Mendadak Jadi Pewaris

Mendadak Jadi Pewaris
Usaha Barick ; Mengikuti Keyla dan Tommy


__ADS_3

Begitu nyaman dan senangnya hati Arumi, sampai-sampai tak sadar air matanya jatuh ke pipinya. Dan gadis itu menyekanya pelan-pelan.


"Non..eh enak panggil nak saja, Nak Arumi!" panggil bu Lastri setelah menyelesaikan makan mereka.


"Iya Bu, apa apa?" Arumi yang juga menyelesaikan sarapannya.


"Bolehkah saya tahu, siapa nama ibu nak Arumi?" tanya Bu Lastri sembari mengumpulkan piring-piring bekas mereka sarapan.


"I...ibu, ibu Arumi bernama Lianti dan ayah Arumi bernama Yuwono." jawab Arumi yang membuat Bu Lastri terbelalak karena sangat terkejut.


Sementara itu pak Warno sudah keluar dari rumah dan seperti biasa, merawat tanaman dan juga sayuran di sekitar villa.


"Lianti...!" seru Bu Lastri yang terus memandang ke arah Arumi.


"Apa ibu kenal dengan ibu Arumi?" tanya Arumi yang penasaran.


"Sebentar!" seru Bu Lastri yang kemudian menarik lengan Arumi menuju ke sebuah gudang yang ada di ruangan paling belakang dan sudut dari vila tersebut.


"Kalian mau kemana?" tanya pak Warno yang penasaran saat melihat istrinya menarik lengan Arumi.


"Ke gudang pak! ibu penasaran, kata nak Arumi kalau ibunya itu bernama Lianti. Bukankah sama namanya dengan nama nyonya pertama?" jawab sekaligus tanya Bu Lastri yang menatap wajah suaminya.


"Hah!" pak Warno pun terkejut.


"Jika benar begitu, jadi bayi itu tak meninggal!" seru Pak Warno yang penasaran.


"Bayi, apa maksudnya?" tanya Arumi yang penasaran.


"Sebaiknya kita lihat saja nanti saat digudang!" jawab Bu Lastri yang kemudian membuka pintu gudang tersebut.


...****...


Sementara itu di sekolah Bunga Citra, Keyla membisikkan sesuatu pada Tommy.


Keyla bangkit bersama Tommy dan mereka melangkahkan kaki menuju ke ruang guru. Keduanya meminta ijin pulang karena ada kepentingan.


Pada awalnya para guru tak memberi ijin, namun karena akting Keyla yang meyakinkan itulah akhirnya para guru memberikan ijin dan keduanya keluar dari ruang guru setelah mendapatkan ijin.


Keduanya melangkahkan kaki kembali menuju ke ruang kelas untuk mengambil tas mereka.


"Key, mau kemana?" tanya Vita yang penasaran.


"Ada deh! urusan orang kaya!" bisik Keyla sembari mengulas senyumnya.


Mendapat jawaban seperti itu, Vita mengerucutkan bibirnya dan menatap ke arah sahabatnya itu yang telah meninggalkannya.

__ADS_1


Barick yang melihat tingkah Keyla dan Tommy itu, merasa curiga dan dia kemudian ikut mengambil tasnya. Setelah beberapa menit Keyla dan juga Tommy keluar dari kelas mereka dengan membawa tas masing-masing.


"Key, sebaiknya pakai sepeda moto aku saja! itu lebih cepat!" seru Tommy yang menawarkan diri.


"Ah, benar juga! kalau tidak ceoat-cepat bisa gawat! pembantu disana ada dipihak ibu tiriku, kita harus cepat sebelum mereka menemukan Arumi!"" balas Keyla dengan berseru yang nampak sangat cemas.


Tanpa mereka sadari, Barick mendengarkan percakapan itu. Dan dia sempat mendengar kalau Keyla menyinggung-nyinggung tentang Arumi.


Semakin bersemangat lah Barick saat mendengarkan hal itu, yang dia bingung kan saat ini adalah bagaimana dia mengejar mereka. Dan tentunya mereka akan tahu mobil yang dia tumpangi dan mereka pasti akan melewati jalan-jalan sempit.


Saat di tempat parkir, Barick sempat melihat Satpam sekolah yang sedang memarkirkan sepeda motornya, karena dia habis disuruh para guru untuk fotokopi berkas-berkas.


"Pak Satpam!" panggil Barick yang menghampiri satpam itu.


""Ada apa? apa yang bisa saya bantu?" tanya satpam itu yang penasaran.


"Bisa tukeran kendaraan?" tanya Barick seraya menyerahkan kunci mobilnya.


