Mendadak Jadi Pewaris

Mendadak Jadi Pewaris
Aksi Barick


__ADS_3

Beberapa saat kemudian, datanglah Keyla dan Tommy didepan pintu gudang itu.


"Oh, jadi benar kalian ada disini!" seru Tommy yang menatap Arumi dengan tajam.


"Sekarang kalian bertiga, selamat bermalam di gudang ya!" seru Kayla yang kemudian menutup dan mengunci pintu gudang tersebut.


Gudang tersebut, sangat lembab karena tak ada pintu lain, ventilasi maupun jendela untuk sirkulasi udara.


"Dukk...dukk...dukk...!"


"Non buka pintunya!" seru Bu Lastri yang bersama Pak Warno menggedor-gedor pintu yang telah dikunci oleh Keyla.


"Key! buka pintunya! apa salah kami!" seru Arumi yang ikut menggedor-gedor pintu karena panik.


"Salah kalian banyak! suruh siapa wajah kamu itu mirip bibi Lianti! Rasakan kalian di dalam gudang, dan jangan harap aku akan membukanya!" seru Keyla dengan senyum sinisnya.


"Nak Arumi benar kenal sama non Keyla?" tanya Bu Lastri yang menatap Arumi didepan pintu gudang itu.


"Iya, dia teman sekelas saya. Dan dia sering membully saya Bu, pak!" jawab Arumi yang menatap pak Warno dan Bu Lastri secara bergantian.


"Sebentar...!" seru Bu Lastri yang kemudian mencari album foto keluarga tuan Lucky dan nyonya Lianti. Dan pak Warno pun membantu mencari album foto itu.


Tanpa sengaja Arumi menemukan sebuah Diary lama, dan Arumi meniup debu yang menutupi diary tersebut.


"Fuuhh....!"


"Hukk...Hukk...hukkk....!"


Arumi terbatuk-batuk karena ada sebagian debu yang masuk ke hidungnya.


Kemudian gadis itu membuka dan membacanya, dan lama kelamaan dia semakin penasaran.


"Bu Lastri dan pak Warno!" panggil Arumi yang telah selesai membaca buku diary tersebut.


"Ada apa nak?" tanya Bu Lastri yang datang menghampiri Arumi bersama Pak Warno, dan Bu Lastri sudah menemukan album foto yang dia cari.


"Dari kisah yang di tulis oleh nyonya Lianti, dibagian akhirnya menyinggung tentang ayahku yang bernama Yuwono. Dan ternyata, ayahku itu bukan ayahku!" jawab Arumi yang kedua matanya berkaca-kaca.


"Iya benar nak, ayah kamu tuan Lucky Harahap. Jadi kamulah pewaris satu-satunya keluarga Harahap, karena itulah istri kedua tuan Harahap yaitu mamanya Keyla yang bernama Juwita itu hendak membuat kamu keluar dari daftar warisan." jelas Bu Lastri.


"Itu artinya nyawa kamu dalam bahaya nak!" seru Pak Warno yang menambahi

__ADS_1


"Pantas saja, kemarin saya dan adik tiri saya seperti diteror! mulai dari Brownis yang beracun, dihadang di jalan raya, sampai saat ini aku seperti diculik. Dan lebih gawatnya lagi kita sama-sama terkunci di dalam gudang ini." ucap Arumi dengan wajah sendu menatap sepasang suami istri itu secara bergantian.


"Iya, kita sama-sama terkunci didalam gudang ini. Lantas bagaimana cara kita untuk keluar dari tempat ini! kalau tidak ada yang membukanya sampai besok, atau sampai...ah entahlah!" ucap Bu Lastri yang begitu khawatir.


"Kita berdoa saja, semoga Allah mengirim perantara untuk membantu kita keluar dari gudang yang pengap ini!" seru Arumi yang penuh harap, demikian pula dengan sepasang suami istri itu.


Untuk melupakan kejenuhan, mereka saling bercerita dan arumibsesejali melihat album foto yang telah diketemukan oleh Bu Lastri.


...****...


Sementara itu Barick yang sudah mengikuti Keyla sampai di Villa, dengan mengendap-endap akhirnya sampai juga di dalam ruang tamu.


Saat itu Barick melihat Keyla dan Tommy keluar dari ruang tengah villa itu, dan Barick pun menyapa mereka.


"Apa kabar Key, Tom!"


"Ba..Barick! sedang apa kamu disini?" tanya Keyla yang sangat terkejut dan demikian pula dengan Tommy.


