Menembus Dunia Sihir

Menembus Dunia Sihir
BAB 15


__ADS_3

Kepergian Sang Penguasa Hutan Aldous


Di sebuah padang rumput hijau subur yang cukup luas terdapat tepat di tengah-tengah area hutan Aldous yang mempertemukan antara empat daerah kekuasaan dari empat binatang buas.


Davin kembali mempertemukan antara empat pemimpin koloni. Hick, Berthor, Tigris, dan Crock yang di dampingi masing-masing prajurit terkuat mereka. Kini aura dari ke empat pemimpin lebih kuat dan berwibawa. Itu berkat penguasaan energy yang Davin ajarkan.


Ke empat penguasa hutan itu sedang menunggu kedatangan Davin tanpa ada sedikit ucapan yang muncul dari mulut mereka.


Sebuah lingkaran dengan lubang hitam di tengahnya muncul di hadapan mereka.


Dari dalan muncul seorang anak 9tahunan dengan pakaian hitam ketat, rambut hitam yang agak sedikit memanjang sebahu, kulit coklat cerah, dengan mata hitam agak keunguan. menghampiri para penguasa hutan. Naik dan duduk di atas batu yang cukup besar, itu adalah Davin.


Ke empat penguasa langsung mengambil sikap sujud di depan Davin. Itu adalah kebiasaan mereka jika Davin datang. meskipun Davin sudah melarangnya namun mereka tetap melakukannya.


"Aku sudah cukup lama tinggal di hutan ini. Sepertinya kalian juga sudah cukup kuat. Aku sudah menggenapi ramalan dari leluhur kalian. Tidak ada yang perlu aku ajarkan lagi kepada kalian.


Tujuanku mempertemukan kalian aku ingin meninggalkan hutan Aldous dan berkelana ke tempat lain untuk mengetahui banyak lagi tentang dunia ini.


Masalahnya aku sama sekali belum pernah pergi dari tempat ini. Mungkin ada dari bawahan kalian yang bisa mengantarku.'' Kata Davin.


"Tuan Davin, aku akan mempersiapkan beberapa serigala untuk mengantarkan anda, sebagian dari mereka sudah pernah memeriksa keluar hutan.'' Kata Hick.


"Anda juga bisa membawa beberapa bawahan kami.'' Tigris berkata mewakili yang lain.


"Itu terlalu berlebihan, aku hanya membutuhkan satu dari kalian saja. Akan sangat mencolok jika seorang anak di ikuti oleh banyak binatang buas.


Dan ini aku sudah membuat bola hanya dengan mengaliri mana dapat kalian gunakan untuk menghubungiku jika kalian membutuhkan bantuan.'' Kata Davin menolak Keinginan mereka. Dan menyerahkan 4 bola berwarna ungu terbuat dari berlian sebesar bola basket ke masing-masing pemimpin koloni.

__ADS_1


"Tuan Davin, kami hanya ingin menjaga keselamatan anda sebagai penguasa tunggal hutan Aldous. Kami akan melakukan yang terbaik agar anda baik-baik saja di perjalanan.'' Berthor kini bersuara.


"Terserah kalian mau menyebutku penguasa atau apapun, tapi aku hanya ingin membawa satu dari kalian yang dapat mengantarku atau aku akan pergi sendiri! Aku akan berangkat besok'' Kata Davin kemudian beranjak pergi untuk bersiap tidak lagi mempedulikan mereka.


Keesokan harinya di wilayah hutan bagian Timur yang sebagian besar merupakan sungai dan rawa-rawa. Yaitu daerah kekuasaan para buaya tanduk es. Berjejer ratusan prajurit binatang buas dari 4 bagian hutan Aldous.


Didepan para binatang buas terdapat empat pemimpin koloni yang masing masing didampingi satu prajurit terbaik mereka. Menunggu kedatangan penguasa mereka, tanpa ada satu pun suara.


Davin muncul dari lubang teleportasi. Sontak semua binatang buas tertunduk memberikan hormat tanpa terkecuali.


Dari arah mereka datang 4 binatang buas dengan 2 tanduk dimasing-masing kening mereka berjalan menuju Davin.


"Sepertinya mereka berempat yang akan mengantar dan mengikutiku, ini lebih baik dari pada membawa ratusan prajurit itu. Ah, aku tidak bisa membayangkannya jika mereka bena-benar bersikukuh dengan keinginan mereka.'' Gumam Davin merasa sedikit lega.


