Mendadak Jadi Pewaris

Mendadak Jadi Pewaris
Berseteru di dalam Rumah Mewah


__ADS_3

Orang-orang yang mendengarkannya pun menoleh dan mereka sangatlah terkejut pada saat melihat siapa yang datang.


"Wa"alaikumsalam!" balas mereka yang semula riuh menjadi sunyi dan yang semula duduk menjadi bangkit dan mereka saling pandang.


"Apa kabar nyonya Lauren!" ucap sapa pengacara Rohadi di depan semua orang yang berada di ruang tamu itu.


"Ba..baik!" ucap nyonya Lauren yang mulai gugup pada saat melihat ke arah Arumi.


"Li...Lianti!' sebut nyonya Lauren yang pelan namun pandangannya tetap ke arah Arumi.


Arumi pun memandang ke arah nyonya Lauren dan memanggukkan kepalanya kemudian mengulas senyumnya.


"Perhatian untuk semuanya, mohon dengarkan baik-baik!" seru pengacara Rohadi yangmenebarkan pandangannya pada seluruh anggota keluarga tuan Lucky Harahap yang tersisa beserta para tamunya.


"Apa yang akan kamu sampaikan pengacara!" seru nyonya Lauren yang menatap pengacara Rohadi dengan sinisnya.


"Malam ini saya akan memberitahukan bahwa, putri dari tuan Lucky dan nyonya Lianti sudah diketemukan." ucap pengacara Rohadi, yang membuat suasana menjadi tegang.


"Nona Arumi, boleh maju ke samping saya?" pinta pengacara Rohadi pada Arumi.


"Oh, iya pengacara!" jawab Arumi yang kemudian melangkahkan kaki menghampiri pengacara Rohadi.


Banyak mata yang dihadapan gadis itu yang memandangnya sinis.


"Arumi,tak kusangka kamu jadi milyader!" seru Tommy yang terbengong melihat apa yang ditunjukkan oleh pengacara Rohadi itu.


"Hah! aku tak percaya gadis udik ini kakak tiriku!" seru Keyla yang tak habis pikir.


"Iya, benar! Dan jangan sekali-kali anda memanggil Nona Arumi dengan sebutan sebagai gadis udik lagi! Atau anda bisa saya usir dari rumah ini!" seru Pengacara Rohadi yang membela Arumi.


"Tidak akan!" seru Keyla yang menatap nanar kepada pengacara Rohadi.


"Mulai sekarang harus kalian biasakan, mau tak mau karena itu sesuai dengan amanat dari tuan Lucky Harahap, bahwa harta kepemilikan dari tuan Lucky Harahap sembilan puluh persen jatuh pada putri semata wayang tuan Lucky Harahap dan sepuluh persen untuk nyonya Lauren. Dan harta nyonya Lianti secara otomatis menjadi milik putrinya." lanjut jelas pengacara Rohadi yang menebarkan pandangannya perlahan-lahan ke arah satu persatu semua orang yang ada dihadapannya.


"Apa? aku hanya sepuluh persennya saja?" tanya Nyonya Lauren yang tak percaya.


"Iya, dan keputusan ini tak boleh diganggu gugat!" seru pengacara Rohadi dengan lantang.

__ADS_1


"Apakah saya tak dapat bagian dari papa?" tanya Keyla yang protes.


"Nona Keyla, ma'af anda tidak dapat bagian. Karena setelah saya menyelidiki semuanya, anda bukan putri kandung tuan Lucky Harahap!". jawab Pengacara Rohadi yang mengulas senyumnya.


"Tidak mungkin ...tidak mungkin, aku putri papa kan ma? iya kan ma?" ucap tanya Keyla dengan isakan tangisnya.


"Apa benar tak ada untuk Keyla sama sekali?" tanya nyonya Lauren yang berharap ada kesempatan mendapatkan warisan dari tuan Lucky Harahap.


"Tidak sama sekali, karena mulai sekarang, semua harta tuan dan nyonya Lucky Harahap jatuh pada nona Arumi sebagai putri sah dari mereka berdua!" seru pengacara Rohadi dengan lantang.


"Nak Arumi, tolong berikan beberapa persen buat Keyla!" pinta nyonya Lauren dengan memohon.


Arumi menatap raut wajah pengacara Rohadi, dan pengacara itu memberi isyarat untuk tidak menyetujui permintaan nyonya Keyla. Dan gadis itu mengerti, dan dia menghela napasnya dan kemudian mengeluarkannya pelan-pelan.


