Menembus Dunia Sihir

Menembus Dunia Sihir
BAB 12


__ADS_3

Gerombolan Monster


Dengan apa yang telah diceritakan oleh Hariric, Davin merasa tertarik untuk mengetahui lebih lanjut kejadian itu.


Davin meminta Hariric membawanya ke tempat koloni serigala tanduk perak berada, Hariric tidak menolaknya. Dengan cepat Hariric membawa Davin yang duduk di punggungya, Hariric yang meminta Davin untuk naik kepunggungnya dengan di ikuti serigala yang tersisa di belakangnya.


Tak selang beberapa lama Davin di bawa ke sebuah lembah yang sedikit agak curam. Banyak bebatuan di antara dinding lembah itu. Menggunakannya sebagai pijakan Hariric sangat lincah menapaki setiap bebatuan di ikuti bawahannya yang lain.


Terdapat beberapa serigala berdiri di antara bebatuan yang berjaga di lembah tempat satu-satunya jalan masuk ke dasar lembah. Mengatahui itu adalah Hariric para serigala penjaga langsung membiarkannya masuk tanpa menundanya, meskipun mereka melihat manusia di punggungya namun tidak mempermasalahkan hal tersebut.


Setibanya di dasar lembah Davin melihat hanya ada bebatuan disana, namun tempat itu cukup luas tempat yang cocok untuk sebuah koloni. Hariric menurunkan Davin di dekat jalan masuk lembah dan memintanya untuk menunggu sejenak bersama bawahan Hariric yang lain.


Hariric meninggalkan davin bersama para bawahannya, yang tak selang berapa lama, beberapa serigala yang seukuran dengan Hariric dengan 2 tanduk yang sama seperti milik Hariric muncul dari balik batu bersama Hariric di sana.


“Selamat datang tuan Davin, anda bisa memangil saya Hick pemimpin koloni serigala tanduk perak.


Hariric sudah menceritakan tentang anda. Hariric adalah salah satu prajurit terkuat kami, atas kejadian sebelumnya saya secara pribadi memohon kepada Tuan untuk memaafkanya.


Saya juga meminta maaf karena tidak sempat menyambut kedatangan anda.” Kata Hick menundukkan kepalanya.


“Tidak masalah, lagi pula aku juga sudah membunuh beberapa bawahannya. Anggap saja kita sudah impas.” Kata Davin yang tak lagi mempermasalahkan kejadian sebelumnya.


Davin merasa terkejut dengan sikap ramah dari pemimpin koloni serigala itu. Davin tidak menyangka jika pemimpin koloni serigala itu memiliki kecerdasan yang cukup tinggi.


Hick mempersilahkan Davin untuk masuk ke tempatnya, yang merupakan sebuah gua kecil yang terbentuk diantara tumpukan batu didinding tebing.


Duduk bersila di sebuah batu Davin meminta Hick untuk memberi tahu apa yang terjadi di dalam hutan.

__ADS_1


Sama seperti yang di katakan Hariric sebelumnya bahwa sebagian binatang di hutan sudah pergi karena serangan monster dan binatang yang lain juga sudah pergi ke hutan lain untuk berlindung.


Hick mengatakan bahwa sebelumnya hutan ini di lindungi oleh dewa naga yang menjaga hutan ini selama ratusan tahun. Namun satu bulan lalu dewa naga mereka tiba-tiba menghilang, tidak ada yang mengetahui keberadaanya.


Meskipun belum ada yang tau pasti dan belum pernah ada yang melihat dewa naga, tapi mereka dapat mengetahui hawa keberadaanya yang sangat kuat. Bahkan cukup kuat untuk menakuti para monster yang ingin masuk ke hutan ini.


“Para monster tidak dapat menyerang kami. Karena kami masih cukup mampu untuk melawan mereka.


Namun jika tidak ada makanan sama saja kepunahan yang akan menimpa kami.” Kata hick yang tertunduk lesu.


Davin meminta Hick menceritakan tentang hutan tempat mereka berada.


Dalam cerita Hick hutan tempat mereka berada bernama Hutan Aldous, terbagi menjadi 4 bagian utara, bagian barat, bagian selatan, dan bagian timur.


