
"A..apa, menculik Tiana!" seru Arumi yang bersamaan dengan Barick yang juga sangat terkejut.
"Iya...!" jawab Bu Yuli dengan lirih seraya menahan rasa sakit akan pukulan yang telah dialaminya.
"Bagaimana ini Bar?" tanya Arumi yang nampak kalut.
"Sebentar!" jawab Barick seraya memberi isyarat pada Arumi.
"Apakah ibu bisa menggambarkan ciri-ciri si penculik itu Bu?" tanya Barick yang kemudian.
"Yang saya lihat semuanya pakai pakaian serba hitam, itu saja." jawab Bu Yuli yang masih menahan rasa sakitnya.
"Ibu Yuli punya cctv, dan nanti bisa buat laporan sama petugas kepolisian!' seru seorang laki-laki setengah baya yang memberitahukan solusi selanjutnya.
"Cctv? iya kenapa tak terpikirkan olehku!" seru Bu Yuli dengan semangat.
Tak berapa lama, datang dua orang polisi yang menghampiri laki-laki setengah baya itu yang tak lain pak Lurah di kampung itu.
Setelah pak Lurah menceritakan peristiwa yang telah terjadi, kedua polisi dengan di bantu pak lurah, Bu Yuli, Barick, Arumi, dan yang lainnya, berusaha menyelesaikan kasus penculikan itu.
"Drrt....drrrtt....drrrt....!"
Tak berapa lama ponsel Arumi berbunyi.
"Siapa Yum?" tanya Barick yang penasaran.
"Pengacara Rohadi!" jawab Arumi pada saat membaca tulisan di ponselnya.
"Cepat angkat! siapa tahu penting!" seru Barick yang tambah penasaran.
"Iya!"jawab Arumi yang mulai menekan tombol untuk menerima panggilan tersebut.
Arumi :" Hallo Assalamu'alaikum...!"
Pengacara Rohadi ;" Wa'alaikumsalam!"
Arumi ;" Ada apa ya pengacara?"
__ADS_1
Pengacara Rohadi :" Bisakah kamu share lock lokasi kamu? aku sekarang ini bersama dokter Rohaya sedang menuju ke kampung kamu."
Arumi ;"Oh, iya! sebentar pengacara, saya tutup dulu teleponnya!
Pengacara Rohadi ;" Iya!"
Tak berapa lama Arumi memberikan alamat dimana saat ini dia berdiri.
Sementara itu para warga sudah membubarkan diri sesuai perintah pak Lurah. Dan Bu Yuli dibawa ke rumah sakit dengan diantarkan oleh pak Lurah, sedangkan para polisi mulai melakukan penyelidikan.
Barick dan Arumi berdiri disamping mobil karena sedang menunggu kedatangan pengacara Rohadi dan Dokter Rohaya.
Beberapa menit kemudian mobil sedan putih menepi dibelakang mobil Barick.
"Apa mungkin itu mobil pengacara Rohadi?" tanya Arumi yang terus menatap ke arah mobil sedan warna putih itu.
"Iya benar, lihat itu dokter Rohaya dan pengacara Rohadi!" jawab Barick seraya menunjuk ke arah kedua orang yang sudah keluar dari dalam mobil warna putih itu.
"Assalamu'alaikum!" ucap salam pengacara Rohadi yang melangkahkan kaki bersama dokter Rohaya, menghampiri Arumi dan juga Barick.
"Wa'alaikumsalam!" balas Arumi dan juga Barick secara bersamaan dan menatap ke arah pengacara Rohadi dan juga dokter Rohaya
"Bagaimana keadaan kalian?" tanya pengacara Rohadi yang mengawali percakapan.
"Alhamdulillah baik, walaupun banyak kejadian yang membuat kami harus bersusah payah lebih dulu!" jawab Barick yang tak langsung mengatakan hal yang sesungguhnya.
"Sebaiknya kita bicarakan didalam mobil saja!" usul dokter Rohaya.
"Benar, sebaiknya kalian berdua ikut dengan kami sekarang juga! Ada yang ingin saya sampaikan kepada kalian termasuk anda nona Arumi!" ucap pengacara Rohadi yang memandang ke arah wajah Arumi.
"Oh, apakah penting sekali?" tanya Arumi yang sedang dalam kebimbangan.
"Tentu saja! ada apa dengan anda, saudari Arumi?" tanya pengacara Rohadi yang penasaran, dengan tangan memberi isyarat untuk berjalan mengikutinya.
Dan kemudian Dokter Rohaya, Barick dan Arumi mengikutinya.