Hariric dari serigala tanduk perak. Grislo dari Beruang hitam tanduk besi, Grock dari buaya tanduk es, dan Trais dari harimau tanduk emas. Mereka telah dikirim oleh para pemimpin koloni untuk melindungi penguasa mereka, Davin.


"Baiklah tapi dilihat dari ukuran tubuh kalian yang sangat tidak wajar ini masihlah terlalu sangat mencolok, jika aku bertemu dengan manusia lain. mungkin mereka akan langsung lari karena melihat kalian.'' Kata Davin masih memikirkan suatu cara.


"Tuan Davin di bawah sini.'' Sebuah suara namun kecil terdengar di telinga Davin.


Davin menundukkan kepala kebawah dan hanya melihat seekor kucing berbulu belang hitam orange, seekor buaya atau alligator sebesar komodo, seekor anjing berukuran sedang dan seekor anak beruang imut setinggi satu meter.


Davin mengerutkan alisnya menatap 4 binatang yang nampak imut. Davin merasa takjub, tak menyangka mereka memiliki keahlian lain. Sangat mudah bagi Davin mengenali mereka karena tanduk di kening mereka, meskipun itu sangatlah kecil, namun masih terlihat jika di perhatikan dengan baik.


"Bagaimana tuan jika seperti ini? Ini adalah kejutan yang telah kami siapkan kepada anda selama ini, kemampuan yang kami pelajari tanpa sepengetahuan anda.


Sayangnya hanya kami yang memiliki dua tanduk yang dapat mempelajari kemampuan ini. Untuk bawahan kami yang bertanduk satu itu masihkah sangat sulit.'' Kata Grislo berdiri dengan dua kakinya.

__ADS_1


Dengan begitu Davin sudah dapat pergi dengan tenang. Melambaikan tangannya kearah para binatang buas Davin beranjak meninggalkan hutan Aldous.


***


Di luar hutan Aldous kondisinya tidak sebaik di sana. Davin sudah berjalan seharian penuh tanpa istirahat, dan itu sudah sangat jauh dari hutan Aldous.


Bagi Davin dan para binatang yang dapat mengolah mana perjalanan tanpa istirahat tidak masalah bagi mereka.


Di sepanjang perjalan Davin menemukan banyak hutan yang tandus, pegunungan yang gundul, sungai yang mengering. Kondisinya benar-benar buruk, tidak akan ada mahluk yang dapat bertahan hidup dengan baik di sana.


Itu sebabnya banyak binatang lebih memilih untuk tidak pergi dari hutan Aldous yang sangat subur dengan sumber makanan yang sangat melimpah.


"Tuan Davin di balik Gunung itu terdapat sebuah desa manusia, anda dapat beristirahat dan bermalam di sana.'' Kata Grock yang telah memimpin perjalanan mereka.


Davin hanya membalas ucapan Grock dengan anggukan, kemudian langsung melanjutkan perjalanan memutar melewati kaki gunung menuju desa yang dikatakan Grock.


Davin sudah tiba di sebuah desa yang sepertinya sangat miskin. Rumah-rumah di sana hanya terbuat dari dinding kayu beratapkan jerami, beberapa ada yang menggunakan anyaman bambu untuk dindingnya.


"Permisi kakek, saya ingin bertanya. Apakah disini terdapat sebuah tempat untuk saya bisa bermalam.'' Tanya Davin kepada seorang kakek, yang kala itu di temuinya di tengah jalan.


"Ohh. bocah kecil, apakah kamu bukan berasal dari sekitaran sini. Kamu harus melapor ke kepala desa yang tepat berada di tengah desa ini. Nanti kepala desa akan menunjukkan tempat untukmu bisa bermalam. Cukup mengikuti jalan ini kamu akan tiba di sana.'' Kata kakek tua menunjukkan jalan.


Davin telah tiba di rumah yang lebih besar dari rumah yang lain, meskipun sangat sederhana tapi itu nampak sangat terawat.


Davin mengetuk pintu dan di sambut oleh pria tengah baya berambut hitam dengan pakaian yang nampak sudah agak lusuh namun masih di rawat dengan baik.


"Selamat datang anak muda silahkan masuk, nama saya Justus kepala desa di desa Vorgan ini. Apa yang orang tua ini bisa bantu?'' Justus sangat sopan menyambut Davin.

__ADS_1


Bersambung


.


__ADS_2