Mendadak Jadi Pewaris

Mendadak Jadi Pewaris
Ditolong Barick dan meninggalkan Villa


__ADS_3

"Kurang ajar! tidak akan aku beritahukan kepada kamu!" umpat Tommy yang kemudian kembali menyerang Barick secara membabi-buta.


Dan kembali berkali-kali serangan itu mengenai ruang hampa, karena Barick selalu mengelak, menghindar dan kadang melompat hanya sekedar untuk menghindari serangan Tommy.


"Bugh...bugh.... Bugh ...!"


Ketika ada kesempatan, Barick menangkap tangan Tommy dan kembali menghadiahi Tommy dengan beberapa kali bogem mentah di ulu hati Tommy.


Dan lagi-lagi darah segar keluar dari mulut laki-laki yang sehari ini selalu bersama Keyla


."Ahhh...hugh......Hugh...!";


Tommy pun ambruk dan berusaha untuk bangun lagi, namun sudah tak bisa bangun lagi dan akhirnya Tommy tak sadarkan diri.


Setelah kedua orang itu tak sadarkan diri, Barick bergegas memeriksa tiap-tiap kamar di villa itu.


"Tak ada satupun, kemana mereka menyembunyikan Arumi?" tanya dalam hati Barick yang kebingungan plus khawatir.


Tiba-tiba Barick melihat adanya tali yang telah terputus, dan dia yakin kalau tali itu untuk mengikat tangan Arumi.


"Pasti Arumi bisa membebaskan diri!" gumam dalam hati Barick yang bersemangat lagi untuk mencari sahabatnya itu.


"Arumi...! Arumi...!" panggil Barick seraya terus melangkahkan kakinya, menuju ke kamar-kamar lainnya.


"Tunggu, tadi Keyla dan Tommy keluar dari arah sana! aku coba ke sana saja, mudah-mudahan ada petunjuk, atau Arumi ada disana!" gumam dalam hati Barick yang kemudian melangkahkan kakinya menyusuri arah keluar Keyla dan juga Tommy tadi.


"Arumi...! Arumi...!" panggil Barick yang terus menebarkan pandangannya ke sekitar tempat itu.


Sementara itu Arumi dan Bu Lastri dan juga pak Warno, ketiganya merasa kelelahan dan hampir kehabisan nafas di ruangan yang pengap itu.


"Arumi...Arumi....!"


"Pak Warno dan Bu Lastri, apakah kalian mendengar ada yang memanggil namaku? Atau jangan-jangan hanya halusinasiku saja?" tanya Arumi yang menatap pada pembantu dan penjaga villa yang ada dihadapannya.


"Bukan halusinasi nak Arumi, karena saya juga mendengarkan." jawab Bu Lastri yang tampak lemah.


"Iya saya juga mendengarkannya!" jawab pak Warno yang menambahi.


"Arumi....! Arumi....!"


Terdengar kembali suara laki-laki yang memanggil nama Arumi.

__ADS_1


Setelah yakin akan pendengarannya, dengan tertatih-tatih Arumi melangkahkan kaki menuju ke pintu,


"Dokk...dokk...dokk...!"


Walau tak keras paling tidak terdengar oleh seseorang diluar gudang itu.


"Tolong...!" suara arumi yang meminta tolong.


"Arumi...! dimana kamu?" tanya suara dari luar pintu gudang yang dimana suara itu sangat akrab ditelinga Arumi.


"Ba...Barick!" panggil Arumi yang bersemangat dan dia kembali memberi tanda pada Sahabatnya yang ada di depan pintu gudang tersebut.


"Dokk...dokk...dokk...!"


"Arumi kamu didalam?" tanya Barick setelah mendengarkan tanda ketukan di pintu gudang.


Terdengar suara pintu yang berusaha untuk dibuka, namun tak bisa karena pintunya memang terkunci.


"Arumi, menyingkirlah! aku akan mendobrak pintu ini!" seru Barick dengan suara lantang.


"I..iya!" jawab Arumi yang bergegas mundur beberapa langkah.


"Brugh.....brugh.....gubrakk...!"


"Arumi...!" panggil Barick dan terkejut saat melihat kondisi Arumi yang saat ini duduk dengan menselonjorkan kedua kakinya karena tubuhnya dalam kondisi lemah


Barick segera menghampiri Arumi dan membopongnya bak bridal style keluar dari gudang, demikian pula dengan Bu Lastri dan juga pak Warno yang keluar dari gudang dengan saling merangkul.


