Mendadak Jadi Pewaris

Mendadak Jadi Pewaris
Tuduhan Kayla dan Vita


__ADS_3

"Tentu saja, lagi pula aku masih butuh istirahat. Tubuhku masih lemas karena kemarin tiga hari, perut ini tak terisi apapun.'' ucap pak Dadang yang mengulas senyumnya.


"Kalau begitu kamu undur diri pak, kami mau bersiap-siap ke sekolah." ucap Arumi.


"Iya, hati-hati ya kalian semuanya!" pesan Pak Dadang.


"Iya pak!" jawab Arumi dan juga Barick yang bersamaan. Arumi mengumpulkan album dan berkas-berkasnya PMkemudian mereka melangkahkan kaki menuju pintu keluar dan kemudian berhenti di ruang tamu.


"Arumi, aku ke tempat kos aku dulu. Mau ambil pakaian sekalian mandi!" seru Barick yang menatap wajah Arumi.


"Iya Barick, aku juga mau memandikan adik ku Tiana." ucap Arumi yang membalas seruan Barick


"Ok, kalau begitu Assalamu'alaikum!" ucap salam Barick.


"Wa'alaikumsalam!" Balas Arumi yang kemudian mengantarkan Barick sampai di pintu utama.


"Arumi jangan berangkat sekolah dulu! nanti aku mau sarapan disini!" seru Barick seraya masuk ke dalam mobilnya.


"Iya-iya!" balas Arumi seraya melambaikan tangannya pada Barick.


Setelah Barick menjauh dan menghilang dari pandangan kedua mata Arumi, Arumi bergegas melihat keadaan adik tirinya dan kemudian melangkahkan kaki ke kamar Tiana.


Sesampainya di kamar tiana, Arumi melangkah masuk dan melihat Tiana yang nampak sudah siap dan Arumi sangat terkejut sekali.


"Tiana, kamu sudah mandi?" tanya Arumi yang sangat penasaran.


"A...iya kak!" jawab Tiana yang nampak gugup karena terkejut dengan kedatangan Arumi yang tiba-tiba.


"Baguslah kalau begitu, kak Arumi mau mandi dulu dan setelah itu kita bisa sarapan bersama." ucap Arumi.


"Iya kak!" jawab Tiana dan kemudian Arumi melangkahkan kakinya menuju ke kamar ya dan kemudian dia melakukan ritual mandi ya dan juga berganti pakaian.


Beberapa menit kemudian Arumi selesai merias tipis wajah dan juga memakai sepatunya.


Setelah selesai, Arumi melangkahkan kakinya menuju ke kamar ruang makan dan ternyata Tiana sudah berada di tempat makan tersebut dan tak berapa lama datanglah sebuah mobil yang ternyata Baricklah yang keluar dari dalam mobil. Kemudian dia melangkahkan kakinya masuk ke rumah dan menghampiri Arumi dan Tiana yang berada di ruang makan!.


Dan mereka pun sarapan bersama, beberapa saat kemudian Barick mebghampiri mereka dan lanjut mereka sarapan bersama.


Selesai sarapan, Arumi meyiapkan bekal untuk mereka dan juga menyiapkan makan siang untuk pak Dadang.


Setelah selesai dan mereka berpamitan dengan pak Dadang untuk berangkat sekolah.

__ADS_1


Kemudian mereka berangkat ke sekolah, dan terlebih dahulu mereka mengantarkan Tiana pergi ke sekolah terlebih dahulu Barulah mereka menuju ke tempat mereka menimba ilmu.


Sesampainya di sekolah, semuanya berjalan lancar. Hanya saja ada beberapa murid yang merasa heran dengan Barick dan juga Arumi.


"Kemarin akrab dengan Arumi, lalu dengan Sisil! sekarang Arumi lagi?" tanya beberapa siswa yang melihat Arumi jalan bareng dengan Barick.


"Wah, ternyata make over ya Sisil hanya sehari saja buat Barick mendekat! ha...ha...!" celetuk beberapa siswa lainnya.


Arumi dan Barick tak menghiraukannya. Kemudian mereka duduk ke kembali ke tempat semula. Arumi sebangku dengan Sisil dan Barick sebangku dengan Tommy.


"Pagi Sisil!" ucap salam Arumi sembari duduk di kursinya.


"Pagi Tom!" demikian pula dengan Barick yang memberi salam pada Tommy.


Sisil dan Tommy terperanjat, mereka kaget sekaligus bingung


"Kenapa kamu disini?" tanya Sisil pada Arumi yang sudah duduk disampingnya.


"Ya memang disinilah tempatku Sil? mau dimana lagi?" jawab sekaligus tanya Arumi.


