Menembus Dunia Sihir

Menembus Dunia Sihir
BAB 23


__ADS_3

Musuh Kerajaan Dolham


Didalam ruang laboratorium milik Davin. Sebuah alat pengumpul mana sedang beroperasi mengalirkan mana alam kedalam batu kristal penyimpan mana.


"Devina, lihat dirimu tidak hanya cantik secantik bunga yang mekar dan manis semanis madu hutan dan imut seimut bayi beruang, kau juga cukup cerdas.


Berkat jasamu kita bisa menemukan cara yang lebih cepat untuk mengisi energy kedalam kristal mana. Bahkan kita juga bisa menambah kapasitas mana pada kristal mana.'' Kata Davin yang menggoda Devina.


"Itu semua juga berkat arahan dari guru.'' Kata Devina acuh.


"Sudah aku bilang, jika aku ini lebih muda darimu, jangan memanggilku dengan sebutan guru. Apa aku perlu memperkenalkan diri lagi.'' Kata Davin yang mengulurkan tangannya ke arah Devina.


"Maka berhentilah menggodaku dengan kata-kata gombalmu yang tak bermutu itu.'' Kata Devina mencampakkan tangan Davin dan beranjak pergi.


"Tunggu Devina jangan tinggalkan aku. Apa kau tidak suka karena setiap hari aku menggodamu? Kalau begitu mulai dari sekarang aku tidak akan menggodamu lagi.'' Kata Davin yang menghampiri Devina.


"Setidaknya tunggulah 5,7 atau 8 tahun lagi untuk bisa menggodaku.'' Kata Devina sambil berjalan menuju pintu keluar laboratorium.


"Tinggi kita sama setidaknya itu tidak masalah. Jadi gadis manis sebenarnya kau suka atau tidak dengan gombalanku yang tidak bermutu itu?'' Tanya Davin.


"Aku lapar, traktir aku di restoran terbaik di desa ini.'' Kata Devina.


"Bukankah desa ini hanya memiliki satu restoran. Hei kau belum menjawab pertanyaanku. Dan bukannya tadi pagi kau yang bilang ingin mentraktirku, kenapa jadi aku.'' Kata Davin yang berlari kecil mengejar Devina.


***


Dari arah timur desa, Grock merasakan adanya pergerakan manusia yang cukup banyak. Dia memutuskan untuk memeriksanya.


Meskipun dirinya seekor reptil namun kecepatan larinya dapat melampaui seekor kuda.


Dengan tubuh kecilnya Grock melesat cepat menuju arah timur ketempat dia merasakan keberadaan manusia.


Benar saja, sudah ada kamp perkemahan sebuah pasukan dengan perlengkapan siap tempur.


Banyak lalu lalang prajurit berjaga disekitar kamp. Dari pakaian Zirah dan bendera yang Grock lihat memiliki lambang yang berbeda dengan zirah prajurit kota yang dikenakan Hector saat pertama datang ke desa Vorgan. Yang merupakan lambang dari kerajaan Dolham, yaitu kerajaan tempat desa Vorgan berada.


Grock lekas menjauh dari kamp pasukan dan mencoba menghubungi tuannya Davin. Dengan mengaliri sedikit mana kedalam anting tindiknya yang dia tusukan tepat berada di kulit samping telinganya, membuat anting itu aktif langsung memanggil Davin.

__ADS_1


Gelang galaksi milik Davin memancarkan cahaya merah padam kelap kelip pada lensanya. Davin menyentuh sensor dan terdengar sebuah suara dari gelangnya.


"Tuan Davin saya melihat ada ribuan pasukan yang sedang mendirikan tenda di hutan sebelah timur desa. Dari hasil pemeriksaan saya, mereka membawa senjata lengkap bersiap melakukan peperangan.


Jarak dari desa sekitar satu hari perjalanan bila berkuda. Zirah dan bendera yang mereka kenakan sepertinya bukan dari kerajaan Dolham. Sampai saat ini mereka sama sekali belum melakukan pergerakan.'' Kata Grock melaporkan hasil pengamatannya.


"Terus amati mereka, segera hubungi aku lagi jika ada pergerakan dari mereka. Aku akan coba mencari informasi terkait pasukan itu.'' Perintah Davin kepada Grock.


"Baik tuan.'' Jawab Grock lekas menghentikan komunikasinya.


Davin melakukan pertemuan mendadak di aula pertemuan balai desa.


Di Sana sudah terdapat Justus dan ke empat staff kepercayaannya, Hector, dan Vorgan 1 juga sudah berada di sana. Mereka duduk di sebuah meja persegi panjang besar.


Davin sudah hampir sampai kepintu aula diikuti oleh Devina di belakangnya. 2 Prajurit yang mengetahuinya lekas membukakan pintu.


"Selamat pagi tuan Davin.'' Kata kedua prajurit dengan sikap hormat.


Mereka yang mengetahui jika itu adalah Davin langsung berdiri dari tempat duduk mereka dan mengucapkan salam dengan serempak.


Di awali dengan duduknya Davin mereka yang berdiri juga mulai duduk pada kursi mereka.


Davin langsung memulai pertemuan dengan menceritakan dari hasil pengamatan pengikutnya.


