
Energy Kehidupan
Davin memikirkan untuk menarik keluar energy yang ada didalam penghalang itu. Namun Davin harus mengambil bola penyimpan energy miliknya yang berada di dalam kapsul waktunya.
Dengan penuh semangat Davin bergegas kembali melewati lorong menuju kembali ke ruang goa dimana kapsul waktunya berada.
Sesampainya di tempat kapsul waktu itu berada Davin sontak terkejut, dia baru menyadari jika kapsul waktunya itu seperti tertelan sesuatu.
”Sial! Kenapa aku baru menyadari jika kapsul waktu ku hampir tenggelam hanya menyisakan separuhnya saja” kata Davin terkejut.
Tanpa dikit panjang Davin mulai memasuki kapsul waktunya, namun sesuatu yang buruk terjadi, tiba-tiba kapsul itu bergerak seperti tertelen sesuatu, kapsul itu mulai condong ke depan.
Davin sangat panik. Kemudian dengan cepat dia keluar dengan membawa bola energy nya yang sebesar bola basket.
Benar saja setelah Davin keluar melalui satu-satunya pintu yang terletak dibelakang, kapsul langsung tertelan seluruhnya.
Terlambat sedikit saja Davin bisa terseret ikut tenggelam bersama kapsulnya.
Kejadian cukup cepat sehingga itu Davin tidaklah sempat untuk memasukkan kapsul waktunya kedalam gelang galaksinya.
"Hampir saja. Ini terlihat seperti lumpur. Kemana lumpur ini akan membawa kapsulku?jika kapsulku tidak ada, apa gunanya aku mengambil bola energy ini. Yah karena sudah begini akan aku teruskan saja. Siapa tau itu akan berguna di masa depan. ”Gumam Davin terlihat begitu pasrah dengan kejadian yang telah menimpanya.
Tanpa adanya kapsul waktu itu Davin sudah tidak dapat kembali lagi ke tempat waktu awalnya dia berada.
__ADS_1
Padahal tujuan awalnya Davin menggunakan mesin waktu hanya ingin mengetahui asal usul terbentuknya kehidupan awal di dunia.
Yang merupakan tujuan awal ayahnya, dan Davin ingin membuktikan kepada dunia jika teori ayahnya tentang awal mula terbentuknya evolusi adalah benar adanya.
Davin ingin melanjutkan apa yang menjadi impian ayahnya itu.
Dengan kepala yang tertunduk lesu, Davin berjalan kembali ke ruang goa dimana kristal energy tadi berada.
Di tempat Kristal yang memancarkan energy itu berada, Davin mulai mengeluarkan bola energynya. Sebuah bola bening terbuat dari material kaca kristal terbaik yang dapat menampung energy yang sangat besar. Salah satu penemuan terbaik Davin yang selalu dia kembangkan.
Di salah satu batu yang cukup besar disana, Davin duduk termenung menatap bola Energyny.
Membuat rencana dan segala kemungkinan yang akan terjadi. Davin bediri tegak memantabkan pikiran bersiap untuk memulai rencananya.
Davin mulai mempersiapkan segala peralatan dari gelang galaksinya bertujuan untuk menarik energy yang ada di dalam kristal itu.
Peralatan Davin menggunakan energy terbarukan yang dapat mengisi ulang energy secara otomatis jika digunakan.
“Aku tidak tau ini akan berhasil atau tidak. Karena bola energy ku biasa nya aku gunakan untuk menarik energy seperti halnya listrik, tapi Kristal itu seperti memancarkan energy kehidupan.” Kata Davin dalam pikirannya.
Davin mulai mengaktifkan bola energynya untuk menyerap energy yang ada di sekitarnya. Tapi yang dia khawatirkan memang terjadi. Tidak ada energy apapun yang masuk kedalam bola energynya.
“Hahh.. Ini benar-benar mengecewakan”. Davin mulai mengeluhkan hasil kerjanya.
__ADS_1
kruuk.
Perut davin mulai mengeluarkan suara khas yang menandakan jika dia merasakan lapar.
Memang semenjak Davin mulai tersadar dia sama sekali belum mengisi perutnya. Terhitung sudah 6 jam yang lalu dia berada di dalam goa.
Sembari menunggu proses penyerapan energy, Davin mengambil satu bungkus biscuit coklat berbentuk bulat dari dalam gelang galaksinya.
Satu bungkus biscuit yang Davin makan mengandung protein, serat, karbohidrat, dan berbagai macam zat atau vitamin yang di butuhkan tubuh. Satu bungkus biscuit saja sudah dapat langsung membuatnya kenyang seketika.
Kemudian Davin mulai mengotak-atik apa ada kekeliruan dalam setingan alatnya.
Memang peralatan apapun dapat mengalami error atau kerusakan, begitupula milik Davin.
Saat Davin mencoba memeriksa bola energy miliknya dengan menyentuh menggunakan kedua tangannya, tiba-tiba dia merasakan seperti ada yang masuk di dalam tubuhnya melalui kedua telapak tangannya.
Davin merasakan energy hangat dan nyaman masuk kedalam tubuhnya, energy itu sama dengan energy yang Davin rasakan saat pertama kali dia keluar dari kapsul, namun ini lebih kuat.
“Bola energy ku tidak dapat menyimpan energy kehidupan ini, tapi malah di transfer kedalam tubuhku”.Gumam Davin yang terkejut dengan kejadian itu.Davin mencoba melepaskan tangannya dari bola energy miliknya.
Namun tangannya seperti menempel pada bola energy nya. Sekuat apapun dia berusaha melepaskannya itu tidak berhasil. Malahan energy kehidupan yang masuk kedalam tubuhnya semakin deras.
Bersambung
__ADS_1
.