Saat ini mereka berada di bagian utara yang merupakan daerah kekuasaan serigala tanduk perak. Dibagian barat di kuasai oleh beruang tanduk besi. Di bagian selatan dikuasai oleh harimau tanduk emas. Dan dibagian timur di kuasai oleh buaya tanduk es.


"dengan kekuatan empat penguasa ini, apa kalian tidak mencoba bergabung untuk melawan para monster?'' Tanya Davin.


"Kami para serigala mencoba untuk mencari sarang para monster ini tapi kami tidak memiliki petunjuk apapun, mereka seperti hantu yang tiba-tiba saja muncul dan tiba-tiba menghilang.'' Kata Hick.


Saat Davin dan Hick berbicara ada seekor serigala bertanduk satu yang menghampiri Hick. Serigala itu tidak berbicara, namun Hick sontak berdiri terkejut mengangguk kepada serigala itu. Sepertinya para serigala berbiacara satu sama lain menggunakan telepati. Namun itu hanya dugaan Davin saja.


"Mohon maaf tuan Davin kami tidak dapat menemani anda lebih lama. saya mendapat laporan jika ada pergerakan monster dari arah utara hutan. Dari apa yang bawahan kami laporkan jumlah monster yang menyerang di perkirakan ribuan. Saya harus bergegas menyiapkan pasukan untuk menghalau mereka.'' kata Hick tampak kebingungan.


"Baiklah Hick aku akan ikut bersama kalian, mungkin aku bisa sedikit membantu.'' Davin menawarkan diri.


"Tidak perlu tuan. Ini adalah tugas kami unutuk mejaga hutan, Saya sudah mengirimkan berita untuk meminta bantuan kepada penguasa hutan yang lain. meskipun mereka akan sedikit terlambat tapi kami yakin untuk dapat menahan sesaat para gerombolan monster hingga bantuan datang.

__ADS_1


Ini sangat aneh monster bukanlah makhluk yang cerdas dibanding kami yang bisa hidup berkoloni para monster tidak mungkin untuk bisa datang bersama dengan yang lain. Ini seperti ada yang bisa mengendalikan mereka.'' Kata Hick.


Davin sangat penasaran dengan para monster, dia memutuskan tetap mengikuti para serigala.


Hari sudah menjadi gelap menandakan jika malam telah tiba. Davin sudah berada di sebuah bukit dengan Hariric yang hanya membawa 200 serigala. Sedangkan serigala yang lain tetap menjaga wilayah mereka hingga bantuan datang.


Jumlah yang jauh dari jumlah para monster Di bagian ujung hutan paling utara terlihat jauh ribuan gerombolan monster mulai memasuki hutan. Beberapa monster terlihat lebih mencolok karena bentuk tubuhnya yang sangat besar yang berjalan menumbangkan pepohonan di depanyya.


Hariric menatap dingin para monster itu memberikan aba-aba kepada bawahannya untuk menyerang dengan menyelinap. Sebuah keuntungan bagi para serigala untuk menyerang dalam keadaan gelap.


Davin juga tidak tinggal diam. Dia ingin menguji kekuatan bertarungnya melawan para monster.


Davin melesat bersama para serigala. terlihat para serigala lebih memilih menyerang secara bersama. berbeda dengan Hariric yang melawan sendirian.


Seekor monster setinggi 10 meter memukulkan gada besarnya ke arah Davin. Tidak tinggal diam Davin mengambil pedangnya, menahan serangan gada hanya dengan satu tangannya sedang tangan yang lainnya memegang pedang mengarahkan ke kaki monster itu.


slash. slash. slash


Tiga tebasan Davin dengan mudah langsung memotong kaki monster yang kehilangan ke seimbangan, Davin melompat ke udara memotong kepala monster bermata satu sebelum tubuh monster itu terjatuh.


Serangan pertama Davin saat memotong monster merasa jijik dengan darah monster yang berbau busuk dan menjijikkan. Rasa mual datang dari perut Davin.


Tidak memiliki waktu untuk merasa mual Davin bergegas menuju monster yang lain. Mengayunkan pedang nya membunuh para monster dengan mudahnya


Lama kelamaan Davin sudah bisa membiasakan diri dengan aroma menjijikkan dari para monster.


Bersambung.

__ADS_1


.


__ADS_2