paham dengan jalan dari rangkaian kejahatan yang menimpa keluarga Lucky harahap.


"Oiya pengacara, tolong lanjutkan ceritanya tentang ayah Yuwono dan juga papa Lucky tadi!" seru Arumi yang penasaran.


" Baiklah akan saya lanjutkan. Dengan susah payah akhirnya tuan Yuwono bisa bertemu dengan Tuan Lucky, Setelah memberi tahukan semuanya, waktu itu mereka bersama-sama hendak menjemput anda. Dan saya berada di mobil lain bersama dua orang kepercayaan tuan Lucky Harahap. Namun sayang sekali mobil yang dikendarai tuan Lucky dan tuan Yuwono mengalami kebocoran bensin dan waktu saya lihat sempat oleng dan masuk ke jurang!" cerita pengacara Rohadi sembari terus mengemudikan kendaraanya.


"Innalillahi wa Innalillahi roji'uun! Apakah mereka selamat pengacara?" tanya Barick yang ikut penasaran dengan cerita pengacara Rohadi.


"Satu mobil tak bisa terselamatkan lagi, karena mobil itu terbakar di dasar jurang. Dan polisi menyelidiki di tempat kejadian perkara, ternyata ada yang menyabotase mobil tuan Lucky Harahap." jelas pengacara Rohadi.


"Ayah...papa...?" gumam Arumi yang kedua matanya kini berkaca-kaca.


"Mumpung masih sore, saat ini kita ke makam lebih dulu. Supaya anda mendoakan kedua orang tua kandung dan juga ayah angkat anda." ucap Pengacara Rohadi sembari menoleh ke belakang walau hanya sesekali.


"Oh iya pengacara." ucap Arumi yang menghela nafasnya.


Kemudian pengacara Rohadi melajukan kendaraannya menuju ke pemakaman keluarga, dan mereka menuju ke makam yang berada di deretan utama pemakaman itu.

__ADS_1


"Ini makam tuan Lucky Harahap.Papa nona Arumi." ucap pengacara Rohadi yang memberitahukan.


"Papa...! walaupun belum pernah berjumpa, tapi ananda akan selalu berdoa untukmu pa!" ucap Arumi lirih dan tak terasa air matanya berkaca-kaca.


Mereka kemudian berdoa disamping makam tuan Lucky Harahap.


"Ayo kita ke makam tuan Yuwono sekalian!" ajak pengacara Rohadi dan mereka mengikuti langkah pengacara itu yang berjalan menyusuri sela-sela makam dan akhirnya sampai disamping makam tuan Yuwono, yang terletak di deretan paling ujung.


"Ini makam Tuan Yuwono." ucap pengacara Rohadi dan kemudian mereka bersama-sama berdoa disamping makam.


"Ayah, terima kasih telah merawat dan mendidik arumibselama ini. Arumi benar-benar tak mengira kalau ayah hanya ayah angkat bukan ayah kandungku." ucap Arumi dengan Isak tangis yang mengiringi.


"Tuan Yuwono, anda sangat baik pada Arumi dan padaku saat engkau masih hidup. Barick ingat selalu pesan tuan, dan Barick janji akan selalu menjaga Arumi sampai maut memisahkan kami." ucap Barick lirih dan tak terasa dia juga meneteskan air matanya.


"Sudah hampir malam, sebaiknya kita pergi dari sini!" ajak dokter Rohaya yang merasakan bulu kuduknya berdiri.


"Iya benar! ayo sebaiknya kita pergi dari sini sekarang juga." ucap pengacara Rohadi.


Mereka berempat kemudian melangkahkan kaki meninggalkan pemakaman itu.


Setelah keluar dari makam, mereka segera masuk kembali ke dalam mobil dan pengacara Rohadi kembali melajukan kendaraannya.


"Drrt....drrrtt....drrrtt....!"


"Sebentar aku mau menepi dulu!" seru Pengacara Rohadi yang kemudian menepikan mobilnya.


Setelah menepikan mobilnya, pengacara Rohadi segera menghentikan kendaraannya. Kemudian dia menerima telepon tersebut, yang ternyata dari detektif yang selama ini disewa oleh pengacara untuk menyelidiki seraangkaian peristiwa yang menimpa keluarga Lucky Harahap.


Pengacara Rohadi ;"Hallo Assalamu'alaikum detektif Arjun!"


Detektif Arjun ;"Wa'alaikumsalam, Pengacara ada hal penting yang ingin saya sampaikan. Ini terkait dengan penyelidikan yang telah saya lakukan."


Pengacara Rohadi ;"Apakah tebakann saya benar detektif?"


Detektif Arjun :"Iya, memang merekalah yang melakukannya."


Pengacara Rohadi ;"Cepat anda laporkan pada kepolisian, karena saya sekarang ini dalam misi yang sama pentingnya!"


Detektif Arjun ;" Baiklah kalau itu permintaan anda. Akan segera saya laksanakan!"

__ADS_1


Pengacara Rohadi ;" Kalau mau perlu apa-apa segera hubungi saya. Saya sedang membawa sang pewaris tunggal keluarga tuan Lucky Harahap.


Detektif Arjun ;" Baiklah nanti saya akan kesana."


Pengacara Rohadi ;" Baik akan saya tunggu kehadirannya!"


Detektif Arjun ;"Terima kasih, Assalamu'alaikum!"


Pengacara Rohadi ;" Wa'alaikumsalam!"


Pengacara Rohadi pun menutup teleponnya, Kemudian menghela napasnya dalam-dalam dan mengeluarkannya pelan-pelan.


"Ada apa kak?" tanya dokter Rohaya yang sedari tadi diam saja.


"Kita harus cepat sampai! Datektif Arjun sudah menemukan semua bukti-buktinya dan saat ini dia sedang memanggil polisi untuk menangkap pelaku!" jelas pengacara Rohadi dan menatap adiknya dokter Rohaya, Arumi dan Barick secara bergantian.


"Tapi sebaiknya mampir ke rumahku lebih dulu kak!" seru Dokter Rohaya yang menyarankan.


"Untuk apa?" tanya pengacara Rohadi yang penasaran.


"Ya, membersihkan diri dan mengisi perut kita. Masak kita akan bertemu orang dalam kondisi bau badan seperti ini? mana perut kosong, awas nanti asam lambung kakak bisa kumat lho!" jawab dokter Rohaya seraya mengingatkan.


"Iya-iya Bu dokter!" ucap pengacara Rohadi seraya mengulas senyumnya dan semuanya pun tertawa.


Dan perjalanan berlanjut menuju ke arah rumah Dokter Rohaya.


"Kok aku merasa akan terjadi sesuatu ya?" tanya Arumi yang penasaran.


"Memang akan terjadi sesuatu, dan itu akan menjadi perubahan besar buat kamu. Tugas kami adalah menguak kebenaran dan melaksanakan amanat mendiang tuan Lucky Harahap." jelas pengacara Rohadi.


...~¥~...


...Mohon dukungan dan terima kasih telah memberikan like/Komen/rate 5/gift maupun votenya untuk novel Mendadak Jadi Pewaris ini....


...Semoga sehat selalu dan dalam Lindungan Allah Subhananh wa Ta'alla....


...Aamiin Ya Robbal Alaamiin....


...Terima kasih...

__ADS_1


...Bersambung...


__ADS_2