"Mohon maaf atas sikap Arumi, pengacara Rohadi. Hal ini karena banyaknya kejadian yang telah kami lalui. Mulai dari Tiana yang keracunan, kendaraan kami yang dihadang oleh orang yang tak dikenal, Arumi yang di culik,, dan sekarang ini ganti Tiana adik kami yang diculik serta Bu Yuli yang saat ini dirawat di rumah sakit." jelas Barick yang mewakili Arumi, yang mambu membuat pengacara Rohadi menghentikan langkahnya sekaligus membalikkan badannya ke arah Arumi dan juga Barick.
__ADS_1
Arumi dan yang lainnya pun ikut berhenti, dan kemudian melanjutkan lagi perjalananan mereka yang akhirnya sampai di depan mobil pengacara yang tadi sempat terparkir di belakang mobil Barick.
"Apa! sebegitu beratnya cobaan kalian! pasti ada hubungannya dengan mereka!" seru pengacara Rohadi yang menduga-duga.
"Mereka? mereka siapa pengacara?" tanya Arumi yang penasaran saat semuanya masuk ke dalam mobil dengan posisi pengacara Rohadi di belakang kemudi, dokter Rohaya disamping pengacara Rohadi.
Sementara Arumi ada dibelakang dokter Rohaya dan Barick berada di belakang pengacara Rohadi.
"Nanti akan kami beritahukan.Terus apakah sudah kalian menghubungi polisi?" tanya dokter Rohaya yang mengusulkan saat semuanya sudah masuk ke dalam mobil pengacara Rohadi.
"Iya sudah, tadi warga yang menghubungi Polisi. Dan ada barang bukti berupa Cctv milik Bu Yuli, yang sekarang ini diselidiki oleh polisi." jawab Arumi seraya memakai sabuk pengaman dan demikian pula dengan yang lainnya.
Kemudian mobil itu melaju perlahan dan akhirnya dengan kecepatan sedang menyusuri jalan raya, sesuai arah yang akan dituju.
Kemudian Arumi dan juga Barick secara bergantian, menceritakan perihal peristiwa dari awal mereka berpisah dari rumah sakit sampai pada pertemuan di depan rumah Bu Yuli.
"Jadi anda menemukan diary nyonya Lianti?" tanya pengacara Rohadi yang memastikan pendengarannya.
"Benar! dan juga album foto keluarga Tuan Lucky Harahap dan nyonya Lianti." jawab Arumi seraya memberikan diary itu pada dokter Rohaya dan album itu pada Barick.
"Jadi cerita dari diary ini memang mengarah pada saudari Arumi. Dan kemarin hasil Test DNA juga memang sudah keluar. Kami mencari anda untuk memberitahukan hasil dari test Dna dan memang hasilnya menunjukan memang saudari Arumi memang benar putri dari Tuan Lucky Harahap dan nyonya Lianti." jelas dokter Rohaya seraya menengok ke arah Arumi dan Barick.
"Aku sedang menduga kalau yang meneror kamu belakangan ini ada hubungannya dengan orang-orang yang berkomplot untuk memusnahkan siapa yang menghalangi keinginan mereka, yaitu untuk menguasai harta kekayaan tuan Lucky dan juga nyonya Lianti. Dimana kedua orang tua anda adalah orang-orang sukses dan memiliki harta yang bisa untuk tujuh turunan." ucap Pengacara Rohadi yang menjelaskan.
"Jadi memang jelas aku putri tuan Lucky dan nyonya Lianti ya pengacara?" tanya Arumi yang menyakinkan pendengarannya.
"Iya, dan kedua orang tua saudari Arumi telah dibunuh oleh mereka. Satu persatu, dan saudari Arumi yang masih bayi itu ditolong oleh tuan Yuwono, lari menjauh dari kota ini dan akhirnya mereka diketemukan lagi oleh orang-orang yang haus harta itu. Nyonya meninggal saat anda berusia delapan tahun karena dibunuh dengan cara mereka, dan pak Yuwono kembali melarikan anda dengan menikah lagi dan waktu itu tuan Yuwono yang sudah pensiun dari tugasnya, menyamar dengan bekerja sebagai sopir untuk kembali ke rumah tuan Lucky." ucap pengacara Rohadi yang menceritakan apa yang telah terjadi.
Arumi dan Barick pun mendengarkan dengan seksama, menggabung-gabungkan serta menyimpulkan cerita Pengacara Rohadi dengan apa yang dulu mereka alami.
...~¥~...
...Mohon dukungan dan terima kasih telah memberikan like/Komen/rate 5/gift maupun votenya untuk novel Mendadak Jadi Pewaris ini....
...Semoga sehat selalu dan dalam Lindungan Allah Subhananh wa Ta'alla....
...Aamiin Ya Robbal Alaamiin....
__ADS_1
...Terima kasih...
...Bersambung...