Menembus Dunia Sihir

Menembus Dunia Sihir
BAB 36


__ADS_3

Permintaan Davin


"Sungguh luar biasa, aku benar-benar menginginkan zirah itu. Aku akan memberikan semua sumberdaya yang kau perlukan. Asalkan kamu bisa membuat lagi untuk pasukanku.'' Kata raja Adalbert diiringi dengan tawa bahagia.


"Sebelumnya maafkan saya yang mulia, saya takut tidak dapat memenuhi permintaan yang mulia raja. Bahan yang dibutuhkan sangatlah langka. Ini adalah logam yang kebetulan aku menemukannya saat berada di sebuah goa di hutan Aldous.


Saat aku datang kembali hendak mengambil beberapa logam lagi disana, goa itu sudah benar-benar tidak dapat lagi ditemukan sama sekali olehku.'' Kata Davin sambil mengeluarkan sebuah logam adamantium dari gelang galaksinya.


Tentu saja perkataan Davin tak sepenuhnya benar. Logam adamantium masih melimpah ruah didalam gelang galaksinya.


"Saya sangat menyesal akan hal itu. Namun yang mulia tak perlu khawatir, aku membawa lima zirah tempur yang sama dengan yang dikenakan oleh para pengawalku. Zirah ini sengaja saya desain berbeda agar cocok dengan kerajaan.'' Sebuah kotak besar yang berisikan zirah Davin keluarkan dari gelang galaksinya.


Seorang yang terlihat sudah tua dengan jenggot putihnya. disebelah kanannya terdapat tongkat panjang yang melayang dengan kristal diujungnya. Merasa takjub dengan sihir yang dilakukan Davin.


"Itu sihir ruang dan waktu. Kamu bisa sihir ruang dan waktu. Sungguh bakat yang hebat.'' kata laki-laki tua itu yang sepertinya merupakan penyihir kerajaan tingkat atas.


Namun sepertinya kata-kata lelaki tua itu sama sekali tak digubris oleh Davin.


"Sudah ada petunjuk pemakainnya disana. Itu akan sangat mudah dalam penggunaannya. Ada kristal mana sebagai sumber energi yang sangat terlindungi didada zirahnya.


Kristal mana ini dapat habis bila digunakan maka dari itu saya juga sudah membawakan beberapa kristal mana. Setidaknya itu akan cukup digunakan selama setahun tergantung penggunaan. Semua sudah ada didalam buku petunjuk.


Datanglah kedesa Vorgan bila membutuhkan kristal mana, Kami juga memproduksinya.'' Penjelasan Davin.


"Jadi begitu ya. Baiklah aku akan menerima zirah ini namun aku tidak bisa menerima dengan percuma. Katakan apa yang kamu inginkan?'' Kata raja Adalbert.


"Baginda raja, anda memang sangat mengerti. Saya tidak ingin meminta benda, uang ataupun harta apapun dari yang mulia. Hanya saja saya memiliki beberapa permintaan. Bagaimana? Tidak tau apa yang mulia dapat memenuhinya?'' Kata Davin mulai mengawali permintaannya.


"Katakan saja, aku akan berusaha untuk memenuhinya.'' Raja Adalbert tanpa Berbasa-basi.


"Baiklah kalau begitu. Desa Vorgan memiliki kekuatan militer yang tinggi. Kami juga memiliki kekayaan yang tinggi dari berbagai aspek. Bisa dikatakan desa Vorgan sangatlah makmur.


Saya memiliki permintaan untuk menjadikan Desa Vorgan menjadi sebuah kota. Saya juga melihat kemimpinan kota Helior sangatlah buruk. ini adalah catatan tentang pajak yang kota Helior dapatkan pertahunnya.


Yang mulia dapat memeriksanya. Disamping itu desa-desa dibawah kemimpinan kota Helior sangatlah tidak layak. Yang artinya sangat miskin.


Awal mulanya desa Vorgan juga mengalami hal itu sebelum saya datang dan akhirnya dapat merubahnya hingga menjadi saat ini.'' Kata Davin.

__ADS_1


Dengan cepat catatan pajak yang Davin bawa diminta oleh salah satu menteri keuangan kerajaan. Dan memulai memeriksanya dengan para Staffnya.


Beberapa saat kemudian.


"Maaf yang mulia baginda raja. Dari hasil pengamatan yang kami dapatkan. Catatan pendapatan yang dilaporkan oleh kota Helior tidak sesuai. Yang artinya pajak yang diterima kerajaan dan yang diserahkan ke walikota Helior berkurang banyak.


Saya menyimpulkan ada penggelapan dana lebih dari ratusan keping emas pertahunnya.'' Kata menteri keuangan tersebut.


"Cepat perintahkan orang untuk menyelidikinya. Jika memang benar itu terjadi, sesuai hukum yang telah berlaku bawa walikota itu dan penggal kepalanya!'' Perintah raja Adalbert.


"Terimakasih banyak Davin atas bantuanmu mengungkap kejahatan dari walikota Helior. Setelah urusan dikota Helior ini selesai aku akan memerintahkan untuk segera melakukan pemindahan kota. Meskipun kamu tidak ingin hadiah apapun namun aku harap kamu dapat menerima sebuah benda dariku.


