Mendadak Jadi Pewaris

Mendadak Jadi Pewaris
Titik Terang


__ADS_3

"Kalian kenal gadis ini ya?" tanya detektif Arjun yang mengulas senyumnya.


"Iya pastinya detektif! dia teman sekelas kami dan bahkan teman sebangkunya Keyla!" jawab Arumi dengan raut wajahnya yang memperlihatkan rasa penasarannya.


"Baiklah nanti akan saya ceritakan tentang kisah dan kita mulai Setelah saya bekerja keras selama ini, dan saya mendapatkan sebuah fakta. Bahwa Keyla ini adalah cucu dari mbok Sum dari putrinya mbok Sum yang bernama Narsih. Dimana Narsih meninggal dunia pada saat melahirkan. Dan dihari yang sama, nyonya Lauren juga akan melahirkan, namun bukan dari benih Tuan Lucky Harahap." ucap detektif Arjun meratap satu persatu orang yang ada dihadapannya itu.


"Bukan dari benih Tuan Harahap?" tanya dokter Rohaya yang penasaran.


"Iya, karena ternyata nyonya Lauren berselingkuh dengan kekasihnya sebelum menikah yang bernama Vandra, yang ternyata sudah mempunyai istri. Dan dengan istrinya dia belum dikaruniai seorang anak. Karena itulah dia mengambil anak yang dilahirkan oleh nyonya Lauren, dan anak itu adalah Vita." jelas detektif Arjun yang jelas saja membuat semuanya sangat terkejut.


"Ja...jadi dia putriku?" tanya nyonya Lauren yang penasaran.


"Mama...!" panggil Vita yang kemudian dia memeluk nyonya Lauren.


"Terus kenapa Keyla bisa menjadi anaknya nyonya Lauren, pengacara?" tanya Arumi yang penasaran.


"Saat semuanya tidur dan waktu itu tuan Lucky tak berada di rumah karena sedang bertugas, nyonya Laurent tak tahu kalau bayinya diambil oleh tuan Vandra. Sementara itu mbok Sum mengetahuinya, mbok Sum yang baru kembali dari kampung itu dengan membawa cucunya yang baru lahir. Mbok Sum melihat Vandra mengambil Vita dan kemudian dia meletakkan Keyla di box bayi Vita sebelumnya. Nyonya Lauren tak menyadari kalau bayinya ditukar, dan saya ada bukti tes DNA dari Vita dan Kayla." jelas detektif Arjun seraya menyerahkan lembaran-lembaran kertas hasil DNA pada pengacara Rohadi dan nyonya Lauren.


"Oh, jadi mbok Sum yang menukar bayiku!" seru nyonya Lauren yang terkejut dan sangat kesal.


"Ma'af nyonya, karena saya pikir kalau nyonya kehilangan bayi nyonya waktu itu, nyonya bisa stress dan kebetulan cucu saya butuh kasih sayang orang tua, jadi saya meletakkan cucu saya sebagai pengganti bayi nyonya, yang kebetulan sama-sama perempuan." jelas mbok Sum yang akhirnya berani bersuara.


"Oh, jadi begitu." ucap Nyonya Lauren yang sangat kecewa, karena ternyata yang dia rawat dan perjuangkan saat ini, bukan anak kandungnya.


"Apa! aku bukan anak mama? tidak, tidak mau! aku bukan anak Bu Narsih! aku bukan cucu mbok Sum!" seru Keyla yang tak menerima keadaan dirinya.


"Key, sabar ya! kita kan masih bersahabat." ucap Vita yang menghampiri Keyla dan keduanya saling berpelukan. Suasana pun menjadi haru.


"Terus tentang kematian nyonya Lianti dan tuan Lucky Harahap serta tuan Yuwono, apakah sudah kamu selidiki detektif Arjun?" tanya pengacara Rohadi yang mengingatkannya.


"Sudah! otak pembunuhan itu mengacu pada mbok Sum!" jawab detektif Arjun yang menatap ke arah mbok Sum. Wanita lugu dari desa, yang ternyata dalang dari semua pembunuhan yang telah terjadi.

__ADS_1


"Mbok Sum!" teriak semuanya dan secara otomatis semuanya menatap ke arah mbok Sum.


"Kenapa kamu bisa sekejam itu, padahal kamu sudah lama bekerja dengan papa dan mamaku!" seru Arumi yang menahan sesak didadanya.


"Ma'afkan aku, akulah yang melakukan semuanya. Pada awalnya hanya karena saya kasihan pada nyonya Lauren yang akan kehilangan putrinya. Entah kenapa saya ingin cucuku lah sebagai pewaris tunggalnya. Akhirnya saya menyuruh suami saya yang merupakan pimpinan preman pasar untuk melancarkan usaha saya. Mereka meneror sampai membunuh nyonya Lianti, dan berikutnya tuan Lucky dan juga tuan Yuwono. Lalu berikutnya adalah Arumi dan nyonya Lauren." ucap mbok Sum yang jelas saja membuat semuanya sangat terkejut.


