
"Teman Arumi!" gumam Barick yang ke kemudian pandangannya tertuju pada sebuah ponsel yang tergeletak diatas meja disamping tempat tidur Tiana.
"Tia, apakah itu ponsel kak Arumi?" tanya Barick yang menunjuk pada ponsel yang tergeletak itu.
"I...iya kak!" jawab Tiana sedikit gugup.
"Kakak pinjam sebentar." jawab Barick yang kemudian mengambil ponsel tersebut dan menyalakan ponsel itu.
Barick mencari kotak galeri untuk mencari barang kali ada petunjuk yang berarti di dalam ponsel Arumi.
Benar saja setelah beberapa kali menarik turunkan layar ponsel itu, Barick mendapati beberapa foto yang bisa dijadikannya bukti.
Ada seorang gadis yang memakai kalung emas dengan liontin huruf K dan juga sebuah mobil berwarna merah dengan plat nomor yang sama dengan mobil berwarna merah yang sesuai nomor plat yang diingat Barick tadi yaitu K347A.
"Keyla...!" panggil Barick yang terus mengamati dan menarik turunkan layar ponsel Arumi.
"Keyla? ada apa dengan kak Keyla kak?" tanya Tiana yang penasaran.
"Ah, tidak apa-apa! sementara ini kamu tidur terlebih dulu. Besok kamu lebih baik libur sekolah, dan kamu aku titipkan pada Bu Yuli." ucap Barick seraya memandang Tiana.
"Kak Arumi kemana kak? kenapa tidak ada? katanya kak Arumi mau tidur sama saya?" celoteh pertanyaan dari Tiana.
"Kak Arumi pergi entah kemana, karena itulah kak Barick mau mencari kak Arumi." jelas Barick yang bingung menjelaskan pada Tiana, agar anak itu tak khawatir.
"Lalu Kak Barick mau kemana?" tanya Tiana yang khawatir.
"Kak Barick akan mencari kak Arumi, karena itulah besok pagi kamu ke rumah Bu Yuli dulu ya!" jawab Barick yang mengulang ucapannya. Maklumlah karena Tiana kadang sering lupa dengan kejadian atau peristiwa yang telah dialaminya.
"I..iya kak!" ucap Tiana.
"Sekarang tidurlah! besok pagi-pagi kakak antar kamu ke rumah Bu Yuli. Dan sekarang kak Barick juga mau berjaga-jaga di depan kamar." ucap Barick yang masih menatap Tiana yang juga dianggapnya sebagai adik itu.
"Iya kak!" ucap Tiana yang kemudian menarik selimutnya dan memposisikan dirinya berbaring kembali di atas tempat tidur.
Sementara itu Barick keluar dari kamar Tiana dan kembali ke ruang tamu. Dengan masih membuka ponsel Arumi.
"Arumi, dimana kamu?" gumam Barick yang sangat khawatir saat melihat wajah Arumi yang berselfi baik sendiri maupun bersama Tiana dan terkadang bersama Sisil.
__ADS_1
"Pengacara Rohadi! iya aku harus memberitahukannya pada pengacara Rohadi!" seru Barick yang teringat akan seseorang yang dapat membantunya.
"Tapi sudah larut malam, apakah tidak mengganggu? ah, yang penting aku chat lebih dahulu!" gumam Barick yang kemudian mencari kontak nama pengacara Rohadi dan kemudian mengetik menceritakan semuanya pada pengacara itu.
Tak lupa Barick juga mengirimkannya juga pada dokter Rohaya. Dan tanpa disadari Barick sudah mengantuk dan akhirnya tertidur dengan pulasnya.
Beberapa jam kemudian Adzan subuh berkumandang, dan Barick membuka mata kemudian memposisikan dirinya duduk untuk mengingat-ingat apa yang telah terjadi.
Setelah nyawanya terkumpul, Barick melangkahkan kakinya untuk membersihkan dirinya dan kemudian menunaikan ibadah sholat subuh.
Selesai sholat subuh, Barick mengganti pakaiannya sekalian dengan seragam sekolah kemudian dia memasak nasi goreng untuk sarapan dia dan juga Tiana.
Tak berapa lama Tiana keluar dari kamarnya dan sudah mandi dan mengganti pakaiannya, kemudian mereka segera sarapan bersama diatas meja makan dengan menu buatan Barick, yaitu nasi goreng dengan minumnya teh panas yang manis.
Sarapan kali ini terasa lain bagi Tiana karena tak adanya Arumi disampingnya.
"Hiks, aku rindu sama kak Arumi!" ucap Tiana yang kedua matanya berkaca-kaca.