"Bukankan kemarin kamu dan Barick sempat marahan?" tanya Sisil yang penasaran.


"Marahan? enggak! kami hanya bercanda kok! biasa kami lakukan dulu waktu masih kecil!" ucap Arumi dengan santainya.


Kemudian Arumi dan Sisil mengeluarkan buku pelajaran mereka, demikian pula dengan Barick dan juga Tommy.


"Marahan kok sehari, belum genap tiga hari Bar!" celetuk Tommy yang sedikit kesal.


"Huh! kalau tiga hari kamu mau apa?" tanya Barick menatap Tommy dengan curiga.


"Ya aku dan Arumi kan belum sama-sama mencicipi!" bisik Tommy yang tentu saja membuat telinga Barick memerah.


"Apa! kau mau apa sama yummy-ku!" seru Barick yang otomatis membuat semua orang yang mendengarkan seruan Barick itu menoleh padanya.


"Hei! dua cowok memperebutkan cewek tak berguna! cewek miskin ini!" celetuk Kayla yang tiba-tiba menghampiri Arumi dan menggebrak meja yang berada di depan Arumi.


"Brakk...!"


Langsung saja hal itu membuat Arumi dan Sisil kaget, sampai-sampai hendak melompat dari kursi mereka.


"Hei cewek dempulan! aku mau jalan sama siapa saja itu terserah aku. Dan kau jangan sekali-kali ikut campur dalam masalah kami! Mengerti!" seru Barick yang sedikit mengancam.

__ADS_1


"Oh, apa sih yang kamu suka dari cewek miskin ini! sampai-sampai kamu bela-belain seperti itu! Jangan-jangan kalian dah tidur bersama ya?" ucap Kayla yang sontak membuat semua teman sekelas Arumi menoleh dengan raut wajah penasaran.


"Apa benar begitu?"


"Eh, jadi mereka tidur bareng?"


Begitulah pertanyaan demi pertanyaan yang keluar dari mulut teman-teman sekelas Arumi dan Barick.


"Iya, tadi aku sempat lihat. Barick keluar dari rumah Arumi, habis subuh tadi!" seru Vita yang sedari tadi diam saja.


"Kalau tak tahu hal yang sebenarnya, jangan buat tuduhan yang tidak-tidak! atau kau akan berhadapan denganku!" seru Barick yang menatap Kayla dan Vita dengan tajam.


"Eh, i..iya! tapi benarkah Vit kamu lihat Barick keluar dari rumah Arumi pagi-pagi sekali. Kalau nggak menginap, trus apa coba?" ucap Kayla yang penasaran dengan sikap Barick.


"Kalian tak tahu yang sebenarnya, jadi jangan buat gosip-gosip murahan!" seru Barick dengan geram.


"Sudah Barick! jangan diperpanjang lagi, lihat ibu guru sudah datang!" seru Arumi yang memberitahukan kalau memang Bu guru sudah datang dan murid-murid berhamburan menuju ke tempat duduk masing-masing.


Pelajaran pun dimulai dan semuanya berjalan seperti biasanya.


Jam dinding menunjukkan waktu pulang sekolah, dan para murid berhamburan keluar dari kelas masing-masing dan ada yang menuju ke tempat parkir dan ada yang sudah dijemput sopir maupun keluarga masing-masing.


Demikian pula dengan Arumi dan juga Barick yang bergegas keluar dari ruang kelas, tanpa menyadari kalau Sisil, Kayla dan Vita menatap keduanya dengan tatapan kebencian masing-masing.


"Lihat, kamu seperti tak dianggap sama sekali. Sama seperti ku, padahal kurang apa kita ini dari pada Arumi. Masih cantikan kita dari pada Arumi, sebenarnya apa yang diinginkan laki-laki itu!" seru Kayla dengan geregetan.


"Entahlah! Barick, susah payah aku merubah penampilanku ini. Tapi masih juga kamu tak melirikku? kepandaianku juga nggak kalah sama Arumi!" gerutu Sisil yang kemudian melangkahkan kakinya menuju ke keluar dari kelas.


Sementara itu Arumi dan Barick sudah masuk ke dalam mobil dan kemudian melaju keluar dari halaman sekolah.


"Arumi, apakah kamu masih harus bekerja sehabis ini?" tanya Barick yang sesekali melihat Arumi di saat dirinya mengemudi.


...~¥~...


...Mohon dukungannya dan terima kasih telah memberikan Like/komentar/rate 5/gift maupun votenya untuk novel Mendadak Jadi Pewaris ini....


...Semoga sehat selalu dan dalam Lindungan Allah Subhananh wa Ta'alla....


...Aamiin Ya Robbal Alaamiin....


...Terima kasih...

__ADS_1


...Bersambung...


__ADS_2