
Didalam Goa
Setelah Davin sudah berada di luar kapsulnya dia merasa sangat asing di tempat itu.
Davin memeriksa keadaan sekitarnya dia melihat skalakmit dan skalaktit di dasar dan di bagian atasnya, itu memastikan jika dirinya telah berada di dalam sebuah goa.
Namun cukup gelap di dalam sana, tidak ada sinar apapun yang masuk kesana, Davin menggunakan senter dan merubahnya sehingga dapat menerangi di setiap sudut goa.
Meskipun itu adalah sebuah goa, Davin merasa udara dan oksigen yang dia hirup sangat murni. Berbeda dengan goa pada umunya yang lembab dan minim akan sirkulasi udara.
“Ini aneh sekali, apa dulunya tempat tinggalku adalah sebuah goa. Itu berarti aku sudah pergi jutaan tahun di masa lalu.”Kata Davin memegang dagunya memikirkan sesuatu.
Menurut sepengetahuan Davin. Dia adalah satu-satunya yang pernah menggunakan mesin waktu. Dan apa yang dia ketahui perjalanan waktu tidak dapat berpindah tempat. Dengan kata lain Davin masih berada di tempat yang sama, hanya saja waktu yang berbeda.
Di dalam goa itu cukup luas. Davin melihat ada sekitar 4 lubang goa berbeda yang sepertinya merupakan pintu yang dapat dia masuki.
“Hmmm. Aku merasakan energy aneh yang sangat nyaman di dalam goa ini. Sepertinya aku merasakan energy itu berasal dari sana.” Kata Davin yang memejamkan matanya merasakan sebuah energy yang dia rasakan setelah keluar dari kapsul waktu.
Energy yang Davin rasakan cukup aneh. Biasanya energy tidak dapat secara langsung dirasakan oleh tubuh manusia, kecuali itu menggunakan bantuan peralatan.
Dengan sangat hati-hati dan kewaspadaan penuh energy yang Davin rasakan menuntunnya menuju ke salah satu lubang goa yang ternyata ada sebuah lorong disana. Davin menuju ke tempat energy itu berasal.
__ADS_1
“Semakin aku mendekati energy itu rasa lelah ku seakan menghilang, dan tubuhku terasa lebih kuat.” Kata Davin yang merasakan kenyamanan saat semakin dekat dengan sebuah energy yang belum pernah dia ketahui.
Davin berada di sebuah ruangan goa dimana ujung dari lorong yang dia lalui. Davin memeriksa setiap sudut yang sama luasnya dengan ruang goa saat pertama dia datang.
Mata Davin terfokus kepada sebuah kristal yang berada di atas batu tepat di tengah ruang goa. Terdapat simbol melayang yang tidak ia mengerti mengelilingi batu dan kristal tersebut.
“apa jutaan tahun yang lalu sudah ada teknologi yang memproyeksikan sebuah tulisan?” Davin Nampak bingung memikirkan sesuatu.
Davin memfokuskan matanya pada sebuah kristal.
“Itu sebuah Kristal energy yang menajubkan, dari auranya saja aku sudah bisa merasakan energy yang kuat. Bagaimana ada sebuah kristal energy disini.” Kata Davin yang merasa energy yang dia rasakan berasal dari bola kristal itu hingga dia pun di buat takjub dengan energy kristal itu.
Sebuah pemikiran dan keanehan yang Davin rasakan membuatnya tidak dapat berfikir dengan jernih.
Namun kristal itu berada disini ditempat yang sama sekali Davin belum pernah datangi.
Saat Davin mendekati Kristal yang sepertinya sebesar bola bowling itu dan hendak memeriksanya. Namun kristal itu seperti terhalang sesuatu.
bug!
"Aduuh". Terdengar Davin menabrak sesuatu.
__ADS_1
“kristal ini terhalang kaca. Tapi aku baru mengetahuinya saat aku menabrak penghalang ini. Sungguh kaca yang sangat jernih”. Kata davin mengelus kepalanya yang terbentur sebuah penghalang, namun dia lagi-lagi di buat takjub dengan penghalang yang tidak terlihat yang menurutnya itu adalah sebuah kaca yang sangat jernih.
Davin memeriksa setiap sisi dari penghalang dengan berjalan memutarinya, namun tidak menemukan ujung dari penghalang tersebut.
Penghalang itu seperti melindungi kristal yang ada di dalamnya. Lalu Davin menyentuh gelang galaksi yang ada di tangan kirinya, muncul layar proyeksi yang menggambarkan peralatannya. Davin mengambil gambar alat yang seperti palu dari gelanya, seketika gambar itu sudah menjadi benda nyata di tangan kanannya.
“Sekuat apapun dan terbuat dari bahan apapun jenis kaca yang ada di dunia ini tidak ada yang tidak bisa aku pecahkan”. Kata davin dengan senyum penuh percaya diri.
Dengan mengambil ancang-ancang kecil, Davin mulai mengayukan palu di tangannya menuju penghalang yang tepat berada di depannya.
tang.tang.tang. ”huh.huh.huh. Sulit dipercaya kaca ini seperti besi saja, sulit sekali untuk di pecahkan. Tidak aku sangka ada yang bisa membuat benda sekuat ini.” Davin nampak kelelahan setelah berulang kali memukul penghalang itu.
Bahkan Davin juga memukulnya dengan sekuat tenaga.
Davin akhirnya berhenti memukul penghalang itu dan mulai berfikir keras.
”Jika energinya bisa aku rasakan keluar dari penghalang itu berarti aku bisa menariknya dari luar penghalang”. Kata Davin memikirkan suatu ide dimana itu pernah dia lakukan, yaitu mentransfer energy listrik secara nirkabel.
Meskipun itu energy yang berbeda namun menurutnya itu akan berhasil.
Bersambung
__ADS_1
.