"Hah! apa kamu serius?" tanya satpam itu yang tak percaya


"Serius pak! plis boleh ya, ini demi mencari Arumi!" seru Barick yang mengutarakan maksudnya.


"Mencari Arumi? gadis yang selalu terlambat itu?" tanya satpam itu yang tambah penasaran.


"I..iya pak! semalam dia diculik seseorang. Dan saya mencurigai salah satu eh dua orang murid di sekolah ini." jelas Barick yang apa adanya.


"Saya tidak tahu, yang jelas tolong berikan kunci motor bapak! Dan saya berikan kunci mobil saya!" seru Barick yang menyerahkan kunci mobilnya pada satpam tersebut.


"Oh, baiklah! untunglah bensinnya penuh! tapi kamu harus hati-hati ya! soalnya ini kendaraanku satu-satunya!" pesan satpam itu pada Barick.


"Beres pak! do'akan saja agar saya bisa menemukan Arumi. Dan dia bisa belajar lagi disekolah ini!" seru Barick seraya memakai helm pak satpam itu.


"Iya, pasti itu!" seru satpam itu yang menyingkir dari motor ya karena Barick telah menyalakan sepeda motor itu.


"Assalamu'alaikum!" ucap pamit BaricK.


"Wa'alaikumsalam!" balas Satpam itu seraya melambaikan tangannya.


Kemudian Barick melajukan sepeda motor itu dengan kecepatan sedang seraya memperhatikan kebarah sepeda motor yang ditumpangi Tommy dan juga Keyla.


Kedua sepeda motor itu terus melaju menyusuri jalan raya, dan berjarak mereka antara tiga ratus meter sampai lima ratus meter.


Tak beberapa lama, mereka telah keluar dari perkotaan dan sampai di tepi pedesaan yang menuju ke pegunungan.


Perlahan-lahan sepeda motor Tommy masuk ke halaman sebuah villa, sementara itu Barick menghentikan laju kendaraannya agak jauh dari villa tersebut.

__ADS_1


Barick turun dari sepeda motornya dan melangkah dengan mengendap-endap menuju ke halaman villa, saat mengetahui Tommy dan juga Keyla yang masuk ke villa tersebut, yang tak menyadari keberadaan Barick yang menguntitnya dari sekolah sampai ke villa tersebut.


Saat ini Tommy dan Keyla sudah berada di ruang tamu, dan tanpa menghiraukan pak Warno yang membukakan pintu dan menyapanya.


"Non Keyla! selamat datang!" sapa pak Warno yang menundukkan kepalanya.


Keyla terus melangkah dan menuju ke kamar dimana Arumi mereka ikat sebelumnya.


Setelah sampai didepan pintu kamar tersebut, Keyla membuka pintu dan masuk bersama Tommy.


"Arumi! dimana dia!" panggil Keyla yang menebarkan pandangannya ke setiap sudut kamar tersebut.


Sementara Tommy melangkahkan kaki menuju ke kamar mandi dan dia tak mendapati Arumi.


"Bagaimana? ada tidak!" seru Keyla yang penasaran.


"Tidak ada!" balas Tommy seraya menggelengkan kepalanya.


Keyla kemudian melangkahkan kaki ke samping kamar mandi, dan mendapati beberapa tali yang telah putus.


"Sudah aku duga, pasti mereka telah membebaskan Arumi!" praduga Keyla yang kemudian dengan setengah berlari keluar dari kamar itu.


Dugaan Keyla adalah Arumi dibebaskan oleh sepasang penjaga villa yang dia tahu kalau kedua penjaga itu orangnya polos dan suka membantu orang yang dalam kesusahan.


"Pak Warno....! Bu Lastri....!''


Panggil Keyla dengan berteriak saat sudah kembali berada di ruang tamu. Merasa tak juga mendapat respon, Keyla kembali memanggil kedua penjaga villa itu.


"Pak Warno....! Bu Lastri....!''


"Bu, non Keyla datang dan sepertinya mencari keberadaan nak Arumi!" seru Pak Warno yang memberitahu istrinya yang masih berada di gudang, yang sebelumnya pak Warno keluar dari gudang karena mendengar suara sepeda motor yang berhenti di depan Villa.


"Wah, gawat!" seru Bu Lastri yang memandang Arumi.


Beberapa saat kemudian, datanglah Keyla dan Tommy didepan pintu gudang itu.


...~¥~...


...Mohon dukungan dan terima kasih telah memberikan Like/Komen/rate 5/gift maupun votenya untuk novel Mendadak Jadi Pewaris ini....


...Semoga sehat selalu dan dalam Lindungan Allah Subhananh wa Ta'alla....


...Aamiin Ya Robbal Alaamiin....


...Terima kasih...

__ADS_1


...Bersambung...


__ADS_2