"Sabar ya, nanti kak Barick mau cari kak Arumi." ucap Barick yang mencoba menenangkan Tiana.
"Iya kak!" ucap Tiana yang kemudian mereka menyelesaikan sarapan yang ada dihadapan mereka.
Kemudian dengan tertatih-tatih melangkahkan kakinya menuju ke mobil Barick yang sedang dipanasi oleh Barick.
Sementara itu Barick keluar dari mobil dan membukakan pintu mobil disampingnya untuk Tiana dan setelah Tiana masuk, Barick menutup pintu mobilnya.
Kemudian Barick melangkahkan kakinya kembali tempatnya mengemudi. Dengan perlahan-lahan Barick mengendarai mobilnya keluar dari halaman mobil dan menuju ke rumah Bu Yuli.
Sesampainya didepan rumah Bu Yuli, Barick dan Tiana segera turun dari mobil. Kemudian melangkahkan kaki menuju ke depan warung Bu Yuli, dan mereka menunggu sampai Bu Yuli selesai melayani pembeli.
"Tiana? kamu sama siapa? dimana kakak kamu?" tanya Bu Yuli yang penasaran. Karena tak biasanya Tiana diantarkan oleh seorang laki-laki.
"Saya Barick Bu. Teman masa kecil Arumi, dan ma'af saya titip Tiana disini." jawab Barick.
"Terus Arumi ke mana?" tanya Bu Yuli yang penasaran dan khawatir.
"Semalam ada orang yang masuk ke rumah dan saya tak mengetahuinya. Mereka membawa Arumi pergi entah kemana, karena itulah saya akan mencarinya sampai ketemu. Jadi saya titip adiknya Arumi selama Arumi belum diketemukan,ya Bu!" jelas dan pinta Barick yang tentu saja membuat Bu Yuli terkejut bukan main.
__ADS_1
"Apa maksud kamu Arumi diculik? tanya Bu Yuli yang mempertegas pendengarannya.
"Kurang lebihnya begitu Bu." jawab Barick.
"Ya Allah semoga lekas ketemu ya!" ucap dan dia Bu Yuli.
"Aamiin ya. Robbal alaamiin." balas Barick dan Tiana yang bersamaan.
"Tiana, kamu bisa berjalan?" tanya Bu Yuli yang terkejut saat melihat ke ara Tiana yang berdiri disamping Barick, walaupun cara berjalannya secara tertatih-tatih.
"I..iya Bu, Tia tiap malam belajar jalan dari tempat tidur sampai kamar mandi, tiga sampai lima kali sehari."Jawab Tiana yang menatap Bu Yuli seraya mengulas senyumnya.
Bu Yuli membalas senyuman Tiana, dan kemudian merangkul Tiana.
"Sudah nak Barick, lekas cari keberadaan nak Arumi. Semoga saja tak terjadi apa-apa padanya. Ibu berdoa yang baik-baik buat nak Arumi, dia sudah ibu anggap putri ibu. Maklum ibu tak mempunyai anak selama ini. Aamiin ya Robbal alaamiin." ucap Bu Yuli dengan berkaca-kaca.
"Iya Bu, mudah-mudahan Arumi masih selamat. Aamiin ya Robbal alaamiin." ucap Barick.
"Aamiin yarobbal alaamiin." ucap Tiana seraya mengusap wajahnya.
"Saya permisi Bu, Assalamu'alaikum!" ucap salam pamit Barick seraya mengulurkan tangan pada Bu Yuli.
"Wa'alaikumsalam, hati-hati nak!" balas Bu Yuli seraya menerima uluran tangan Barick.
"Tia, jadi anak baik ya! jangan nakal dan bantuin Bu Yuli sebisa kamu!" ucap Barick kemudian seraya mengusap kepala Tiana yang membuat tatanan rambut gadis itu sedikit berantakan.
"Siap bos!" balas Tiana dengan sikap bak perwira pada Barick dan Barick pun membalasnya dengan hal yang sama.
Barick membalikkan badannya dan melangkahkan kaki menuju ke mobilnya dan setelah masuk, dia melajukan kendaraannya menuju ke arah tempatnya menimba ilmu.
...~¥~...
...Mohon dukungan dan terima kasih telah memberikan Like/Komen/rate 5/gift maupun votenya untuk novel Mendadak Jadi Pewaris ini....
...Semoga sehat selalu dan dalam Lindungan Allah Subhananh wa Ta'alla....
...Aamiin Ya Robbal Alaamiin....
__ADS_1
...Terima kasih...
...Bersambung...