Karena tak menyangka akan semua peristiwa yang terjadi itu dalangnya seorang pembantu, orang kepercayaan mereka.


"A...apa! aku juga jadi sasaran kamu mbok!" seru nyonya Lauren yang sangat terkejut.


"Ma'afkan saya nyonya, karena jika ada anda harta yang akan kami dapatkan jadi terbagi-bagi!" jawab mbok Sum yang menundukkan kepalanya.


"Dasar serakah!" umpat nyonya Lauren yang kemudian menghampiri mbok Sum dan seketika dia melayangkan sebuah tamparan di pipi sebelah kiri pembantunya itu.


"Plakk..!"


"Aaaghh...!"


"Inilah alasan saya kenapa saya menyuruh Anda memperkerjakan mbok Sum sebagai pembantu di rumah anda pengacara. Karena sejak awal saya sudah curiga, dan saya bisa terus mengawasi gerak-geriknya saat bertemu dengan suaminya yang kemudian mereka melancarkan aksi mereka." jelas detektif Arjun dan pengacara Rohadi menganggukkan kepalanya tanda mengerti maksud dari detektif itu.


"Lantas bagaimana dengan suami mbok Sum?" tanya Barick yang mengikuti apa yang diceritakan oleh mbok Sum.


"Sudah ditangkap beberapa hari yang lalu, dan dari informasinya lah saya dan para polisi menyelidiki lebih lanjut kasus ini." jawab detektif Arjun.


"Oh, syukurlah." balas Barick yang bersamaan dengan Arumi dengan napas lega.


Tak berapa lama datanglah empat orang polisi wanita, dan mereka membawa mbok Sum dan nyonya Lauren ke kantor polisi.


"Sekarang tinggal kalian berdua, Keyla dan Tommy! Untuk Tommy yang pada awalnya aku sangat kesal dengan kamu yang ikut menculik aku dari rumah sampai ke villa. Tapi karena tadi kamu menyelamatkan aku, jadi aku mema'afkan perbuatan kamu tempo hari." ucap Arumi yang memandang Tommy.


"Terima kasih Arumi, saya juga minta ma'af jika saya keterlaluan. Saya ikut dalam misi Keyla karena saya diiming-imingi uang sama Keyla. Dan saya sangat butuh uang untuk pengobatan ibu saya." ucap Tommy yang kemudian menundukkan kepalanya.

__ADS_1


"Ibu kamu sakit?" tanya Dokter Rohaya yang penasaran.


"Iya dan butuh biaya yang banyak, Keyla menawariku pekerjaan dan sanggup membiayai biaya ibu-ku di rumah sakit." jawab Tommy dengan terbata-bata.


"Pengacara Rohadi, jadi benar saya mendapatkan harta dari mama dan papaku?" tanya Arumi yang meyakinkan dirinya.


"Iya, andalah pewaris semua harta nyonya Lianti dan sembilan puluh persen harta tuan Lucky Harahap." jelas Pengacara Rohadi.


"Kalau begitu, dokter Rohaya bisa bantu membawa ibunya Tommy ke rumah sakit? biar saya yang bayar semua biayanya." ucap Arumi yang menatap wajah dokter Rohaya.


"Baik nona Arumi." ucap dokter Rohaya seraya menundukkan kepala dan kemudian mengulas senyumnya.


"Arumi terima kasih-terima kasih! saya bersedia jadi pelayan kamu." ucap Tommy sembari bersimpuh dihadapan Arumi.


"Eh, jangan begitu Tom! semua itu ikhlas aku berikan, ayo lekas bangun!" seru Arumi dan Tommy tak juga bangun dari duduk bersimpuhnya. Karena ternyata pemuda itu menangis, menangisi apa yang telah dia perbuat pada Arumi tapi Arumi membalasnya dengan kebaikannya. Mau membiayai pengobatan ibunya sampai sembuh.


Arumi menatap pada Barick dengan mengernyitkan kedua alisnya, seolah memberikan sebuah isyarat.


Barick pun menyadari tentang maksud sahabatnya itu, dia bergegas menghampiri Tommy dan merangkul serta mengajak teman sebangkunya itu berdiri.


...~¥~...


...Mohon dukungan dan terima kasih telah memberikan like/Komen/rate 5/gift maupun votenya untuk novel Mendadak Jadi Pewaris ini....


...Semoga sehat selalu dan dalam Lindungan Allah Subhananh wa Ta'alla....


...Aamiin Ya Robbal Alaamiin....


...Terima kasih...


...Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2