Wicthman serahkan padanya.'' Kata raja Adalbert dan meminta seorang tua yang dijuluki Wicthman yaitu merupakan penyihir kerajaan.


Penyihir Wicthman membawa sebuah kotak panjang yang isinya adalah sebuah tongkat. Tongkat itu memiliki panjang sekitar 2 meter.


Berwarna hitam legam diseluruh bagiannya. Terdapat semacam kristal segi 8 diujungnya.


Bentuknya tak beraturan satu sisi lain berbentuk runcing. Sedangkan batangnya meliuk-liuk seperti akar pohon.


Tongkat ini kami dapatkan saat menyusuri hutan Eragon, sebuah hutan yang ada dibelakang Istana kerajaan Dolham.


Tidak ada yang bisa menggunakan tongkat ini. Bagi kami ini hanya tongkat biasa.


Namun dari aura yang kami rasakan tongkat sihir ini memiliki aura yang mengerikan.'' Kata Wicthman.


Davin pun mencoba untuk menyentuhnya. Namun sebelum tangannya menyentuh tongkat tanpa dia sadari mana dalam tubuhnya seperti bereaksi dengan sendirinya masuk kedalam tongkat sihir itu.


Tongkat yang tadinya terdiam menunjukkan reaksi terhadap Davin. Tongkat itu melayang berdiri vertikal menuju Davin dengan ujung kristal diatasnya. Sinar namun hitam gelap menyelimuti seluruh tongkat. Aura mencekam memenuhi seluruh ruang singgasana raja.


Memegang tongkat itu, Davin merasakan bahwa kekuatan dari tongkat itu sangat menakjubkan tidak jauh berbeda dari Pedang Aldous miliknya.


Wicthman dan raja Adalbert lagi-lagi dibuat takjub oleh Davin. Sebuah tongkat yang tidak dapat digunakan oleh para penyihir kerajaan, namun dihadapan Davin tongkat itu malah melayang dan menghampiri dirinya.


Tongkat sihir itu seperti telah terbangun dari tidur lamanya dan menemukan seseorang yang telah ditunggunya selama ini.


"Mungkin ini salah satu peninggalan dari kelima orang itu seperti pedang Aldous. Barang yang bagus.'' Pikir Davin.

__ADS_1


"Baik yang mulia terimakasih telah bersedia memenuhi permintaanku. Saya juga akan menyimpan tongkat ini.'' Kata Davin yang sekaligus undur diri dari ruang singgasana raja.


Raja Adalbert memerintahkan Logan kesatrianya untuk mengujicoba zirah yang Davin berikan dan memilih beberapa orang pilihan untuk memakai zirah itu.


Kini Davin memilih untuk berjalan-jalan mengelilingi istana didampingi dengan Liyana.


Sedangkan para prajurit Vorgan lebih memilih untuk bersantai diarea taman.


Tak terasa waktu sudah hampir gelap. Davin berencana kembali ke desa esok hari. Maka untuk malam ini Davin masih bermalam didalam istana.


Esok hari telah tiba. Davin bersama rombongannya sudah bersiap meninggalkan istana dan kembali ke desa.


Raja Adalbert secara pribadi mengantar kepergian Davin. Tidak seperti sebelumnya, raja Adalbert kini ditemani oleh permaisuri dan seorang gadis muda yang sepertinya itu adalah putri raja yang berada disamping kanan dan kirinya.


Davin tidak begitu mempedulikan hal itu, dia hanya mengucapkan salam dan sedikit membungkuk.


"Yang mulia raja aku tidak memerlukan pengawalan untuk perjalananku kembali.'' Kata Davin yang melihat beberapa pengawal yang berada disekitar kereta kudanya.


Davin langsung membuat lingkaran teleportasi besar dan memasuki kereta kuda. Dengan perintah Davin Vorgan 1 segera memimpin jalan untuk memasuki lubang teleportasi.


Semua orang disana tidak bisa untuk tidak membuka lebar mata dan mulutnya. Pasalnya seorang anak yang berumur 13 atau 14 tahun dapat menggunakan sihir tingkat tinggi.


Davin beserta rombongannya sudah sepenuhnya memasuki lubang hitam besar itu meninggalkan istana. Perlahan lubang hitam teleportasi menghilang dari hadapan raja Adalbert dan semua orang yang ada di istana.


Di dwpan Sevuah gerbang megah, sebuah lingkaran hitam muncul. Dari dalam lubang itu muncul seorang prajurit berkuda.


Mengenali prajurit itu, penjaga gerbang segera membungkuk dan membuka jalan untuk prajurit berkuda itu.


"Baiklah Liyana kau kembalilah dulu bersama para prajurit Vorgan. Aku masih ada urusan lain. Vorgan 1 bawa Liyana masuk kedesa.'' Perintah Davin.


"Davin kau ingin pergi kemana. Berhati-hatilah, setidaknya bawalah beberapa pengawal.'' Kata Liyana.


"Tenang saja Liyana, terimakasih telah mengawatirkanku, aku akan baik-baik saja.


Bersambung


.

__ADS_1


__ADS_2