
Barick pun menyadari tentang maksud sahabatnya itu, dia bergegas menghampiri Tommy dan merangkul serta mengajak teman sebangkunya itu berdiri.
"Sudahlah Tom, memang seperti itulah sifat Arumi. Dia itu pema'af dan jika dia punya uang, selalu royal pada siapapun. He...he...he...!" bisik Barick dan Tommy menganggukkan kepalanya.
"Untuk Keyla, kalau mengingat kamu selalu menyakiti aku, ada rasa dendam dihati ini padamu. Tapi kalau melihat hari ini, kamu yang sebatang kara, aku jadi kasihan sama kamu." ucap Arumi yang menatap wajah Keyla yang nampak begitu pucat, karena perubahan hidupnya.
Yang awalnya penuh kemewahan, dan entah apa yang akan dia hadapi nantinya. Kali ini dia membuang ego dan sifat sombongnya, Keyla kemudian berlutut dihadapan Arumi.
"Arumi, ijinkan aku tinggal disini! aku tak tahu harus kemana? mama dan mbok Sum di kantor polisi, aku tak tahu harus kemana lagi?" racau Keyla yang menangis tersedu-sedu.
"Nak Arumi, jangan biarkan dia berada disini! Biarkan dia hidup mandiri, menjalani kerasnya hidup yang akan membuatnya tak mengandalkan tenaga orang lain."ucap Dokter Rohaya yang menurut Arumi itu pendapat yang bijak.
"Oh, saya mengerti dokter!" ucap Arumi yang mengulas senyum pada dokter yang berusia empat puluh lima tahun itu,yang masih tampak muda dan cantik.
Kemudian Arumi melangkahkan kaki menghampiri Tiana adiknya, dan membisikkan sesuatu pada gadis kecil itu. Nampak Tiana menganggukkan kepalanya, seperti setuju dengan apa yang diucapkan oleh kakaknya itu.
.
Setelah itu Arumi kembali menatap satu persatu orang yang menunggu ucapannya, dan dia masih berada di samping Tiana dengan merangkul adiknya itu.
"Pengacara dan semuanya, saya sudah bicara dengan adik saya Tiana dan adik saya menyetujui apa yang saya sampaikan." ucap Arumi perlahan-lahan.
"Apa yang kalian bicarakan?" tanya Barick yang penasaran.
"Barick dan semuanya, bagaimana kalau Keyla tinggal di rumah ibuku. Maksud aku rumah yang selama ini aku dan Tiana tinggali. Apakah kalian setuju?" jawab sekaligus tanya Arumi dengan menatap satu persatu orang yang ada dihadapannya.
"Oh, aku sih setuju saja. Dan mulai saat ini, Keyla harus instrupeksi diri dan belajar untuk mandiri. Kamu masih ada tempat untuk berteduh itu masih menguntungkan, masih banyak orang di luar sana yang masih harus bayar tiap bulan dan tahunnya untuk sekedar tinggal di sepetak rumah atau kamar" ucap Pengacara Rohadi.
"I....iya saya mau, itu lebih baik dari pada saya terlunta-lunta dijalan." ucap Keyla yang menyeka air matanya.
"Baguslah kita sudah sepakat, dan mulai hari ini kita satu keluarga. Lupakan hal yang telah lalu, dan kita Songsong masa depan yang insya Allah akan menjadi cerah'' ucap Pengacara Rohadi.
"Iya pengacara!" ucap semuanya serempak.
"Sebaiknya kita istirahat disini dan besok saya mau antar Keyla ke rumah, sekalian mengambil barang-barang saya." ucap Arumi dan semuanya pun menyetujuinya.
Kemudian mereka menempati kamar-kamar yang tersedia di rumah itu untuk mereka istirahat, sementara Keyla masih menempati kamarnya, dan dia mulai berkemas-kemas.
...****...
__ADS_1
Keesokan harinya Arumi, Barick, Tiana dan Keyla menuju ke rumah lama Arumi. Pengacara Rohadi mengurus persidangan dan juga berkas-berkas yang menjadi milik Arumi dan dokter Rohaya bersama Tommy menjemput ibu Tommy untuk dirawat dirumah sakit.
Saat ini Arumi dan Keyla seperti bertukar tempat, Arumi dengan kemewahan dari harta kedua orang tuanya dan Keyla yang saat ini menggantikan Arumi bekerja di warung Bu Yuli untuk menghidupi dirinya sendiri.
Tak ada kamus sosialita lagi dipikiran dan hati Keyla, yang ada kerja dan kerja untuk makan dan kebutuhannya tiap hari.
Hari berjalan dengan pasti dan kedua gadis itu sudah bisa menyesuaikan diri masing-masing. Hingga tak terasa ada ujian sekolah dan mereka belajar bersama.
Hubungan Arumi dan Barick semakin akrab, karena keduanya sudah terikat setelah Barick menyatakan cintanya dan hubungan mereka akan berlanjut setelah mereka kerja dan Barick dapat bertemu dengan ayahnya.
Sementara Tiana dipindahkan ke pondok pesantren, karena Tiana sudah bisa berjalan.
Tommy dan Sisil juga sudah saling menyatakan rasa cinta mereka, dan saat ini mereka adalah sepasang kekasih.