"Ma'af nyonya Lauren, saya baru saja mengenal anda tapi saya sudah mengenal putri anda. Jadi ma'af saya tak bisa memberikan apa yang anda pinta." ucap Arumi seraya menatap nyonya Lauren dan Keyla satu persatu.


"Oh, jadi kamu mau kalau adik kesayanganmu mati!" seru mbok Sum yang sedari tadi diam memperhatikan dan dia tersulit emosinya saat mendengar ucapan Arumi.


"Apa!" seru Arumi yang terkejut.


"Kalian mengancam kami!" seru Pengacara Rohadi dengan geram.


"Cucu? Jadi Keyla itu cucu-nya mbok Sum?" ucap dan tanya dokter Rohaya yang sedari tadi diam saja. Dia dan yang lainnya pun sangat angkat terkejut akan berita itu.


"Iya, dia cucuku!"jawab mbok Sum dengan bangganya.


"Ha..ha...ha...! seorang princess ternyata cucunya pembantu!" celetuk Barick yang sedari tadi juga diam saja.


"Diam kau Barick! cepat tanda tangan kertas bermeterai ini Arumi, atau kamu tak bisa lagi melihat adik tirimu!" seru Keyla dengan memberikan secarik kertas yang sudah diberi materai diatasnya.


"Dimana adikku lebih dulu, baru aku mau tanda tangan!" seru Arumi yang nampak khawatir sekali akan nasib adiknya itu.


"Nona Arumi, jangan tanda tangani kertas itu!" seru pengacara Rohadi yang sangat cemas sekali.


"Tenang pengacara Rohadi, yanwa adik tiriku lebih penting dari harta yang aku terima. Toh! sebelumya aku hanya gadis miskin dan kehidupannya dengan apa adanya. Tapi kami selalu bersama-sama!" ucap Arumi dengan menghela napasnya panjang.


"Oh, punya otak juga rupanya kamu!" seru Keyla yang dengan senyum sinisnya.

__ADS_1


"Cepat bawa kemari adikku!" seru Arumi yang nampak sekali tak sabar.


"Ok, asalkan kamu bersedia untuk menandatangani kertas ini!" seru Keyla yang kini mengulas senyum kemenangannya.


"Iya, cepetan bawa kesini adikku Tiana, dasar cerewet!" seru Arumi yang ingin rasanya mengumpat pada gadis yang selalu membullinya itu.


Keyla kemudian memerintahkan pada dua pengawalnya untuk menjemput Tiana yang sebelumnya mereka sembunyikan di dalam salah satu kamar di rumah besar dan mewah itu.


"Bar, bersiaplah dengan kucing mengambil ikan bandeng!" bisik Arumi dan nampaknya Barick mengerti maksud dari Arumi sahabatnya.


Barick menganggukkan kepalanya dan perlahan-lahan menggeser tubuhnya menjauhi rombongan Arumi dan yang lainnya.


Sementara itu, kedua pengawal yang diperintahkan oleh Keyla sudah keluar dari sebuah kamar dan memapah seorang gadis yang sangat dikenal oleh Arumi dan Barick.


"Tiana!" panggil Arumi yang sangat cemas melihat keadaan Tiana yang diapit oleh dua orang laki-laki yang bertubuh kekar dan berpakaian serba hitam itu.


"Kak Arumi!" panggil Tiana yang sebelumnya raut wajahnya nampak sedih, seketika itu juga berubah gembira.


"Nah tunggu apa lagi! ayo cepat tanda tangani kertas ini, tepat mengenai materainya ya!" seru Keyla yang nampak mengulas senyum kemenangan.


"Jangan nona Arumi!" seru dokter Rohaya dengan menggelengkan kepalanya.


"Sebaiknya kamu pikirkan ulang, jangan terburu-buru membuat keputusan saudari Arumi!" seru pengacara Rohadi yang mengingatkan.


"Sudah saya pikirkan matang-matang pengacara." ucap Arumi dengan serius dan pandangan kedua matanya terus tertuju pada adik tirinya Tiana.


"Ayo cepatlah! jangan lama-lama! atau adikmu akan menuju ke neraka!'' seru Keyla yang memberikan pena pada Arumi.


...'~¥~...


...Mohon dukungan dan terima kasih telah memberikan like/Komen/rate 5/gift maupun votenya untuk novel Mendadak Jadi Pewaris ini....


...Semoga sehat selalu dan dalam Lindungan Allah Subhananh wa Ta'alla....


...Aamiin Ya Robbal Alaamiin....


...Terima kasih...

__ADS_1


...Bersambung...


__ADS_2