Menembus Dunia Sihir

Menembus Dunia Sihir
BAB 10


__ADS_3

Binatang Buas


Davin sudah beranjak jauh dari tempatnya menuju rindangnya pepohonan. Menemukan sebuah sungai yang sangat jernih di sana, sehingga ikan yang berenang di sungai itu terlihat sangat jelas.


Davin mengeluarkan Sebuah pancing dari gelang galaksinya. Tanpa menggunakan umpan, dengan mudahnya Davin sudah mendapatkan beberapa ikan untuk makan malamnya.


Hari sudah semakin gelap, Davin memutuskan untuk beristirahat di tempat yang tak jauh dari sungai.


Mengeluarkan beberapa alat untuk berkemah hanya perlu melemparkan sebuah kubus sebesar kepala orang dewasa, yang menjadi tenda kecil, dan satu lagi kubus yang mengeluarkan api, menjadikannya api unggun.


Davin menyantap ikan bakar yang agak hambar karena tanpa ada nya bumbu namun masih terasa nikmat baginya.


Sekelebat bayangan terlihat di antara gelapnya pepohonan. Membuat Davin lebih waspada. Merasakan aura membunuh sedang mengawasi dirinya dari balik pepohonan.


Semenjak Davin menyerap energy mana membuat semua indranya menjadi lebih peka terhadap bahaya di sekitarnya.


Sontak Davin langsung mengambil pedangnya dari gelang galaksinya untuk bersiaga.


Wuussh. Tring.


Benar saja sebuah cakaran muncul dari arah belakang Davin. Untung saja Davin sudah menyadarinya. Dengan sigap Davin mengangkat pedangnya untuk menangkis serangan itu. Mendorong serangan itu menjauh dari dirinya.


Hanya diterangi cahaya bulan yang menembus di antara rindangnya pepohonan. Memperhatikan sekelilingnya, Davin sudah terkepung oleh beberapa binatang buas.


Terlihat seperti seekor serigala namun berukuran sebesar sapi, bulunya berwarna abu-abu ada yang lebih gelap. Taringnya nampak terlihat keluar dari moncongnya.


Terdapat sebuah tanduk runcing berwarna perak tepat di dahi serigala itu. Dan itu tidak hanya satu melainkan belasan serigala banyaknya.

__ADS_1


Mencoba untuk tidak panik, setenang mungkin Davin bersiap dengan kuda-kudanya. Davin sudah sangat siap menghadapi para gerombolan serigala.


Jika itu Davin yang sebelumnya mungkin sudah gemetaran dan terkencing di celana. Namun kini Davin sudah memahami kekuatan yang dia miliki.


Seekor serigala melompat kelangit langsung menyerang, Davin hanya menangkis dan mendorong lagi serangan itu dengan mudah. Membuat Davin bisa lebih percaya diri untuk bisa melawan.


Sudah menemukan pola serangan serigala yang menyerangnya secara bergantian Davin mencoba melepaskan sebuah tebasan.


crash..


Suara sayatan yang renyah langsung memotong tubuh serigala secara horisontal tepat di bagian perut serigala yang kala itu menyerangnya dari udara.


bug.bug


Tubuh serigala yang terpotong melewati Davin terjatuh ke tanah. Darah merah berhamburan menciprat ke segala arah.


sring.sring.sring


Melihat temannya yang mati, para serigala itu merubah pola serangan. Kini para serigala menyerang Davin secara bersamaan dengan lebih brutal. Menyerang dari udara dengan cakaran, menggigit dari samping. Tak hentinya para serigala terus menyerang Davin.


Davin sempat mengalami kesulitan untuk menghindar. Mengalirkan mana ke seluruh tubuh Davin membuat gerakan yang lebih cepat dari para serigala itu.


Tak satu pun dari serangan para serigala mengenai Davin.


Mendapatkan kesempatan menyerang Davin mengayunkan pedangnya langsung ke tubuh para serigala.


Banyak para serigala yang telah mati. Banyak potongan tubuh serigala di sekeliling Davin. Mengalami hal yang begitu merugikan, kini serigala yang tersisa mulai mundur menghentikan serangannya.

__ADS_1


Davin sudah bernafas sedikit lega. Mengatur nafas dan mengolah mananya untuk menghilangkan rasa lelahnya. Itu dikarenakan Davin hanya melancarkan tebasan secara asal-asalan yang tidak memiliki tehnik berpedang sedikitpun.


Sehingga menguras banyak sekali tenaganya.


Davin merasakan hal aneh. Para serigala masih mengelilingi dirinya dan tidak pergi dari tempat itu.


Namun tak satupun dari serigala yang tersisa datang mendekatinya.


Davin tidak menyangka bahwa dirinya dapat mengimbangi serangan belasan serigala bahkan melampaui mereka.


”Ini aneh kenapa para serigala itu tidak pergi dan masih berada disini. Apa mereka ingin menggunakan pola penyerangan yang lain?”. Davin tetap bersiaga tanpa mengendurkan sedikitpun penjagaannya.


Beberapa serigala dari arah depan Davin seperti menyingkir membuka sebuah jalan.


Benar saja seekor serigala yang berukuran hampir 2 kali lebih besar dengan warna bulu lebih gelap, terdapat 2 tanduk runcing sejajar vertikal di dahinya yang atas berukuran lebih panjang dari yang lainyya, datang menghampiri Davin.


Davin langsung menebak jika serigala itu adalah pemimpinnya.


grrrr..


“Bocah kecil beraninya kau membunuh para bawahanku, akan ku pastikan kau akan merasa menyesal dilahirkan kedunia ini.” Pemimpin serigala itu memperlihatkan taringnya, mengarahkan cakar dan langsung menyerang Davin.


Davin terkejut mendengar pemimpin serigala itu berbicara. Padahal serigala yang lain hanya menyerangnya dengan mengeluarkan suara erangan khas seekor serigala tanpa mengeluarkan kata-kata.


”Para bawahanmu dulu yang menyerangku, lagi pula aku hanya mempertahankan diri.” Kata Davin yang menahan serangan pemimpin serigala itu yang nampaknya lebih kuat dari para bawahannya, namun itu bukan suatu masalah bagi Davin.


Davin dengan mudah menghalau setiap serangan pemimpin serigala itu tanpa mengeluarkan banyak tenaga.

__ADS_1


Bersambung


.


__ADS_2