Beberapa Minggu kemudian, sekolah Bunga Citra mengadakan acara perpisahan. Dan mengharuskan kedatangan orang tua murid.
Arumi bersama pengacara Rohadi dan dokter Rohaya, Keyla bersama Bu Yuli.
Vita bersama ayahnya dan juga nyonya Lauren yang sudah dibebaskan dari urusan kepolisian karena, dia tak berperan sepenuhnya.
Barick dan Tommy ikut dalam rombongan Arumi dan Keyla, mereka mengikuti jalannya perpisahan itu. Sementara itu Cicilia atau Sisil, sedang duduk sendirian dan tampak gelisah.
"Kamu kenapa Sil?" tanya Tommy yang penasaran.
"Papa Tom, papa katanya mau pulang. Tapi sampai jam segini kok belum datang.
Tiba-tiba dari arah lain ada seorang laki-laki bertubuh tegap dengan memakai stelan Jas warna biru Dongker, dengan rambut disisir kebelakang. Tak ada yang tahu kalau usianya lebih dari lima puluh tahun. Karena paras ganteng masih tersirat diwajahnya.
"Papa! akhirnya papa datang juga!" seru Sisil yang langsung menubruk untuk memeluk laki-laki itu.
"Papa!" seru semuanya dan mereka melihat ke arah laki-laki itu.
Ada raut terkejut dari wajah Barick, dia mengenal betul siapa papa Sisil.
"Pa!" panggil Barick yang kedua matanya berkaca-kaca.
"Ba...Barick! itu kamu nak!" balas laki-laki itu yang kemudian memeluk Barick, suasana haru pun menyelimuti suasana acara perpisahan yang sedang dimulai itu.
"Papa! kenapa papa tak pulang? mama sudah tiada pa!" racau Barick yang tadinya riang, tiba-tiba menjadi sedih dan haru bercampur aduk itu.
__ADS_1
"Ma'afkan kan papa, bukan maksud papa meninggalkan mama kamu. Tapi papa harus menjadi anak yang berbakti pada kakek dan nenek kamu. Waktu itu jika papa tak menikah dengan ibunya Sisil, usaha kakek dan nenek kamu hancur. Karena perusahaan kakek sedang pailit, merugi karena hutang yang terlalu banyak. Dan ayah menikah dengan ibunya Sisil, semua hutang-hutang kakek kamu lunas dan kakek mewariskan perusahaannya pada ayah." jelas papanya Barick.
"Lantas kenapa papa tak mencari Barick?" tanya Barick yang penasaran.
"Papa sudah mencari kamu, dan papa tahu kalau mama kamu meninggal. Papa suda menyewa orang untuk mencari keberadaan kamu. Dan akhirnya papa tahu kalau kamu satu sekolah bahkan satu kelas dengan Sisil. Jadi papa menyelesaikan pekerjaan papa di luar negeri dan baru saja papa turun dari pesawat dan langsung kemari Untuk menemui kalian putra dan putriku tercinta." jelas papanya Barick.
Sekali lagi Barick memeluk papanya dan diacara perpisahan itu ada pertemuan yang mengharukan.
...***...
Beberapa bulan kemudian, setelah mereka lulus sekolah.
Arumi kuliah jurusan manajemen, dan demikian dengan Barick, sementara Sisil dan Tommy kuliah dengan mengambil jurusan desain grafis. Sementara itu Keyla dan Vita mengambil tata boga, dimana mereka bertekad akan mendirikan restoran secara bersamaan.
Barick dan Arumi kuliah sambil bekerja di perusahaan masing-masing, dimana Barick dipandu papanya untuk mengenal sebuah perusahaan dan memberikan beberapa macam solusi jika perusahaan sedang bermasalah.
Demikian pula dengan Arumi yang juga belajar banyak dari pengacara Rohadi dan juga teman-teman pengacara dalam mengelola perusahaan warisan kedua orang tuanya.
Setahun kemudian mereka menautkan hati dalam ikatan pernikahan. Disusul oleh Sisil dan Tommy.
Sementara Keyla dan juga Vita dari usaha kecil yaitu titip-titip ke warung-warung, dan akhirnya mempunyai banyak pelanggan kue buatan mereka.
Sedangkan Bu Partinah yang sudah dibebaskan dari tahanan, tak berani lagi pulang kerumahnya. Karena dia selalu diliputi rasa penyesalannya yang telah menyiksa Arumi.
Ada rasa kangen yang luar biasa pada kedua putrinya, Bu Partinah menyamar sebagai pembantu di rumah besar milik Arumi, demi melihat kedua putrinya.
Tibalah hari yang dinantikan, yaitu pernikahan Barick dan Arumi yang dirayakan sederhana tapi meriah.
Pertemanan sejak kecil itu menjadi pernikahan yang sangat bahagia. Dan semuanya ikut bahagia karenanya.
...~¥~...
Terima kasih atas segala bentuk dukungannya, dan jangan lupa dukung karya-karya author lainnya.
Mohon ma'af jika ada salah kata dan penulisan, karena author hanya manusia biasa yang banyak salahnya. Dan yang sempurna hanya milik Allah Subhana Wa ta'alla.
Semoga kita semua dalam keadaan sehat wal'afiat tak kurang suatu apa
Aamiin yarobbal Alaamiin.
__ADS_1
...SEKIAN...