"Tentu saja mau bertanya sama kalian! sedang apa kalian disini?" tanya Barick yang menatap Keyla dan Tommy dengan tajam.


"Eh, kami kan sedang berlibur. Inikan villa keluarga kami!" balas Keyla dengan santai.


"Ah iya! apakah kamu juga mau berlibur juga?" tanya Keyla yang berusaha mengalihkan pembicaraannya.


"Jangan mengalihkan pembicaraan! sekarang saya mau tanya, dimana Arumi Keyla!" seru Barick yang menatap Keyla dengan tajam.


"Hey, jangan asal tuduh! Keyla sedari kemarin bersamaku! kamu jangan asal tuduh ya!" seru Tommy yang membela Keyla.


"Oh, kalian mau mengelak ya! sekaran saya mau tanya dimanakah kalung kamu Keyla!" seru Barick dengan tatapan yang tajam.


"Ka..kalungku!" seru Keyla yang terkejut saat dia meraba lehernya dan tak diketemukannya kalung yang biasanya menghiasi leher jenjangnya.


"Kamu lihat ini!" seru Barick yang telah memegang kalung berliontin huruf K, dan hal itu membuat Keyla sangat terkejut.


"Ka..kalungku! Ba..bagaimana bisa ada ditangan kamu?" keyla yang masih penasaran.


"Jadi benar kalung ini milik kamu keyla?" seru Barick dengan geram.


"Apa yang membuatmu sampai menuduh Keyla Bar? bisa saja kan kalung itu jatuh disekolah?" tanya Tommy yang mencoba mengelak.


"Hei masih mengelak juga! kalung ini aku temukan di rumah Arumi dan waktu Arumi hilang, itu mobil berplat nomor K374A keluar dari halaman rumah Arumi. Apakah kalian mau mengelak lagi? hah!" seru Barick, Dan tiba-tiba, dari belakang Barick Tommy sudah bersiap melempar sebuah bangku kayu yang ada disampingnya, dia ambil dan angkat.

__ADS_1


Kemudian dia menyerang kearah tengkuk leher Barick, sahabatnya Arumi itu mengetahui dirinya akan mendapat bahaya. Dia menghindarinya dengan mengelak, na'as kursi tersebut menimpa ke arah Keyla yang ada dihadapan Barick.


"Aaaahhh...!"


Malang nasib Keyla, kursi itu mengenai wajah gadis itu dan membuatnya terdorong kebelakang beberapa meter dan akhirnya ambruk. Gadis itu tak bisa menguasai diri, seperti oleng dan akhirnya ambruk tak sadarkan diri di atas lantai ruang tamu itu.


Darah segar keluar dari pelipis bekas luka kena bangku dan juga di hidung gadis itu.


"Keylaaa...!" panggil Tommy saat melihat Keyla ambruk tak sadarkan diri.


"Kurang ajar!" umpat Tommy yang kemudian menyerang Barick secara membabi-buta.


"Keu sendiri yang memukulnya, kenapa salahkan aku?" celetuk Barick seraya menghindari serangan-serangan dari Tommy.


Berkali-kali serangan itu mengenai ruang hampa, karena Barick selalu mengelak, menghindar dan kadang melompat hanya sekedar untuk menghindari serangan Tommy.


"Bugh...bugh.... Bugh ...!"


Pada saat ada kesempatan, Barick menangkap tangan Tommy dan menghadiahi Tommy dengan beberapa kali bogem mentah di ulu hati Tommy.


Tak ayal lagi darah segar keluar dari mulut laki-laki yang sehari ini selalu bersama Keyla


."Ahhh...hugh......Hugh...!";


Tommy pun ambruk dan berusaha untuk bangun lagi, dengan terhuyun-huyun dan menatap Barick dengan tajam.


"Sekarang katakan dimana Arumi Tom! agar luka kamu tak parah!" seru Barick yang juga menatap tajam ke arah Tommy.


"Kurang ajar! tidak akan aku beritahu’kannya pada kamu!" umpat Tommy yang kemudian kembali menyerang Barick secara membabi-buta.


...~¥~...


...Mohon dukungan dan terima kasih telah memberikan Like/Komen/rate 5/gift maupun votenya untuk novel Mendadak Jadi Pewaris ini....


...Semoga sehat selalu dan dalam Lindungan Allah Subhananh wa Ta'alla....


...Aamiin Ya Robbal Alaamiin....


...Terima kasih...


...Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2