Mendadak Jadi Pewaris

Mendadak Jadi Pewaris
Arumi yang diculik


__ADS_3

"Bagaimana yummy? apa kamu tak mau menjawabnya?" tanya Barick sekali lagi saat Arumi hendak beranjak dari hadapan Barick.


"A....aku...!"


"Aku kenapa Yummy?" tanya Barick yang penasaran.


"Klutek....klutek...!"


Kembali terdengar suara pintu yang berusaha dibuka, dan Arumi mengira itu adalah Tiana.


"Aku tak bisa menjawabnya sekarang Bar! Ma'afkan aku, aku harus melihat keadaan adikku!" seru Arumi yang setengah berlari meninggalkan Barick yang sedikit kecewa sendirian di ruang tamu.


Arumi terus melangkahkan kakinya ke kamar Tiana. Dan pada saat dia masuk ke kamar Tiana, ternyata Tiana masih dalam posisinya semula. Terlelap dalam tidurnya.


"Aneh, suara apa tadi? aku kira Tiana mau membuka pintu, karena Tiana kan sudah bisa berjalan?" gumam dalam hati Arumi yang penasaran.


Dia melangkahkan kakinya menghampiri Tiana dan menaikkan posisi selimut adik tirinya yang sedikit melorot.


"Heppp....!"


Tiba-tiba ada yang membekap Arumi dengan sapu tangan yang sudah diberi obat bius. Arumi berusaha menahan napas ya dan pura-pura pingsan.


"A..aku mau diapakan?" gumam Arumi yang masih dalam posisi pura-pura pingsan.


Kemudian dia merasakan kalau tu ihnya dibopong oleh seseorang, tapi entah siapa dia tidak berani melihatnya.


Arumi sedikit mengintip, dan dia melihat ada di ruang tamu, dan kemudian berani membuka kedua matanya. Dilihatnya laki-laki yang memakai topi kupluk dengan penutup wajah warna hitam, Arumi sudah menduga kalau orang yang membopongnya itu berniat jahat.


Kemudian dia meronta dan berusaha melepaskan diri dari tangan laki-laki tersebut.


"Lepaskan aku! Barick...! Tolooong...!" seru Arumi seraya memanggil Barick yang dia yakin kalau Barick tadi ada di sofa ruang tamu.


Tapi kenyataannya Barick tak ada di ruang tamu, hal itu membuat Arumi harus melawan laki-laki itu sendiri.


Dengan segenap kekuatan dan kemampuannya bela diri, Arumi terus berusaha menyerang laki-laki tersebut.


"Hopp hiiiat....!"


"Bagh...bugh...bagh...bugh...!"


Arumi menyerang dengan pukulannya dan laki-laki itu menghindar ke kanan dan ke kiri, saat ada kesempatan laki-laki itu menangkap tangan Arumi dan memutarnya ke belakang.


Disaat situasi terdesak itu, posisi Arumi didepan laki-laki itu dengan kedua tangan ditarik ke belakang oleh laki-laki itu.

__ADS_1


"Aghh....!" Arumi mengerang kesakitan.


"Diam jangan memberontak! kalau tidak, tak segan-segan aku akan membunuhmu!" seru laki-laki itu dengan garang.


"Cihh, lebih baik aku mati! dari pada harus ikut kalian!" seru Arumi dengan sikap kuda-kudanya yang menunjukkan siap melawan laki-laki itu.


Kemudian kaki sebelah kanan Arumi, dia gerakkan menendang ke belakang dan mengenai 'ups' organ vital laki-laki itu dan spontan saja laki-laki itu mengerang kesakitan dan melepaskan tangannya yang terbelenggu ke belakang.


"Aarghh...!" laki-laki itu mengerang kesakitan dengan memegang bagian vitalnya.


"Rasakan!" seru Arumi dengan mengulas senyumnya.


"Dugh...!"


Tiba-tiba saja ada yang memukul kepala Arumi dari belakang Arumi, dan seketika itu juga gadis itu jatuh tak sadarkan diri.


"Dasar ngeyel!" seru seseorang yang bersuara perempuan dan ternyata teman laki-laki yang tadi alat vitalnya ditendang Arumi.


"Untunglah kamu datang!" seru laki-laki yang kena tendangan Arumi di alat vitalnya, sembari meringis karena menahan rasa sakitnya.


"Ayo cepat bawa ke mobil!" seru suara perempuan yang berlagak seperti atasannya.