Mereka yang disana sontak terkejut dan langsung menebak jika itu adalah pasukan dari musuh kerajaan Dolham.


"Apa saran yang kalian miliki, aku ingin mendengarkannya?'' Tanya Davin keseluruh orang.


"Seperti yang kalian tau bahwa desa Vorgan berada di paling pinggir dari kerajaan Dolham dan berada paling jauh dari kota manapun.


Artinya desa kita sangat riskan terhadap sebuah serangan dari luar. Bahkan jika kita meminta bantuan pasti akan datang terlambat. Jadi aku menyarankan agar kita lebih terfokus mempertahankan diri saja di desa ini.


Pertahanan desa ini juga sangat mumpuni, dibanding dengan kota besar sekalipun desa kita jauh lebih kuat.'' Itu adalah Vorgan 1 yang mengeluarkan suara. Vorgan 1 kapten dari prajurit Vorgan yang sangat cepat dan akurat dalam membaca situasi.


"Kita juga memiliki prajurit yang kuat, dengan zirah dan senjata yang kita miliki satu prajuritku sangat mungkin bisa mengalahkan puluhan dari mereka. Jadi hanya butuh strategi yang tepat dapat menghancurkan seluruh pasukan mereka.'' Hector berkata memiliki keyakinan penuh.


"Bagaimana denganmu Kepala Desa, apa kau memiliki saran?'' Tanya Davin kepada Justus.

__ADS_1


"Maaf tuan, saya lebih mementingkan desa dan para warga. Saya hanya berharap jika desa dan para warga tetap aman. Apapun keputusannya, saya hanya berharap tidak mempengaruhi kesejahteraan penduduk desa.'' Jawab Justus.


"Baiklah, terimakasih atas saran dan masukan kalian. Seperti yang dikatakan kepala desa. Kita hanya akan melindungi desa. Jangan biarkan musuh mendekati bahkan menyentuh desa sedikitpun. Mereka adalah musuh dari kerajaan, dengan begitu mereka akan meninggalkan desa kita yang akan sulit di tembus sehingga akan membuat banyak kerugian bagi mereka.


Mereka pasti akan lebih memilih menyerang desa atau kota lain yang lebih mudah ditundukkan untuk bisa mereka kuasai. Menurutku ribuan pasukan tidak akan bisa menaklukkan suatu kerajaan. Hingga saat ini belum ada pergerakan dari mereka. Kemungkinan mereka masih menunggu kedatangan pasukan yang lain. Atau mungkin mereka sedang menggunakan strategi pemecahan pasukan. Jadi untuk itu bertahan bagi kita adalah keputusan yang terbaik. Apa ada yang memiliki saran lain? '' Kata Davin.


Semua yang hadir terdiam sejenak seperti berfikir dan mengangguk-anggukkan kepala mereka.


Akhirnya mereka menyetujui pendapat dari Davin. Saat itu juga mereka segera bersiap menjaga dan memantau setiap sisi desa.


Davin menarik kembali Hariric dan juga Trais kembali ke desa untuk lebih memperkuat pertahanan. Semua kegiatan perdagangan di berhentikan sementara.


Pasukan Desa Vorgan yang di pimpin Hector sudah bersiap dengan zirah dan senjata lengkap mereka.


Davin masih menunggu informasi lebih lanjut dari Grock.


Esoknya Davin mendapatkan berita dari Grock, jika ribuan pasukan sudah mulai bersiap untuk melakukan perjalanan. Dari informasi yang di dapat Grock mereka akan mulai berangkat pagi itu juga.


Grock terus memantau pergerakan mereka. Senjata yang mereka bawa cukup berat dan besar, seperti ketapel raksasa dan alat pendobrak gerbang. Di perkirakan mereka akan tiba didesa besok pagi.


Jalur yang mereka lalui sudah dipastikan itu menuju desa Vorgan.


Semua pasukan desa Vorgan sudah mulai bersiap. Sebelum esok tiba mereka sudah harus menghadang musuh di sebelah timur desa.


Tujuan utama pasukan Vorgan agar mereka tidak melewati daerah dari desa. Melainkan menjauhkan mereka dan memaksa mereka mengambil jalur lain.


"Davin apakah kita hanya akan menjadi penonton saja, padahal aku ingin mencoba sihir baruku.'' Tanya Devina kepada Davin.


"Tenanglah gadis manisku, aku merasa ribuan pasukan itu hanyalah permulaan saja. Kemungkinan besar akan ada pasukan susulan yang jumlahnya lebih besar. Aku juga ingin tau sejauh mana kekuatan pasukan kita.'' Kata Davin.


"Hmph. Aku belum menjadi gadismu.'' Kata Devina membuang muka.


"Hmmmm. Belum itu artinya akan. Apa itu benar?'' Kata Davin menatap Devina.


"Ahh. Terserah apa katamu.'' Kata Devina memutar matanya.


Saat di bumi dulu Davin pernah membaca tentang taktik dan strategi perang. Setidaknya Davin sudah memiliki pengalaman dan dapat membaca strategi musuh.

__ADS_1


Bersambung


.


__ADS_2