Perlahan-lahan mereka sampai diruang makan dan Barick mendudukkan Arumi di kursi meja makan dan bergegas mengambil air minum putih untuk mereka bertiga.


Sementara itu pak Warno dan Bu Lastri juga sudah duduk di kursi meja makan itu.


"Kenapa kalian bisa terkurung ditempat sempit itu?" tanya Barick yang memberikan satu persatu gelas yang berisi air putih, yang baru saja dia ambil dari dapur.


"Keyla dan Tommy yang mengurung kami Bar!" jawab Arumi sesudah meminum air putih itu.


"Oh, baru saja aku mengajar mereka diruang tamu." ucap Barick seraya menunjuk ke arah ruang tamu.


"Nak, terima kasih! seandainya kamu tak segera datang, entah jadi apa kita!" ucap pak Warno yang juga selesai meminum air putih tersebut.


"Iya pak, sama-sama. Kebetulan dari kemarin saya mencari keberadaan sahabat saya." ucap Barick yang menatap Arumi dengan perasaan lega karena sahabatnya dalam kondisi yang baik-baik saja.

__ADS_1


"Bar, kok kamu bisa tahu kalau aku disini?" tanya Arumi yang penasaran.


"Semalam aku sempat mengejar mobil yang membawa kamu, tapi apalah daya aku tak sanggup mengejarnya. Tapi Alhamdulillah aku menghapal plat nomor mobil tersebut, dan dibantu Tiana aku bisa mengetahui kalau plat nomor mobil itu kepunyaan Keyla!" jelas Barick.


"Kemudian pagi-pagi aku menitipkan Tiana pada Bu Yuli, dan aku berangkat ke sekolah. Sesampainya di sekolah, aku yang sedari awal menaruh curiga pada Keyla, membuntuti Keyla dan Tommy yang tiba-tiba meminta ijin pulang lebih awal." jawab Barick yang menceritakan hal yang sebenarnya.


"Semalam itu waktu sehabis memberikan kamu selimut, tiba-tiba ada dua orang yang datang dengan berpakaian serba hitam dan wajah tertutup. Yang dimana mereka datang dan aku sempat memberikan perlawanan. Tapi tiba-tiba saja salah satu dari mereka membekap aku dari belakang. Dan sejak itu aku tak sadarkan diri, dan tahu-tahu berada di dalam salah satu kamar di villa ini." cerita Arumi.


"Kalau begitu, sebaiknya kita harus cepat pulang. Karena hari sudah beranjak sore!" ajak Barick.


"Iya, kamu benar Bar!" seru Arumi dan tiba-tiba terdengar suara sepeda motor yang menyala dan meninggalkan villa tersebut.


"Itu seperti suara motor Tommy!" seru Arumi yang mengingat dengan jelas suara motor yang sebelumnya pernah dibonceng Tommy dengan sepeda motor tersebut.


"Celaka! mereka kabur!" seru Barick.


" Ayo kita pergi sekarang juga! kami pamit pak Warno Bu Lastri. Dan saya bawa buku diary dan album ini ya Bu, pak!" seru Arumi seraya mengulurkan tangannya dan diikuti oleh Barick.


Sepasang suami istri itu menerima uluran tangan kedua pemuda dan pemudi itu secara bergantian.


"Iya nak! semoga saja bermanfaat dan bisa membantu menguak kebenaran yang selama ini tertutupi!" ucap pak Warno.


"Iya, Aamiin ya Robbal alaamiin." balas Arumi.


"Kalau begitu ayo Arumi!" ajak Barick yang menarik tangan Arumi. Dan gadis itu menganggukkan kepalanya.


"Assalamu'alaikum!" ucap salam pamit Arumi dan juga Barick yang hampir bersamaan seraya melambaikan tangan mereka.


"Wa'alaikumsalam..!" jawab Pak Warno dan juga Bu Lastri yang bersamaan dan membalas lambaian tangan Arumi dan juga Barick. Dimana keduanya sudah melangkahkan kaki menuju ke ruang tamu dan lanjut keluar dari villa tersebut.


Dan keduanya melangkahkan kaki mereka menuju ke sepeda motor satpam sekolah yang sebelumnya di pinjam oleh Barick untuk mengejar Keyla dan juga Barick.


...~¥~...


...Mohon dukungan dan terima kasih telah memberikan like/Komen/rate 5/gift maupun votenya untuk novel Mendadak Jadi Pewaris ini....


...Semoga sehat selalu dan dalam Lindungan Allah Subhananh wa Ta'alla....


...Aamiin Ya Robbal Alaamiin....


...Terima kasih...

__ADS_1


...Bersambung...


__ADS_2