Kemudian laki-laki itu membopong Arumi dan mereka keluar dari rumah Arumi, dan mereka masuk ke dalam mobil mewah warna merah yang terparkir di depan halaman rumah Arumi.


Sementara itu Barick yang sejak tadi tak berada di sofa ruang tamu, ternyata sedang berada di kamar mandi karena sedang buang hajat.


Sesampainya di kamar Tiana, yang kebetulan pintunya terbuka dan Barick tak mendapati Arumi.


"Hanya Tiana saja yang sedang tidur, Arumi ada dimana?" gumam Barick yang mulai gelisah.


Bergegas Barick melangkahkan kaki kembali ke ruang tamu, dan dia melihat keadaan ruang tamu yang berantakan.


"Seperti terjadi perkelahian di sini! apa itu?" gumam Barick yang menemukan sebuah kayu dan ada sedikit darah yang menempel pada kayu tersebut.


"Arumi...!" desis Barick yang kedua matanya menatap ke arah pintu utama rumah Arumi, dan dia melihat pintu yang terbuka lebar.


Berlarilah Barick menuju keluar rumah, dan sekelebat dia melihat mobil mewah yang berwarna merah itu keluar dari halaman rumah.


"Arumi...!" panggil Barick yang sangat yakin jika Arumi ada didalam mobil tersebut.


Pemuda itu terus berlari dan berlari sekuat tenaganya, namun tak bisa juga dikejar mobil mewah berwarna merah itu.


"Ah, sial-sial...!" gerutu Baricka yang kesal karena tak dapat mengejar mobil tersebut.

__ADS_1


"Eh, nomor mobil itu! seperti kenal!" gumam dalam hati Barick yang yakin mengenal nomor mobil tersebut.


"K347A, Aku seperti pernah tahu nomor mobil itu! tapi dimana?" gumam Barick yang menghentikan larinya karena napasnya tak sanggup lagi berlari. Kemudian kembali Barick menatap tajam mobil tersebut.


"Host....host....host...!"


Napas Barick yang terengah-engah dan dia kembali ke rumah dan mencoba mencari petunjuk yang bisa membuatnya membawa menemui Arumi.


Tanpa sengaja Barick melihat benda yang berkilauan yang berada di lantai teras rumah Arumi.


"Kalung....huruf K?" gumam dalam hati Barick yang memegang erat kalung berliontin huruf "K" tersebut.


Kemudian Barick menutup dan mengunci pintu utama rumah itu kemudian dia melangkahkan kaki menuju ke kamar Tiana.


"Kak Arumi! kak..!" panggil Tiana yang sudah bangun dari tidurnya dan mendapati kakaknya tak berada disampingnya.


"Tia!" panggil Barick yang masuk ke dalam kamar Tia.


"Kak Barick!' balas yang menghampiri adik tiri Sahabatnya dengan rasa iba.


"Tia, apakah kamu melihat keberadaan kakak kamu Arumi?" tanya barick yang menatap ke raut wajah Tiana


"Tidak kak, Tiana Baru saja bangun tidur. Dan tak mendapati kak Arumi disini." jawab Tiana yang apa adanya.


"Jadi benar mobil tadi yang membawa Arumi!" seru Barick dengan menggerutu.


"Kak Barick, kak Arumi ke mana?" tanya Tiana yang penasaran.


"Ah kakak juga tidak tahu, tadi kakak menemukan kalung ini di teras rumah!" ucap Barick seraya menunjukkan kalung berliontin huruf K ditangannya.


Tiana memegang kalung tersebut, dan dia mencoba mengingat-ingat kalung berliontin huruf K itu.


"Iya, Tiana ingat! ada teman kak Arumi yang punya kalung itu!" seru Tiana yang disambut dengan mata bersinar. Ada harapan untuk bisa menemukan Arumi.


"Teman Arumi!" gumam Barick yang ke kemudian pandangannya tertuju pada sebuah ponsel yang tergeletak diatas meja disamping tempat tidur Tiana.


...~¥~...


...Mohon dukungan dan terima kasih telah memberikan Like/Komen/rate 5/gift maupun votenya untuk novel Mendadak Jadi Pewaris ini....


...Semoga sehat selalu dan dalam Lindungan Allah Subhananh wa Ta'alla....


...Aamiin Ya Robbal Alaamiin....

__ADS_1


...Terima kasih...


...Bersambung...


__ADS_2